7cloud.asia – Orang bilang, Jalan Haji Zaenal Mustofa dan Jalan Cihideung Tasikmalaya, Jawa Barat kini mirip dengan kawasan Malioboro, Yogyakarta.
Pedestrian di Jalan Cihideung Tasikmalaya ini kini telah ditata rapi sehingga nyaman bagi pengunjung. Trotoarnya dilebarkan, sejumlah tempat duduk ditambahkan, dan sejumlah fasilitas akan ditambahkan kemudian.
Jalan Cihideung Tasikmalaya ini memang cukup ikonik bagi masyarakat setempat. Bahkan sejak dulu ada istilah belum ke kota Tasikmalaya kalau belum ke Jalan Cihideung.
Kini Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Tasikmalaya terus mengampanyekan nama Jalan Cihideung Tasikmalaya ini menjadi tujuan wisata Tasikmalaya.
Jalan Cihideung Tasikmalaya dalam ejaan lama atau Tjihideung dipromosikan menjadi merek kawasan ini.
Baca: Jalan Malioboro ditata sesuai posisinya di sumbu filosofi
Untuk tujuan itu Disporabudpar Tasikmalaya terus menata Jalan Cihideung Tasikmalaya ini. PKL ditata, selain mengatur jumlah pedagang, juga mengatur komoditas yang dijual.
Tempat berjualan juga ditata lebih rapi, tidak sekadar tenda-tenda. Dinas Pariwisata Tasikmalaya juga menentukan spot-spot bagi musisi yang mau tampil di akhir pekan.
Selain itu pedestrian Jalan Cihideung Tasikmalaya juga dilengkapi fasilitas pendukung. Mulai dari tempat duduk, toilet dan fasilitas lainnya.
Pihak Disporabudpar juga berusaha melakukan promosi dan branding Jalan Cihideung Tasikmalaya menjadi destinasi wisata Tasikmalaya.
Baca: Makna sumbu filosofi dalam tata kota Yogyakarta
“Walaupun memang konsepnya mirip Malioboro, tapi selama ini kami berusaha mem-branding kawasan ini dengan nama Tjihideung, bukan Malioboro Tasik,” ujar Kepala Disporabudpar Kota Tasikmalaya Deddy Mulyana seperti dikutip detik.com.
Deddy optimistis koordinasi lintas dinas dalam melakukan penataan HZ Mustofa dan Jalan Cihideung ini akan terwujud.
Sebelumnya banyak warga pengunjung kawasan pedestrian Jalan Cihideung Tasikmalaya menyesalkan kawasan ini penuh oleh PKL.
Kawasan Jalan Cihideung yang berdekatan dengan Masjid Agung Tasikmalaya ini dulunya semrawut dan kumuh.
Baca: Penataan Terowongan Stasiun Tugu Yogyakarta
Saat 7cloud.asia mengunjungi kawasan ini pada Senin (21/8/2023) sudah tampak lebih rapih.
Beberapa bangku berbentuk sepatu raksasa kelom geulis khas Tasikmalaya nan cantik tampak menghiasi tempat ini.
Pemandangan ini juga dipercantik dengan ratusan payung kecil berwarna warni
serta dihiasi lampu yang tergantung. Ada pula payung kuncup emas dan bola-bola berwarna warni.
Suasana seperti di Malioboro tambah terasa dengan adanya tiang-tiang berserta
lampunya yang khas. Tak heran tempat ini menjadi spot favorit pengunjung untuk
berfoto.
Baca: Cerita Kota Palembang, kota tertua di Indonesia
Sembari ber-selfi ria, para pengunjung dapat leluasa menikmati aneka
kuliner yang ditawarkan sepanjang jalan.
Beraneka macam minuman, makanan tradisional maupun makanan barat, aneka
macam toko yang menjajakan berbagai jenis baju, sepatu, tas, perhiasan, dll
memenuhi sepanjang jalan ini.
Pedagang kaki lima juga tampak menjajakan dagangannya ke pengunjung.
Meski banyak pengunjung yang berlalu lalang di kawasan ini, tetapi bukan berarti
para pedagang dapat meraup untung berlebih.
Baca: Cerita Kota Salatiga, tentang kesalahan yang ketiga kalinya
Seperti Endang, salah seorang pedagang perabotan rumah tangga. Kepada 7cloud.asia Endang mengaku hanya bisa mengantongi Rp100ribu hingga Rp200 ribu saja sehari.
Padahal dahulu, sebelum penataan kawasan ini, ia bisa mendapat hingga 600 ribu sehari.
“Jauh beda, Neng. Sekarang mah susah. Dapet 200 ribu aja dah bagus. Karena orang mau parkir susah sekarang. Harus jauh jalannya,” kata Endang, Senin (21/08/2023).
Meski demikian, Endang masih mensyukuri dirinya tidak diusir oleh petugas satpol PP karena menjajakan dagangannya di pinggir Jalan Cihideung Tasikmalaya
Baca: Sejarah Jakarta tercipta sejak dulu kala
Laki-laki berusia 60 tahun ini selanjutnya menjelaskan pengunjung yang datang
umumnya hanya berjalan-jalan dan sibuk ber-selfie. Apalagi saat malam atau malam minggu. Kawasan ini tampak begitu cantik untuk jadi spot foto.
Sebelumnya, pemerintah daerah setempat sudah melakukan pembenahan
trotoar untuk pedestrian di Jalan Cihideung Tasikmalaya ini
Pembenahan trotoar ini memakan waktu 3 bulan sejak Juli 2022 dan dengan dibiayai APBD Tasikmalaya sebesar Rp 11 Miliar.
Reporter: Nurakhmayani

