Tag: kali bekasi

  • Kali Bekasi Tercemar Limbah, Ribuan Warga Krisis Air Bersih

    Kali Bekasi Tercemar Limbah, Ribuan Warga Krisis Air Bersih

    7cloud.asia – Ribuan warga Kota Bekasi, Jawa Barat saat ini mengalami krisis air bersih karena adanya pencemaran limbah di Kali Bekasi. Akibatnya, banyak warga yang mengalami gatal-gatal di kulit.

    Pencemaran Kali Bekasi ini berpengaruh pada Perumda Tirta Patriot yang memproduksi air baku dari aliran kali Bekasi.

    Air tampak keruh dan berbau tidak sedap. Nurhidayati, salah seorang warga Bulak Perwira, Bekasi Utara menjelaskan kondisi air seperti ini sudah terjadi selama setahun.

    Baca: Ini manfaat sodetan Kali Ciliwung

    Kulitnya terasa gatal saat menggunakan air tersebut untuk mandi. Bahkan, lanjut Nurhidayati, dirinya terpaksa harus ke dokter spesialis untuk mengobati gatal-gatal tersebut.

    “Sudah 1 bulan ini kan airnya kadang mati, kadang hidup tapi kan kotor tuh, nah yang parah minggu ini sampai gatal-gatal, sampai ke dokter spesialis,” jelas Nurhidayati seperti yang dikutip iNews.

    Dia menyayangkan Perumda Tirta Patriot yang tak mampu menyelesaikan permasalahan ini. Padahal setiap bulan ia selalu membayar tagihan air.

    “Kalau bayar agak mahal tapi dapet airnya bersih sih masih agak enggak apa-apa,” ujarnya.

    Baca: Pemprov DKI Jakarta pilih pengelolaan sampah secara RDF ketimbang ITF

    Karena itu, Nurhidayati memutuskan untuk membuat instalasi pompa air sejak mengalami penyakit kulit.

    “Kalau saya enggak mau berlangganan lagi, mending pakai air tanah saja, sejoroknya air tapi kan dari tanah. Ini trauma gatal kan saya malu sama orang lain juga,” ucapnya.

    Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Patriot, Ali Imam Fariyadi mengatakan pencemaran Kali Bekasi ini merupakan pencemaran terparah.

    Sebab hingga kini masih belum ada tanda-tanda membaik setelah tiga hari pencemaran.

    “Sampai hari ini yang terakhir itu tiga hari terakhir, limbah itu belum berhenti-berhenti masih hitam, pekat, dan bau,” ungkap Ali, Jumat (15/9/2023).

    Baca: Lakukan ini untuk kurangi sampah

    Akibatnya 40.000 warga harus terdampak. Ali selanjutnya menjelaskan pihaknya saat ini belum bisa secara maksimal memproduksi air baku dari aliran kali Bekasi.

    Sehingga distribusi air bersih untuk warga Kota Bekasi harus dicampur dengan aliran Kalimalang. Sayangnya, Pemkot Bekasi hanya mendapatkan subsidi terbatas untuk aliran Kalimalang.

    “Sehingga hari ini sudah bisa produksi setengahnya, sekitar 315 sampai 380 LPS (liter per detik),” ujarnya.

    Saat ini, pihaknya tetap mengupayakan memberikan pelayanan kepada warga Kota Bekasi dengan menyediakan empat tangki air. Tangki-tangki air itu akan langsung dikirim kepada warga yang membutuhkan.

    “Kita sementara menyiapkan air tangki jadi kita stand by, komunikasi ke kita yang butuh air akan kita kirim,” tegasnya.

    Baca: Sampah makanan bisa timbulkan masalah serius bagi lingkungan

    Pihaknya juga berencana memberikan penghapusan denda tagihan kepada para pelanggan yang terdampak peristiwa tersebut.

    Penghapusan denda diberikan agar warga dapat memiliki waktu pembayaran di bulan selanjutnya.
     
    “Jadi paling tidak ya berapa bulan dia enggak bayar dulu enggak apa-apa minimal itulah, jadi dendanya kita hapus kalau memang ia katakanlah mau bayar sebulan lagi dua bulan lagi itu kita kasih toleransi itu,” paparnya.

    Selain itu, pihaknya masih membahas diskon untuk pelanggan Perumda Tirta Patriot.
     
    “Kalau diskon masih kita bahas di tingkat direksi, di tingkat manajemen, karena memang di bulan yang sama kita  drop hampir 20-25 persen,” katanya.

     Reporter: Nurakhmayani

  • Penemuan 7 mayat di Kali Bekasi: Korban Tawuran atau Salah Prosedure Penggerebekan?

    Penemuan 7 mayat di Kali Bekasi: Korban Tawuran atau Salah Prosedure Penggerebekan?

    7cloud.asia – Tujuh mayat laki-laki ditemukan tewas mengambang di Kali Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (22/9/2024) sekitar pukul 05.30 WIB.

    Kasatreskrim Polres Bekasi Kompol Audy Joize Oroh mengungkapkan, penemuan 7 mayat laki-laki di Kali Bekasi awalnya dilaporkan warga Jatiasih yang sedang mencari kucingnya di tepi sungai.

    Penemuan 7 mayat laki-laki di Kali Bekasi ini sontak membuat geger warga. Petugas gabungan terus menyisir Kali Bekasi untuk memastikan tidak ada korban jiwa lagi.

    Garis kuning juga dipasang di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Berikut rangkuman fakta awal penemuan 7 mayat laki-laki di Kali Bekasi.

    1. Tujuh mayat adalah remaja laki-laki
    Fajar, petugas SAR Kota Bekasi yang ikut mengevakuasi korban di Kali Bekasi menuturkan, ketujuh mayat yang ditemukan diperkirakan sebagai remaja berusia belasan tahun.

    “Korban semuanya laki-laki. Perkiraan umur mungkin masih usia belasan tahun, diperkirakan masih remaja,” ujar Fajar, dikutip dari Kompas.com, Minggu.

    Ketujuh mayat korban lalu dibawa ke RS Polri Kramatjati di Jakarta Timur untuk dilakukan autopsi.

    2. Tujuh korban pakai jaket hitam
    Fajar menambahkan, ketujuh korban ditemukan memakan pakaian yang sama yakni jaket hitam. Namun, dia belum memastikan apa ada logo khusus di jaket tersebut.

    “Saat dievakuasi hampir sama bajunya, pakai jaket hitam,” lanjut Fajar.

    Saat mengevakuasi mayat-mayat tersebut, petugas gabungan dari Basarnas, BPBD, dan sukarelawan juga menemukan dompet serta ponsel yang diduga milik korban.

    3. Tujuh mayat diduga sudah tewas dua hari
    Fajar melanjutkan, saat mengevakuasi korban pihaknya tidak menemukan luka-luka fisik dari tubuh tujuh mayat di Kali Bekasi.

    “Luka tidak ada, hanya lebam di kepala karena sudah mulai pembengkakan dan pembuluh darah mulai pecah,” ujar Fajar, dilansir dari Kompas.com, Minggu.

    Berdasarkan temuan kondisi ketujuh korban tersebut, Fajar memperkirakan mayat yang ditemukan sesungguhnya sudah mengambang di Kali Bekasi sekitar dua hari.

    4. Tujuh korban lari dari patroli polisi
    Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Dani Hamdani mengungkapkan, penemuan 7 mayat di Kali Bekasi terkait dengan penggerebekan polisi pada Sabtu (21/9/2024), sesaat sebelum korban menceburkan diri ke sungai.

    “Kami mendapatkan keterangan itu tadi pagi. Pada saat awal penemuan, kami tidak mendapat laporan. Baru tadi pagi kita disampaikan pihak saksi,” katanya, diberitakan Kompas.com, Minggu.

    Menurut Dani, Polres Metro Bekasi tengah melakukan patroli pencegahan tawuran di wilayah hukumnya pada pukul 03.00 WIB, di sekitar tempat para remaja itu menongkrong.

    Namun, petugas patroli mengaku tidak menyadari ketujuh remaja itu menceburkan diri ke Kali Bekasi usai tempat menongkrongnya digerebek.

    5. Keluarga bantah korban hendak tawuran
    Dwi Septiani selaku sepupu salah satu korban berinisial MR (19) menyampaikan keterangan yang berbeda dari polisi.

    Menurutnya, sekelompok remaja itu menongkrong di dekat Kali Bekasi usai merayakan ulang tahun salah satu teman mereka.

    “Ada temannya ulang tahun dan ngumpul di Cikunir. Nah, dari sana pindah ke depan rumah, terus pindah lagi ke pabrik semen dekat kali itu. Tiba-tiba langsung dikejar polisi,” kata Dwi dikutip dari Kompas.com, Minggu.

    Menurut Dwi, informasi tersebut didapatkan dari kawan MR yang lolos dari kejaran polisi. Kawan MR itu juga mengaku mendapat tekanan dari polisi.

    Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto membenarkan ada kabar tujuh korban merayakan ulang tahun bersama sekelompok remaja lain di warung kecil di jembatan Cipendawa, bantaran Kali Bekasi sebelum menceburkan diri ke sungai.

    “Yang mesti dipertanyakan adalah kenapa (pukul) 03.00 WIB adik-adik kita ini ada berada di sini? Dan tadi informasinya katanya ulang tahun, ulang tahun mana kuenya? Mana tempatnya? Kan tidak mungkin ulang tahun di sini,” ucap Karyoto.

    Karena itu, pihaknya masih akan mendalami informasi terkait perayaan ulang tahun yang dilakukan ketujuh korban.

    6. Propam akan tinjau prosedur patroli polisi
    Karyoto menyatakan, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri akan dilibatkan untuk mendalami dugaan kesalahan prosedur patroli polisi yang membuat tujuh remaja itu menceburkan diri di Kali Bekasi.

    “Untuk langkah ke depan, kami libatkan nanti dari Propam Mabes,” ucapnya, dilansir dari Kompas.com, Minggu.

    Menurutnya, polisi akan bertanggung jawab apabila ada anggotanya yang melakukan kelalaian saat menggerebek para remaja itu.

    Namun, Karyoto tidak menyalahkan kegiatan patroli polisi untuk mencegah tawuran di wilayah tersebut.

    “Saya katakan patroli tidak salah. Kenapa patroli lewat sini karena memang patroli datangnya 03.00 WIB, tapi orang normal dalam keadaan jam-jam segitu tentunya istirahat,” tegas dia.

    Karyoto memastikan ketujuh korban merupakan pelaku aksi tawuran. Korban menceburkan diri karena takut polisi menegur mereka saat berpatroli.

    Polisi membantah korban merayakan ulang tahun karena tidak menemukan kue ulang tahun. Polisi justru mendapati adanya senjata tajam yang kemungkinan akan digunakan untuk tawuran.

    7. Dua korban teridentifikasi
    Kepala Bidang Pelayanan Doktor Kepolisian RS Bhayangkara Kombes (Pol) Hery Wijatmoko mengungkapkan ada dua keluarga yang melapor sebagai keluarga remaja yang ditemukan di Kali Bekasi.

    “Ada informasi identitas dua jenazah tapi akan kami cocokkan untuk pengambilan sidik jari pada jenazah yang terendam air,” ujarnya, dilansir dari Kompas.com, Minggu.

    Menurut Hery, keluarga itu menyerahkan informasi terkait anggota keluarga yang hilang berupa ciri-ciri fisik termasuk tanda lahir, tahi lalat atau bekas luka, bukti properti yang sering dikenakan, atau rekam medis gigi geligi.

    Sumber:Kompas.com

  • Tinjau Lokasi Kejadian, Komisi III DPR Minta Polisi Bersikap Transparan dalam Penyelidikan Kasus Kali Bekasi

    Tinjau Lokasi Kejadian, Komisi III DPR Minta Polisi Bersikap Transparan dalam Penyelidikan Kasus Kali Bekasi

    7cloud.asia – Komisi III DPR meminta agar penyelidikan terhadap kasus penemuan tujuh jenazah remaja di Kali Bekasi, Bekasi Jawa Barat dilakukan secara transparan.

    “Kami berharap penyelidikan dilakukan secara terbuka, termasuk latar belakang kejadian ini harus jelas. Kami datang ke sini untuk melihat langsung situasi di lapangan,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman saat meninjau lokasi kejadian Selasa (24/9/2024),

    Habiburokhman menegaskan bahwa transparansi sangat penting agar tidak muncul spekulasi atau tuduhan yang tidak berdasar terkait kasus ini.

    Rombongan tersebut dipimpin oleh dan dihadiri oleh sejumlah anggota Komisi III, antara lain Arteria Dahlan, Nazaruddin Dek Gam, Habib Aboe Bakar Al Habsyi, I Wayan Sudirta, serta Heru Widodo.

    Baca: Penemuan 7 jenazah di Kali Bekasi, salah prosedur penggerebekan?

    Rombongan ini juga didampingi oleh Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Dani Hamdani, yang memberikan penjelasan mengenai kasus tersebut.

    Menurut Habiburokhman, tujuan utama dari peninjauan ini adalah untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai kejadian tersebut.

    “Kami ingin lebih tahu kejadian yang sebenarnya, Pak Kapolres,” ungkap Habiburokhman di sela-sela kunjungannya kepada Parlementaria .

    Sebelumnya, diketahui tujuh jenazah yang ditemukan adalah remaja laki-laki yang diduga menceburkan diri ke sungai karena ketakutan saat melihat patroli polisi.

    Baca: Orang tua disarankan buka ruang dialog untuk cegah tawuran

    Selain itu, sembilan anggota Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Bekasi juga sedang diperiksa oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya terkait insiden ini.

    Polda Metro Jaya telah menetapkan 15 orang sebagai tersangka terkait penemuan tujuh mayat di Kali Bekasi pada Minggu (22/9/2024).

    Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto menjelaskan, pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan orang-orang yang terlibat dalam kejadian tersebut.

    Karyoto, mengungkapkan bahwa kejadian ini sedang dalam penyelidikan lebih lanjut.

  • Komisi III DPR Minta Polisi Segera Klarifikasi Apakah Para Remaja yang Tewas Diceburkan atau Menceburkan Diri ke Kali Bekasi

    Komisi III DPR Minta Polisi Segera Klarifikasi Apakah Para Remaja yang Tewas Diceburkan atau Menceburkan Diri ke Kali Bekasi

    7cloud.asia – Komisi III DPR mendukung penuh penyelidikan kasus penemuan 7 jenazah remaja laki-laki yang mengapung di Kali Bekasi, Kota Bekasi Jawa Barat.

    Saat ini penyelidikan penemuan 7 jenazah di Kali Bekasi itu tengah berlangsung guna memperjelas apa penyebab kematian tujuh remaja tersebut.

    Saat meninjau lokasi penemuan 7 jenazah di Kali Bekasi, Selasa (24/9/2024) Anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Alhabsyi menanyakan penyebab remaja itu menceburkan diri kepada Kapolres Metro Bekasi Kota.

    Laki-laki yang kerap disapa Aboe ini ingin mendapatkan klarifikasi apakah 7 jenazah tersebut menceburkan diri atau ada kemungkinan diceburkan oleh oknum aparat yang tengah berjaga.

    “Kalau melihat dari pemberitaan yang ada, korban ini menceburkan diri ke sungai karena melihat adanya patroli Perintis sehingga meninggal. Yang jadi pertanyaan adalah apakah benar mereka menceburkan diri?

    Baca: Komisi III DPR minta polisi bersikap transparan

    Itu pertama. Yang kedua, atau mereka sebenarnya diceburkan oleh oknum yang berpatroli?” tanya Aboe kepada Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Dani Hamdani, di sela-sela Kunjungan Lapangan Komisi III, di Kali Bekasi, Selasa (24/9/2024).

    Berdasarkan informasi yang diterima politisi PKS ini, menjelang tawuran pada Sabtu (21/9/2024) malam, jumlah orang yang berada di lokasi mencapai sekitar 60 orang, sedangkan jumlah personel polisi yang berjaga hanya 9 orang.

    “Memang kalau lihat yang hadir jumlahnya 60 orang dan sajam (senjata tajam) itu mengerikan dari foto-foto yang ada, ya wajar,” ujar politisi dari Dapil Kalimantan Selatan (Kalsel) ini.

    Aboe menyebut apakah sudah ada penyelidikan terkait itu. Karena itu, ia tak ingin institusi kepolisian justru menjadi target untuk disalahkan pihak lain.

    “Apakah sudah ada penyelidikan soal ini? Ini penting ya, jangan sampai kita menyalahkan institusi aja seenaknya, gitu ya,” ujarnya.

    Ia kemudian bertanya soal penyebab kematian tujuh orang yang ditemukan tersebut. Aboe menilai jumlah jasad itu tak sedikit dan saat ini tengah menjadi atensi publik.

    Baca: Menggali kemungkinan polisi salah prosedur dalam kasus 7 jenazah di Kali Bekasi

    “Yang kedua, kita mendapat informasi bahwa tidak ditemukan luka-luka di tubuh para korban? Apa sebenarnya penyebab kematian mereka? Apakah mabuk? Atau apa? Dan sebagainya. Apakah karena keracunan, ya? Atau karena tenggelam?” tutur Aboe.

    “Nah, ini penting nih bagaimana hasil autopsi dari mayat yang ada. Atensi nasional loh ya, karena tujuh (orang yang meninggal), bukan sediki. Mayat ini anak bangsa yang kejadian seperti ini. Saya minta penjelasannya,” tambah Aboe.

    Anggota Komisi III lainnya, Arteria Dahlan juga menyoroti fakta terkait insiden tersebut, di mana ada aparat yang menjalankan tugas kepolisian yang menyebabkan beberapa orang lari dari tempat kejadian.

    “Akibat adanya fungsi kepolisian tersebut, ada orang yang lari, dan sehari kemudian diketemukan sebagai mayat,” jelasnya sambil menambahkan jumlah tujuh orang termasuk cukup banyak.

    Ia jmemuji langkah Kapolda Metro Jaya yang langsung melibatkan berbagai pihak, termasuk tim Inafis, untuk membantu mengungkap kasus ini.

    Baca: Orang tua disarankan membuka ruang dialog agar anak terhindar dari tawuran

    “Mudah-mudahan dapat menjawab yang tidak terang beneran, sehingga semuanya bisa terselesaikan dengan transparan dan akuntabel sesuai dengan visinya Pak Kapolri yang namanya presisi,” tutupnya.

    Proses penyelidikan masih terus berlangsung, dengan harapan dapat memberikan kejelasan dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat dalam kasus ini.

    Kapolres tak menjawab secara spesifik terkait pertanyaan itu. Dia justru menceritakan soal saksi yang juga terlibat dalam kejadian itu. Ia menyebut pihaknya baru merujuk pada keterangan saksi di lokasi.

    “Ya, mohon izin menjelaskan, kami menerima laporan penemuan mayat pada hari Minggu sekitar pukul 6 pagi, Bapak. Kemudian dari keterangan saksi atas nama Aditya, kebetulan Aditya ini pada saat hari Sabtu pagi, pada tanggal 21 sekitar pukul 04.00, itu sempat juga tenggelam juga dan dibantu diselamatkan oleh satpam perumahan Pondok Gede Permai ini, Bapak,” tutur Kapolres.

    “Jadi, kalau tadi pertanyaannya terkait dengan menceburkan diri atau diceburkan, berdasarkan keterangan saksi tersebut seperti itu, Bapak,” sambungnya.

  • Penemuan 7 Jenazah di Kali Bekasi: Kompolnas Temukan Ada Kode ‘Pesta’ Sebelum Kejadian

    Penemuan 7 Jenazah di Kali Bekasi: Kompolnas Temukan Ada Kode ‘Pesta’ Sebelum Kejadian

    7cloud.asia – Kompolnas pada Rabu (25/9/2024) mengungkapkan hasil supervisi dan gelar perkara yang dilakukan pihaknya terkait kasus penemuan tujuh jasad di Kali Bekasi, Kota Bekasi.

    Anggota Kompolnas, Poengky Indarti menyebutkan ada kode ‘pesta’ yang merupakan sinyal untuk aksi tawuran dalam kasus penemuan 7 jenazah remaja di Kali Bekasi yang terjadi pada Minggu (22/9/2024).

    Poengky menambahkan kode pesta tersebut juga dipakai untuk para remaja mendapatkan izin dari orang tua agar mereka bisa keluar malam.

    “Saya tanya ke tiga tersangka itu. Siapa yang ulang tahun, kok ada pesta? Mereka jawab tidak ada yang ulang tahun, bu. Itu artinya ngajak tawuran,” katanya dikutip Antaranews.com.

    Poengky menjelaskan, pada Selasa (24/9/2024), pihaknya melakukan penelusuran ke Polres Metro (Polrestro) Bekasi Kota untuk supervisi dan gelar perkara kasus.

    ”Ada dua kasus, yaitu tawuran antar geng dan penemuan tujuh jenazah di Kali Bekasi,” kata Poengky.

    Baca: Penemuan 7 jenazah di Kali Bekasi, tawuran atau kesalahan prosedur?

    Ia menjelaskan bahwa berdasarkan paparan Polrestro Bekasi Kota, tujuh jenazah yang ditemukan di Kali Bekasi merupakan bagian dari kelompok yang akan melakukan tawuran.

    Adapun pada tempat berkumpulnya peserta tawuran, diketahui terdapat 50 orang yang sudah berada di tempat tersebut. Ada yang membawa senjata tajam dan ada pula yang mengonsumsi minuman keras.

    Lalu, tim Patroli Presisi Polrestro Bekasi Kota mendapatkan informasi bahwa akan terjadi tawuran antar geng. Tim pun langsung menuju tempat yang menjadi titik kumpul.

    “Setelah mereka (tim patroli) datang, para anggota geng langsung membubarkan diri. Ada yang masuk kampung, ada yang lari ke tempat lain. Bahkan, ada yang melompat ke sungai,” kata Poengky.

    Ia mengungkapkan, beberapa orang yang melompat ke sungai berhasil diselamatkan oleh tim Patroli Presisi.

    Dalam kunjungan itu, Kompolnas juga mewawancarai tiga tersangka yang terbukti membawa senjata tajam. Dari wawancara, diketahui bahwa kata “pesta” adalah kode untuk tawuran.

    Baca: Komisi III DPR kawal penanganan kasus 7 jenazah di Kali Bekasi

    “Mereka mengaku bahwa kelompok geng berlarian karena takut lantaran akan melakukan tawuran dan membawa senjata tajam,” kata Poengky.

    Untuk langkah selanjutnya, Kompolnas masih akan menunggu hasil autopsi 7 jenazah remaja untuk mengetahui dan memastikan penyebab kematian para korban.

    Sebelumnya, pada Minggu (22/9/2024) pagi warga menemukan tujuh mayat mengambang di Kali Bekasi, tepatnya belakang Masjid Al Ikhlas Perumahan Pondok Gede Permai RT 004/RW 008, Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi

    Polisi menyebutkan penemuan tujuh mayat itu diduga karena tawuran. Terlebih, saat itu polisi sedang patroli untuk mencegah peristiwa itu.

    Polisi telah menangkap 15 orang tersangka dan tiga di antaranya membawa senjata tajam (sajam).

    Sumber:Antaranews.com

  • 7 Jenazah di Kali Bekasi Berhasil Diidentifikasi, Penyebab Kematian Masih dalam Penyelidikan

    7 Jenazah di Kali Bekasi Berhasil Diidentifikasi, Penyebab Kematian Masih dalam Penyelidikan

    7cloud.asia – 7cloud.asia – Sebanyak 7 jenazah yang ditemukan di Kali Bekasi, Jatiasih, Bekasi Jawa Barat pada Minggu (22/9/2024) telah berhasil diidentifikasi.

    Seluruh 7 jenazah remaja yang ditemukan di Kali Bekasi juga telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan, namun penyebab kematian masih dalam penyelidikan.

    Karodokpol Pusdokkes Rumah Sakit Polri, Brigjen Nyoman Eddy Purnam, menyatakan seluruh jenazah yang telah teridentifikasi dinyatakan cocok dengan data identifikasi melalui DNA, sidik jari, data gigi, dan ciri medis.

    Meski demikian, penyebab kematian para korban hingga kini belum diketahui. Polisi hanya memastikan tidak ditemukan adanya luka atau patah tulang pada tubuh korban.

    Baca: Penemuan 7jenazah di Kali Bekasi, korban tawuran atau kesalahan prosedur?

    Dilansir Kompas.com, buntut penemuan 7 jenazah di Kali Bekasi, sebanyak 17 polisi diperiksa perihal pembubaran massa yang diduga hendak tawuran pada Minggu dini hari.

    Kadiv Propam Polri, Irjen Abdul Karim, mengatakan dalam asistensi itu pihaknya akan melibatkan pihak eksternal demi transparansi dalam penanganan kasus.

    Menurut Abdul Karim, apabila nantinya ada pelanggaran prosedural dalam patroli yang dilakukan, ia memastikan akan menindak tegas polisi tersebut.

    Penemuan 7 jenazah remaja di Kali Bekasi ini mendapat sorotan publik. Bahkan Komisi III DPR dan Kompolnas ikut turun ke lokasi kejadian untuk mengawal penyelidikan kasus ini.

    Hal ini mengingat ada perbedaan keterangan antara polisi dan keluarga korban, sehingga muncul pertanyaan apakah para korban menceburkan diri atau diceburkan ke Kali Bekasi.

    Baca: Seperti ini temuan Kompolnas terkait insiden Kali Bekasi

    Terkait kasus ini, polisi telah menetapkan tiga tersangka yang kini ditahan di Mapolres Metro Bekasi.

    Anggota Kompolnas, Poengky Indarti menjelaskan, pada Selasa (24/9/2024), pihaknya melakukan penelusuran ke Polres Metro (Polrestro) Bekasi Kota untuk supervisi dan gelar perkara kasus.

    ”Ada dua kasus, yaitu tawuran antar geng dan penemuan tujuh jenazah di Kali Bekasi,” kata Poengky.

    Poengky menyebutkan ada kode ‘pesta’ yang merupakan sinyal untuk aksi tawuran dalam kasus penemuan 7 jenazah remaja di Kali Bekasi yang terjadi pada Minggu (22/9/2024).