Tag: IQAir

  • Data IQAir Sebut Kualitas Udara Sejumlah Kota Menurun, Kota Serang dan Tangsel Jadi yang Terburuk

    Data IQAir Sebut Kualitas Udara Sejumlah Kota Menurun, Kota Serang dan Tangsel Jadi yang Terburuk

    7cloud.asia – Memasuki musim kemarau, kualitas udara di sejumlah kota di Indonesia memburuk.

    Dilansir IQAir, di musim kemarau ini, kadar polutan PM 2,5 yang mencemari udara kota naik signifikan. Ini yang menyebabkan kualitas udara di sejumlah kota menurun.

    Dalam data yang dirilis IQAir pada Kamis (10/8/2023) pukul 12:35 WIB, indeks kadar PM 2,5 di sejumlah kota telah mengakibatkan kualitas udara bisa dinyatakan melampaui batas tidak sehat.

    Menurut acuan IQAir, skor indeks pada rentang 0-50 artinya memiliki kualitas udara baik, sementara rentang 51-100 berarti kualitas udara sedang, dan rentang 101-150 kualitas udara tidak sehat bagi kelompok sensitif.

    Baca: Awas polusi udara dapat memicu hipertensi

    Berikutnya, kualitas udara tidak sehat memiliki rentang 151-200, lalu kualitas udara sangat tidak sehat berada di rentang 201-300, dan kualitas udara berbahaya memiliki rentang lebih dari 301.

    Berikut 10 kota dengan terpolusi di Indonesia menurut IQAir.

    1. Kota Serang, Provinsi Banten indeks 164

    2. Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten indeks 164

    3. Jakarta, Jakarta indeks 161

    4. Kota Tangerang, Provinsi Banten indeks 161

    5. Kota Semarang, Jawa Tengah indeks 157

    Baca: Juni lalu, Jakarta jaid kota terpolusi di dunia

    6. Kota Bandung, Jawa Barat indeks 155

    7. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta indeks 151

    8. Kabupaten Malang, Jawa Timur indeks 141

    9. Kota Mempawah, Kalimantan Barat indeks 122

    10. Bengkulu, Bengkulu indeks 114

    Sejumlah cara bisa dilakukan untuk mengurangi polusi udara sekaligus meningkatkan kualitas udara di kota. Antara lain dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, memperbanyak tanaman hijau.

    Baca:  8 Tanaman ini efektif kurangi polusi udara

     

     

  • Rabu Pagi, Kondisi Udara Jakarta Kembali Memburuk  

    Rabu Pagi, Kondisi Udara Jakarta Kembali Memburuk  

     

    7cloud.asia – Kondisi udara di Jakarta pada Rabu (08/112023) kembali memburuk. Dilihat dari situs IQAir pada pukul 08.12 WIB, Jakarta berada di posisi ke tujuh dengan indeks kualitas udara 165 dan status tidak sehat.

    Peringkat ini berada di bawah Kota Mumbai, India dengan indeks kualitas udara (IQAir) berada pada angka 165 dengan status yang sama dengan Jakarta.

    Di situs tersebut terpantau di Jakarta nilai konsentrasi polutan PM 2,5 di Jakarta saat ini 16,4 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO.

    Posisi pertama indeks kualitas udara terburuk adalah kota Lahore, Pakistan dengan IQAir 447.

    Posisi kedua adalah Kota Delhi, India dengan nilai IQAir 392. Sedangkan posisi ketiga adalah Kota Karachi, Pakistan dengan nilai IQAir 269.

    baca: masalah lingkungan terbesar 2023 polusi udara

    Humas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Yogi Ikhwan menjelaskan dengan kualitas udara seperti ini setiap orang masih dapat beraktivitas di luar tanpa masker.

    Tetapi untuk kelompok sensitif diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar serta tetap menggunakan masker saat di luar ruangan. 

    “Artinya, tingkat kualitas udara yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika,” ungkap Yogi.

    Selanjutnya Yogi menjelaskan Pemprov DKI Jakarta telah melakukan berbagai usaha untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta.

    baca: usai hujan kualitas udara di jakarta membaik

    Diantaranya melakukan penertiban kepada industri yang tidak melaksanakan perawatan dan pengelolaan pada cerobong untuk emisi tidak bergerak.

    Berdasarkan data Satgas Pengendalian Pencemaran Udara DKI Jakarta per 15 September 2023 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan maupun DLH Provinsi DKI Jakarta telah menertibkan enam perusahaan stockpile batu bara.

    Selain itu, pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan polda metro jaya sejak 1 November lalu juga melakukan razia uji emisi bagi kendaraan yang berusia diatas 3 tahun.

    Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan tempat pelaksanaan uji emisi di 333 bengkel untuk kendaraan roda empat dan 107 bengkel untuk kendaraan roda dua.

    baca: dapatkah tanaman membersihkan udara dalam ruangan kita

    Upaya lain yang dilakukan untuk mengurangi polusi udara adalah melakukan Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) dengan melakukan hujan buatan.

    Pemprov DKI Jakarta juga mengimbau gedung-gedung tinggi di Jakarta memasang pompa air bertekanan tinggi (water mist generator).

    Penyiraman jalan-jalan protokol telah dilakukan sejak pertengahan Agustus lalu hingga Oktober. Hingga kini sudah 215 lokasi yang disiram, melibatkan 270 mobil dan personel sekitar 800 orang.

    Repoter: Nurakhmayani

     

     

     

     

  • Laporan Kualitas Udara Dunia IQAir 2024: Dunia Catat Kemajuan Penting Terkait Pemantauan Polusi Udara

    Laporan Kualitas Udara Dunia IQAir 2024: Dunia Catat Kemajuan Penting Terkait Pemantauan Polusi Udara

    7cloud.asia – Perusahaan pemantauan kualitas udara asal Swiss, IQAir pada Selasa (12/3/2025) pekan lalu merilis Laporan Kualitas Udara Dunia 2024.

    Laporan kualitas udara IQAir itu mencatat kemajuan penting dalam memperluas pemantauan kualitas udara di berbagai negara, wilayah, dan teritori selama 12 bulan terakhir.

    Namun, kesenjangan yang cukup besar masih ada dalam sistem regulasi yang dioperasikan pemerintah di banyak bagian dunia.

    Pemantau kualitas udara berbiaya rendah-yang digunakan oleh ilmuwan warga, peneliti, advokat masyarakat, dan organisasi lokal-telah terbukti menjadi alat yang efektif untuk mengatasi kesenjangan data ini.

    Alat pemantau ini telah terbukti meningkatkan ketersediaan data penting tentang tingkat polusi udara di seluruh dunia.

    “Polusi udara tetap menjadi ancaman penting bagi kesehatan manusia dan stabilitas lingkungan, namun sebagian besar penduduk tetap tidak menyadari tingkat paparan mereka,” kata Frank Hammes, CEO Global IQAir.

    Baca: Hanya Tujuh Negara yang Penuhi Standar Kualitas Udara WHO

    Hammes menambahkan, data kualitas udara menyelamatkan nyawa. Data ini menciptakan kesadaran yang sangat dibutuhkan, menginformasikan keputusan kebijakan, memandu intervensi kesehatan masyarakat.

    Data ini juga memberdayakan masyarakat untuk mengambil tindakan guna mengurangi polusi udara dan melindungi generasi mendatang.”

    IQAir yang baru Schools4Earth Inisiatif ini mengakui dampak besar yang dimiliki sekolah untuk memperluas jaringan pemantauan kualitas udara global dan berupaya menyediakan lebih dari 1 juta sekolah dengan pemantau kualitas udara.

    IQAir memperkirakan bahwa saat ini hanya 21 persen populasi dunia yang memiliki akses ke informasi kualitas udara yang sangat lokal dan real-time.

    Dengan visi setiap sekolah di seluruh dunia memantau kualitas udara, IQAir memperkirakan bahwa lebih dari 94 persen populasi global akan memiliki akses ke data polusi waktu nyata

    Kondisi ini akan mengisi kesenjangan informasi penting dan meningkatkan respons kesehatan masyarakat.

    Baca: Dampak Polusi Udara pada Kesehatan dan Ekonomi Global

    Hammes mengatakan, sekolah berada di pusat komunitas, menjadikannya lokasi yang ideal untuk pemantauan kualitas udara. Dengan melengkapi sekolah-sekolah di seluruh dunia dengan pemantau kualitas udara berbiaya rendah.

    “Lebih dari tujuh miliar orang akan memiliki akses ke data kualitas udara yang sangat lokal dan real-time, menciptakan gerakan di seluruh dunia untuk udara yang lebih bersih,” kata Hammes.

    Laporan Kualitas Udara Dunia menggarisbawahi bagaimana pendekatan berbasis data yang mendesak ini sangat penting dalam mendorong perubahan kebijakan dan upaya kolektif untuk mengurangi polusi bagi generasi mendatang.

    “Laporan Kualitas Udara Dunia, yang mengumpulkan pengukuran polusi udara dari seluruh dunia, harus menjadi seruan bagi upaya internasional yang mendesak dan terpadu untuk mengurangi emisi polutan,” kata Aidan Farrow, Ilmuwan Kualitas Udara Senior Greenpeace International.

    Dengan menyoroti risiko tidak proporsional yang ditimbulkan oleh polusi udara terhadap kaum muda, laporan ini mengingatkan kita bahwa kegagalan untuk bertindak hari ini akan dirasakan oleh generasi mendatang,

    “Sementara referensi yang sering muncul tentang aktivitas manusia seperti pembakaran batu bara dan deforestasi menjadi pengingat bahwa kualitas udara, perubahan iklim, dan dunia yang akan diwarisi oleh anak-anak kita saling terkait erat,” ujar Farrow.

     

  • Poin-poin Laporan Kualitas Udara Dunia 2024 Versi IQAir

    Poin-poin Laporan Kualitas Udara Dunia 2024 Versi IQAir

    7cloud.asia – IQAir pekan lalu merilis Laporan Kualitas Udara Dunia tahunannya yang ke-7, yang menyoroti tren yang mengkhawatirkan dari negara, wilayah, dan wilayah yang paling tercemar di dunia pada tahun 2024.

    Untuk laporan tahun ini, data kualitas udara didapat dari lebih dari 40.000 stasiun pemantauan kualitas udara di 8.954 lokasi di 138 negara, wilayah, dan kawasan dianalisis oleh para ilmuwan kualitas udara IQAir.

    Temuan utama dari Laporan Kualitas Udara Dunia 2024 IQAir antara lain adalah hanya 17 persen kota di dunia yang memenuhi pedoman polusi udara WHO.

    Seain itu hanya ada tujuh negara memenuhi pedoman PM2.5 rata-rata tahunan WHO sebesar 5 µg/m3, yaitu Australia, Bahama, Barbados, Estonia, Grenada, Islandia, dan Selandia Baru.

    Adapun lima negara yang paling tercemar pada tahun 2024 adalah:
    – Chad (91,8 µg/m3): Lebih dari 18 kali lebih tinggi dari pedoman tahunan PM2.5 WHO.
    – Bangladesh (78,0 µg/m3): Lebih dari 15 kali lebih tinggi dari pedoman tahunan PM2.5 WHO.
    – Pakistan (73,7 µg/m3): Lebih dari 14 kali lebih tinggi dari pedoman tahunan PM2.5 WHO.
    – Republik Demokratik Kongo (58,2 µg/m3): Lebih dari 11 kali lebih tinggi dari pedoman tahunan PM2.5 WHO.
    – India (50,6 µg/m3): Lebih dari 10 kali lebih tinggi dari pedoman tahunan PM2.5 WHO.

    Baca: Hanya tujuh negara yang penuhi standar kualitas udara WHO

    Sebanyak 126 dari 138 negara dan wilayah (91,3 persen) melebihi nilai pedoman standar tahunan PM2.5 WHO sebesar 5 µg/m3.

    Byrnihat, India adalah wilayah metropolitan yang paling tercemar pada tahun 2024, dengan konsentrasi PM2.5 rata-rata tahunan sebesar 128,2 µg/m3.

    Wilayah Asia Tengah & Selatan merupakan rumah bagi tujuh kota paling tercemar di dunia. India merupakan rumah bagi enam dari sembilan kota paling tercemar di dunia.

    Kota besar di Amerika Serikat yang paling tercemar adalah Los Angeles, California. Ontario, California adalah kota paling tercemar di Amerika Serikat. Seattle, Washington adalah kota besar terbersih di AS.

    Mayaguez, Puerto Rico adalah wilayah metropolitan terbersih pada tahun 2024, dengan konsentrasi PM2.5 rata-rata tahunan sebesar 1,1 µg/m3.

    Baca: Dampak polusi udara pada kesehatan dan ekonomi global

    Konsentrasi PM2.5 menurun di setiap negara di Asia Tenggara, meskipun kabut asap lintas batas dan kondisi El Nino yang berkepanjangan tetap menjadi faktor utama.

    Di Afrika, kelangkaan data pemantauan kualitas udara yang dapat diakses publik secara real-time sangat parah sehingga hanya ada satu stasiun pemantauan untuk setiap 3,7 juta orang.

    Kebakaran hutan di hutan hujan Amazon berdampak pada wilayah yang sangat luas di Amerika Latin pada tahun 2024, dengan tingkat PM2.5 di beberapa kota di negara bagian Rondônia dan Acre, Brasil, meningkat empat kali lipat pada bulan September.

    Oseania adalah wilayah terbersih di dunia, dengan 57 persen kota di kawasan ini memenuhi nilai pedoman tahunan PM2.5 WHO sebesar 5 µg/m3.