7cloud.asia – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan setelah uji coba KRL lintas Bekasi–Cikarang berjalan lancar maka operasional KRL Lintas Bekasi-Cikarang telah kembali beroperasi.
Pada Rabu, pukul 11.55 WIB, rangkaian kereta uji coba CL-125.4008 telah melintas di Stasiun Bekasi Timur sebagai bagian dari pengujian kesiapan lintas.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, uji coba ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan prasarana, persinyalan, serta aspek keselamatan sebelum layanan kembali berjalan. Seluruh proses dilakukan secara hati-hati dengan mengutamakan keselamatan.
“Setelah berbagai tahapan uji coba tersebut, perjalanan KRL pada lintas Bekasi–Cikarang telah kembali beroperasi mulai pukul 14.00 WIB,” kata Anne dalam keterangan di Jakarta, Rabu (29//2026).
Baca: KAI Tutup Sementara Operasional Stasiun Bekasi Timur
KAI memastikan seluruh tahapan pemulihan layanan dilakukan secara bertahap, terukur, dan mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Anne menegaskan aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap proses penanganan dan pemulihan operasional. Seluruh proses telah melalui pemeriksaan menyeluruh guna memastikan keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api serta kenyamanan pengguna jasa.
“KAI berkomitmen untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap operasional. Pembukaan kembali layanan di Stasiun Bekasi Timur dilakukan setelah dipastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi,” ujarnya.
Dengan kembali beroperasinya Stasiun Bekasi Timur dan normalnya perjalanan KRL lintas Bekasi–Cikarang, diharapkan mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan lancar, khususnya bagi pengguna KRL di wilayah Bekasi, Cikarang dan sekitarnya.
Baca: Korban Meninggal Akibat Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Bertambah
KAI juga mengucapkan terima kasih atas kesabaran dan pengertian para pelanggan selama proses penanganan dan pemulihan berlangsung. Di tengah proses pemulihan tersebut, perhatian utama tetap tertuju pada penanganan korban.
Hingga saat ini tercatat sebanyak 107 korban, terdiri dari 16 meninggal dunia dan 91 luka-luka. Dari jumlah tersebut, 43 penumpang telah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik serta keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan,” ujar Anne.
KAI juga memastikan bahwa barang-barang milik korban yang ditemukan di lokasi akan didata dan dikembalikan kepada keluarga secara bertahap melalui mekanisme yang terkoordinasi.

Leave a Reply