Bunga Koleksi Kebun Raya Cibodas Mekar, Tingginya Capai 3,4 Meter

Written by

in

7cloud.asia – Sebuah indukan bunga bangkai berusia 30 tahun koleksi Kebun Raya Cibodas Cianjur, Provinsi Jawa Barat mekar sempurna pekan ini

Bunga bangka dengan nomor koleksi 28 milik Kebun Raya Cibodas ini tingginya mencapai 3,4 meter

Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Destri mengatakan bunga bangkai raksasa bernama latin Amorphophallus titanum koleksi Kebun Raya Cibodas Cianjur, itu mekar ketujuh kalinya.

“Tunas bunga yang saat ini mekar mulai teramati pada 28 Februari 2024. Bunga mekar sempurna tepat pada Sabtu (25/5/2024) pukul 22.03 WIB dengan tinggi spadiks 340 sentimeter dan lebar spatha 159 sentimeter,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Minggu (26/5/2024).

Baca: Bunga bangkai koleksi Kebun Raya Cibodas

Saat tanaman bunga bangkai ini berbunga, pengunjung hanya bisa menikmatinya selama tiga hingga lima hari. Hal tersebut yang menarik perhatian masyarakat untuk melihatnya.

Induk tanaman tersebut dikoleksi oleh Mantan Kepala Kebun Raya Cibodas Subekti Purwantoro dan teman-temannya pada tahun 2000 dari Sungai Manau, Batang Suliti, Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, Sumatera Barat.

Bunga bangkai itu pertama kali mekar tahun 2003 dengan tinggi perbungaan mencapai 2,7 meter.

Kemudian, pada 2007, bunga tersebut mekar kembali dengan ketinggian mencapai 3,17 meter, tahun 2011 mencapai 3,2 meter, tahun 2016 mencapai 3,735 meter, tahun 2017 mencapai 3,4 meter, dan tahun 2020 mencapai 3,52 meter.

“Tanaman bunga bangkai yang mekar saat ini diperkirakan sudah berumur 35 tahun,” kata Destri.

Baca: Sulitnya mengembangkan Raflesia Padma

Ketika berbunga pada tahun 2016 setinggi 3,73 meter dan langsung berbunga lagi di 2017 setinggi 3,4 meter tanpa ada fase vegetatif.

Destri menuturkan fase perbungaan yang berlangsung pada 2016 dan 2017 tersebut mempengaruhi cadangan makanan yang terdapat di umbi, karena untuk sekali berbunga membutuhkan energi besar.

“Tanaman itu butuh waktu untuk memasok cadangan energi di umbi. Hingga suatu saat nanti bisa kembali pada kondisi yang sama dengan tahun 2016 atau mungkin lebih,” paparnya.

Destri menjelaskan jika nanti ada masa tanaman bunga bangkai berada pada fase atau fenomena, dimana saat cadangan makanan terkumpul sangat banyak, tanaman itu akan berbunga dengan ketinggian yang lebih dari biasanya.

Baca: Tanaman tanduk rusa ini harganya capai ratusan juta

Tanaman yang memiliki bentuk perbungaan menjulang tinggi dengan tongkol atau spadiks yang dikelilingi oleh seludang bunga atau spatha yang saat mekar berwarna merah hati merupakan tanaman endemik Pulau Sumatra.

Bunga bangkai selain memiliki aroma yang khas seperti bau bangkai juga mempunyai perbungaan terbesar di dunia atau disebut sebagai the giant inflorescent in the world.

Tanaman itu memiliki masa berbunga empat tahun sekali dengan tiga fase pertumbuhan, yaitu fase vegetatif (berdaun), generatif (berbunga), dan fase dorman (istirahat).

Berdasarkan penilaian dari International Union for Conservation of Nature (IUCN), bunga bangkai termasuk dalam kategori spesies terancam punah, sehingga harus dilindungi keberadaan tanaman tersebut.

Sumber:Antaranews.com

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *