Tag: gunung marapi

  • Gunung Marapi Meletus, 11 Orang Tewas

    Gunung Marapi Meletus, 11 Orang Tewas

    7cloud.asia – Gunung Marapi, Sumatera Barat beberapa kali meletus pada Senin (04/12/2023). Letusan ini menyusul letusan besar yang terjadi pada Minggu (03/12/2023). Sebanyak 11 orang pendaki ditemukan tewas.

    “Pencarian hingga pukul 07.10 WIB tim gabungan berhasil menemukan tiga orang dalam keadaan selamat dan 11 orang meninggal dunia,” ungkap Kepala Kantor SAR Kota Padang, Abdul Malik seperti yang dikutip Tempo, Senin (04/12/2023).

    Selanjutnya Abdul menjelaskan jumlah survivor yang berhasil didata tim gabungan sebanyak 75 orang dengan 49 orang di antaranya berhasil dievakuasi dengan kondisi selamat.

    Baca: Sehari tiga kali erupsi Gunung Anak Krakatau dalam status siaga

    Para pendaki tersebut sebagian dibawa ke rumah sakit di Kota Bukittinggi dan Kota Padang Panjang untuk mendapatkan perawatan intensif. Sisanya elah kembali ke rumah masing-masing.

    “Saat ini tim masih dalam proses evakuasi dari puncak Gunung Marapi ke bawah,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Padang, Hendri Septa menjelaskan hingga Senin siang sebanyak 49 orang berhasil dievakuasi.

    Jumlah pendaki yang terdata oleh SAR Kota Padang ada 75 orang. “Kami sedang melakukan pencarian dan proses evakuasi terhadap korban terjebak,” ujar Hendri.

    Lebih jauh Hendri menjelaskan saat ini masih ada 26 orang pendaki yang terjebak di kawasan Gunung Marapi 3 di antaranya masih belum diketahui kondisinya.

    aca: Lagi Gunung Ili Lewotolok meletus 2 kali

    “Kami sudah dapatkan lokasi 23 orang yang masih terjebak dan sedang diusahakan proses evakuasi ke bawah,” katanya.

    Menurutnya kondisi pendaki yang terjebak mengalami hipotermia dan luka bakar “Kami agak kesulitan untuk menjangkau korban-korban yang terjebak. Sebab erupsi terus terjadi,” ujarnya.

    Erupsi yang terus terjadi serta mengeluarkan abu vulkanik menyulitkan tim SAR untuk mengevakuasi para pendaki.

    Gunung Marapi sejak 3 Agustus 2011berada dalam status Waspada atau Level II. PVMBG belum menaikkan status aktivitas gunung tersebut pasca erupsi hari Minggu kemarin.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Korban Meninggal Akibat Letusan Gunung Marapi Bertambah Jadi 23 Orang

    Korban Meninggal Akibat Letusan Gunung Marapi Bertambah Jadi 23 Orang

    7cloud.asia – Jumlah korban meninggal dunia akibat letusan Gunung Marapi terus bertambah. Hingga Selasa (5/12/2023) malam, tercatat 23 orang meninggal dunia.

    Kepastian jumlah korbanletusanGunung Marapi ini diungkapkan oleh Kapolda Sumatera Barat, Irjen Suharyono pada Selasa malam.

    “Saya ingin update informasi  (soal Gunung Marapi, red), dari 75 pendaki yang tercatat itu, 52 orang sudah berhasil diselamatkan, walaupun ada yang luka ringan, luka berat dan lain sebagainya.” jelas Suharyono seperti dilansir Detik.com.

    Selanjutnya Suharyono menjelaskan saat ini ada 32 tim yang berjumlah 300 personel gabungan melakukan pencarian dan evakuasi di puncak gunung Marapi.

    Baca: Gunung Marapi meletus 11 orang tewas

    “Kita semua tentu berharap ada yang selamat, tapi Allah sudah berkehendak. Yang ingin saya sampaikan juga adalah semuanya sudah terdeteksi dan diketahui keberadaannya oleh tim dari Basarnas, TNI Polri, BPBD dan relawan,” urainya.

    Banyaknya korban meninggal ini karena jalur pendakian tidak ditutup pada saat terjadi letusan besar di Gunung Marapi pada 3 Desember 2023 lalu.

    Padahal ada batas larangan yang jelas terpasang di jalur pendakian gunung Marapi yang terletak di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat tersebut.

    Pengurus pusat Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia(APGI), Ruslan Budiarto, menjelaskan  pihaknya selalu memberi pengertian kepada para pendaki untuk mematuhi segala peraturan di gunung yang akan didaki.

    Baca: Senin pagi Gunung Anak Krakatau meletus

    Jika ada yang memaksa naik, atau melewati batas larangan, maka segala risiko tidak ditanggung oleh pemandu itu.

    “Jadi kalau ada yang memaksa naik ke puncak maka itu bukan tanggung jawab kami. Itu seperti yang berlaku di Gunung Semeru. Kami akan sarankan hingga Kalimati saja,” katanya.

    Memang di jalur pendakian terdapat papan peringatan berikut dengan logo PVMBG dan BKSDA yang tertulis:

    ‘Tingkat aktivitas Gunung Marapi Waspada (Level II). DILARANG MENDEKATI KAWAH AKTIF. Radius 3 km dari kawah sangat berbahaya saat terjadi erupsi (letusan).’

    Baca: Gunung Dukono meletus, warga diminta waspada

    Seperti yang diberitakan sebelumnya Gunung Marapi meletus pada 3 Desember 2023 pukul 14.54 WIB lalu.

    Tinggi kolom abu teramati sekitar 3000 meter di atas puncak (5891 m di atas permukaan laut).

    Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur. Letusan ini terekam di Seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 4 menit 41 detik.

    Letusan Gunung Marapi disertai dengan adanya aliran piroklasik ke arah utara dengan jarak luncur 3 km.

    Berdasarkan pengamatan instrumental Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) letusan ini tidak didahului oleh peningkatan gempa vulkanik yang signifikan.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Operasi Pencarian Korban Erupsi Gunung Marapi Resmi Dihentikan

    Operasi Pencarian Korban Erupsi Gunung Marapi Resmi Dihentikan

    7cloud.asia – Operasi pencarian korban erupsi Gunung Marapi, di Bukittinggi Sumatera Barat sejak Rabu (6/12/2023) malam resmi dihentikan. 

    Wakil Kepala Kepolisian Negara Repulblik Indonesia Daerah (Wakapolda) Sumatera Barat Brigjen Edi Mardiyanto mengungkapkan, dari total 75 pendaki yang terperangkap erupsi gunung Marapi,  tercatat ada 52 orang yang selamat.

    “Sedangkan 23 pendaki Gunung Marapi dinyatakan meninggal dunia. Mulai malam ini seluruh tim yang ikut dalam operasi pencarian akan kembali ke satuan masing-masing,” kata Edi dilansir Antara

    Baca: Korban meninggal akibat erupsi Gunung Marapi mencapai 23 orang

    Seluruh korban meninggal dunia tersebut, ujar Edi, telah dibawa ke Rumah Sakit Achmad Mchtar  (RSAM) Kota Bukittinggi guna pencocokan data (identifikasi) oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Sumbar.

    Lebih lanjut dia menduga ada pelanggaran terkait pendakian ke gunung Marapi  yang menewaskan 23 oang tersebut.

    “Ada dugaan pelanggaran, kenapa memberikan izin dan apa masalahnya, kami akan mendalami ini,” katanya.

    Baca: Seperti ini kondisi saat Gunung Marapi erupsi

    Atas dugaan tersebut, Edi Mardiyanto mengatakan, akan memeriksa seluruh pihak terkait, terutama yang menerbitkan izin kepada 75 orang pendaki.

    Ia juga akan menggali soal larangan-larangan yang telah diterbtkan pihak berwenang  terkait status level I (Waspada) gunung Marapi sejak 3 Agustus  2011.

    Berdasarkan data PVMBG Kementerian ESDM, gunung Marapi sudah berstatus level II atau waspada sejak 3 Agustus 2011.

    Baca: Gunung Anak Krakatau juga erupsi

    Oleh karena itu masyarakat sekitar dan pendaki tidak boleh berkegiatan di radius 3 kilometer dari kawah.

    Namun faktanya, sejumlah korban yang meninggal dunia ditemukan di sekitar kawah gunung itu.

    Dengan bertambahnya korban meninggal dunia, jumlah pendaki yang berhasil dievakuasi sebanyak 75 orang, meliputi 40 pendaki telah kembali ke rumah masing-masing dan 12 orang luka-luka dan 23 orang meninggal dunia.

    Sumber: Antaranews.com

  • Gunung Marapi Erupsi Kembali, Warga Dilarang Mendekat

    Gunung Marapi Erupsi Kembali, Warga Dilarang Mendekat

    7cloud.asia – Gunung Marapi yang berada di Sumatera Barat, Rabu (13/12/2023) pukul 05.52 WIB mengalami erupsi dan melontarkan abu vulkanik setinggi kurang lebih 500 meter di atas puncak gunung.

    Melansir Antaranews, petugas Pos Pengamatan Gunung Marapi, Ahmad Rifandi kolom abu tebal berwarna kelabu yang keluar dari Marapi mengarah ke timur.

    Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan Gunung Marapi berada pada level II atau waspada.

    Dengan status ini, PVMBG melarang warga di sekitar Gunung Marapi maupun pengunjung untuk berada di area dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak gunung.

    Baca: Korban meninggal akibat letusan Gunung Marapi 23 orang

    Menurut pengamatan PVMBG, Gunung Marapi selama periode 12 Desember 2023 pukul 00.00 sampai 24.00 WIB mengalami 44 kali gempa hembusan, empat kali gempa letusan, empat kali gempa tektonik jauh, satu kali gempa vulkanik dalam, dan satu kali gempa tektonik lokal.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya gunung yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar, pada 3 Desember 2023 pukul 14.54 WIB lalu meletus.

    Ketinggian  kolom abu teramati sekitar 3000 meter di atas puncak (5891 m di atas permukaan laut). Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur.

    Letusan ini terekam di Seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 4 menit 41 detik.

    Baca: Operasi pencarian korban letusan Gunung Marapi dihentikan
    Letusan itu disertai dengan adanya aliran piroklasik ke arah utara dengan jarak luncur 3 km.

    Berdasarkan pengamatan instrumental PVMBG letusan ini tidak didahului oleh peningkatan gempa vulkanik yang signifikan.

    Akibat letusan besar ini, sebanyak 23 orang meninggal dunia dan 52 orang berhasil diselamatkan.

    “Saya ingin update informasi, dari 75 pendaki yang tercatat itu, 52 orang sudah berhasil diselamatkan, walaupun ada yang luka ringan, luka berat dan lain sebagainya. Dan, 23 itu dinyatakan meninggal dunia,” jelas Kapolda Sumatera Barat, Irjen Suharyono.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Gunung Marapi Meletus Lontarkan Batu Api, Warga Diimbau Waspada

    Gunung Marapi Meletus Lontarkan Batu Api, Warga Diimbau Waspada

    7cloud.asia – Gunung Marapi yang terletak di provinsi Sumatera Barat kembali meletus pada Sabtu (13/01/2024) pagi. Kali ini suara dentuman keras serta gemuruh dan melontarkan batu api.

    “Saya dan Tim Siaga Marapi menginap di masjid perkampungan sejauh lima kilometer dari puncak saat Marapi meletus. Saya dan warga lain melihat jelas adanya lontaran batu api dari puncak,” jelas pewarta foto Antaranews yang berada di posko, Iggoy el Fitra (43).

    Melansir Antaranews, Iggoy dengan beberapa orang relawan dari TNI-Polri dan BPBD menyaksikan letusan tersebut dari Posko Siaga Marapi.

    Baca: Aktivitas meningkat status Gunung Lewotobi Laki-laki naik menjadi awas

    Posko tersebut berada di Jorong Batang Silasiah, Desa Bukit Batabuah, Kabupaten Agam.

    Ia mengatakan saat erupsi terdengar dentuman keras beberapa detik dan pijaran cahaya ari lontaran batu api bisa dilihat secara kasat mata.

    “Suara keras berdentum seperti bom membangunkan hampir seluruh relawan dan warga sekitar. Cahaya kemerahan jelas terlihat di sekitar puncak hingga satu menit, kemudian kembali padam,” urainya.

    Menurutnya, sebelum terjadinya erupsi pada dini hari itu, beberapa warga sempat mengungsi ke lokasi lebih jauh, karena takut dengan suara gemuruh yang sering terdengar.

    Baca: Gunung Dukono meletus

    “Suara gemuruh sering terdengar meski Marapi tidak erupsi. Dua keluarga kami lihat mengungsi mandiri ke rumah kerabatnya yang berada lebih jauh dari jarak lima kilometer ini dengan alasan anak-anak mereka ketakutan,” terangnya.

    Sementara itu, Petugas Pemantau Gunung Api (PGA) Marapi, Teguh Purnomo membenarkan adanya material lava yang keluar dari erupsi Marapi tersebut.

    “Iya mengeluarkan lava, erupsi dengan tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30.3 mm dan durasi sementara 34 detik,” katanya.

    Namun, ia tidak memberikan informasi lebih jauh terkait lava atau batu api yang keluar dari kawah Marapi serta arah dan jauh lontarannya.

    PGA mencatat sejak awal Desember 2023 hingga Sabtu (13/1) pagi, gunung yang memiliki tinggi 2.891 mdpl tersebut terjadi letusan sebanyak 123 letusan dan 655 hembusan.

    Baca: Korban meninggal akibat letusan Gunung Marapi Capai 23 orang

    Letusan besar terjadi pada 3 Desember dengan lontaran abu vulkanik setinggi 3000 meter. Saat itu, letusan memakan korban jiwa sebanyak 23 orang. sebagian besar adalah mahasiswa yang mendaki gunung.

    Saat ini Gunung Marapi berada pada Status level III (siaga). Masyarakat dilarang memasuki dan tidak melakukan kegiatan dalam wilayah radius 4,5 kilometer dari pusat erupsi (kawah verbeek).

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi Putuskan Jalur Padang-Bukittinggi

    Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi Putuskan Jalur Padang-Bukittinggi

    7cloud.asia – Banjir lahar dingin Gunung Marapi yang menerjang beberapa daerah di Sumatera Barat pada Jumat (5/4/2024) mengakibatkan ruas jalan lintas Bukittinggi-Padang putus total.

    Banjir lahar dingin Gunung Marapi yang ditandai oleh aliran deras air berwarna hitam pekat yang menerjang daerah-daerah yang dilaluinya.

    Kerusakan karena besarnya banjir lahar dingin dari Gunung Marapi itu terpantau terjadi di daerah Air Angek Kabupaten Tanah Datar dan Bukit Batabuah, Canduang dan Sungai Puar Kabupaten Agam.

    Baca: Gunung Marapi meletus tewaskan 11 orang

    “Kami mendengar dan melihat aliran air yang membesar sebanyak dua kali, pertama sekitar jam 15.00 WIB dan satu jam setelahnya, aliran kedua berbunyi gemuruh,” kata seorang warga Bukit Batabuah Sutan Makmur (68), di Bukittinggi dilansir Antaranews.com.

    Aliran lahar dingin ini terlihat merusak sawah dan pekarangan warga serta memutus akses jalan hingga beberapa kendaraan ikut terjebak.

    Di Bukit Batabuah, tampak personel kepolisian bersama TNI dan BPBD serta warga berusaha membersihkan sisa material banjir yang hanyut hingga menutup aliran air di bawah jembatan.

    Baca: Hindari jatuhnya korban warga diimbau jauhi daerah rawan bencana  

    “Sempat ada pengendara sepeda motor yang terseret namun telah bisa diselamatkan dan dievakuasi. Kami masih melakukan evakuasi dan pembersihan,” kata Kapolresta Bukittinggi Kombespol Yessi Kurniati.

    Ia menegaskan melakukan koordinasi dengan BPBD dan pihak lainnya untuk segera membuka akses jalan.

    “Kami tunggu alat berat dan terus melakukan pembersihan karena material banjir menyumbat di jembatan, warga diminta tetap waspada,” ujarnya.

    Sumber: Antaranews.com

  • BMKG Lanjutkan Modifikasi Cuaca di Sekitar Gunung Marapi

    BMKG Lanjutkan Modifikasi Cuaca di Sekitar Gunung Marapi

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melanjutkan kegiatan modifikasi cuaca untuk mengendalikan dampak bencana di wilayah Gunung Marapi, Sumatera Barat (Sumbar)

    Dilansir Antaranewscom, BMKG menargetkan sebanyak 30 ton garam ditabur ke langit sekitar wilayah Gunung Marapi ini.

    “Ya, 30 ton penaburan garam karena modifikasi cuaca diteruskan dengan prioritas pada wilayah sekitar Gunung Marapi,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto di Jakarta, Jumat (24/5/2024).

    Dari 30 ton garam tersebut, kata dia, sebanyak 15 ton telah lebih dulu ditaburkan dalam beberapa kali sortie penerbangan pesawat selama lebih dari sepekan lalu sejak tanggal 15 Mei 2024.

    Baca: Tanggulangi bencana, BNPB tebar 10 ton garam modifikasi cuaca di Sumbar

    Kemudian sebanyak 15 ton garam lainnya, lanjut Seto, ditabur ke wilayah sasaran yang sama pada masa operasi modifikasi cuaca sampai tanggal 29 Mei 2024.

    Hal ini sesuai kesepakatan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar.

    “Semua sudah disiapkan untuk terus dilakukan sampai tanggal 29 Mei ini,” kata Seto.

    Ia berharap upaya modifikasi cuaca tersebut bisa berjalan dengan baik dan dapat mengurangi curah hujan di Sumbar, khususnya daerah di sekitar Gunung Marapi yang jadi prioritas.

    Baca: Masa tanggap darurat di Tanah Datar diperpanjang

    Sebelumnya berdasarkan analisa tim meteorologi BMKG diketahui hujan berintensitas sedang hingga lebat masih berpotensi melanda daerah tersebut dalam beberapa waktu ke depan antara bulan Mei – awal Juni.

    Sementara pada saat yang bersamaan peninjauan lapangan yang tim Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG mendapati sebagian besar aliran sungai di Sumbar berhulu dari Gunung Marapi, yang masih menyisakan endapan material vulkanik sekitar satu juta meter kubik.

    Oleh karena itu BMKG menilai pengendalian curah hujan di sekitar Gunung Marapi menjadi yang paling diprioritaskan dalam operasi modifikasi cuaca ini.

    Hal ini guna mencegah atau mengurangi dampak terjadinya bencana banjir lahar dingin dan longsor susulan.

    Baca: Jumlah korban meninggal akibat bencana di Sumbar

    Sebelumnya, tepatnya pada 11 Mei 2024 banjir lahar dingin dan longsor itu menimbulkan korban jiwa dan dampak kerusakan dengan jumlah yang cukup besar di Kabupaten Tanah Datar, Agam, Padang Panjang.

     

  • Tiga Opsi Langkah Mitigasi di Kawasan Bencana Gunung Marapi Sumbar

    Tiga Opsi Langkah Mitigasi di Kawasan Bencana Gunung Marapi Sumbar


    7cloud.asia – Ahli geologi sekaligus Direktur Eksekutif Patahan Sumatra Institute (PSI) Ade Edward menyarankan tiga langkah mitigasi yang dapat dilakukan pemangku kepentingan untuk mengantisipasi ancaman banjir lahar dingin di kawasan Gunung Marapi, Sumatera Barat (Sumbar).

    “Pertama, resettlement pemukiman di Kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Marapi yang dilakukan dengan penataan kawasan nagari berbasis mitigasi bencana,” kata ahli geologi sekaligus Direktur Eksekutif Patahan Sumatra Institute Ade Edward di Padang, Senin (3/6/2024).

    Kedua, PSI menyarankan kawasan daerah aliran sungai dan sempadan sungai zona rawan banjir lahar dan erupsi Gunung Marapi dikonversi menjadi kawasan konservasi, dan buffer zone.

    Kawasan ini sebagai peredam ancaman banjir lahar dingin yang juga mempunyai nilai ekonomi tinggi (green economic).

    Baca Juga: Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi Putuskan Jalur Padang-Bukittinggi

    Terakhir, pihaknya menyarankan pembangunan sabo dam serta infrastruktur pengendalian aliran banjir lahar debris flow harus terencana baik guna mencegah risiko banjir lahar Gunung Marapi.

    Ade mengatakan saran tersebut merupakan hasil dari pokok-pokok pikiran yang menjadi isi Deklarasi Padang II, atau kelanjutan Deklarasi Padang I pada 2005 yang berisikan pokok pikiran mengenai mitigasi gempa dan tsunami di Ranah Minang Sumbar.

    Ade menjelaskan penataan dilakukan dengan memindahkan pemukiman warga yang berada di dalam sempadan sungai rawan banjir lahar ke lokasi lain yang relatif lebih aman di dalam nagari (desa) yang sama.

    Daerah sempadan sungai yang rawan banjir lahar dialihkan menjadi kawasan konservasi yang produktif.

    Baca Juga: BMKG Lanjutkan Modifikasi Cuaca di Sekitar Gunung Marapi

    Caranya dengan menanam jenis vegetasi yang dapat berfungsi sebagai peredam banjir lahar sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat setempat (green economic).

    “Dengan upaya ini diharapkan dapat meminimalisir risiko bencana banjir lahar dan erupsi Gunung Marapi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar gunung,” harap Ade.

    Diberitakan sebelumnya, banjir lahar dingin Gunung Marapi menerjang beberapa daerah di Sumatera Barat pada Jumat (5/4/2024) mengakibatkan ruas jalan lintas Bukittinggi-Padang putus total.

    Banjir lahar dingin Gunung Marapi yang ditandai oleh aliran deras air berwarna hitam pekat yang menerjang daerah-daerah yang dilaluinya.

    Baca Juga: Gunung Marapi Meletus Lagi, Asap Letusan Cukup Besar

    Kerusakan karena besarnya banjir lahar dingin dari Gunung Marapi itu terpantau terjadi di daerah Air Angek Kabupaten Tanah Datar dan Bukit Batabuah, Canduang dan Sungai Puar Kabupaten Agam.

    Untuk mencegah kembali terjadinya banjir lahar dingin, BMKG dan BNPB beberapa kali melakukan modifikasi cuaca di sekitar Gunung Marapi.

    Sumber: Antaranews.com

  • Gunung Marapi Erupsi, Warga Berhamburan Keluar

    Gunung Marapi Erupsi, Warga Berhamburan Keluar

    7cloud.asia – Gunung Marapi di Sumatera Barat pada Rabu (21/08/2024) kembali erupsi. Warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah.

    Salah seorang warga, Rizal Sutan Mangkuto (38) suara letusan terdengar jelas dan getaran pun juga sangat terasa.

    “Banyak warga berhamburan keluar rumah. Kami panik karena trauma letusan Marapi sebelumnya menimbulkan banjir lahar dingin,” jelas Rizal seperti yang dilansir Antaranews.

    Warga Jorong Cangkiang, Nagari Batu Taba, Kabupaten Agam ini menjelaskan, letusan gunung berawal dari dentuman yang kuat.

    Baca: Gunung Marapi meletus, warga diimbau waspada

    “Banyak warga kaget langsung menghadap ke Gunung Marapi. Tapi tinggi letusan tidak terlihat karena tertutup awan,” katanya.

    Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) membenarkan Gunung Marapi erupsi pada Rabu 21 Agustus 2024, pukul 12.40 WIB.

    “Erupsi ini terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan berdurasi sekitar 48 detik. Namun, tinggi kolom abu tidak dapat teramati karena tertutup awan,” jelas Petugas Pengamat Gunung Api, (PGA) Suwardi.

    Karena itu, PVMBG mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki untuk tidak mendekati atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Marapi, khususnya di Kawah Verbeek.

    Baca: Gunung Marapi meletus, korban meninggal 23 orang

    Selain itu, warga yang tinggal disekitar lembah, aliran, dan bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diimbau mewaspadai bahaya lahar, terutama selama musim hujan.

    Warga juga diimbau untuk mengenakan masker agar terhindar dari gangguan pernapasan dan masalah kesehatan lainnya akibat abu vulkanik.

    PVMBG mengimbau warga mengamankan sumber air bersih dan membersihkan atap rumah dari abu vulkanik untuk mencegah keruntuhan, terutama jika hujan abu terjadi.

    Dengan status waspada yang masih berlaku, masyarakat diminta untuk tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan dari otoritas terkait untuk keselamatan bersama.

    Sebelumnya gunung yang berada di Kabupaten Agam dan Tanah Datar ini terakhir kali erupsi pada Rabu (29/7/2024).

  • Berada Dalam Status Waspada atau Level ll, Pendakian Gunung Marapi Resmi Ditutup

    Berada Dalam Status Waspada atau Level ll, Pendakian Gunung Marapi Resmi Ditutup

    7cloud.asia – Pendakian Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) secara resmi ditutup permanen. Penutupan ini menyusul adanya pendakian liar beberapa hari lalu.

    Karena itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatera Barat bersama Ombudsman perwakilan setempat dan Pemerintah Kabupaten Agam dan Tanah Datar menyepakati penutupan ini demi keselamatan masyarakat.

    “Berdasarkan kesepakatan bersama Gunung Marapi ini ditutup permanen,” kata Kepala BKSDA Provinsi Sumbar, Lugi Hartantodi Padang seperti yang dilansir Antaranews.

    Baca: Erupsi Gunung Marapi bikin warga panik

    Selanjutnya Lugi menjelaskan status Gunung Marapi kini berada pada level dua atau waspada. Dengan status seperti ini pengunjung atau masyarakat dilarang berkegiatan di dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi.

    Pihaknya juga akan tetap melakukan pengawasan ketat untuk memastikan tidak ada masyarakat yang mendekat atau mencoba mendaki gunung api setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) ini.

    Meski demikian BKSDA membuka peluang untuk mengkaji ulang kebijakan ini jika status Gunung Marapi kembali pada status normal atau turun ke level satu.

    “Tentu saja ketika gunung ini kembali normal atau turun menjadi level satu akan kita kaji lagi,” ucapnya.

    Sebelumnya pada 19 Januari 2025 BKSDA mendapati tujuh pendaki liar dibantu dua masyarakat lokal menaiki Gunung Marapi.

    Baca: Gunung Marapi meletus, 23 orang meninggal

    Padahal berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Marapi, Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) mencatat 14 kali letusan selama Januari 2025 dengan tinggi kolom abu vulkanik yang bervariasi.

    “Gunung Marapi masih dalam fase erupsi, jadi dari letusan dan deformasi gunung api juga fluktuatif,” ujar Petugas PGA Gunung Marapi, Teguh di Padang.

    PGA Gunung Marapi mencatat letusan pertama di awal 2025 terjadi pada 4 Januari 2025 dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter dan durasi sekitar 1 menit 40 detik.

    Kemudian letusan kembali terjadi berturut-turut pada tanggal 19 hingga 26 Januari 2025. Bahkan, pada 22 dan 26 Januari Gunung Marapi mengalami dua kali letusan dalam satu hari.