7cloud.asia – Operasi pencarian korban erupsi Gunung Marapi, di Bukittinggi Sumatera Barat sejak Rabu (6/12/2023) malam resmi dihentikan.
Wakil Kepala Kepolisian Negara Repulblik Indonesia Daerah (Wakapolda) Sumatera Barat Brigjen Edi Mardiyanto mengungkapkan, dari total 75 pendaki yang terperangkap erupsi gunung Marapi, tercatat ada 52 orang yang selamat.
“Sedangkan 23 pendaki Gunung Marapi dinyatakan meninggal dunia. Mulai malam ini seluruh tim yang ikut dalam operasi pencarian akan kembali ke satuan masing-masing,” kata Edi dilansir Antara
Baca: Korban meninggal akibat erupsi Gunung Marapi mencapai 23 orang
Seluruh korban meninggal dunia tersebut, ujar Edi, telah dibawa ke Rumah Sakit Achmad Mchtar (RSAM) Kota Bukittinggi guna pencocokan data (identifikasi) oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Sumbar.
Lebih lanjut dia menduga ada pelanggaran terkait pendakian ke gunung Marapi yang menewaskan 23 oang tersebut.
“Ada dugaan pelanggaran, kenapa memberikan izin dan apa masalahnya, kami akan mendalami ini,” katanya.
Baca: Seperti ini kondisi saat Gunung Marapi erupsi
Atas dugaan tersebut, Edi Mardiyanto mengatakan, akan memeriksa seluruh pihak terkait, terutama yang menerbitkan izin kepada 75 orang pendaki.
Ia juga akan menggali soal larangan-larangan yang telah diterbtkan pihak berwenang terkait status level I (Waspada) gunung Marapi sejak 3 Agustus 2011.
Berdasarkan data PVMBG Kementerian ESDM, gunung Marapi sudah berstatus level II atau waspada sejak 3 Agustus 2011.
Baca: Gunung Anak Krakatau juga erupsi
Oleh karena itu masyarakat sekitar dan pendaki tidak boleh berkegiatan di radius 3 kilometer dari kawah.
Namun faktanya, sejumlah korban yang meninggal dunia ditemukan di sekitar kawah gunung itu.
Dengan bertambahnya korban meninggal dunia, jumlah pendaki yang berhasil dievakuasi sebanyak 75 orang, meliputi 40 pendaki telah kembali ke rumah masing-masing dan 12 orang luka-luka dan 23 orang meninggal dunia.
Sumber: Antaranews.com

Leave a Reply