Tag: kai

  • PT KAI: Mayoritas Pengadaan KRL Commuter Line Dipasok PT INKA

    PT KAI: Mayoritas Pengadaan KRL Commuter Line Dipasok PT INKA

    7cloud.asia – PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter menyebut mayoritas pekerjaan pengadaan sarana kereta rel listrik (KRL) Commuter Line bekerja sama dengan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA.

    “Lebih dari 92 persen atau sebanyak 35 trainset dari total pengadaan sarana KRL, KAI Commuter bekerja sama dengan PT INKA dengan nilai total investasi mencapai Rp6,06 triliun,” kata Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba seperti dikutip Antaranewscom.

    anne menambahkan, dalam proses pengadaan tersebut, KAI Commuter melakukan kerja sama pengadaan sarana KRL baru dan pengadaan sarana KRL retrofit. 

    Dipaparkannya, KAI Commuter terus lakukan upaya dalam meningkatkan layanan, di antaranya pemenuhan jumlah sarana KRL untuk operasional di seluruh lintas Jabodetabek dan sekitarnya.

    Baca: Skybrigde Bojonggede mulai dioperasikan  

    Saat ini rata-rata ada sekitar 900-950 ribu lebih pengguna Commuter Line Jabodetabek tiap harinya, 

    “KAI Commuter telah melakukan kerja sama pengadaan sarana KRL per 2023 dan 2024. Kerja sama ini dilakukan baik dalam negeri maupun dari luar negeri. Total pengadaan sebanyak 38 rangkaian (trainset) KRL,” kata Anne.

    Dalam kerja sama itu, lanjutnya, terdapat pekerjaan pengadaan 16 rangkaian sarana KRL baru dengan total investasi hampir sebesar Rp3,83 triliun.

    Selain itu juga ada pengadaan 19 rangkaian sarana KRL retrofit dengan total investasi lebih dari Rp2,23 triliun.

    Baca: Masyarakat butuh transportasi publik yang terintegrasi

    Kerja sama dengan PT INKA terutama dalam pengadaan sarana KRL merupakan komitmen KAI Commuter dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan produksi dalam negeri

    “Sekaligus substitusi impor melalui program peningkatan pengguna produk dalam negeri (P3DN),” ucap Anne.

    Selain itu, KAI Commuter juga terus mendukung kebangkitan perkeretaapian nasional melalui momentum pengadaan sarana KRL ini.

    Kerja sama tersebut juga merupakan sinergi dari kelanjutan kontrak pekerjaan-pekerjaan sebelumnya dan bentuk kolaborasi anak bangsa, yakni KAI Commuter dan PT INKA.

    Baca: Menilik integrasi LRT dengan moda transportasi publik lainnya

    Selain kerja sama dengan perusahaan BUMN dalam negeri, KAI Commuter juga bekerja sama dengan pihak luar negeri, yaitu CRRC Sifang Co, Ltd, China.

    Kerjasama ini untuk proses pengadaan tiga rangkaian KRL baru impor dengan total investasi sekitar Rp783 miliar.

    “Tentunya, dalam proses pengadaan sarana KRL ini, KAI Commuter mengutamakan pada time delivery (waktu pengiriman) dan spesifikasi teknis yang sudah ditentukan,” ujar Anne.

    KAI Commuter akan terus berkoordinasi dengan PT INKA dan CRRC Sifang untuk memastikan proses pengadaan sarana KRL sesuai dengan jadwal pekerjaan yang telah disepakati.

    “KAI Commuter juga akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya untuk terus membantu dan mendukung kami agar pengadaan sarana ini dapat meningkatkan peran commuter line mendukung mobilisasi masyarakat pengguna,” pungkasnya.

  • Sidang Putusan Sengketa Hasil Pilpres 2024: KAI Berlakukan Kebijakan Berhenti Luar Biasa

    Sidang Putusan Sengketa Hasil Pilpres 2024: KAI Berlakukan Kebijakan Berhenti Luar Biasa

     
    7cloud.asia – PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberlakukan kebijakan Berhenti Luar Biasa saat berlangsungnya sidang putusan sengketa hasil Pilpres 2024, pada Senin (22/4/2024) siang ini.
     
    Kebijakan ini diambil KAI sebagai langkah antisipasi dan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan akses menuju Stasiun Gambir, terkait unjukrasa soal sidang putusan sengketa hasil Pilpres 2024.

     
    Unjukrasa terkait sidang putusan sengketa hasil Pilpres 2024 diperkirakan akan terkosentrasi di sekitar Masjid Istiqlal, Patung Kuda, dan Gedung Mahkamah Konstitusi.
     

     
     
    Terdapat 19 (sembilan belas) perjalanan KA yang akan Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Jatinegara.
     
    Mulai dari KA Argo Semeru (KA 18) keberangkatan pukul 06.20 WIB s.d. KA Bima (KA 60) keberangkatan pukul 17.00 WIB.

     
    Pelanggan KA-KA berikut bisa naik dan turun di Stasiun Jatinegara, dengan tetap mengacu pada jadwal yang tertera di tiketnya.
     
     
    Berikut daftar perjalanan KA yang akan Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Jatinegara.
     
    1. KA Argo Semeru (18)
    2. KA Papandayan (7048)
    3. KA Argo Muria (14)
    4. KA Argo Parahyangan (52)
    5. KA Argo Bromo Anggrek (2)
    6. KA Argo Cheribon (26)
    7. KA Argo Merbabu Tambahan (7026A)
    8. KA Argo Dwipangga (10)
    9. KA Taksaka (68)
     
     
    10. KA Pangandaran (7028A)
    11. KA Argo Cheribon (22)
    12. KA Sembrani (62)
    13. KA Manahan (80F)
    14. KA Manahan Tambahan (7016)
    15. KA Argo Parahyangan (50)
    16. KA Argo Merbabu (20F)
    17. KA Brawijaya (58)
    18. KA Argo Sindoro (12)
    19. KA Bima (60)
     
     
  • PT KAI Daop 2 Bandung Hijaukan Jalur Rawan Longsor dengan Tanaman Akar Wangi

    PT KAI Daop 2 Bandung Hijaukan Jalur Rawan Longsor dengan Tanaman Akar Wangi

    7cloud.asia – PT KAI Daop 2 Bandung memilih tanaman akar wangi atau vetiver, (Chrysopogon zizanioides syn. Vetiveria zizanioides), untuk penghijauan di sepanjang jalur rel di wilayahnya.

    Setidaknya 9.236 tanaman akar wangi ditanam PT KAI di lereng bukit dan jembatan, sejak September 2024 untuk mengantisipasi curah hujan yang mulai tinggi.

    Penanaman tanaman akar wangi atau vetiver ini sebagai upaya antisipasi yang dilakukan dalam penanganan erosi melalui metode bio-engineering/vegetatif.

    Tanaman akar wangi dipilih karena memiliki akar serabut yang tumbuh lurus (bukan menyamping seperti tumbuhan rumput pada umumnya) sehingga mampu mengikat tanah.

    Akar yang dalam berfungsi untuk stabilitas permukaan tanah sedangkan akar dengan susunan yang tebal dan rapat berfungsi untuk menyebarkan air, menahan sedimen dan sangat tahan terhadap berbagai macam bahan kimiawi untuk rehabilitasi lahan.

    Executive Vice President Daerah Operasi 2 Bandung Takdir Santoso mengatakan penanaman akar wangi itu merupakan salah satu langkah antisipatif untuk meminimalisasi gangguan perjalanan kereta api.

    Baca: Heboh tarif KRL naik menjadi Rp25.000

    Selama ini gangguan seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang sering muncul saat curah hujan meningkat sehingga perjalanan kereta terhambat.

    “Kami selalu berkomitmen untuk terus bersiaga dan melakukan perbaikan jalur agar perjalanan kereta api di Wilayah Daop 2 Bandung senantiasa lancar dan selamat,” kata Takdir dalam keterangan di Bandung, Sabtu (5/10/2024).

    Takdir mengatakan, Daop 2 sudah melakukan metode bio-engineering ini di lereng bukit pada kanan kiri jalur rel maupun lereng pada jembatan jalur rel KA di berbagai lokasi.

    Salah satunya berada di lereng bukit jalur rel KM 236+1/2 petak jalan Cipeundeuy -Cirahayu, lereng bukit jalur rel KM 239+4/5 petak jalan Cipeundeuy – Cirahayu dan lereng bukit jalur rel KM 243+6/7 petak jalan Cirahayu – Ciawi.

    “Sejak September 2024, hingga saat ini sudah tertanam sebanyak 9.236 buah rumput akar wangi pada daerah tersebut dan terus kami kembangkan di berbagai wilayah lain yang rawan erosi juga ditanam tanaman serupa,” ujar Takdir.

    Daop 2 Bandung juga melakukan normalisasi saluran drainase dari sumbatan sampah serta membuang lumpur keluar ruang milik jalan (Rumija) jalur kereta api.

    Baca: Mengenal satu-satunya stasiun kereta di Boyolali

     

    Selain itu, Daop 2 juga melakukan sterilisasi jalur dari pepohonan dengan memotong dahan pohon yang mengarah ke jalur untuk menghindari terjadinya pohon tumbang di jalur rel yang dapat mengganggu perjalanan kereta api.

    Dia menambahkan, Alat Material Untuk Siaga (AMUS) juga disiapkan di 14 titik yaitu di Stasiun Bandung, Kiaracondong, Cicalengka, Cibatu, Ciawi, Tasikmalaya, Banjar, Cimahi, Padalarang, Cianjur, Cibeber, Rendeh, Purwakarta dan Cibungur.

    AMUS yang disiapkan tersebut berupa pasir dalam kantong karung, bantalan rel, perancah dari besi untuk penahan pondasi jalur, dan lainnya.

    Sejumlah peralatan ringan hingga alat berat seperti Multi Tie Tamper (MTT) juga disiagakan untuk merawat kondisi jalur rel agar tetap laik dilintasi kereta api.

    Upaya antisipasi lainnya, yaitu dengan menyiagakan petugas khusus di titik-titik rawan.

    Petugas tersebut secara bergantian bersiaga selama 24 jam untuk terus memantau daerah rawan gangguan dan dapat langsung melakukan tindakan jika terjadi masalah pada jalur rawan tersebut.

    Sumber:Antaranews.com

  • Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Kereta Terus Bertambah, Kini Mencapai 16 Orang

    Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Kereta Terus Bertambah, Kini Mencapai 16 Orang

    7cloud.asia – Korban meninggal akibat tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) malam, bertambah. Kini mencapai 16 orang meninggal dunia.

    Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan hingga saat ini tercatat sebanyak 107 korban, terdiri dari 16 meninggal dunia dan 91 luka-luka. Dari jumlah tersebut, 43 penumpang telah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

    Baca: Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta Selesai

    “Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik serta keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan,” terang Anne pada Rabu (29/04/2026).

    KAI juga memastikan bahwa barang-barang milik korban yang ditemukan di lokasi akan didata dan dikembalikan kepada keluarga secara bertahap melalui mekanisme yang terkoordinasi.

    Untuk mendukung kebutuhan informasi, KAI menyiagakan posko di dua lokasi, yaitu Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban dan Stasiun Gambir untuk melayani pelanggan KA Jarak Jauh yang terdampak, termasuk proses pengembalian bea tiket.

    Baca: KAI Tutup Sementara Operasional Stasiun Bekasi Timur

    Sementara itu, KRL di lintas Bekasi–Cikarang hari ini, Rabu (29/04/2026) mulai dilakukan uji coba operasional pertama dan berjalan dengan aman.  

    “Uji coba ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan prasarana, persinyalan, serta aspek keselamatan sebelum layanan kembali berjalan. Seluruh proses dilakukan secara hati-hati dengan mengutamakan keselamatan,” katanya.

    Anne menegaskan pihaknya akan terus melakukan pemulihan operasional secara bertahap, seiring hasil evaluasi dan pengujian yang memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi.

     

  • Pernyataan Menteri PPA Soal Gerbong Perempuan Dinilai Bias Gender: Keselamatan Tak Kenal Gender

    Pernyataan Menteri PPA Soal Gerbong Perempuan Dinilai Bias Gender: Keselamatan Tak Kenal Gender

    7cloud.asia – Keberadaan gerbong khusus perempuan kembali disorot pasca insiden KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL tujuan Kampung Bandan-Cikarang pada Senin (27/4/2026) malam yang menewaskan 15 orang.

    Pasalnya, 15 orang korban meninggal itu semuanya adalah perempuan. Pun demikian dengan korban luka, mayoritas adalah perempuan.

    Buntut dari insiden ini, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengusulkan gerbong KRL wanita ditempatkan di tengah rangkaian.

    “Kalau tadi kita ngobrol dengan KAI, kenapa ditaruh paling depan, paling belakang, supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah,” kata Arifah di Bekasi, Selasa (28/4/2026).

    Namun, usulan Arifah agar gerbong perempuan dipindahkan ini menuai kritik karena dinilai tidak menyentuh akar masalah. Pernyataan ini juga dinilai bias gender.

    Pihak PT KAI (Persero) melalui Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan, semua orang yang berada di dalam kereta maupun stasiun, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan keselamatan.

    Anne menyampaikan hal itu menjawab pertanyaan mengenai apakah pihaknya akan melakukan evaluasi terkait penempatan gerbong wanita di KRL pasca-adanya masukan dari Kementerian PPPA terkait kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026).

    Anne memastikan pihaknya akan menerima segala kritik dan saran, termasuk tentang penempatan gerbong wanita di KRL.

    “Kritik dan saran itu pasti kami terima, dari pihak mana pun, termasuk dari Ibu Menteri terkait dengan penempatan kereta wanita,” jelasnya dalam dialog Sapa Indonesia Malam, Kompas TV, Selasa (28/4/2026).

    “Tetapi mungkin kalau berbicara tentang keselamatan, kita tidak berbicara tentang gender. Siapa pun yang di kereta api memiliki hak yang sama untuk namanya keselamatan,” lanjutnya.

    Anne mengingatkan bahwa perjalanan perkeretaapian juga diatur dalam undang-undang, sehingga harus melihatnya secara komprehensif.

    “Jadi kalau misalkan di media sosial itu ada dua kejadian seperti perlintasan, kemudian ada tumburan KRL dengan Agro Bromo Anggrek, ini kita tidak hanya melihat dari bagaimana penempatan kereta wanita dan kereta yang lain,” tegasnya.

    “Di Jogja, KRL tidak ada kereta perempuan. Tetapi ini inisiatif bagaimana kita memberi layanan untuk (mencegah) pelecehan seksual terutama,” lanjutnya.

    Ia pun menekankan bahwa dalam urusan keselamatan, semua penumpang kereta, apa pun jenis kelamin serta usianya, harus aman.

    “Safety adalah yang utama. Tapi tadi itu kan masukan bagi kita, tetapi di dalam menjalankan safety, kita belum pernah untuk melihat dari sisi gender, usia, ataupun misalkan pertimbangan yang lain. Karena siapa pun yang ada di stasiun dan di atas kereta harus selamat.”

    Sejarah gerbong khusus perempuan
    Gerbong khusus perempuan biasanya ada di ujung depan dan ujung belakang. Di sanalah gerbong khusus perempuan berada. Warna pink di pintu menjadi penanda yang mudah dikenali di tengah arus komuter yang bergerak cepat.

    Kebijakan ini lahir dari persoalan kepadatan, risiko pelecehan seksual, dan kebutuhan rasa aman dalam perjalanan harian. Dari 826 KRL yang dioperasikan, selalu ada gerbong perempuan.

    Laman resmi KCJ menyebut KKW mulai berlaku pada 1 Oktober 2012.Latar belakangnya sederhana, banyak pengguna perempuan merasa tidak nyaman saat harus berdesakan dengan penumpang laki-laki pada jam sibuk.

    Dalam kereta komuter yang padat saat jam sibuk, perjalanan 40 menit bisa berubah menjadi pengalaman yang menguras tenaga.

    Operator lalu menyediakan ruang khusus sebagai respons operasional, bukan simbolik. Fokus utamanya adalah mengurangi potensi pelecehan dan memberi pilihan perjalanan yang dianggap lebih aman.

    Alasan mengapa ditempatkan di depan dan belakang lebih teknis daripada ideologis. Posisi di dua ujung membuat penumpang mudah mengenali lokasi gerbong sejak kereta datang.

    Arus naik-turun penumpang juga bisa dibagi ke dua sisi rangkaian sehingga konsentrasi massa tidak hanya menumpuk di tengah.

    Dari sudut operasi stasiun, pola ini membantu pengguna perempuan langsung menuju titik antrean yang konsisten setiap hari.

    Dari perspektif pengaturan bukan fokus keamanan, arus penumpang, penempatan di dua sisi memberi efisiensi yang paling mudah dijalankan tanpa mengubah seluruh komposisi kereta.

  • Sempat Terhenti, Operasional KRL lintas Bekasi–Cikarang Kembali Normal

    Sempat Terhenti, Operasional KRL lintas Bekasi–Cikarang Kembali Normal

    7cloud.asia – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan setelah uji coba KRL lintas Bekasi–Cikarang berjalan lancar maka operasional KRL Lintas Bekasi-Cikarang telah kembali beroperasi.

    Pada Rabu, pukul 11.55 WIB, rangkaian kereta uji coba CL-125.4008 telah melintas di Stasiun Bekasi Timur sebagai bagian dari pengujian kesiapan lintas.

    Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, uji coba ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan prasarana, persinyalan, serta aspek keselamatan sebelum layanan kembali berjalan. Seluruh proses dilakukan secara hati-hati dengan mengutamakan keselamatan.

    “Setelah berbagai tahapan uji coba tersebut, perjalanan KRL pada lintas Bekasi–Cikarang telah kembali beroperasi mulai pukul 14.00 WIB,” kata Anne dalam keterangan di Jakarta, Rabu (29//2026).

    Baca: KAI Tutup Sementara Operasional Stasiun Bekasi Timur

    KAI memastikan seluruh tahapan pemulihan layanan dilakukan secara bertahap, terukur, dan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

    Anne menegaskan aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap proses penanganan dan pemulihan operasional. Seluruh proses telah melalui pemeriksaan menyeluruh guna memastikan keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api serta kenyamanan pengguna jasa.

    “KAI berkomitmen untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap operasional. Pembukaan kembali layanan di Stasiun Bekasi Timur dilakukan setelah dipastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi,” ujarnya.

    Dengan kembali beroperasinya Stasiun Bekasi Timur dan normalnya perjalanan KRL lintas Bekasi–Cikarang, diharapkan mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan lancar, khususnya bagi pengguna KRL di wilayah Bekasi, Cikarang dan sekitarnya.

    Baca: Korban Meninggal Akibat Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Bertambah

    KAI juga mengucapkan terima kasih atas kesabaran dan pengertian para pelanggan selama proses penanganan dan pemulihan berlangsung. Di tengah proses pemulihan tersebut, perhatian utama tetap tertuju pada penanganan korban.

    Hingga saat ini tercatat sebanyak 107 korban, terdiri dari 16 meninggal dunia dan 91 luka-luka. Dari jumlah tersebut, 43 penumpang telah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

    “Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik serta keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan,” ujar Anne.

    KAI juga memastikan bahwa barang-barang milik korban yang ditemukan di lokasi akan didata dan dikembalikan kepada keluarga secara bertahap melalui mekanisme yang terkoordinasi.

  • Perkuat Transisi Energi: PT KAI Akan Beralih ke Biodiesel B50

    Perkuat Transisi Energi: PT KAI Akan Beralih ke Biodiesel B50

    7cloud.asia – PT Kereta Api Indonesia (Persero) berupaya memperkuat roadmap keberlanjutan energi melalui pemanfaatan biodiesel secara bertahap pada operasional kereta api.

    Langkah ini menjadi bagian dari dukungan KAI terhadap kebijakan pemerintah dalam memperluas penggunaan energi baru terbarukan, memperkuat ketahanan energi nasional, serta menurunkan emisi dari sektor transportasi.

    Dalam pernyataan tertulisnya kepada media, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan bahwa transisi energi di lingkungan KAI berjalan mengikuti arah kebijakan mandatori biodiesel pemerintah.

    Berdasarkan data lingkungan perusahaan, penggunaan bahan bakar pada operasional KAI tercatat dari B0 pada 2017, meningkat menjadi B20 pada 2018–2019, B30 pada 2020–2022, B35 pada 2023–2024, B40 pada 2025–2026, dan berlanjut menuju B50 pada 2026.

    Dari sisi keberlanjutan, transisi menuju B50 masuk dalam program aksi strategis dekarbonisasi KAI 2025–2030. Dalam program tersebut, perubahan bahan bakar dari B35 menjadi B50 ditargetkan dapat menurunkan emisi sebesar 133.676 ton CO₂e.

    Program ini menjadi penyumbang terbesar dalam target tiga program dekarbonisasi utama KAI sebesar 166.873 ton CO₂e, bersama konservasi dan kredit karbon serta efisiensi listrik.

    Baca: Indonesia Butuh 20 juta Kiloliter CPO Per Tahun untuk Wujudkan Program B50

    KAI juga terus memperkuat pengukuran jejak karbon melalui pendekatan berbasis data. Dalam penilaian Life Cycle Assessment bersama BRIN, operasional KRL Jabodetabek menghasilkan jejak karbon sekitar 34,03 gram CO₂e per penumpang-kilometer.

    Pendekatan pengukuran ini memperkuat transparansi KAI dalam memantau dampak lingkungan dari layanan transportasi berbasis rel.

    Bobby menegaskan, roadmap energi KAI akan terus diarahkan untuk memperkuat peran kereta api dalam transisi energi Indonesia.

    Menurutnya, keberlanjutan perlu berjalan bersama keandalan layanan, karena transportasi publik yang bersih juga harus tetap aman, terjangkau, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

    Roadmap biodiesel dari B0 menuju B50 menunjukkan bahwa kereta api memiliki peran penting dalam transformasi energi Indonesia.

    “KAI akan terus menjaga layanan transportasi publik dan logistik tetap andal, sekaligus memperkuat kontribusi terhadap ketahanan energi nasional, penurunan emisi, dan daya saing ekonomi,” ujarnya.

    Baca: Ancaman terhadap Lingkungan di Balik Target Bauran Bahan Bakar Nabati

    Menurut Bobby, perjalanan dari B0 menuju B50 menunjukkan pentingnya konsistensi kebijakan energi nasional dan kesiapan operator transportasi dalam menerjemahkan kebijakan tersebut ke dalam layanan publik yang andal.

    Transisi energi Indonesia, ujar Bobby, membutuhkan sektor transportasi yang mampu beradaptasi secara terukur.

    “KAI memperkuat peran kereta api melalui roadmap biodiesel dari B0 menuju B50, dengan memastikan setiap tahapan berjalan selaras dengan keselamatan, keandalan layanan, efisiensi energi, dan penurunan emisi,” ujarnya.

    Menurut Bobby, sektor kereta api memiliki posisi strategis karena berada di antara kebutuhan mobilitas masyarakat, distribusi barang, dan agenda penurunan emisi.

    Dengan skala layanan yang besar, setiap langkah efisiensi energi di KAI dapat memberi dampak terhadap keberlangsungan layanan publik dan daya saing logistik nasional.

    “Transisi energi di KAI harus menghasilkan manfaat yang dapat dihitung mulai dari layanan tetap andal, penggunaan energi semakin efisien, dan kontribusi terhadap keberlanjutan semakin jelas,” kata Bobby.

    Baca: Plus Minus Penggunaan Biodiesel Berbahan Dasar Sawit

    Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, transisi energi di lingkungan KAI dilakukan bertahap dengan koordinasi teknis bersama pemerintah dan lembaga terkait.

    Menurutnya, setiap tahapan perlu diuji agar sesuai dengan karakter operasional kereta api yang memiliki beban, durasi operasi, dan standar keandalan sarana yang tinggi. KAI, ujarnya, mendukung kebijakan pemerintah dalam memperluas pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan.

    ”Pada saat yang sama, kami memastikan setiap tahapan penggunaan biodiesel berjalan melalui pengujian teknis dan evaluasi agar layanan kepada pelanggan serta sektor logistik tetap aman dan andal,” ujar Anne.

    Anne mengatakan, KAI bersama Kementerian ESDM telah memulai tahapan uji teknis penggunaan B50 pada sektor kereta api sejak April 2026.

    Pengujian tersebut mencakup lokomotif dan genset kereta api untuk menilai performa, konsumsi bahan bakar, emisi, serta ketahanan sarana dalam kondisi operasional.

    Pada pengujian lokomotif, KAI menyiapkan lokomotif CC206 dengan rangkaian KA Sembrani. Uji lokomotif dimulai dari Depo Sidotopo dengan pembandingan konsumsi bahan bakar menggunakan B40 dan B50.

    Baca: Mengapa Pengembangan Energi Terbarukan di Indonesia Berjalan Lamban

    Sementara itu, uji genset dilakukan pada Genset MTU 2000 P02411 pada KA Bogowonto, dengan lokasi pengujian di Depo Kereta Yogyakarta.

    Rangkaian uji genset meliputi uji performa, uji konsumsi bahan bakar, uji emisi dengan B40 dan B50, serta uji ketahanan statis selama 6 jam menggunakan kapasitas maksimum load bank.

    Setelah itu, uji ketahanan dinamis genset dilanjutkan selama 2.400 jam mulai 27 April 2026 di PUK Lempuyangan. Dengan demikian, pada Juni 2026 KAI berada pada tahap pemantauan dan evaluasi teknis terhadap hasil pengujian sebelum implementasi B50 berjalan lebih luas.

    Hasil pengujian menjadi dasar evaluasi KAI, terutama terkait performa mesin, konsumsi bahan bakar, stabilitas operasional, kondisi filter, aspek emisi, dan kebutuhan perawatan sarana.

    “Prinsip kami jelas, transisi energi harus berjalan sejalan dengan keselamatan dan keandalan operasi,” kata Anne.

    Keberlangsungan operasional kereta api juga didukung oleh peran pemerintah melalui BBM subsidi. 

    KAI memperoleh kuota BBM subsidi tahun 2026 sebesar 214.342.000 liter. Hingga periode tersebut, realisasi penggunaan mencapai 95.394.629 liter atau 44,51 persen dari total kuota yang tersedia, dengan sisa kuota sebesar 118.947.371 liter.

     

  • Jadi Titik Rawan Perjalanan Kereta Api, Ratusan Perlintasan Sebidang Ditertibkan

    Jadi Titik Rawan Perjalanan Kereta Api, Ratusan Perlintasan Sebidang Ditertibkan

    7cloud.asia – Sebuah perlintasan sebidang mungkin hanya dilalui dalam beberapa detik. Namun di titik itulah keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan pengguna jalan bertemu dalam ruang yang sama.

    Ketika disiplin berlalu lintas melemah atau fasilitas pengamanan belum memadai, risiko kecelakaan dapat muncul di perlintasan sebidang ini.

    Karena itu, penanganan perlintasan sebidang menjadi salah satu pekerjaan yang terus dipercepat oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam pembangunan transportasi nasional.

    Hingga 4 Juni 2026, KAI bersama berbagai pemangku kepentingan telah menutup 119 dari 172 perlintasan sebidang prioritas yang menjadi target penanganan nasional tahun ini.

    Selain itu, KAI juga mempercepat penanganan 490 perlintasan liar serta memulai penguatan fasilitas keselamatan pada 1.148 lokasi aktif yang tersebar di seluruh wilayah operasi.

    Peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang menjadi salah satu fokus utama KAI. Hingga saat ini, 119 dari 172 perlintasan prioritas telah berhasil ditutup. Angka ini mencapai sekitar 69 persen dari target tahun ini.

    “Upaya tersebut kami lanjutkan melalui penanganan perlintasan liar dan penguatan fasilitas keselamatan di berbagai wilayah,” ujar Direktur Utama Bobby Rasyidin usai melapor kepada Presiden di Istana Kepresidenan.

    Langkah tersebut berangkat dari kebutuhan untuk menekan risiko kecelakaan yang masih terjadi di perlintasan sebidang guna mengurangi titik-titik risiko yang selama bertahun-tahun menjadi penyebab kecelakaan di jalur rel dan jalan raya.

    Data KAI menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga 4 Juni 2026 telah terjadi 119 kecelakaan di perlintasan sebidang yang mengakibatkan 97 korban, terdiri atas 43 korban meninggal dunia, 23 korban luka berat, dan 31 korban luka ringan.

    Sebanyak 52 persen kejadian terjadi di perlintasan tanpa palang pintu, sementara perilaku menerobos saat kereta api akan melintas masih menjadi penyebab dominan dengan porsi mencapai 87 persen dari seluruh kejadian yang tercatat.

    Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa program penutupan perlintasan dilakukan berdasarkan identifikasi dan kajian keselamatan yang komprehensif.

    Setiap lokasi dievaluasi berdasarkan tingkat risiko, volume perjalanan kereta api, kondisi lingkungan, serta potensi dampaknya terhadap keselamatan masyarakat.

    ”Setiap perlintasan yang ditutup telah melalui proses evaluasi dan pertimbangan keselamatan. Fokus utama kami adalah mengurangi titik-titik risiko yang berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ujar Anne.

    Program penutupan perlintasan prioritas merupakan bagian dari upaya peningkatan keselamatan pada 1.810 perlintasan tidak terjaga yang tersebar di wilayah operasi KAI.

    Setiap perlintasan memiliki karakteristik yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi setempat. Karena itu, keselamatan perlintasan memerlukan dukungan infrastruktur, penegakan aturan, serta kepatuhan pengguna jalan agar risiko kecelakaan dapat terus ditekan.

    Data KAI menunjukkan bahwa sepanjang 2022 hingga 2025 terjadi 1.244 kecelakaan di perlintasan sebidang. Sebanyak 913 kejadian atau 73 persen berlangsung di perlintasan tidak terjaga.

    Dalam periode yang sama tercatat 1.152 korban jiwa, terdiri atas 437 korban meninggal dunia, 294 korban luka berat, dan 421 korban luka ringan.

    Angka tersebut menunjukkan bahwa pengurangan titik risiko tetap menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan keselamatan transportasi nasional.

    Selain penutupan perlintasan, KAI juga terus memperkuat edukasi dan pencegahan.
    Keselamatan, ujar Anne, merupakan investasi sosial yang manfaatnya dirasakan oleh banyak orang. Setiap perlintasan berisiko yang berhasil ditangani berarti ada potensi kecelakaan yang dapat dicegah.

    “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mematuhi aturan saat melintas di perlintasan sebidang dan menjaga fasilitas keselamatan yang telah dibangun bersama,” tutup Anne.

    KAI akan terus mempercepat penyelesaian 53 titik perlintasan prioritas yang masih dalam proses penanganan sehingga target penutupan 172 titik pada tahun 2026 dapat tercapai.

    Sejalan dengan itu, penguatan fasilitas keselamatan di berbagai lokasi aktif terus dilaksanakan untuk mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.