Tag: hizbullah

  • Ketegangan Israel dan Hizbullah Picu Kekhawatiran akan Meluasnya Perang Gaza

    Ketegangan Israel dan Hizbullah Picu Kekhawatiran akan Meluasnya Perang Gaza

    7cloud.asia – Kekhawatiran perang di Gaza akan meluas menjadi konflik regional meningkat, setelah Israel dan Hizbullah kembali saling melancarkan serangan lintas perbatasan.

    Israel mengungkapkan bahwa mereka telah menyetujui rencana serangan ke Lebanon dan militan yang didukung Iran itu berjanji untuk “menghujani” musuh mereka dengan roket.

    Hizbullah mengatakan pihaknya menembakkan puluhan roket ke Israel utara, Kamis (20/6/2024) sebagai pembalasan atas serangan udara mematikan di Lebanon selatan yang menurut Israel menewaskan salah satu agen kelompok tersebut.

    Hizbullah juga mengklaim beberapa serangan lain terhadap pasukan dan posisi Israel sepanjang hari Kamis itu.

    Baca Juga: Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang Israel, Bagaimana Pengaruhnya pada Gencatan Senjata di Gaza?

    Militer Israel mengatakan jet-jet tempurnya telah menyerang dua fasilitas penyimpanan senjata dan beberapa lokasi lain milik kelompok tersebut.

    Israel juga menyebut bahwa mereka telah menembakkan artileri “untuk menghilangkan ancaman di beberapa wilayah di Lebanon selatan.”

    Tepat sebelum tengah malam, tentara mengatakan mereka “berhasil mencegat “target udara mencurigakan” yang melintasi Lebanon.”

    Dan pada Jumat (21/6/2024) pagi, media Lebanon melaporkan serangan baru Israel di selatan negara itu.

    Baca Juga: Senator Bernie Sanders Desak Pemerintah AS Menahan Semua Bantuan Militer ke Israel

    Para pakar berbeda pendapat mengenai prospek perang yang lebih luas, hampir sembilan bulan setelah Israel melancarkan kampanye untuk memberantas sekutu Hizbullah, Hamas, kelompok militan Palestina di Jalur Gaza.

    Hizbullah dan pasukan Israel hampir setiap hari saling baku tembak sejak serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel selatan yang memicu perang Gaza, dan komentar-komentar yang bersifat permusuhan telah meningkat seiring dengan serangan tersebut.

    Pendukung militer utama Israel, Amerika Serikat, berupaya mencegah perluasan permusuhan di sepanjang perbatasan.

    Dalam pertemuan dengan para pejabat Israel yang berkunjung di Washington, Menteri Luar Negeri Antony Blinken menggarisbawahi “pentingnya menghindari eskalasi lebih lanjut di Lebanon“

    Baca Juga: AS Upayakan Jalur Maju untuk Mencapai Gencatan Senjata Gaza

    Dalam sebuah pernyataan, Blinken juga menyerukan semua pihak untuk ”mencapai resolusi diplomatik yang memungkinkan keluarga-keluarga Israel dan Lebanon untuk kembali ke rumah mereka,” 

    Sumber: VOA Indonesia

  • Cegah Perang di Gaza Meluas, AS Desak Israel Kedepankan Diplomasi dengan Hizbullah

    Cegah Perang di Gaza Meluas, AS Desak Israel Kedepankan Diplomasi dengan Hizbullah

    7cloud.asia – Meningkatnya serangan di perbatasan Israel dan Lebanon turut meningkatkan kekhawatiran akan potensi konflik yang semakin meluas di kawasan Timur Tengah.

    Sehari setelah Menlu AS Antony Blinken memperingatkan Israel agar tidak membiarkan konflik dengan Hamas di Gaza meluas, Menteri Pertahanan Yoav Gallant bertemu dengan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin di Washington pada hari Selasa (25/6/2024).

    Gallant melanjutkan pertemuannya di Washington bersama Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin di Pentagon, yang menyerukan solusi diplomatik.

    “Provokasi yang dilakukan Hizbullah mengancam akan menyeret rakyat Israel dan Lebanon ke dalam perang yang tidak mereka inginkan, dan perang tersebut akan menjadi bencana bagi Lebanon, dan akan sangat menghancurkan warga sipil Israel dan Lebanon yang tak berdosa,” ujar Austin.

    Baca: Serangan Israel ke Gaza tewaskan sekitar 38.000 warga Palestina

    Gallant mengatakan bahwa Israel berada di persimpangan jalan yang akan berdampak pada seluruh Timur Tengah.

    “Di utara, kami bertekad untuk membangun keamanan, mengubah realitas di lapangan dan membawa komunitas kami kembali ke rumah dengan selamat,” sebut Gallant.

    Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin (kanan) menyambut Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant di Pentagon, di pinggiran Washington DC, Selasa 25 Juni 2024.

    Israel sebelumnya menolak tuntutan Hamas, yang meminta agar gencatan senjata sementara berujung dengan diakhirinya perang yang telah berlangsung selama delapan bulan itu.

    Raphael Cohen, Direktur Program Strategi dan Doktrin di Proyek RAND Angkatan Udara, mengatakan kepada VOA bahwa GAllant adalah penghubung utama bagi Amerika Serikat untuk melanjutkan perundingan tersebut.

    Baca: AS dan Eropa ingatkan Israel, perang di Gaza bisa meluas

    Dia mengatakan, pemerintahan Biden secara umum melihat Menteri Pertahanan Gallant sebagai sekutu sejati dalam upaya ini. Gallant menawarkan rencana pascaperangnya sendiri bebera bulan yang lalu tetapi ditolak oleh pemerintahan Netanyahu.

    “Jadi, saya kira Menteri Austin dan Menteri Blinken percaya bahwa Gallant siap bekerja sama. Itu bisa menjadi perantara yang berguna dengan pemerintah Netanyahu,” jelas Cohen.

    Perang Israel dan Hamas dimulai pada 7 Oktober lalu, ketika Hamas melancarkan serangan mendadak ke Israel, menewaskan 1.200 orang dan menyandera sekitar 240 orang.

    Kementerian Kesehatan Gaza, yang tidak membedakan warga sipil dan kombatan, mengatakan lebih dari 37.000 warga Palestina telah tewas sejak awal pertempuran ini.

    Baca: Ketegangan Israel-Hizbullah bisa membuat perang di Gaza meluas

    Pada hari Selasa (25/6/202) di PBB, pejabat urusan kemanusiaan Yasmina Guerda memperingatkan bahwa situasi di Gaza sangat mengerikan.

    “Tak satu pun dari mereka memiliki kondisi kehidupan yang layak. Apa yang mereka miliki, jika Anda perhatikan dengan seksama, adalah kondisi bertahan hidup. Dan nyaris mustahil. Nasib mereka bagai telur di ujung tanduk,” tutur Guerda.

    Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller, mengatakan bahwa banyak konvoi bantuan darat di Gaza tidak menjangkau warga sipil karena menjadi sasaran tindak kriminal.

    “Pekerjaan masih berlangsung. Situasinya masih sangat mengerikan. Kita perlu terus menyalurkan lebih banyak bantuan kemanusiaan ke utara dan, tentu saja, mengatasi kemacetan – dan dalam beberapa kasus, memburuknya – situasi di selatan,” terang Miller pada hari Selasa (25/6)

    Miller mengatakan bahwa mengakhiri konflik adalah satu-satunya cara yang dapat diandalkan untuk mengakhiri penderitaan di Gaza.

    Sumber:VOAIndonesia

  • Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah Meninggal Akibat Serangan Udara Israel: Dunia Kehilangan Pemimpin Karismatik

    Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah Meninggal Akibat Serangan Udara Israel: Dunia Kehilangan Pemimpin Karismatik

    7cloud.asia – Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah dikabarkan meninggal akibat serangan udara Israel di Beirut, Lebanon pada Jumat (27/9/2024).

    “Kemarin (Jumat waktu setempat), Israel menewaskan Hassan Nasrallah, pemimpin Hizbullah sekaligus salah satu pendirinya, bersama dengan Ali Kar Karaki, komandan senior front selatan Hizbullah, dan komandan Hizbullah lainnya,” demikian pernyataan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada Sabtu.

    Menurut mereka, pasukan udara Israel meluncurkan serangan presisi terhadap Markas Pusat Hizbullah yang berada di bawah bangunan perumahan di pinggiran Beirut.

    Sementara itu Kantor Berita Prancis Agence France-Presse (AFP) melaporkan dengan mengutip sumber Hizbullah bahwa gerakan tersebut kehilangan kontak dengan Nasrallah pada Jumat malam (29/9/2024).

    Hassan Nasrallah memimpin Hizbullah selama 32 tahun. Laki-laki asal Lebanon ini berhasil memimpin Hizbullah melewati konflik selama puluhan tahun dengan Israel.

    Ia mengawal transformasi kelompok militant itu menjadi kekuatan militer yang berpengaruh dalam skala regional.

    Tak hanya itu, Nasrallah juga sukses menjadi salah satu tokoh jazirah Arab yang populer dalam beberapa generasi, dengan dukungan Iran.

    Israel menargetkan Nasrallah dalam serangan yang mengguncang Beirut pada Jumat (27/9/2024), menurut laporan dari situs berita Axios dan media Israel.

    Baca: AS dan negara-negara Eropa serukan gencatan senjata di Lebanon

    Serangan ini terjadi di tengah bombardir yang dilakukan Israel ke Lebanon selama sepuluh hari terakhir, yang juga ikut mengusik kelompok yang dipimpin Nasrallah selama 32 tahun itu.

    VOA Indonesia mengutip Reuters, menyebutkan beberapa jam setelah serangan tersebut, Hizbullah belum membuat pernyataan mengenai kondisinya.

    Seorang sumber dekat Hizbullah sempat menginformasikan kepada Reuters bahwa Nasrallah masih hidup, dan kantor berita Iran, Tasnim, juga melaporkan bahwa ia dalam keadaan aman.

    Selain itu, seorang pejabat senior keamanan Iran menyampaikan kepada Reuters bahwa Teheran sedang memeriksa kondisi Nasrallah.

    Di kalangan pendukungnya, Nasrallah dihormati karena sikapnya yang berani menentang Israel dan Amerika Serikat.

    Namun, bagi para lawan politiknya, ia dianggap sebagai pemimpin organisasi teroris dan representasi teokrasi Islam Syiah Iran dalam persaingan pengaruh di Timur Tengah.

    Pengaruh Nasrallah di kawasan makin nampak dalam konflik yang dipicu oleh perang Gaza pada setahun terakhir. Hizbullah ikut menembaki Israel dari Lebanon selatan untuk mendukung sekutunya, Hamas.

    Kelompok-kelompok dari Yaman dan Irak pun mengikuti langkah serupa di bawah payung “Poros Perlawanan.”

    “Kita menghadapi pertempuran besar,” kata Nasrallah dalam pidatonya pada 1 Agustus di pemakaman komandan militer tertinggi Hizbullah, Fuad Shukr, yang tewas dalam serangan Israel di pinggiran selatan Beirut yang dikuasai Hizbullah.

    Baca: Presiden AS peringatkan kemungkinan perang habis-habisan di Timur Tengah

    Namun, keadaan mulai berubah ketika ribuan anggota Hizbullah terluka dan puluhan lainnya tewas akibat serangan yang menghancurkan perangkat komunikasi mereka minggu lalu. Peperangan berbalik ke arah mereka.

    Menanggapi serangan terhadap jaringan komunikasi Hizbullah dalam pidatonya pada 19 September, Nasrallah bertekad akan membalas Israel.

    “Ini adalah saat yang akan tiba, dan kita harus mempertimbangkan seperti apa bentuknya, seberapa besar, serta bagaimana dan di mana itu akan terjadi. Tentu saja, ini adalah informasi yang akan kita simpan untuk diri kita sendiri dan dalam lingkaran terkecil, bahkan di dalam diri kita sendiri,” katanya.

    Ia belum berpidato lagi sejak insiden itu.

    Sementara itu, Israel melancarkan serangan besar-besaran, menewaskan beberapa komandan senior Hizbullah dalam serangan yang ditargetkan, serta melakukan pengeboman secara masif di wilayah Lebanon yang dikuasai Hizbullah, yang merenggut ratusan nyawa.

    Nasrallah sering kali diakui sebagai seorang orator karismatik, bahkan oleh para musuhnya. Pidato-pidatonya sering kali menarik perhatian, baik dari pihak kawan maupun lawan.

    Dengan mengenakan serban hitam sebagai seorang sayyed, Nasrallah memanfaatkan pidatonya untuk memperkuat dukungan bagi Hizbullah sekaligus menyampaikan ancaman dengan penuh perhitungan. Ia sering kali tampak menggerakkan jarinya untuk mengekspresikan pidatonya.

    Ia menjabat sebagai sekretaris jenderal Hizbullah pada 1992 saat berusia 35 tahun, menjadi wajah dari kelompok yang tertutup itu. Hizbullah didirikan oleh Garda Revolusi Iran pada 1982 untuk melawan pasukan pendudukan Israel.

    Israel membunuh pendahulunya, Sayyed Abbas al-Musawi, dalam serangan helikopter. Nasrallah memimpin Hizbullah ketika pasukannya berhasil membuat pasukan Israel angkat kaki dari Lebanon selatan pada 2000, mengakhiri pendudukan selama 18 tahun.

    Sumber:Antaranews.com/VOAIndonesia

  • Hizbullah Mengonfirmasi Kematian Hassan Nasrallah, Perjuangan Melawan Israel Tetap Dilanjutkan

    Hizbullah Mengonfirmasi Kematian Hassan Nasrallah, Perjuangan Melawan Israel Tetap Dilanjutkan

    7cloud.asia – Kelompok Hizbullah pada Sabtu (28/9/2024) mengonfirmasi bahwa pemimpin mereka, Hassan Nasrallah, telah meninggal dunia dalam serangan Israel.

    Wafatnya Hassan Nasrallah yang telah memimpin kelompok itu selama lebih 30 tahun dianggap sebagai pukulan telak bagi Hizbullah yang tengah menghadapi serangan intensif Israel.

    Kematian Nasrallah akan menjadi pukulan telak tidak hanya bagi Hizbullah, tetapi juga bagi Iran. Nasrallah telah lama menjadi sosok kunci dalam “Poros Perlawanan” yang didukung Teheran, yang berperan dalam memperluas pengaruh Iran di seluruh kawasan Timur Tengah.

    Meski demikian, Hizbullah memastikan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka akan melanjutkan pertempuran melawan Israel “untuk mendukung Gaza dan Palestina, serta membela Lebanon dan rakyatnya yang kuat dan bermartabat.”

    Namun, dilansir VOA Indonesia, tidak dijelaskan bagaimana Hassan Nasrallah meninggal.

    Militer Israel mengatakan bahwa Hassan Nasrallah terbunuh dalam “serangan terarah” terhadap markas bawah tanah kelompok itu di bawah sebuah bangunan perumahan di Dahiyeh, pinggiran selatan Beirut yang dikuasai Hizbullah.

    Baca: Hassan Nasrallah meninggal akibat serangan Israel

    Israel mengatakan Nasrallah terbunuh bersama dengan sejumlah pemimpin tinggi Hizbullah, Ali Karaki, dan komandan lainnya.

    “Serangan itu dilakukan saat rantai komando senior Hizbullah beroperasi dari markas besar dan melancarkan kegiatan teroris terhadap warga negara Israel,” katanya.

    Sementara itu, media pemerintah Iran, IRNA, melaporkan Jenderal Abbas Nilforoushan, Wakil Komandan Operasi Garda, juga “tewas dalam serangan Israel di Lebanon yang juga mengakibatkan kematian pemimpin Hizbullah.”

    Serangan udara yang dilakukan pada Jumat (27/9/2024) di Dahiyeh itu mengguncang Beirut. Menurut sumber keamanan di Lebanon, serangan tersebut mengakibatkan serangkaian ledakan besar yang meninggalkan kawah dengan kedalaman hingga 20 meter.

    Serangan itu diikuti oleh serangan udara tambahan di Dahiyeh dan wilayah lain di Lebanon pada Sabtu (28/9/2024). Ledakan besar menerangi bahkan menerangi malam, dan serangan lebih lanjut menghantam area tersebut pada pagi hari, sementara asap mengepul di atas kota.

    Hizbullah juga melanjutkan serangan roket lintas batasnya, menyalakan sirene dan membuat penduduk berlarian mencari perlindungan jauh di dalam Israel.

    Baca: AS dan negara-negara Eropa serukan gencatan senjata di Timur Tengah

    Pertahanan rudal Israel berhasil menghalau sebagian besar roket tersebut, dan tidak ada laporan korban cedera akibat serangan itu.

    Eskalasi tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik dapat lepas kendali, yang berpotensi melibatkan Iran, pendukung utama Hizbullah, serta Amerika Serikat.

    Pada jam-jam awal setelah serangan pada Jumat, seorang sumber yang dekat dengan Hizbullah menyatakan kepada Reuters bahwa Nasrallah masih hidup. Kantor berita Iran, Tasnim, juga melaporkan bahwa ia selamat.

    Kementerian Transportasi dan Pekerjaan Umum Lebanon meminta sebuah pesawat Iran untuk tidak memasuki wilayah udara Lebanon.

    Permintaan itu muncul setelah Israel memperingatkan pengawas lalu lintas udara di Bandara Beirut pada Jumat bahwa mereka akan menggunakan “kekuatan” jika pesawat itu mendarat, menurut seorang sumber di Kementerian Transportasi Lebanon kepada Reuters.

    Sumber tersebut menyatakan bahwa tidak jelas apa yang ada di dalam pesawat, sambil menambahkan, “Prioritasnya adalah keselamatan orang-orang.”

    Sumber:VOAIndonesia

  • Satu Juta Warga Lebanon Mengungsi Hindari Serangan Israel

    7cloud.asia – Pemerintah Lebanon mengatakan satu juta orang Lebanon kini mengungsi ke tempat yang lebih aman guna menghindari serangan Israel.

    Tank-tank Israel terlihat berkumpul di dekat perbatasan dengan Lebanon, Senin (30/9/2024) sewaktu wakil Hizbullah mengatakan kelompok itu bersiap untuk menghadapi serangan darat.

    Sementara itu, jet-jet Israel terus menyerang berbagai target, kali ini di dalam ibu kota Lebanon, Beirut.

    Melansir Reuters, VOA Indonesia memberitakan semua itu menandakan bahwa Israel dan Hizbullah bergerak semakin dekat ke arah perang habis-habisan.

    Wakil pemimpin Hizbullah pada hari Senin mengatakan milisi dukungan Iran itu siap jika Israel meluncurkan serangan darat.

    Baca: Pasca kematian Hassan Nasrallah Hizbulah tetap lanjutkan perlawanan ke Israel

    Naim Qassem menyampaikan pidato umum pertamanya sejak serangan udara Israel terhadap sebuah pinggiran kota Beirut pada Jumat lalu menewaskan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah.

    Qassem mengatakan kelompok itu akan memilih pemimpin baru dalam waktu dekat. Warga sipil Lebanon menyaksikan perkembangan itu dengan perasaan takut.

    Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan lebih dari 1.000 orang Lebanon telah tewas dan sedikitnya 6.000 lainnya terluka dalam dua pekan belakangan.

    Pemerintah mengatakan satu juta orang – sekitar seperlima populasinya – telah lari meninggalkan rumah mereka. Sebagian dari mereka yang meninggalkan Lebanon selatan, tidur di lapangan parkir di kota Sidon.

    Ghada Fawaz, di desa pegunungan Aramoun, membuka apartemen untuk para pengungsi. Ia mengatakan kepada Reuters bahwa ia melihat ketakutan para pengungsi.

    Baca: AS dan negara-negara Eropa serukan gencatan senjata Israel-Hizbullah

    Setiap hari, ujarnya, sewaktu saya lewat dan mengetuk pintu mereka untuk mengetahui keadaan mereka dan melihat apa yang mereka perlukan, saya merasakan ketakutan dan kecemasan di mata mereka.

    ”Mereka selalu ketakutan akan terluka di tempat mereka mengungsi, jangan sampai terjadi. Ini karena begitu banyak yang telah mereka alami dan mereka saksikan,” ujarnya.

    Keputusasaan bagi sebagian orang semakin parah, karena hingga kini, Lebanon adalah tempat mereka mengungsi.

    Raed Ali termasuk di antara ribuan pengungsi yang melarikan diri dari perang saudara di negara tetangga, Suriah.

    Ia mengatakan ia meninggalkan Suriah dan menuju kawasan Dahiyeh di pinggiran kota Beirut, dan kemudian melarikan diri ke Beirut.

    Baca: Joe Biden peringatkan kemungkinan perang habis-habisan Israel-Hizbullah

    Pasukan Israel telah melancarkan banyak serangan terhadap Hizbullah dalam gelombang serangan selama dua pekan terhadap berbagai target di Lebanon. Serangan-serangan itu juga telah menewaskan beberapa komandan Hizbullah.

    Hizbullah dan Israel saling melepaskan tembakan melintasi perbatasan sejak dimulainya perang di Gaza yang dipicu oleh serangan 7 Oktober oleh militan Hamas.

    Israel segera meningkatkan serangan-serangannya terhadap Hizbullah dua pekan silam, menewaskan banyak pemimpin kelompok itu.

    Tujuan yang ditetapkan Israel adalah membuat daerah-daerah di bagian utaranya aman bagi warga untuk kembali ke rumah mereka.

    Menteri pertahanan Israel kini sedang membahas perluasan ofensif mereka.

    Sumber:VOAIndonesia

  • Israel Minta Warga Lebanon Selatan untuk Mengungsi demi Hindari Risiko Serangan


    7cloud.asia – Militer Israel, Kamis (3/10/2024) mendesak warga di lebih dari 20 kota dan desa di Lebanon selatan untuk segera mengungsi dari rumah mereka dan pindah ke utara.

    Perintah Israel ini untuk menghindari bahaya saat Israel melanjutkan operasi daratnya melawan Hizbullah.

    Lewat akunnya di platform media sosial X, juru bicara bahasa Arab IDF Letnan Kolonel Avichay Adraee menyarankan warga untuk pindah ke utara Sungai Awali untuk “menyelamatkan nyawa Anda.” Dia memperingatkan setiap gerakan ke selatan akan membahayakan mereka.

    Dia mengatakan, “Aktivitas Hizbullah memaksa IDF untuk bertindak tegas terhadapnya,” dan mengatakan IDF akan memberi tahu mereka kapan aman untuk pulang.

    IDF merilis video yang katanya adalah pasukan yang beroperasi di Lebanon selatan.

    Baca: Satu juta warga Lebanon mengungsi hindari serangan Israel

    Tentara Brigade ke-6 saat ini berada di Lebanon selatan, “melakukan serangan terarah untuk menggagalkan dan menghancurkan infrastruktur organisasi teroris Hizbullah,” katanya dalam sebuah pernyataan.

    IDF juga mengatakan pada hari Kamis bahwa jet tempur Israel, dalam serangan pada hari Rabu, menewaskan komandan Hizbullah Khader Al-Shahabiya.

    Pernyataan tersebut mengatakan bahwa Khader bertanggung jawab atas serangan roket pada bulan Juli yang menghantam lapangan sepak bola di Majdal Shams di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel yang menewaskan 12 anak.

    Pejabat kesehatan Lebanon mengatakan pada hari Kamis bahwa serangan udara Israel menghantam sebuah gedung apartemen di Beirut, menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai tujuh lainnya.

    Amin Sherri, anggota parlemen Hizbullah, mendatangi lokasi tersebut pada hari Kamis, dan mengatakan Israel telah menyerang di daerah yang dihuni warga sipil dan organisasi-organisasi pertahanan sipil Lebanon lainnya.

    Baca: Hizbullah lanjutkan perjuangan melawan zionist Israel

    Iran Serang Israel
    Ketegangan telah meningkat secara dramatis di kawasan itu sejak Selasa malam, ketika Iran melepaskan rentetan sekitar 200 rudal balistik, aksi yang belum pernah dilakukan sebelumnya yang ditujukan ke Israel.

    Iran melakukan serangan tersebut pada malam Tahun Baru Yahudi sebagai balasan atas serangkaian serangan Israel terhadap proksi-proksinya, termasuk pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran pada bulan Juli dan kepala Hizbullah Lebanon Hassan Nasrallah di Beirut minggu lalu.

    Perdana Menteri Israel Bejamin Netanyahu memperingatkan bahwa Teheran “akan membayar” atas serangan itu, dan Kabinet Keamanannya bertemu Selasa malam untuk membahas kemungkinan serangan balasan.

    Beberapa laporan menunjukkan Israel mungkin akan menyerang kilang minyak Iran atau bahkan lokasi nuklirnya.

    Pada hari Kamis saat meninggalkan Gedung Putih, Presiden AS Joe Biden ditanya apakah AS akan mengizinkan Israel untuk melakukan serangan balasan dan apa rencana AS dalam hal itu.

    Baca: Iran tak akan kirim pasukan ke Lebanon maupun Gaza 

    Biden mengatakan, “Pertama-tama, kami tidak mengizinkan Israel, kami menasihati Israel. Dan tidak akan ada yang terjadi hari ini. Kami akan membicarakannya nanti.”

    Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan Rabu bahwa Teheran akan memberikan tanggapan yang keras terhadap pembalasan Israel.

    Berbicara di Qatar, dalam jumpa pers bersama Emir Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, Pezeshkian mengatakan Iran terus memperjuangkan perdamaian.

    Iran tidak menginginkan perang dengan Israel tetapi menyebut serangan udara di Teheran setelah pelantikannya yang menewaskan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh sebagai provokasi Israel.

    Israel tidak pernah secara resmi bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan Haniyeh tersebut.

    Israel hari Rabu mengumumkan kematian delapan tentaranya dalam pertempuran dengan Hizbullah di Lebanon selatan, sehari setelah Israel memulai apa yang disebutnya sebagai operasi darat “terbatas” untuk menghancurkan infrastruktur militan di sana.

    Sumber:VOAIndonesia

  • Israel-Hizbullah Capai Gencatan Senjata di Lebanon

    7cloud.asia – Israel, pada Selasa (26/11/2024) malam, menyatakan setuju melakukan gencatan senjata dengan militan Hizbullah di Lebanon.

    Persetujuan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah ini akan mulai berlaku Rabu (27/11/2024) dini hari, dan diharapkan dapat mengakhiri pertempuran selama lebih dari setahun sejak Oktober tahun lalu

    Sementara di waktu yang sama militer Israel membombardir target Hizbullah di pinggiran selatan Beirut, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan kepada pemirsa televisi nasional bahwa ia akan mendesak menteri Kabinet Keamanannya untuk menyetujui gencatan senjata.

    Persetujuan didapat beberapa saat kemudian. Dengan AS dan Prancis berperan penting dalam dicapainya kesepakatan.

    Sebelumnya, Kelompok tujuh negara industri terkemuka atau G7 mengupayakan mencapai kesamaan sikap mengenai surat perintah penangkapan PM Israel Benjamin Netanyahu yang dikeluarkan pekan lalu oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

    Baca: Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah meninggal akibat serangan udara Israel

    “Kita perlu bersatu mengenai ini,” kata Tajani setelah menjadi tuan rumah rapat kerja pertama dalam pertemuan dua hari para menteri luar negeri G7 seperti dikutip VOA Indonesia, Senin (25/11/2024)

    Di Gedung Putih, Presiden Joe Biden menyebut gencatan senjata itu sebagai “langkah penting untuk mengakhiri kekerasan” di Timur Tengah.

    Iran dan proksinya, Hizbullah di Lebanon dan militan Hamas di Gaza, kata Biden, “telah membayar harga yang mahal” dalam lebih dari setahun memerangi pasukan Israel.

    Ia mengatakan bahwa kesepakatan Israel-Hizbullah itu “dirancang untuk menjadi penghentian permusuhan secara permanen.”

    Namun Biden juga memperingatkan, “Jika Hizbullah atau pihak lain melanggar kesepakatan dan menimbulkan ancaman langsung terhadap Israel, maka Israel berhak membela diri sesuai hukum internasional, sama seperti negara mana pun dalam menghadapi kelompok teroris yang bertekad menghancurkan negara itu.”

    Baca: AS dan Uni Eropa Serukan Gencatan Senjata antara Israel dan Lebanon

    Biden yang akan lengser kurang dari dua bulan dari masa jabatan empat tahunnya, mengatakan bahwa dengan setujunya Hizbullah untuk mengakhiri serangan ke Israel, maka Hamas harus membuat pilihan.

    “Satu-satunya jalan keluar bagi mereka adalah membebaskan para sandera [yang ditahan di Gaza], termasuk warga negara AS.” ujar Biden.

    “Dalam beberapa hari mendatang, AS akan terus mendesak Turki, Mesir, Qatar, Israel, dan negara lain untuk mencapai gencatan senjata di Gaza,” imbuh Biden.

    Ia mengatakan bahwa kesepakatan Israel-Hizbullah menunjukkan bahwa “perdamaian itu mungkin.”