Tag: Kebun Raya Cibodas

  • Jangan Sampai Terlewat! Bungai Bangkai Raksasa di Kebun Raya Cibodas Bakal Mekar

    Jangan Sampai Terlewat! Bungai Bangkai Raksasa di Kebun Raya Cibodas Bakal Mekar

    7cloud.asia – Bunga bangkai raksasa dengan nama Latin amorphophallus titanum di Kebun Raya Cibodas (KRC) di Kecamatan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat akan mekar di pekan ketiga April atau akhir pekan ini.

    Bunga bangkai ini merupakan jenis bunga tertinggi dunia  dengan tinggi mencapai 3,5 meter.

    Koordinator Pelaksana Fungsi dan Humas KRC BRIN, Winarni di Cianjur Kamis, mengatakan saat ini, kuncup bunga bangkai raksasa mencapai setinggi 2,28 meter dan masih bisa bertambah tinggi saat mekar sempurna dalam beberapa har ini.

    Dilansir Antaranews.com, tinggi bunga bangkai ini bisa bertambah 20 centimeter per hari.

    “Saat akan mekar seperti saat ini paling bertambah setinggi 10 sentimeter dalam sehari, sehingga perkiraan saat mekar tingginya mencapai 3,5 meter lebih,” katanya.

    Baca Juga: Sulitnya Mengembangkan Raflesia Patma, Sejak Ditanam 2004 Baru Berbunga 16 Kali

    Dia menjelaskan, mekarnya bunga bangkai raksasa hanya dalam waktu singkat sekitar dua hari sebelum akhirnya kembali pada masa tidur atau dorman.

    Bunga bangkai raksasa sangat sensitif, ketika ada yang menyentuh tunas-nya dapat mempercepat mekar dan langsung masuk fase dorman.

    Termasuk ketika cuaca ekstrem atau kurang bagus dapat mempersingkat masa mekarnya, sehingga pihaknya membentuk tim peneliti khusus dari BRIN untuk memantau pertumbuhan dari bunga bakai secara ketat.

    Tim ini antara lain bertugas membersihkan ranting dan daun pohon yang dapat mengganggu mekarnya bunga bangkai.

    “Bunga bangkai yang akan mekar ini, merupakan anakan dari umbi induk yang dibawa dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Jambi, dimana saat ini di KRC ada 10 anak yang berhasil dibudidayakan,” katanya.

    Baca Juga: Bunga Raflesia Arnoldi Mekar di Bengkulu

    Sedangkan induknya ditanam di KRC sejak tahun 2000 dibawa dalam bentuk umbi, pernah menjadi bunga bangkai tertinggi di dunia tahun 2020 dan belum ada yang mengalahkan rekor-nya sampai saat ini dimana tingginya mencapai 4 meter lebih.

    “Induk bunga bangkai raksasa itu telah memperlihatkan tunasnya, menyembul dari balik dedaunan sekitar lima sentimeter, harapan kami masuk fase generatif atau masa berbunga, sehingga dapat menjadi bunga bangkai tertinggi yang mekar di dunia,” katanya.

    Direktur Kebun Raya Cibodas, Marga Anggriyanto, mengatakan dengan mekarnya bunga bangkai raksasa di akhir bulan April, akan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang ke Kebun Raya Cibodas.

    Hal ini sesuai dengan fungsi Kebun Raya Cibodas sebagai obyek wisata konservasi, penelitian, wisata, edukasi, dan jasa lingkungan.

    Bahkan pihaknya dalam waktu dekat akan membuka taman nephentes atau taman tumbuhan pemakan serangga yang berasal dari wilayah Indonesia dan luar negeri, sehingga ada lokasi baru untuk wisatawan menikmati liburan sambil menimba ilmu tentang tumbuhan.

    “Setiap bunga bangkai mekar di KRC angka kunjungan mencapai ribuan orang, semoga dengan mekarnya bunga bangkai raksasa di akhir bulan ini dapat menarik wisatawan lebih tinggi lagi,” katanya.

    Sumber: Antaranews.com

  • Bunga Koleksi Kebun Raya Cibodas Mekar, Tingginya Capai 3,4 Meter

    Bunga Koleksi Kebun Raya Cibodas Mekar, Tingginya Capai 3,4 Meter

    7cloud.asia – Sebuah indukan bunga bangkai berusia 30 tahun koleksi Kebun Raya Cibodas Cianjur, Provinsi Jawa Barat mekar sempurna pekan ini

    Bunga bangka dengan nomor koleksi 28 milik Kebun Raya Cibodas ini tingginya mencapai 3,4 meter

    Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Destri mengatakan bunga bangkai raksasa bernama latin Amorphophallus titanum koleksi Kebun Raya Cibodas Cianjur, itu mekar ketujuh kalinya.

    “Tunas bunga yang saat ini mekar mulai teramati pada 28 Februari 2024. Bunga mekar sempurna tepat pada Sabtu (25/5/2024) pukul 22.03 WIB dengan tinggi spadiks 340 sentimeter dan lebar spatha 159 sentimeter,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Minggu (26/5/2024).

    Baca: Bunga bangkai koleksi Kebun Raya Cibodas

    Saat tanaman bunga bangkai ini berbunga, pengunjung hanya bisa menikmatinya selama tiga hingga lima hari. Hal tersebut yang menarik perhatian masyarakat untuk melihatnya.

    Induk tanaman tersebut dikoleksi oleh Mantan Kepala Kebun Raya Cibodas Subekti Purwantoro dan teman-temannya pada tahun 2000 dari Sungai Manau, Batang Suliti, Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, Sumatera Barat.

    Bunga bangkai itu pertama kali mekar tahun 2003 dengan tinggi perbungaan mencapai 2,7 meter.

    Kemudian, pada 2007, bunga tersebut mekar kembali dengan ketinggian mencapai 3,17 meter, tahun 2011 mencapai 3,2 meter, tahun 2016 mencapai 3,735 meter, tahun 2017 mencapai 3,4 meter, dan tahun 2020 mencapai 3,52 meter.

    “Tanaman bunga bangkai yang mekar saat ini diperkirakan sudah berumur 35 tahun,” kata Destri.

    Baca: Sulitnya mengembangkan Raflesia Padma

    Ketika berbunga pada tahun 2016 setinggi 3,73 meter dan langsung berbunga lagi di 2017 setinggi 3,4 meter tanpa ada fase vegetatif.

    Destri menuturkan fase perbungaan yang berlangsung pada 2016 dan 2017 tersebut mempengaruhi cadangan makanan yang terdapat di umbi, karena untuk sekali berbunga membutuhkan energi besar.

    “Tanaman itu butuh waktu untuk memasok cadangan energi di umbi. Hingga suatu saat nanti bisa kembali pada kondisi yang sama dengan tahun 2016 atau mungkin lebih,” paparnya.

    Destri menjelaskan jika nanti ada masa tanaman bunga bangkai berada pada fase atau fenomena, dimana saat cadangan makanan terkumpul sangat banyak, tanaman itu akan berbunga dengan ketinggian yang lebih dari biasanya.

    Baca: Tanaman tanduk rusa ini harganya capai ratusan juta

    Tanaman yang memiliki bentuk perbungaan menjulang tinggi dengan tongkol atau spadiks yang dikelilingi oleh seludang bunga atau spatha yang saat mekar berwarna merah hati merupakan tanaman endemik Pulau Sumatra.

    Bunga bangkai selain memiliki aroma yang khas seperti bau bangkai juga mempunyai perbungaan terbesar di dunia atau disebut sebagai the giant inflorescent in the world.

    Tanaman itu memiliki masa berbunga empat tahun sekali dengan tiga fase pertumbuhan, yaitu fase vegetatif (berdaun), generatif (berbunga), dan fase dorman (istirahat).

    Berdasarkan penilaian dari International Union for Conservation of Nature (IUCN), bunga bangkai termasuk dalam kategori spesies terancam punah, sehingga harus dilindungi keberadaan tanaman tersebut.

    Sumber:Antaranews.com

     

  • Jelang 174 Tahun Kebun Raya Cibodas: Mengukuhkan Diri Sebagai Salah Satu Pusat Konservasi Keanekaragaman Hayati

    Jelang 174 Tahun Kebun Raya Cibodas: Mengukuhkan Diri Sebagai Salah Satu Pusat Konservasi Keanekaragaman Hayati

    7cloud.asia – Kebun Raya Cibodas yang merupakan salah satu kawasan konservasi ilmiah berada di Cianjur, Jawa Barat, pada 11 April mendatang akan genap berusia 174 tahun.

    Dan selama itu, Kebun Raya Cibodas memiliki peran dan kontribusi yang sangat penting bagi perjalanan sejarah konservasi dan penelitian keanekaragaman hayati tidak saja di Indonesia, tetapi juga dunia.

    Kebun Raya Cibodas didirikan pada tanggal 11 April 1852 oleh Johannes Ellias Teijsmann, dengan nama Bergtuin te Tjibodas (Kebun Pegunungan Cibodas). Teijsman saat itu juga merupakan Kurator (Perintis) Kebun Raya Bogor.

    Pada awalnya, Kebun Raya Cibodas dimaksudkan sebagai tempat aklimatisasi jenis-jenis tumbuhan asal luar negeri yang mempunyai nilai penting dan ekonomi yang tinggi, salah satunya adalah Pohon Kina (Cinchona calisaya).

    Dikutip dari buku “Sejarah Kebun Raya Cibodas yang diterbitkan LIPI (2019), kebun raya yang terletak di kompleks hutan Gunung Gede dan Gunung Pangrango tepatnya di Desa Cimacan, Cipanas, Kab. Cianjur, Jawa Barat ini kemudian berkembang menjadi bagian dari Kebun Raya Bogor dengan nama Cabang Balai Kebun Raya Cibodas.

    Mulai tahun 2003 status Kebun Raya Cibodas menjadi lebih mandiri sebagai Unit Pelaksana Teknis Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas di bawah Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor dalam kedeputian Ilmu Pengetahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

    Baca: Pengelola Kebun Raya Indonesia menilai konservasi tumbuhan butuh perhatian serius

    Pada tahun 2020, Kebun Raya Bogor bersama tiga kebun raya milik BRIN lainnya (Cibodas, Purwodadi dan Bali) dikerjasamakan dengan pihak swasta, yakni PT Mitra Natura Raya melalui skema Kemitraan pemerintah swasta.

    Kebun Raya Cibodas seluas 84,99 hektare ini memiliki topografi lapangan bergelombang dan berbukit-bukit dengan ketinggian kurang lebih 1.300 hingga 1.425 meter di atas permukaan laut.

    Berlokasi di kaki Gunung Gede-Pangrango, Kebun Raya Cibodas berfokus pada konservasi ex-situ, baik tumbuhan asli Indonesia maupun tumbuhan yang didatangkan dari luar negeri.

    Kebun Raya Cibodas memiliki koleksi tanaman pegunungan tropis yang luas, dengan keunggulan berupa Taman Sakura, koleksi paku-pakuan, lumut, dan rumah kaca.

    Dilansir Antaranews.com, Kebun Raya Cibodas telah mengoleksi sebanyak 1.981 spesies tanam dari 11.958 spesimen. Ribuan koleksi itu menegaskan bahwa Kebun Raya Cibodas memiliki peran dan kontribusi yang sangat penting bagi perjalanan sejarah konservasi dan penelitian di Indonesia.

    Dari jenis yang telah terkonservasi terdapat beberapa jenis tumbuhan terancam punah berdasarkan kategori International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN).

    Baca: Daftar kebun raya yang dimiliki Indonesia

    Sejak didirikan pada 11 April 1852 silam, Kebun Raya Cibodas telah berperan penting dalam bidang penelitian dan konservasi serta berkontribusi dalam menjaga flora Indonesia maupun mancanegara khususnya flora yang berasal dari dataran tinggi basah.

    Untuk menjaga keberlangsungan dan penyelamatan flora, Kebun Raya Cibodas melakukan beberapa kegiatan antara lain pengumpulan material tanaman dari berbagai daerah di Indonesia (eksplorasi flora nusantara);

    Termasuk juga penelitian perbanyakan tanaman seperti kultur jaringan, generatif dan vegetatif; penelitian tentang kesehatan pohon dan pemeliharaan koleksi secara kontinuitas.

    Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi dan penyelamatan flora Indonesia, Kebun Raya Cibodas berperan aktif dalam mendiseminasikan ​​​​​​kepada masyarakat terutama pelajar.

    Peraturan Presiden Nomor 93 Tahun 2011 menyatakan bahwa kebun raya adalah kawasan konservasi tumbuhan secara ex-situ yang memiliki koleksi tumbuhan terdokumentasi dan ditata berdasarkan pola klasifikasi taksonomi, bioregion, tematik, atau kombinasi dari pola-pola tersebut untuk tujuan kegiatan konservasi, penelitian, pendidikan, wisata, dan jasa lingkungan.

    Adapun tugas dan fungsi Kebun Raya Cibodas yang berada di bawah Kedeputian Infrastruktur Riset dan Inovasi BRIN lebih menitikberatkan pada aspek konservasi, penelitian, dan pendidikan.

    Baca: Peringatan 208 tahun Kebun Raya Bogor