Tag: harga pangan

  • Jelang Ramadhan Harga Beras Turun Sedikit Tapi Belum ke Kondisi Normal

    Jelang Ramadhan Harga Beras Turun Sedikit Tapi Belum ke Kondisi Normal

    7cloud.asia – Mendekati bulan suci Ramadhan, mayoritas harga pangan termasuk harga beras rata-rata mulai bergerak turun di tingkat pedagang eceran.

    Dipantau dari Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), Minggu (10/3/2024), harga pangan yang turun di antaranya harga beras premium, daging sapi murni, daging ayam ras, gula konsumsi, hingga minyak goreng.

    Namun penurunan ini belum membuat harga beras belum ke posisi sebelumnya, sementara kenaikan harga terjadi pada sejumlah komoditas lainnya seperti bawang putih dan cabai.

    Panel Harga Bapanas terungkap harga beras premium mulai bergerak turun sebesar 0,91% menjadi Rp16.310 per kilogram.

    Harga beras premium tertinggi terjadi di provinsi Maluku sebesar Rp18.250 per kilogram, sedangkan harga terendah di Sumatra Selatan Rp14.460 per kilogram.

    Baca: Jokowi dinilai tak memberi solusi atas kenaikan harga beras

    Harga beras medium dilaporkan stabil alias masih berada di level Rp14.350 per kilogram.

    Bapanas mencatat harga tertinggi terjadi di Kalimantan Timur yakni sebesar Rp16.330 per kilogram, sedangkan harga terendah terjadi di Jambi Rp12.420 per kilogram.

    Selanjutnya, harga daging sapi murni turun tipis sebesar 0,04% menjadi Rp135.430 per kilogram dan daging ayam ras turun 0,73% menjadi Rp38.240 per kilogram.

    Harga gula konsumsi turun 0,28% menjadi Rp17.730 per kilogram. Harga berbagai jenis minyak goreng juga dilaporkan turun.

    Harga minyak goreng kemasan sederhana dan curah masing-masing turun menjadi Rp17.550 per liter dan Rp15.410 per liter.

    Baca: Kenaikan harga beras diduga akibat jor-joran bansos jelang Pemilu

    Dilansir Bisnis.com, harga komoditas lain yang juga turun adalah tepung terigu, garam dan ikan bandeng.

    Harga tepung terigu curah dan kemasan noncurah masing-masing turun Rp10.590 per kilogram dan Rp13.310 per kilogram.

    Harga ikan bandeng turun 2,24% menjadi Rp32.740 per kilogram dan garam halus beryodium turun 0,94% menjadi Rp11.560 per kilogram.

    Sementara itu, sejumlah harga komoditas pangan bergerak naik jelang Ramadan. Harga kedelai biji kering impor naik 0,15% menjadi Rp13.320 per kilogram.

    Baca: Survei Kompas ungkap kemenangan Prabowo-Gibran karena pembagian Bansos

    Berbagai jenis bawang juga tercatat naik. Harga bawang merah naik 1,03% menjadi Rp34.250 per kilogram dan bawang putih bonggol naik 0,35% menjadi Rp39.880 per kilogram.

    Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas cabai. Harga cabai merah keriting naik 1,54% menjadi Rp63.990 per kilogram dan cabai rawit merah naik 0,35% menjadi Rp62.210 per kilogram.

    Sementara Harga telur ayam ras naik tipis 0,06% menjadi Rp31.570 per kilogram.

    Harga jagung di tingkat peternak naik 1,42% menjadi Rp8.530 per kilogram. Kemudian, harga ikan kembung naik signifikan sebesar 2,96% menjadi Rp38.210 per kilogram dan ikan tongkol naik 1,25% menjadi Rp32.390 per kilogram.

     

  • FAO: Harga Pangan Dunia Turun 2,1 Persen pada 2024

    FAO: Harga Pangan Dunia Turun 2,1 Persen pada 2024

    7cloud.asia – Harga pangan dunia turun 2,1 persen pada 2024 dibandingkan rata-rata tahun sebelumnya.

    Menurut laporan terbaru Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) yang dirilis pada Jumat (3/1/2025) penurunan harga pangan dunia ini terutama disebabkan oleh penurunan harga serealia dan gula.

    Serealia (dikenal juga sebagai sereal atau biji-bijian) adalah sekelompok tanaman yang ditanam untuk dipanen biji atau bulirnya sebagai sumber karbohidrat.

    Indeks Harga Pangan FAO untuk keseluruhan tahun 2024 berada di angka 122 poin, 2,6 poin lebih rendah dibandingkan nilai rata-rata pada 2023, kata laporan itu.

    Baca: Ekspansi kebun sawit mendorong deforestasi dan ancam lahan tanaman pangan

    Meskipun Indeks Harga Pangan tersebut menunjukkan tren kenaikan yang stabil pada sebagian besar 2024, kenaikan ini belum cukup untuk sepenuhnya mengimbangi penurunan harga serealia dan gula.

    Adapun tren kenaikan harga pangan dunia didorong oleh harga produk susu, daging, dan minyak sayur.

    Indeks Harga Serealia FAO untuk 2024 turun 13,3 persen dibandingkan 2023, sementara Indeks Harga Gula FAO turun 13,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

    Qu Dongyu, direktur jenderal Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), berpidato pada upacara peringatan Hari Pangan Sedunia di Roma, Italia, pada 16 Oktober 2024. ANTARA/Xinhua/Li Jing

    Baca: Harga BBM Non-subsidi Naik per Januari 2025

    Menurut FAO, penurunan harga serealia pada 2024 terutama disebabkan oleh penurunan harga gandum dan biji-bijian kasar.

    Laporan itu juga menyebutkan bahwa Indeks Harga Pangan FAO untuk Desember 2024 berada di rata-rata 127 poin, turun 0,5 persen secara bulanan (month-on-month), tetapi meningkat 6,7 persen (yoy).

    Pewarta: Antaranews.com/Xinhua

  • FAO: Harga Pangan Dunia Naik Akibat Ketegangan di Timur Tengah

    FAO: Harga Pangan Dunia Naik Akibat Ketegangan di Timur Tengah

    7cloud.asia – Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (Food Agriculture Organisation/FAO), mengatakan harga pangan global naik 2,4 persen pada Maret dibandingkan bulan sebelumnya.

    Dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat (3/4/2026) FAO menyebut kenaikan itu didorong oleh melonjaknya biaya energi akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah, menyusul serangan sepihak AS-Israel ke Iran.

    Kenaikan harga pangan tersebut menandai peningkatan bulanan kedua berturut-turut, dengan harga naik terjadi di semua kelompok komoditas utama, termasuk sereal, daging, produk susu, minyak nabati, dan gula.

    Indeks Harga Pangan FAO tercatat naik 1,2 poin, atau satu persen, dibandingkan tahun sebelumnya.

    Baca: Iran izinkan kapal-kapal dari negara ini lintasi Selat Hormuz

    Sementara itu, Indeks Harga Sereal naik 1,5 persen menjadi 110,4 secara bulanan dan meningkat 0,6 persen secara tahunan.

    Lalu, indeks Harga Minyak Nabati rata-rata mencapai 183,1 poin pada Maret, atau naik 5,1 persen dari Februari dan mencatat kenaikan bulanan ketiga berturut-turut, dengan kenaikan tahunan sebesar 13,2 persen.

    “Harga minyak sawit internasional mencapai level tertinggi sejak pertengahan 2022 dan bergerak ke level premium di atas harga minyak kedelai. Ini utamanya mencerminkan efek limpahan dari lonjakan tajam harga minyak mentah,” kata FAO.

    Tak hanya itu, Indeks Harga Daging rata-rata mencapai 127,7 poin atau naik satu persen dibandingkan Februari dan delapan persen lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

    Baca: Trump akan akhiri operasi ke Iran meski Selat Hormuz belum dibuka

    Indeks Harga Produk Susu naik 1,2 persen secara bulanan menjadi 120,9 poin, namun masih 18,7 persen lebih rendah dibandingkan Maret 2025.

    Lebih lanjut, FAO mengatakan kenaikan ini terutama didorong oleh harga minyak mentah yang lebih tinggi, yang meningkatkan ekspektasi bahwa Brasil—eksportir gula terbesar dunia—akan mengalokasikan lebih banyak tebu untuk produksi etanol.

    “Tekanan tambahan pada harga gula juga berasal dari kekhawatiran atas dampak eskalasi konflik di Timur Tengah terhadap arus perdagangan gula,” tambah FAO.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu