7cloud.asia – Mulai hari ini, Minggu (12/5/2024) jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan menuju Mekah atau Madinah di Arab Saudi
Untuk jemaah haji yang hendak menunaikan ibadah haji diingatkan untuk mempersiapkan beberapa hal terkait kesehatan sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Hal ini terutama untuk jemaah haji penderita diabetes, karena ada hal-hal yang harus diantisipasi saat menjalankan ibadah haji mengingat ibadah haji ini berlangsung di bawah cuaca panas.
“Untuk mengatasi risiko-risiko memang harus ada persiapan khusus yang dipersiapkan pasien diabetes sebelum berangkat haji, dimulai dari konsultasi dokter,” kata dokter spesialis penyakit dalam dari Divisi Endokrin, Metabolik, dan Diabetes RSCM Jakarta, Farid Kurniawan dalam diskusi daring yang diikuti dari Jakarta pada Sabtu (11/5/2024).
Konsultasi ini penting untuk mencegah kemungkinan komplikasi dan penyesuaian dosis obat atau tipe insulin yang akan digunakan.
Ia menyarankan, agar calon jemaah haji penyintas diabetes meminta dokter untuk memberikan surat keterangan mengenai kondisi dan pengobatan diabetes pasien yang bersangkutan.
Baca Juga: Lima Risiko Kesehatan yang Mengintai Jamaah Haji di Mekah
Surat keterangan mengenai kondisi dan pengobatan diabetes diperlukan untuk memudahkan petugas kesehatan haji melakukan tindakan saat pasien membutuhkan penanganan medis di Tanah Suci.
“Isinya namanya siapa, kontak yang bisa dihubungi, grup atau kloter, termasuk juga informasi obat-obatan yang dikonsumsi apa saja. Nah itu biasanya memudahkan tim kesehatan atau panitia penyelenggara mengidentifikasi kebutuhan jamaah,” kata Farid.
Farid juga menganjurkan penderita diabetes yang hendak menunaikan ibadah haji membawa persediaan obat dalam jumlah yang memadai atau berlebih agar bisa selalu tersedia sewaktu-waktu dibutuhkan.
Menurut dia, penderita diabetes sebaiknya memastikan obat yang akan digunakan dalam waktu 3×24 jam selalu ada di dalam tas tenteng bersama identitas saat beraktivitas di Tanah Suci.
Penderita diabetes yang membutuhkan insulin, ujarnya, sebaiknya menaruh insulin di dalam tas tenteng atau tas pendingin selama berada di dalam pesawat dan langsung menyimpannya di kulkas setelah tiba di pemondokan agar kondisinya tetap baik.
Baca Juga: Kemenag Ingatkan Warga Waspadai Potensi Penipuan di Balik Tawaran Ibadah Haji Tanpa Antrean
Dia juga mengingatkan pasien diabetes untuk memastikan persediaan insulin pens dan jarum memadai selama menunaikan ibadah haji.
“Jika memungkinkan, sebelum dan sesudah ibadah seperti tawaf dan sa’i lakukan pengukuran gula darah sehingga kadar gula darah bisa terjaga. Jaga-jaga juga, bawa sumber gula seperti permen atau cemilan untuk mencegah hipoglikemia,” katanya.
Ia menyampaikan bahwa pasien diabetes juga perlu mendapatkan vaksinasi seperti meningitis, influenza, dan pneumonia untuk meminimalkan kemungkinan terserang infeksi selama menunaikan ibadah haji.
Menurut Laporan Penyelenggaraan Kesehatan Haji 2023 dari Kementerian Kesehatan, diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang diderita oleh banyak anggota jamaah haji Indonesia.
Dalam pelaksanaan ibadah haji tahun 2023, sebanyak 183 anggota jamaah yang menderita diabetes mellitus harus menjalani perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
Penderita diabetes di antaranya bisa mengalami masalah kesehatan kalau tidak memperhatikan kondisi yang bisa menyebabkan komplikasi pada kaki saat menunaikan ibadah haji.
Sumber:Antaranews.com


