7cloud.asia – Lokasi pedestrian Jalan MZ. Mustofa dan Jalan Cihideung Tasikmalaya saat ini sangat berbeda kondisinya ketika baru diresmikan bulan Oktober 2022 lalu.
Drai pantauan 7cloud.asia, beberapa sarana di Jalan Cihideung Tasikmalaya seperti bangku berbentuk sepatu kini sudah mulai kusam warnanya. Beberapa catnya juga sudah mulai mengelupas. Beberapa tiang juga tampak miring.
Kondisi Jalan Cihideung Tasikmalaya juga diperparah dengan banyaknya sampah yang berserakan di lokasi ini, meski di beberapa sudut telah disediakan tempat sampah.
Saat 7cloud.asia berjalan menyusuri Jalan Cihideung Tasikmalaya beberapa waktu lalu, tidak tampak petugas kebesihan yang membersihkan lokasi ini.
Baca: Jalan Cihideung Tasikmalaya ditata tak ubahnya Malioboro
Hanya tampak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) datang bergerombol menertibkan pedagang yang masih berjualan menggunakan gerobak.
Memang, sejak Jalan Cihideung Tasikmalaya ini, ditata para pedagang kaki lima hanya diperbolehkan berjualan dengan menggunakan tenda.
Jumlah mereka ratusan, berjajar di sepanjang Jalan MZ. Mustofa dan Jalan Cihideung Tasikmalaya.
Kondisi pedestrian ini banyak dikeluhkan oleh pengunjung. Ellya, misalnya. Perempuan berkacamata itu merasa miris dengan kondisi saat ini.
“Saya pikir nggak ada yang berjualan sama sekali di pinggir jalan. Ternyata tetap banyak. Lihat aja jadi kotor, ga enak dipandang,” keluh Ellya saat ditemui 7cloud.asia pada Senin (21/08/2023).
Baca: Jalan Malioboro ditata sesuai peran dan posisinya dalam sumbu filosofi
Ellya menambahkan kondisi akan semakin semrawut dan kotor saat malam
minggu sehingga mengganggu kenyamanan pengunjung yang datang.
Padahal, lanjut Ellya, saat baru pertama diresmikan tidak banyak pedagang kaki
lima. Suasana nyaman, bersih serta segala fasilitas publik juga masih terawat baik.
Namun, Ellya tidak ingin mematikan mata pencaharian para pedagang kaki lima.
Menurutnya para pedagang tersebut dapat ditempatkan di satu lokasi sehingga tidak mengganggu kenyamanan pengunjung.
“Jadi pengunjung males datang kesini, kotor. Paling cuma foto-foto sebentar terus pergi,” kata Ellya.
Apa yang dikatakan Ellya memang benar adanya. Siang itu jalan ini tampak sepi pengunjung. Hanya beberapa orang berlalu lalang di lokasi ini. Umumnya mereka hanya melihat-lihat barang dan berswa foto.
Baca: Stasiun Tugu ditata sesuai pengembangan konsep sumbu filosofi
Jumlah pengunjung ini berbanding terbalik dengan jumlah pedagang kaki lima yang berjajar menawarkan dagangannya. Berbagai macam barang yang mereka
tawarkan.
Mulai dari makanan, minuman, aneka buah, pakaian hingga perabotan rumah tangga. Namun, hanya sedikit pengunjung yang datang untuk membeli barang dagangan mereka.
Tentu saja, kondisi sepi pembeli seperti ini dikeluhkan oleh pedagang.
Ibu Yati, salah seorang pedagang jeruk misalnya. Ia mengaku sejak lokasi
pedestrian ini ditata, dalam sehari hanya mampu mengantongi uang sekitar 300 ribu.
“Dulu (sebelum ditata) saya dapet 800 ribu sehari. Sepi sekarang. Orang males jalan kaki kesini. Karena nggak boleh bawa kendaraan,” ungkap Ibu Yati.
Baca: Kenali gaya hidup alon-alon waton kelakon ala warga Kota Yogyakarta
Persoalan PKL yang masih tetap dipertahankan di Jalan Cihideung Tasikmalaya pernah disoroti oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tasikmalaya H Abun Bunyamin.
Menurutnya PKL yang jumlahnya mencapai 231 tersebut harus dipindahkan ke
tempat yang representatif.
“Solusinya ya PKL harus dipindahkan,” kata Abun seperti yang dilansir Radar Tasik.
Jumlah PKL tersebut akan terus bertambah dengan kedatangan PKL yang baru.
Karena itu, menurut Abun, mustahil Jalan Cihideung akan tertata rapi.
Namun, Abun mengingatkan agar relokasi PKL jangan sampai membunuh
penghidupan mereka. Penempatannya harus di lokasi yang memang potensial untuk berdagang.
Baca: Inilah kisah kota tertua di Indonesia
“Jangan sembarangan juga penempatannya,” katanya.
Pihaknya menyarankan agar PKL dipindahkan ke eks Kantor Pemda Kabupaten
Tasikmalaya. Menurutnya lokasi tersebut masih cukup menjanjikan untuk PKL
berjualan.
“Masih pusat kota, dan lokasinya juga sangat dekat dengan Jalan
Cihideung, Tasikmalaya” ujarnya.
Tetapi langkah ini perlu komunikasi antar Pemkab dan Pemkot Tasikmalaya. Karena Kadin Kota pun juga melakukan koordinasi dengan Kadin Kabupaten Tasikmalaya.
Reperter: Nurakhmayani

Leave a Reply