Rampung Ditataulang, Kampung Tanah Merah Resmi Berganti Nama Jadi Tanah Harapan

Written by

in

7cloud.asia – Anda tentu belum lupa dengan Kampung Tanah Merah Jakarta Utara. Pada 2023, Kmapung Tanah Merah sempat menjadi buah bibir karena kebakaran Depo Plumpang yang memakan sejumlah korban jiwa.

Pada Selasa (18/11/2025), Kampung Tanah Merah resmi berganti nama menjadi Kampung Tanah Harapan, bersamaan dengan diresmikannya penataan pemukiman padat penduduk itu oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Peresmian Tanah Merah menjadi kampung Tanah Harapan dilakukan secara simbolis melalui penandatanganan prasasti.

Dalam sambutannya, Pramono Anung menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen menghadirkan hunian yang layak serta pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan warga, baik dari sisi infrastruktur maupun pelayanan sosial.

Pramono Anung mengatakan, dirinya sudah meminta Asisten Pembangunan dan Asisten Pemerintahan untuk segera mempersiapkan dan memperbaiki berbagai kebutuhan,

“Mulai dari penataan saluran air-karena wilayah ini rawan banjir-perbaikan jalan, hingga penyediaan pos bantuan hukum. Bahkan, saya telah menandatangani Kepgub Nomor 973 Tahun 2025 tentang Penamaan Tanah Harapan ini,” ujarnya.

Baca: PN Jakarta Selatan kabulkan gugatan warga Kampung Tanah Merah

Pramono Anung menambahkan, penataan kawasan tidak sebatas mengganti nama, melainkan menghadirkan perubahan nyata melalui berbagai bentuk dukungan sosial. Seperti pemberian KJP, KJMU, pemutihan ijazah, pos bantuan hukum, pendirian Koperasi Merah Putih, dan lainnya.

”Yang paling penting, saya juga meminta agar PAM Jaya mulai masuk ke wilayah ini yang sebelumnya belum pernah terlayani, karena kebutuhan air bersih adalah isu utama,” jelas Gubernur Pramono.

Pada kesempatan ini, Pemprov DKI juga menyalurkan berbagai bantuan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan warga Kampung Tanah Harapan.

Bantuan tersebut meliputi Alat Pemadam Api Ringan (APAR), dukungan pengembangan UMKM, pemasangan CCTV, alat olahraga, gerobak kebersihan, alat bantu penyandang disabilitas.

Penataan kawasan yang telah dan akan dilakukan oleh berbagai perangkat daerah dan BUMD Pemprov DKI Jakarta, mencakup pembangunan jalan, saluran, gapura, vertical garden, jaringan PAM, lampu penerangan, hingga pemasangan sheet pile.

Pramono Anung berharap, penataan kampung Tanah Merah ini dapat membawa perubahan signifikan bagi warga.

Baca: Kawasan Kebayoran Lama akan ditataulang

Pramono Anung tegaskan komitmennya menjadi pemerintahan yang hadir, tanggap, dan responsif terhadap kebutuhan serta aspirasi masyarakat di setiap wilayah.

“Ini bukan sekadar mengganti nama kawasan, tetapi upaya menghadirkan identitas baru yang mencerminkan cita-cita, optimisme, dan harapan warga untuk kehidupan yang lebih layak,” tegasnya.

Sejarah Kampung Tanah Merah
Kampung Tanah Harapan mencakup enam RW yang tersebar di tiga kelurahan dan dua kecamatan. Masuk wilayah Kecamatan Koja, yakni RW 08, 09, 10, dan 11 (Kelurahan Rawa Badak Selatan) dan RW 07 di Kelurahan Tugu Selatan.

Sedangkan RW 22 di Kelurahan Kelapa Gading Barat, masuk wilayah Kecamatan Kelapa Gading.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 190/HGB/DA/76 tertanggal 5 April 1976, Tanah Merah merupakan milik negara dengan status hak guna bangunan (HGB) atas nama Pertamina.

Baca: Revitaliasi Kawasan Kota Tua Jakarta

Dikutip dari Kompas.com (11/1/2012) total tanah negara di Tanah Merah mencapai 153 hektare. Namun pada kenyataannya, area yang digunakan sebagai Depo Pertamina Plumpang hanya sekitar 70 hektar.

Sisanya, sebanyak 83 hektare diokupasi oleh warga. Pertamina memiliki lahan di Tanah Merah sejak tahun 1968 dengan membelinya dari PT Mastraco.

Pada tahun 1974 Pertamina mulai memagari tanah tersebut. Namun pada tahun 1980-an warga mulai banyak menghuni kawasan yang belum dimanfaatkan oleh Pertamina.

Inventarisasi yang dilakukan pada tahun 1986 mencatat, ada 344 bangunan tumbuh di tanah itu dengan sebanyak 1.284 keluarga tinggal. Jumlah tersebut terus melonjak dari waktu ke waktu.

Seiring dengan pertambahan penduduk, muncul sejumlah permasalahan antara Pertamina dan warga Tanah Merah. Di antaranya rencana penggusuran yang urung dilakukan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *