Tag: kampung

  • Setelah Puluhan Tahun Terpisah, Kini Kampung-kampung di Jakarta Selatan Terhubung oleh Jembatan

    Setelah Puluhan Tahun Terpisah, Kini Kampung-kampung di Jakarta Selatan Terhubung oleh Jembatan

    7cloud.asia – Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menyelesaikan pembangunan tujuh jembatan yang menghubungkan antar kampung di wilayah tersebut.

    Pembangunan jembatan yang menghubungan kampung di Jakarta Selatan ini diharapkan dapat menggerakkan ekonomi daerah-daerah yang dihubungkan..

    Kepala Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jaksel Imam Bahri mengatakan jembatan yang menghubungkan kampung di Jakarta Selatan ini memang tidak besar, hanya untuk jalan orang dan sepeda.

    “Meski begitu manfaatnya besar, karena menghubungkan beberapa titik seperti pasar, rumah warga, dan titik evakuasi,” katanya di Jakarta, Rabu (6/3/2024) seperti dikutip Antaranews.com.

    Baca: UU Daerah Khusus Jakarta akan dikebut

    Menurut dia, jembatan penghubung antar kampung yang terakhir diselesaikan yaitu JAK yang berada di Kemang Utara VII/G, RT 12/RW 04, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan.

    Ia mengatakan pada anggaran tahun 2023 terdapat tujuh titik JAK yang dibangun untuk menghubungkan antar kampung.

    Pembangunan jembatan tersebut, kata Imam, menelan anggaran kurang lebih Rp1 miliar dengan konstruksi jembatan hanya bisa dilalui sepeda motor, pejalan kaki, dan juga gerobak.

    “Jembatan ini tidak besar, karena memang kewenangan kami hanya untuk jalan perkampungan, sedangkan untuk jembatan yang lebar ada di Bina Marga Jaksel,” tuturnya.

    Baca: RUU daerah Khusus Jakarta dinilai upaya Jokowi membangun dinasti dan kartel politik

    Ia menambahkan, ketujuh jembatan yang telah selesai dibangun yaitu Gang Teratai, Kelurahan Cipete Selatan, Gang Daok, Kelurahan dan Jalan Batu Inten Rawa Panjang, Kelurahan Menteng Atas.

    Selanjutnya kata Imam, JAK juga dibangun di Jalan Keselamatan, Kelurahan Manggarai Selatan RT 09 RW 02, Jalan Keselamatan 08, Kelurahan Manggarai Selatan RT 08 RW 02.

    Jembatan antar kampung juga akan dibangun di Jalan Patra Kuningan XI, Kelurahan Menteng Dalam RT 06 RW 03, dan yang terakhir di Jalan Kemang Utara VII/G, Kel. Bangka RT 12 RW 04.

    “Untuk tahun 2024 ini program pembangunan JAK belum selesai dibahas, karena sejumlah kelurahan dan kecamatan masih melangsungkan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang),” katanya.

    Sumber: Antaranewscom

  • Arsitek Top Dunia Sebut Pemindahan Ibu Kota Akan Berdampak Buruk pada Jakarta

    Arsitek Top Dunia Sebut Pemindahan Ibu Kota Akan Berdampak Buruk pada Jakarta

    7cloud.asia – Arsitek kenamaan dunia asal Jepang, Riken Yamamoto, mengharapkan pemerintah Indonesia tidak memindahkan ibukotanya ke Kalimantan.

    “Jakarta sebagai ibukota negara saat ini masih kurang nyaman bagi rakyatnya, terutama daerah perkampungan masih harus ditata ulang dengan lebih nyaman lebih baik lagi, ujar arsitek penerima Pritzker Archirecture Prize 2024 itu seperti dilansir Tribunnews.com Jumat (15/11/2024).

    Yamamoto mengingatkan kondisi Jakarta saat ini tampaknya belum bisa membahagiakan warganya, terutama yang tinggal di kampung-kampung setempat.

    Karena Jakarta masih belum bisa membahagiakan rakyatnya, Yamamoto merekomendasikan agar pemerintah Indonesia agar tidak memindahkan ibukotanya ke Kalimantan.

    “Jangan pindahkan Jakarta sebagai ibukota ke ibukota baru yang ada di Kalimantan,” ujarnya.

    Baca: IKN tak jadi prioritas Prabowo Subianto

    Pemindahan ibukota dari Jakarta, menurutnya, akan berdampak buruk. Jakarta akan hancur berantakan nanti karena dasar kehidupannya rakyat perkampungannya saja masih belum nyaman.

    “Perekonomian di Jakarta juga akan jatuh kalau dipaksakan pindah ke Kalimantan,” tekannya lagi.

    Jakarta dianggapnya punya daya tarik yang sangat bagus, bukan hanya bagi Asia Tenggara saja tetapi juga bagi warga dunia.

    “Pengaruh Jakarta cukup besar di dunia karena tampak memikiki power yang luar biasa besar untuk menjadi daya tarik dunia. Jadi Jakarta bukan hanya untuk rakyat Indonesia sendiri tetapi juga untuk masyarakat dunia.”

    Oleh karena itu Jakarta sebagai ibukota harus bisa menjadikan dirinya kota yang nyaman bagi kehidupan semua orang, tempat yang baik untuk mngembangkan diri bersama

    Baca: RUU Daerah Khusus Jakarta akan munculkan kartelisasi politik

    Jakarta juga perlu ditata agar lebih enak dihuni sehingga kerjasama yang tercipta dapat menghasilkan energi yang luar biasa baik bagi pembangunan kota Jakarta.

    “Semua itu dimulai dari kesejahteraan kampung kampungnya.”

    Kampung kampung harus jadi tempat yang nyaman indah enak dihuni bagi sebanyak mungkin penduduknya, sehingga menghasilkan kekuatan yang luar biasa dalam kerjasama penduduk kampung tersebut.

    Upaya bersama dan tenaga bersama itu, lanjutnya, dengan dibantu oleh para arsitek setempat dan pendanaan dari bantuan pemerintah.

    “Semua duduk bersama bicara dengan musyawarah yang baik bukan main menang sendiri mentang-mentang duitnya dari pemerintah atau dari pihak lain,” katanya.

  • Pemikiran Arsitek Top Dunia, Riken Yamamoto Soal Penataan Kampung di Jakarta

    Pemikiran Arsitek Top Dunia, Riken Yamamoto Soal Penataan Kampung di Jakarta

    7cloud.asia – Arsitek top dunia asal Jepang, Riken Yamamoto mengatakan Jakarta masih memiliki potensi besar untuk diperbaiki dan dikembangkan tanpa perlu memindahkan keberadaan ibu kota ke tempat lain.

    Menurut Riken Yamamoto yang memenangi Pritzker Architecture Prize 2024, memindahkan ibu kota ke IKN hanya akan membuat Jakarta kehilangan daya tarik dan memperburuk kondisi sosial-ekonomi.

    “Jakarta saat ini memang belum sepenuhnya nyaman, terutama di daerah perkampungan yang membutuhkan penataan ulang,” ungkapnya dalam wawancara pada Jumat (15/11/2024) seperti dikutip Tempo.co.

    Upaya membangun Jakarta sebagai kota yang nyaman dan layak huni, imbuhnya, harus dimulai dari perbaikan kampung-kampung di dalamnya.

    Arsitek yang terkenal dengan konsep desain berbasis komunitas atau community based design ini mengatakan, kampung yang nyaman akan menciptakan komunitas yang kuat dan memberikan energi positif bagi pembangunan kota.

    Dalam paparannya di hadapan anggota IAI, Yamamoto mengusulkan agar kampung-kampung di Jakarta ditata dengan baik, menggunakan pendekatan yang melibatkan masyarakat setempat dan dukungan pemerintah.

    Infrastruktur yang memadai, lingkungan bersih, dan tata letak yang mendukung interaksi sosial harus menjadi prioritas utama penataan kampung di Jakarta.

    Ia juga menyarankan pembangunan rumah tidak lebih dari dua lantai untuk mempertahankan komunikasi yang akrab antarwarga, serta memudahkan mobilitas, khususnya bagi lansia.

    Baca: Riken Yamamoto sebut pemindahan ke IKN bisa berdampak buruk pada Jakarta

    Arsitek kawakan ini mengkritik fokus pembangunan Jakarta yang terlalu mengejar gedung-gedung tinggi tanpa memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat perkampungan.

    “Jika kampungnya kuat, maka kota akan tumbuh dengan sendirinya,” tegasnya.

    Riken Yamamoto juga berharap pemerintah provinsi Jakarta lebih memprioritaskan kesejahteraan masyarakat daripada hanya mengejar proyek-proyek besar.

    Dia menegaskan, Jakarta masih memiliki daya tarik yang luar biasa, baik di tingkat Asia Tenggara maupun dunia.

    Riken Yamamoto, dinobatkan sebagai pemenang penghargaan arsitektur bergengsi, Pritzker Prize tahun 2024. Riken merupakan arsitek kesembilan dari Jepang yang menerima penghargaan tersebut, selain Tadao Ando (1995), Toyo Ito (2013), dan Shigeru Ban (2014).

    Laki-laki berusia 78 tahun ini terkenal dengan rancangannya untuk proyek perumahan dan sipil termasuk sekolah, perpustakaan, dan gedung layanan kota.

    Mayoritas gedung yang dirancang Riken berlokasi di Asia dengan konsep utama desain yaitu mendorong kebersamaan dan interaksi sosial.

    Dalam desainnya, Riken Yamamoto dikenal sangat concern dengan engagement dan community resilience. public amenities, dan kolaborasi sehingga berhasil menghidupkan kegiatan kawasan.

    Baca: Penataan kampung kumuh di Jakarta Selatan

    Pendiri dan direktur studio arsitektur Riken Yamamoto & Field Shop ini, terkenal dengan karya-karyanya yang indah lagi sederhana.

    Salah satu karya monumentalnya adalah Hotakubo Housing yang dibangun pada tahun 1991. Bangunan yang berlokasi di Kumamoto, Jepang ini merupakan sebuah kompleks dengan 110 unit hunian yang berbagi ruang hijau pusat dan lingkungan sekitarnya;

    Dikutip dari laman Architectural Digest, Riken mengatakan pendekatan arsitektur saat ini lebih menekankan pada privasi, sehingga meniadakan hubungan antara masyarakat.

    “Kita tetap bisa menghormati kebebasan setiap individu saat hidup bersama dalam ruang arsitektur sebagai sebuah republik, memupuk keharmonisan lintas budaya dan fase kehidupan,” ujarnya.

    Filosofi ini dapat dilihat dalam proyek-proyek Riken Yamamoto di berbagai tipologi, mulai dari perumahan yang memiliki teras bersama untuk beberapa unit atau halaman yang digunakan bersama dengan publik.

    Rancangan Riken untuk Stasiun Pemadam Kebakaran Hiroshima Nishi di Jepang, misalnya, memiliki kisi-kisi kaca transparan berbentuk kubus serta teras pengunjung dan lobi pameran.

    Desain gedung ini secara langsung mengajak komunitas untuk bertemu dan belajar lebih banyak tentang pekerjaan petugas pemadam kebakaran lokal langsung di tempat kerja mereka.

    Esti Utami, dari berbagai sumber

  • Rampung Ditataulang, Kampung Tanah Merah Resmi Berganti Nama Jadi Tanah Harapan

    Rampung Ditataulang, Kampung Tanah Merah Resmi Berganti Nama Jadi Tanah Harapan

    7cloud.asia – Anda tentu belum lupa dengan Kampung Tanah Merah Jakarta Utara. Pada 2023, Kmapung Tanah Merah sempat menjadi buah bibir karena kebakaran Depo Plumpang yang memakan sejumlah korban jiwa.

    Pada Selasa (18/11/2025), Kampung Tanah Merah resmi berganti nama menjadi Kampung Tanah Harapan, bersamaan dengan diresmikannya penataan pemukiman padat penduduk itu oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

    Peresmian Tanah Merah menjadi kampung Tanah Harapan dilakukan secara simbolis melalui penandatanganan prasasti.

    Dalam sambutannya, Pramono Anung menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen menghadirkan hunian yang layak serta pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan warga, baik dari sisi infrastruktur maupun pelayanan sosial.

    Pramono Anung mengatakan, dirinya sudah meminta Asisten Pembangunan dan Asisten Pemerintahan untuk segera mempersiapkan dan memperbaiki berbagai kebutuhan,

    “Mulai dari penataan saluran air-karena wilayah ini rawan banjir-perbaikan jalan, hingga penyediaan pos bantuan hukum. Bahkan, saya telah menandatangani Kepgub Nomor 973 Tahun 2025 tentang Penamaan Tanah Harapan ini,” ujarnya.

    Baca: PN Jakarta Selatan kabulkan gugatan warga Kampung Tanah Merah

    Pramono Anung menambahkan, penataan kawasan tidak sebatas mengganti nama, melainkan menghadirkan perubahan nyata melalui berbagai bentuk dukungan sosial. Seperti pemberian KJP, KJMU, pemutihan ijazah, pos bantuan hukum, pendirian Koperasi Merah Putih, dan lainnya.

    ”Yang paling penting, saya juga meminta agar PAM Jaya mulai masuk ke wilayah ini yang sebelumnya belum pernah terlayani, karena kebutuhan air bersih adalah isu utama,” jelas Gubernur Pramono.

    Pada kesempatan ini, Pemprov DKI juga menyalurkan berbagai bantuan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan warga Kampung Tanah Harapan.

    Bantuan tersebut meliputi Alat Pemadam Api Ringan (APAR), dukungan pengembangan UMKM, pemasangan CCTV, alat olahraga, gerobak kebersihan, alat bantu penyandang disabilitas.

    Penataan kawasan yang telah dan akan dilakukan oleh berbagai perangkat daerah dan BUMD Pemprov DKI Jakarta, mencakup pembangunan jalan, saluran, gapura, vertical garden, jaringan PAM, lampu penerangan, hingga pemasangan sheet pile.

    Pramono Anung berharap, penataan kampung Tanah Merah ini dapat membawa perubahan signifikan bagi warga.

    Baca: Kawasan Kebayoran Lama akan ditataulang

    Pramono Anung tegaskan komitmennya menjadi pemerintahan yang hadir, tanggap, dan responsif terhadap kebutuhan serta aspirasi masyarakat di setiap wilayah.

    “Ini bukan sekadar mengganti nama kawasan, tetapi upaya menghadirkan identitas baru yang mencerminkan cita-cita, optimisme, dan harapan warga untuk kehidupan yang lebih layak,” tegasnya.

    Sejarah Kampung Tanah Merah
    Kampung Tanah Harapan mencakup enam RW yang tersebar di tiga kelurahan dan dua kecamatan. Masuk wilayah Kecamatan Koja, yakni RW 08, 09, 10, dan 11 (Kelurahan Rawa Badak Selatan) dan RW 07 di Kelurahan Tugu Selatan.

    Sedangkan RW 22 di Kelurahan Kelapa Gading Barat, masuk wilayah Kecamatan Kelapa Gading.

    Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 190/HGB/DA/76 tertanggal 5 April 1976, Tanah Merah merupakan milik negara dengan status hak guna bangunan (HGB) atas nama Pertamina.

    Baca: Revitaliasi Kawasan Kota Tua Jakarta

    Dikutip dari Kompas.com (11/1/2012) total tanah negara di Tanah Merah mencapai 153 hektare. Namun pada kenyataannya, area yang digunakan sebagai Depo Pertamina Plumpang hanya sekitar 70 hektar.

    Sisanya, sebanyak 83 hektare diokupasi oleh warga. Pertamina memiliki lahan di Tanah Merah sejak tahun 1968 dengan membelinya dari PT Mastraco.

    Pada tahun 1974 Pertamina mulai memagari tanah tersebut. Namun pada tahun 1980-an warga mulai banyak menghuni kawasan yang belum dimanfaatkan oleh Pertamina.

    Inventarisasi yang dilakukan pada tahun 1986 mencatat, ada 344 bangunan tumbuh di tanah itu dengan sebanyak 1.284 keluarga tinggal. Jumlah tersebut terus melonjak dari waktu ke waktu.

    Seiring dengan pertambahan penduduk, muncul sejumlah permasalahan antara Pertamina dan warga Tanah Merah. Di antaranya rencana penggusuran yang urung dilakukan.