Tag: jalan kaki

  • Perbanyak Jalan Kaki di Kotamu dan Rasakan Manfaatnya untuk Kesehatan Fisik dan Mental

    Perbanyak Jalan Kaki di Kotamu dan Rasakan Manfaatnya untuk Kesehatan Fisik dan Mental

     
     
    7cloud.asiaSebuah studi yang dilakukan para peneliti di Stanford University yang mengungkapkan bahwa orang Indonesia tergolong paling malas jalan kaki. Studi yang dirilis pada Agustus 2022 itu menyebut bahwa rata-rata volume jalan kaki yang dilakukan orang Indonesia hanya 3.513 langkah per hari.

     
    Di bawah Indonesia ada Arab Saudi di mana warganya rata-rata jalan kaki sejauh 3.807 langkah sehari, disusul Malaysia (3.963), dan Filipina (4.008).
     
    Para peneliti Stanford University menggunakan data menit per menit dari 700.000 orang di seluruh dunia yang menggunakan Argus, aplikasi pemantau aktivitas yang ada di telepon seluler.

     
    Hasilnya, mereka menemukan bahwa warga Hong Kong menjadi juara sebagai penduduk yang paling rajin jalan kaki. Masyarakat Hong Kong rata-rata jalan kaki 6.880 langkah atau 6 kilometer per hari.
     
    Di bawahnya ada China dengan rata-rata masyarakat jalan kaki 6.189 langkah per hari. Di posisi ketiga ada Ukraina (6.107), keempat Jepang (6.010), dan posisi kelima Rusia (5.969).
     
     
     
    Nah, buat kamu yang tergolong malas jalan kaki cobalah untuk mulai rajin jalan kaki. Selain lebih ramah lingkungan, jalan kaki juga menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan baik fisik maupun mental.
     
    Dengan banyak jalan kaki kamu juga bisa lebih mengenali sudut-sudut kota tempat tinggal kamu. Jalan kaki juga akan mempertemukan kamu dengan lebih banyak orang ketimbang naik kendaraan umum apalagi kendaraan pribadi.  
     
    Bahkan, Dokter jaman Yunani kuno Hippokrates sudah mengatakan, “Jalan adalah obat yang paling baik”. Ternyata jalan kaki tanpa henti selama 15-30 menit per hari bisa mengubah penampilan dan membuat tubuh tambah sehat.
     
    Apa yang dikatakan Hippokrates ini terbukti beratus tahun kemudian. Sejumlah penelitian mengungkap berbagai manfaat kesehatan jalan kaki seperti dirangkum di bawah ini:  

    Menenangkan pikiran

    Jika jalan kaki bisa memperbaiki simtom depresi pada pasien yang menderita penyakit itu, bayangkan bagaimana besarnya dampak positif berjalan kaki jika orang hanya merasa suasana hati tidak senang atau lelah secara mental. Ini tentu bisa memperbaiki “bad mood.

    Perubahan positif pada otak

    Sebuah studi mengungkap, jalan kaki membantu mencegah pikun, mengurangi risiko Alzheimer dan memperbaiki kesehatan mental. Jalan kaki juga mengurangi stres mental dan menjaga kadar endorfin tinggi dalam tubuh.

    Memperbaiki penglihatan

    Mungkin kedengarannya aneh, mengingat mata tampak tidak berhubungan dengan kaki. Tapi jalan kaki juga memberi keuntungan bagi mata. Karena bisa membantu memerangi glaukoma, penyakit yang disebabkan cairan terkumpul di bagian depan mata dan meningkatkan tekanan atas syaraf penglihatan.

    Mencegah penyakit jantung

    Menurut Asosiasi Jantung Amerika, jalan kaki sama efektifnya seperti berlari dalam hal pencegahan penyakit jantung dan stroke. Aktivitas jalan kaki juga membantu mencegah penyakit jantung dengan menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol serta memperlancar sirkulasi darah.

    Menambah volume paru-paru

    Jalan kaki adalah olah raga aerobik yang meningkatkan jumlah oksigen dalam peredaran darah dan membantu melatih paru-paru, selain dari menghilangkan racun hal lain yang harus dibuang. Karena orang bernafas lebih dalam dan lebih baik, penyakit paru-paru juga bisa diatasi.

    Menambah kekuatan otot

    Kekuatan otot juga bisa ditingkatkan, demikian halnya dengan pengurangan bobot tubuh. Jika orang teratur jalan kaki 10.000 langkah setiap harinya, itu sama dengan berlatih di fitness centre, apalagi jika orang juga berjalan mendaki. Ditambah lagi, kemungkinan mendapat cedera lebih kecil.

    Efek positif bagi pankreas

    Menurut studi, ternyata berjalan kaki efek positifnya bagi pankreas lebih besar daripada jika orang berlari. Menurut studi, sekelompok orang yang berjalan kaki dalam enam bulan menunjukkan peningkatan daya tahan terhadap glukosa enam kali lipat dibanding mereka yang berlari.

    Mencegah Diabetes

    Dengan membiasakan jalan kaki  sekitar 6 km per jam, waktu tempuh sekitar 50 menit, ternyata dapat menunda atau mencegah berkembangnya diabetes Tipe 2, khususnya pada mereka yang bertubuh gemuk (National Institute of Diabetes and Gigesive & Kidney Diseases).

    Sebagaimana diketahui, kasus diabetes yang dapat diatasi tanpa perlu minum obat, bisa dilakukan dengan memilih gerak badan rutin berkala. Selama gula darah bisa terkontrol hanya dengan cara bergerak badan (brisk walking), obat tidak diperlukan.

    Itu berarti bahwa ber jalan kaki tergopoh-gopoh sama manfaatnya dengan obat antidiabetes. 

    Menurunkan Risiko Terkena Stroke.

    Kendati manfaat jalan kaki dengan cepat terhadap stroke pengaruhnya belum senyata terhadap serangan jantung koroner, beberapa studi menunjukkan hasil yang menggembirakan.

    Tengok saja bukti alami nenek-moyang kita yang lebih banyak melakukan kegiatan jalan kaki setiap hari, kasus stroke zaman dulu tidak sebanyak sekarang. Salah satu studi terhadap 70 ribu perawat (Harvard School of Public Health) yang dalam bekerja tercatat melakukan kegiatan berjalan kaki sebanyak 20 jam dalam seminggu, risiko mereka terserang stroke menurun duapertiga.

    Menekan Risiko Serangan Jantung.

    Otot jantung membutuhkan aliran darah lebih deras (dari pembuluh koroner yang memberinya makan) agar bugar dan berfungsi normal memompakan darah tanpa henti. Untuk itu, otot jantung membutuhkan aliran darah yang lebih deras dan lancar.

    Jalan kaki tergopoh-gopoh memperderas aliran darah ke dalam koroner jantung. Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi dan otot jantung terjaga untuk bisa tetap cukup berdegup.

    Bukan hanya itu. Kelenturan pembuluh darah arteri tubuh yang terlatih menguncup dan mengembang akan terbantu oleh mengejangnya otot-otot tubuh yang berada di sekitar dinding pembuluh darah sewaktu melakukan kegiatan jalan kaki tergopoh-gopoh itu. Hasil akhirnya, tekanan darah cenderung menjadi lebih rendah, perlengketan antarsel darah yang bisa berakibat gumpalan bekuan darah penyumbat pembuluh juga akan berkurang.

    Lebih dari itu, kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai spons penyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat dengan jalan kaki tergopoh-gopoh. Tidak banyak cara di luar obat yang dapat meningkatkan kadar HDL selain dengan bergerak badan.

    Berjalan kaki tergopoh-gopoh tercatat mampu menurunkan risiko serangan jantung menjadi tinggal separuhnya.

    Berat badan stabil.

    Ternyata dengan membiasakan berjalan kaki rutin, laju metabolisme tubuh ditingkatkan. Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktivitas berjalan kaki, kelebihan kalori yang mungkin ada akan terbakar oleh meningkatnya metabolisme tubuh, sehingga kenaikan berat badan tidak terjadi.

    Buat mereka yang mulai kelebihan berat badan, cobalah dengan melakukan jalan kaki cepat secara rutin. Kelebihan lemak di bawah kulit akan dibakar bila rajin melakukan kegiatan jalan kaki cukup laju paling kurang satu jam.

    Memperkuat sendi dan tulang

    Jalan kaki secara teratur bisa meningkatkan mobilitas sendi, mencegah menurunnya masa tulang, bahkan juga mengurangi risiko keretakan. Arthritis Foundation menyarankan jalan kaki setiap hari secara moderat sedikitnya 30 menit per hari untuk mengurangi sakit pada sendi, juga kaku dan peradangan.

    Memperbaiki pencernaan

    Jalan kaki 30 menit per hari juga bisa mengurangi risiko kanker usus dan memperbaiki pencernaan.  Ini karena saat jalan kaki badan bergerak ikut melancarkan peristaltik usus, sehingga buang air besar lebih tertib. Kanker usus dicetuskan pula oleh tertahannya tinja lebih lama di saluran pencernaan.

    Studi lain juga menyebutkan peran jalan kaki terhadap kemungkinan penurunan risiko terkena kanker payudara.

    Menghilangkan sakit punggung

    Berjalan kaki bisa jadi “penyelamat” bagi mereka yang mengalami sakit punggung saat melakukan olah raga lebih berat. Jalan kaki mendorong perbaikan sirkulasi darah di dalam struktur tulang belakang dan memperbaiki postur tubuh dan fleksibilitas yang vital bagi kesehatan tulang belakang.

    Mencegah osteoporosis.

    Dengan gerak badan dan jalan kaki cepat, bukan saja otot-otot badan yang diperkokoh, melainkan tulang-belulang juga. Untuk metabolisme kalsium, bergerak badan diperlukan juga, selain butuh paparan cahaya matahari pagi. Tak cukup ekstra kalsium dan vitamin D saja untuk mencegah atau memperlambat proses osteoporosis.

    Tubuh juga membutuhkan gerak badan dan memerlukan waktu paling kurang 15 menit terpapar matahari pagi agar terbebas dari ancaman osteoporosis. Mereka yang melakukan gerak badan sejak muda, dan cukup mengonsumsi kalsium, sampai usia 70 tahun diperkirakan masih bisa terbebas dari ancaman pengeroposan tulang.

     

  • Bukan 10.000 Langkah, Ini Jumlah Ideal Jalan Kaki yang Harus Dilakukan Setiap Hari

    Bukan 10.000 Langkah, Ini Jumlah Ideal Jalan Kaki yang Harus Dilakukan Setiap Hari

    7cloud.asia – Jalan kaki 10.000 langkah sehari sudah lama dipercaya sebagai cara efektif untuk meraih kebugaran dan kesehatan.

    Namun, baru-baru ini pakar kebugaran mengatakan target 10.000 langkah ini mungkin tak lagi diperlukan untuk meraih manfaat kesehatan terkait dengan jalan kaki secara teratur.

    Beberapa penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi, berapa jumlah langkah harian yang memberikan manfaat optimal untuk kesehatan. Dan, banyak di antaranya yang menghasilkan angka di kisaran 7.000 hingga 8.000 langkah sehari.

    “Sangat menarik bagaimana angka tersebut terulang di banyak penelitian ini,” kata Dr Elroy Aguiar, asisten profesor ilmu olahraga di Universitas Alabama yang penelitian terbarunya berpusat pada pengukuran aktivitas fisik berbasis langkah.

    “Angka ini dikaitkan dengan penurunan risiko kematian, kanker, dan penyakit kardiovaskular,” ujarnya.

    Namun, ia mengingatkan, hal ini tidak berarti jalan kaki 8.000 langkah per hari harus menjadi target semua orang. Pasalnya, ada hal lain yang lebih penting dari itu.

    Di bawah ini penjelasan yang menghapus mitos 10.000 langkah sehari, dan menjelaskan cara menetapkan sasaran langkah harian yang sesuai untuk Anda.

    Mengapa harus jalan kaki 10.000 langkah sehari?
    Target jalan kaki 10.000 langkah sehari ternyata berasal dari kampanye pemasaran pedometer Jepang yang bertahan sejak tahun 1960-an, atau sekitar penyelenggaraan Olimpiade Tokyo.

    Baca: Waktu yang tepat agar manfaat jalan kaki bisa optimal

    Dilansir independent.co.uk, mesin itu disebut manpo-kei, yang artinya “10.000 langkah meter”.

    “Ada bukti yang menunjukkan bahwa penduduk Jepang, sama seperti warga Amerika Serikat dan mungkin Inggris, rata-rata jalan kaki sekitar 5.000-6.000 langkah per hari,” kata Dr Aguiar.

    “Target 10.000 langkah adalah bagus karena jumlahnya sedikit lebih tinggi. Jika jalan kaki selama 30 menit, Anda mungkin akan mencapai sekitar 3.000 langkah, jadi jika Anda mengambil aktivitas harian dasar dan menambahkan satu sesi latihan yang direncanakan, Anda hampir mencapai sasaran 10.000 langkah tersebut.”

    Angka ini kemudian menjadi standar emas dalam menandai pergerakan harian, dengan banyak pelacak kebugaran yang menetapkannya sebagai target default mereka. Hal ini bahkan memengaruhi penelitian tentang manfaat jalan kaki.

    “Ada banyak penelitian yang mengamati apakah 10.000 langkah lebih baik daripada mengurangi aktivitas, dan hal ini menciptakan bias konfirmasi yang dibuat-buat,” jelas Dr Aguiar.

    “Orang mengira 10.000 itu sangat melekat. Itu adalah angka bulat dan mudah diingat, dan mereka menggunakannya dalam studi penelitian mereka sebagai perbandingan.”

    Berapa langkah yang harus Anda lakukan per hari?
    Kita sekarang tahu bahwa berjalan kaki sekitar 8.000 langkah sehari dikaitkan dengan banyak manfaat kesehatan dan bagi banyak orang, ini mungkin merupakan tujuan yang lebih masuk akal.

    Penelitian terbaru dari Universitas Granada mendukung target baru ini, dengan sebuah laporannya mengklaim bahwa target tersebut memberikan “bukti ilmiah pertama tentang berapa banyak langkah yang perlu Anda ambil per hari untuk mengurangi risiko kematian dini secara signifikan”. Angka itu adalah 8.000.

    Baca: Manfaat jalan kaki untuk kesehatan fisik dan mental

    Sementara itu, meta-analisis tahun 2023 yang diterbitkan dalam European Journal of Preventive Cardiology menetapkan batas bawah 3.867 langkah per hari, diperlukan untuk melihat penurunan “signifikan” pada semua penyebab kematian.

    Kedua penelitian sepakat bahwa tidak ada batasan jumlah langkah yang harus dilakukan untuk meningkatkan hasil kesehatan ini. Dengan kata lain, semakin banyak langkah yang Anda lakukan, semakin baik – tetapi akan ada hasil yang semakin berkurang.

    “Jika Anda menginginkan manfaat yang optimal sesuai waktu yang Anda habiskan, dan Anda sudah mendapatkan sebagian besar keuntungan jika Anda telah melakukan 8.000 – maka ada keuntungan marjinal atau tambahan di luar titik ini,” jelas Dr Aguiar.

    “Dan dalam hal memenuhi pedoman aktivitas fisik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu sekitar 150 menit per minggu untuk aktivitas fisik intensitas sedang, atau 75 menit aktivitas fisik intensitas tinggi, angka tersebut berarti sekitar 7.000-8.000 langkah per hari.

    Ada banyak hal yang masuk akal, dan hal ini sejalan dengan apa yang ditunjukkan oleh studi baru.”

    Meskipun terdapat penyangkalan terhadap tujuan yang ditetapkan pada tahun 70an, dia tidak keberatan dengan kenyataan bahwa tujuan 10.000 langkah per hari sudah begitu diyakini.

    “Banyak penelitian awal yang mengadopsi pesan 10.000 langkah, dan ini bukanlah hal yang buruk: selalu direkomendasikan untuk melakukan lebih banyak langkah daripada melakukan lebih sedikit,” kata Dr Aguiar.

    “Tetapi jika Anda ingin akurat dengan apa yang ditunjukkan oleh ilmu pengetahuan, jumlah 8000 langkah itu sudah cukup.”

  • Kesulitan Mencapai Target Jalan Kaki 10.000 Langkah Sehari? Simak Caranya di Sini

    Kesulitan Mencapai Target Jalan Kaki 10.000 Langkah Sehari? Simak Caranya di Sini

    7cloud.asia – Baru-baru ini pakar kebugaran mengatakan target jalan kaki 10.000 langkah untuk meraih manfaat kesehatan mungkin layak direvisi.

    Beberapa penelitian yang dilakukan untuk mengidentifikasi seberapa jauh jalan kaki harian yang memberikan manfaat optimal untuk kesehatan menghasilkan angka di kisaran 7.000 hingga 8.000 langkah sehari.

    “Sangat menarik bagaimana angka tersebut terulang di banyak penelitian ini,” kata Dr Elroy Aguiar, asisten profesor ilmu olahraga di Universitas Alabama yang penelitian terbarunya berpusat pada pengukuran aktivitas fisik berbasis jalan kaki.

    Pertanyaanya, adakah cara untuk menetapkan sasaran jalan kaki yang tepat?

    Dilansir independent.co.uk, menemukan rutinitas kebugaran yang cocok adalah upaya yang sangat individual. Dalam banyak kasus, apa yang berhasil untuk satu orang belum tentu berhasil untuk orang lain.

    Jadi, jika Anda ingin menyempurnakan rutinitas olahraga Anda, maka pendekatan kebutuhan personal adalah cara terbaik untuk melakukannya.

    Hal yang sama juga berlaku untuk sasaran jalan kaki harian. Seseorang yang sudah biasa jalan kaki sekian ribu langkah sehari akan memiliki target yang sangat berbeda dengan pekerja kantoran yang kesulitan untuk jalan kaki.

    “Satu hal yang perlu kita sadari adalah menetapkan target yang realistis,” kata Dr Aguiar.

    Baca: Berapa langkah ideal yang harus kita jalan kaki setiap hari?

    “Jika seseorang melakukan 4.000 atau 5.000 langkah per hari, dan Anda menyuruh mereka melakukan 10.000 langkah, itu berarti menggandakan jumlah aktivitas harian mereka, yang dapat menimbulkan masalah atau bahkan menurunkan motivasi.”

    Sebaliknya, ia menyarankan peningkatan bertahap dalam tingkat aktivitas harian, dengan maksud untuk meningkatkannya seiring waktu dan akhirnya mencapai angka 8.000 langkah per hari.

    Pelacak kebugaran dan jam tangan pintar dapat membantu dalam hal ini.

    “Banyak perangkat wearable modern seperti jam tangan Garmin dan Google melihat tingkat aktivitas Anda saat ini, lalu mencoba meningkatkannya dengan persentase tertentu,” kata Dr Aguiar.

    Jadi, alih-alih menetapkan sasaran sembarangan seperti 10.000 langkah, perangkat Anda akan melacak bahwa Anda melakukan 5.000 langkah sehari.

    Lalu mungkin akan meminta Anda melakukan 10-20 persen lebih banyak dari itu untuk meningkatkan jumlah olahraga yang Anda lakukan. “kemajuan bertahap.”

    “Secara umum, jika langkah dasar dinaikkan sekitar 2.000 per hari, yang bagi kebanyakan orang setara dengan 10 atau 20 persen, maka jumlah aktivitas ekstra tersebut sudah cukup untuk meemperbaiki tekanan darah dan komposisi tubuh.

    Namun, tetap disarankan untuk mencapai angka 7.000-8.000, dan pada akhirnya menjadi 10.000 lebih, karena di situlah kami mengetahui manfaat terbaik akan terjadi.”

    Baca: Waktu tepat untuk jalan kaki untuk manfaat kesehatan

    Singkatnya: jika Anda sudah berjalan lebih dari 10.000 langkah sehari, Anda mungkin tidak perlu menambah angka tersebut.

    Jika punya waktu dan ingin meningkatkan kebugaran, bentuk olahraga lain yang lebih intens dapat memberikan bonus. Misalnya lari untuk meningkatkan kapasitas aerobik atau latihan kekuatan untuk membentuk otot dan meningkatkan kepadatan tulang.

    Namun jika Anda duduk di depan meja hampir sepanjang hari dan kesulitan menemukan waktu untuk bergerak, jalan kaki bisa menjadi cara yang mudah untuk meningkatkan aktivitas fisik dan melawan gaya hidup tidak banyak bergerak ini.

    Mulailah dengan menghitung langkah harian Anda selama tujuh hari, lalu tambahkan 10-20 persen untuk menemukan target pada minggu berikutnya.

    Anda dapat mencapai jumlah langkah yang lebih tinggi ini dengan parkir agak jauh dari kantor, turun dari bus atau kereta api satu perhentian lebih awal, atau pergi ke kafe saat makan siang daripada makan di meja kerja Anda.

    Tingkatkan target ini secara perlahan seiring berjalannya waktu hingga Anda mencapai titik Goldilocks dengan 8.000 langkah per hari atau lebih, dan nikmati berjalan kaki untuk mendapatkan banyak manfaat kesehatan dalam prosesnya.

  • Studi: Jalan Kaki Memberikan Banyak Manfaat Termasuk Meningkatkan Harapan Hidup

    Studi: Jalan Kaki Memberikan Banyak Manfaat Termasuk Meningkatkan Harapan Hidup

    7cloud.asia – Sebuah studi terbaru dalam British Journal of Sports Medicine menunjukkan bahwa meningkatkan aktivitas fisik, seperti jalan kaki dapat memberikan banyak manfaat hingga meningkatkan harapan hidup.

    Temuan itu didasarkan pada model prediktif yang memperkirakan dampak berbagai tingkat aktivitas fisik, termasuk jalan kaki, terhadap harapan hidup.

    Para peneliti mengamati tingkat aktivitas sebanyak 36 ribu orang Amerika Serikat berusia di atas 40 tahun dalam Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional dan data kematian dari CDC.

    Mereka mengubah semua bentuk aktivitas fisik dalam hitungan menit, dengan aktivitas jalan kaki.

    Tingkat aktivitas fisik penelitian itu dibagi menjadi empat kelompok. Ada kelompok orang yang paling tidak aktif berjalan sekitar 50 menit setiap hari, lalu kelompok orang yang berjalan kaki sekitar 80 menit setiap hari.

    Kelompok lainnya, adalah orang yang jalan kaki sekitar 110 menit setiap hari, dan kelompok orang yang paling aktif berjalan sekitar 160 menit setiap hari.

    Baca: Efek duduk dan berdiri terlalu lama pada kesehatan jantung

    Dari keempat kelompok di atas, orang yang paling tidak aktif akan memperoleh lebih banyak harapan hidup dari jalan kaki.

    Setiap jam tambahan berjalan kaki akan menambah hampir enam jam harapan hidup untuk mereka, menurut penelitian tersebut.

    Tim peneliti mengakui bahwa tidak mudah untuk membujuk orang agar meningkatkan aktivitas mereka. Oleh karena itu, mereka menyarankan agar pemerintah dapat ikut serta dalam mendorong aktivitas fisik bagi warganya.

    “Langkah-langkah infrastruktur yang mendorong transportasi aktif, lingkungan yang dapat dilalui dengan berjalan kaki, dan ruang terbuka hijau mungkin merupakan pendekatan yang menjanjikan untuk meningkatkan (aktivitas fisik) dan harapan hidup sehat yang dihasilkan pada tingkat populasi,” kata peneliti dalam studi tersebut.

    Dikutip dari Web MD, Jumat (15/11/2024), studi yang dirilis dalam jurnal tersebut menunjukkan bahwa jalan kaki dapat menambah harapan hidup mereka hingga 11 tahun lebih lama.

    Manfaat itu ditemukan pada 25 persen populasi di Amerika Serikat yang paling tidak aktif dan berada di atas usia 40 tahun.

    Baca: Kiat penuhi target jalan kaki 10.000 langkah sehari

    Namun, manfaat tersebut dapat terasa jika populasi tersebut secara aktif melakukan kegiatan fisik seperti 25 persen populasi teratas lain yang melakukan hal serupa.

    Jika semua warga Amerika Serikat yang berusia di atas 40 tahun melakukan aktivitas fisik seperti 25 persen populasi teratas lainnya, harapan hidup rata-rata warga Amerika Serikat akan meningkat hingga lima tahun.

    “Temuan kami menunjukkan bahwa (aktivitas fisik) memberikan manfaat kesehatan jauh lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya,” kata peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Griffith di Queensland, Australia dalam sebuah pernyataan.

    Hal ini, ujarnya, disebabkan oleh penggunaan cara pengukuran yang lebih tepat (aktivitas fisik).

    Sebelumnya, ada sebuah penelitian lain yang juga mengaitkan olahraga dengan peningkatan harapan hidup.

    Penelitian yang diterbitkan awal tahun 2024 itu menyatakan bahwa menjalani gaya hidup sehat (mencakup aktivitas fisik secara teratur) dapat meningkatkan harapan hidup

    Manfaat ini bisa dipetik, bahkan oleh orang-orang dengan risiko kesehatan karena faktor genetik dan memiliki harapan hidup yang pendek.

  • Studi: Jalan Kaki 5000 Langkah Sehari Kurangi Risiko Alzheimer

    Studi: Jalan Kaki 5000 Langkah Sehari Kurangi Risiko Alzheimer

    7cloud.asia – Kabar gembira bagi para penderita Alzheimer. Para peneliti Australia dan internasional mengungkap, jalan kaki 5.000 hingga 7.500 langkah per hari dapat membantu memperlambat perubahan otak yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer.

    Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine itu melacak 294 orang dewasa berusia 50 hingga 90 tahun dengan fungsi otak normal selama hampir 14 tahun.

    Dalam pernyataan yang dirilis Selasa (4/11/2025) oleh penerbit jurnal ilmiah Springer Nature di situs web Australian Science Media Center, para peneliti mengamati jumlah langkah harian mereka, fungsi otak, dan penumpukan protein yang berkaitan dengan Alzheimer pada otak.

    Penelitian itu menemukan, aktivitas fisik –termasuk jalan kaki– yang lebih tinggi dikaitkan dengan penurunan fungsi otak yang lebih lambat.

    Baca: Tumpukan lemak perut picu risiko Alzheimer

    Laporan itu juga menyebutkan bahwa aktivitas fisik juga berhubungan dengan penumpukan protein yang berhubungan dengan Alzheimer yang lebih lambat pada otak.

    Orang yang menunjukkan tanda-tanda Alzheimer dini pada otak mereka mungkin dapat memperlambat perkembangannya dengan olahraga ringan setiap hari, kata tim peneliti dari Universitas Melbourne di Australia.

    Tim sistem perawatan kesehatan Mass General Brigham ini berafiliasi dengan Fakultas Kedokteran Harvard di Amerika Serikat, dan Universitas Toronto di Kanada.

    Menurut studi tersebut, partisipan yang berjalan lebih dari 5.000 langkah per hari menunjukkan penurunan yang lebih lambat dalam hal memori dan kemampuan berpikir.

    Baca: Kenali perbedaan penyakit Alzheimer dan demensia

    Yang mana, kondisi ini berkaitan dengan penurunan penumpukan tau, protein yang berhubungan dengan perkembangan penyakit Alzheimer.

    Kognisi dan akumulasi tau mencapai level stabil pada tingkat aktivitas moderat dengan 5.001-7.500 langkah per hari, kata para peneliti.

    Mereka menambahkan bahwa bahkan olahraga ringan, dengan sekitar 3.000 hingga 5.000 langkah, dapat dikaitkan dengan perlambatan signifikan dalam penumpukan tau dan penurunan kognitif.

    Dengan semakin luasnya penggunaan perangkat digital yang dapat dikenakan (wearable), seperti jam tangan pintar, studi tersebut menyoroti “target aktivitas fisik yang mudah diakses yang dapat mendorong partisipasi yang lebih besar di kalangan orang dewasa lanjut usia yang kurang aktif.”

    Sumber: Antaranews.com/Xinhua