7cloud.asia – Israel, pada Selasa (26/11/2024) malam, menyatakan setuju melakukan gencatan senjata dengan militan Hizbullah di Lebanon.
Persetujuan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah ini akan mulai berlaku Rabu (27/11/2024) dini hari, dan diharapkan dapat mengakhiri pertempuran selama lebih dari setahun sejak Oktober tahun lalu
Sementara di waktu yang sama militer Israel membombardir target Hizbullah di pinggiran selatan Beirut, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan kepada pemirsa televisi nasional bahwa ia akan mendesak menteri Kabinet Keamanannya untuk menyetujui gencatan senjata.
Persetujuan didapat beberapa saat kemudian. Dengan AS dan Prancis berperan penting dalam dicapainya kesepakatan.
Sebelumnya, Kelompok tujuh negara industri terkemuka atau G7 mengupayakan mencapai kesamaan sikap mengenai surat perintah penangkapan PM Israel Benjamin Netanyahu yang dikeluarkan pekan lalu oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
Baca: Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah meninggal akibat serangan udara Israel
“Kita perlu bersatu mengenai ini,” kata Tajani setelah menjadi tuan rumah rapat kerja pertama dalam pertemuan dua hari para menteri luar negeri G7 seperti dikutip VOA Indonesia, Senin (25/11/2024)
Di Gedung Putih, Presiden Joe Biden menyebut gencatan senjata itu sebagai “langkah penting untuk mengakhiri kekerasan” di Timur Tengah.
Iran dan proksinya, Hizbullah di Lebanon dan militan Hamas di Gaza, kata Biden, “telah membayar harga yang mahal” dalam lebih dari setahun memerangi pasukan Israel.
Ia mengatakan bahwa kesepakatan Israel-Hizbullah itu “dirancang untuk menjadi penghentian permusuhan secara permanen.”
Namun Biden juga memperingatkan, “Jika Hizbullah atau pihak lain melanggar kesepakatan dan menimbulkan ancaman langsung terhadap Israel, maka Israel berhak membela diri sesuai hukum internasional, sama seperti negara mana pun dalam menghadapi kelompok teroris yang bertekad menghancurkan negara itu.”
Baca: AS dan Uni Eropa Serukan Gencatan Senjata antara Israel dan Lebanon
Biden yang akan lengser kurang dari dua bulan dari masa jabatan empat tahunnya, mengatakan bahwa dengan setujunya Hizbullah untuk mengakhiri serangan ke Israel, maka Hamas harus membuat pilihan.
“Satu-satunya jalan keluar bagi mereka adalah membebaskan para sandera [yang ditahan di Gaza], termasuk warga negara AS.” ujar Biden.
“Dalam beberapa hari mendatang, AS akan terus mendesak Turki, Mesir, Qatar, Israel, dan negara lain untuk mencapai gencatan senjata di Gaza,” imbuh Biden.
Ia mengatakan bahwa kesepakatan Israel-Hizbullah menunjukkan bahwa “perdamaian itu mungkin.”
Leave a Reply