7cloud.asia – Ribuan warga Kota Bekasi, Jawa Barat saat ini mengalami krisis air bersih karena adanya pencemaran limbah di Kali Bekasi. Akibatnya, banyak warga yang mengalami gatal-gatal di kulit.
Pencemaran Kali Bekasi ini berpengaruh pada Perumda Tirta Patriot yang memproduksi air baku dari aliran kali Bekasi.
Air tampak keruh dan berbau tidak sedap. Nurhidayati, salah seorang warga Bulak Perwira, Bekasi Utara menjelaskan kondisi air seperti ini sudah terjadi selama setahun.
Baca: Ini manfaat sodetan Kali Ciliwung
Kulitnya terasa gatal saat menggunakan air tersebut untuk mandi. Bahkan, lanjut Nurhidayati, dirinya terpaksa harus ke dokter spesialis untuk mengobati gatal-gatal tersebut.
“Sudah 1 bulan ini kan airnya kadang mati, kadang hidup tapi kan kotor tuh, nah yang parah minggu ini sampai gatal-gatal, sampai ke dokter spesialis,” jelas Nurhidayati seperti yang dikutip iNews.
Dia menyayangkan Perumda Tirta Patriot yang tak mampu menyelesaikan permasalahan ini. Padahal setiap bulan ia selalu membayar tagihan air.
“Kalau bayar agak mahal tapi dapet airnya bersih sih masih agak enggak apa-apa,” ujarnya.
Baca: Pemprov DKI Jakarta pilih pengelolaan sampah secara RDF ketimbang ITF
Karena itu, Nurhidayati memutuskan untuk membuat instalasi pompa air sejak mengalami penyakit kulit.
“Kalau saya enggak mau berlangganan lagi, mending pakai air tanah saja, sejoroknya air tapi kan dari tanah. Ini trauma gatal kan saya malu sama orang lain juga,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Patriot, Ali Imam Fariyadi mengatakan pencemaran Kali Bekasi ini merupakan pencemaran terparah.
Sebab hingga kini masih belum ada tanda-tanda membaik setelah tiga hari pencemaran.
“Sampai hari ini yang terakhir itu tiga hari terakhir, limbah itu belum berhenti-berhenti masih hitam, pekat, dan bau,” ungkap Ali, Jumat (15/9/2023).
Baca: Lakukan ini untuk kurangi sampah
Akibatnya 40.000 warga harus terdampak. Ali selanjutnya menjelaskan pihaknya saat ini belum bisa secara maksimal memproduksi air baku dari aliran kali Bekasi.
Sehingga distribusi air bersih untuk warga Kota Bekasi harus dicampur dengan aliran Kalimalang. Sayangnya, Pemkot Bekasi hanya mendapatkan subsidi terbatas untuk aliran Kalimalang.
“Sehingga hari ini sudah bisa produksi setengahnya, sekitar 315 sampai 380 LPS (liter per detik),” ujarnya.
Saat ini, pihaknya tetap mengupayakan memberikan pelayanan kepada warga Kota Bekasi dengan menyediakan empat tangki air. Tangki-tangki air itu akan langsung dikirim kepada warga yang membutuhkan.
“Kita sementara menyiapkan air tangki jadi kita stand by, komunikasi ke kita yang butuh air akan kita kirim,” tegasnya.
Baca: Sampah makanan bisa timbulkan masalah serius bagi lingkungan
Pihaknya juga berencana memberikan penghapusan denda tagihan kepada para pelanggan yang terdampak peristiwa tersebut.
Penghapusan denda diberikan agar warga dapat memiliki waktu pembayaran di bulan selanjutnya.
“Jadi paling tidak ya berapa bulan dia enggak bayar dulu enggak apa-apa minimal itulah, jadi dendanya kita hapus kalau memang ia katakanlah mau bayar sebulan lagi dua bulan lagi itu kita kasih toleransi itu,” paparnya.
Selain itu, pihaknya masih membahas diskon untuk pelanggan Perumda Tirta Patriot.
“Kalau diskon masih kita bahas di tingkat direksi, di tingkat manajemen, karena memang di bulan yang sama kita drop hampir 20-25 persen,” katanya.
Reporter: Nurakhmayani





