FAO: Harga Pangan Dunia Turun 2,1 Persen pada 2024

Written by

in

7cloud.asia – Harga pangan dunia turun 2,1 persen pada 2024 dibandingkan rata-rata tahun sebelumnya.

Menurut laporan terbaru Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) yang dirilis pada Jumat (3/1/2025) penurunan harga pangan dunia ini terutama disebabkan oleh penurunan harga serealia dan gula.

Serealia (dikenal juga sebagai sereal atau biji-bijian) adalah sekelompok tanaman yang ditanam untuk dipanen biji atau bulirnya sebagai sumber karbohidrat.

Indeks Harga Pangan FAO untuk keseluruhan tahun 2024 berada di angka 122 poin, 2,6 poin lebih rendah dibandingkan nilai rata-rata pada 2023, kata laporan itu.

Baca: Ekspansi kebun sawit mendorong deforestasi dan ancam lahan tanaman pangan

Meskipun Indeks Harga Pangan tersebut menunjukkan tren kenaikan yang stabil pada sebagian besar 2024, kenaikan ini belum cukup untuk sepenuhnya mengimbangi penurunan harga serealia dan gula.

Adapun tren kenaikan harga pangan dunia didorong oleh harga produk susu, daging, dan minyak sayur.

Indeks Harga Serealia FAO untuk 2024 turun 13,3 persen dibandingkan 2023, sementara Indeks Harga Gula FAO turun 13,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Qu Dongyu, direktur jenderal Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), berpidato pada upacara peringatan Hari Pangan Sedunia di Roma, Italia, pada 16 Oktober 2024. ANTARA/Xinhua/Li Jing

Baca: Harga BBM Non-subsidi Naik per Januari 2025

Menurut FAO, penurunan harga serealia pada 2024 terutama disebabkan oleh penurunan harga gandum dan biji-bijian kasar.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa Indeks Harga Pangan FAO untuk Desember 2024 berada di rata-rata 127 poin, turun 0,5 persen secara bulanan (month-on-month), tetapi meningkat 6,7 persen (yoy).

Pewarta: Antaranews.com/Xinhua

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *