Tag: kebutuhan pokok

  • Pasca Pemilu, Harga Kebutuhan Pokok Melonjak

    Pasca Pemilu, Harga Kebutuhan Pokok Melonjak

    7cloud.asia – Beberapa hari pasca pemilu, sejumlah harga bahan kebutuhan pokok mulai naik. Seperti yang terjadi di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Harga cabai merah melonjak hingga Rp 100 ribu per kilogram.

    Padahal sebelum pemilu, harga cabai merah masih berada pada kisaran harga Rp 80 ribu per kilogram.

    Harga cabai rawit merah juga melonjak dari harga Rp 75 ribu rupiah per kilogram kini menjadi Rp 100 ribu rupiah per kilogram.

    Harga bawang merah juga naik dari harga sebelumnya Rp 35 ribu kini menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

    Baca: Harga cabai tinggi, omset pedagang turun

    Selain itu harga tomat juga mengalami kenaikan.kini harga tomat dijual dengan harga Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya harga tomat Rp 20 ribu per kilogram.  

    Kondisi ini dikeluhkan oleh para pedagang. Seperti yang diungkapkan oleh Mak Tole. “Cabe mahal, semua mahal, mbak. Abis pemilu naik semua ini,” kata Mak Tole kepada 7cloud.asia pada Jumat (16/02/2024).

    Hanya bawang putih saja yang harganya masih stabil diangka Rp 35 ribu per kilogram.

    Mak Tole menjelaskan naiknya harga bahan kebutuhan pokok ini selain karena Pemilu juga karena kondisi cuaca.

    Baca: Harga sembako melonjak

    Beberapa wilayah pemasok bahan kebutuhan pokok seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah sering hujan bahkan banjir.

    “Jadi mungkin banyak tanaman yang rusak terendam air. Jadi harga mahal,” ungkapnya.

    Kenaikan harga juga terjadi pada beras. Beras dengan kualitas sedang kini dijual dengan harga Rp 14 ribu per kilogram.

    Padahal sebelum Pemilu, harga beras masih berada pada kisaran Rp 12 ribu hingga Rp 13 ribu per kilogram.

    Beras pandan wangi berkualitas premium kini dijual dengan harga Rp 17 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya beras ini dijual dengan harga berkisar antara Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu per kilogram.

    Baca: Harga beras naik, pedagang sepi pembeli

    “Sekarang parah naiknya. Bukan tiap minggu lagi. Tetapi 2 hari sekali naik,” kata Tami, salah seorang pedagang beras.

    Kenaikan harga beras ini, lanjut Tami, mempengaruhi penjualan. Sejak harga beras naik, banyak pelanggannya yang mengurangi pembelian beras.

    Baik Tami maupun Mak Tole berharap harga-harga kebutuhan pokok dapat kembali normal dan pembeli kembali ramai seperti biasa.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Pilkada Usai, Harga Kebutuhan Pokok Melonjak

    Pilkada Usai, Harga Kebutuhan Pokok Melonjak

    7cloud.asia – Usai pemilhan kepala daerah yang dilakukan serentak, sejumlah harga kebutuhan pokok meningkat. Para calon pembeli mengeluhkan kondisi ini.

    Di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, harga sayur mayur serta kebutuhan pokok lainnya mengalami kenaikan yang cukup tinggi.

    Dari pantauan 7cloud.asia pada Minggu (01/12/2024), harga cabai rawit merah kini naik menjadi Rp 60.000/kg dari harga sebelumnya Rp 45.000/kg.

    Kenaikan juga terjadi pada bawang merah yang kini menjadi Rp 55.000/kg. Padahal harga sebelumnya masih berada pada kisaran Rp 40.000/kg.

    Baca: Pemerintahan baru, pedagang keluhkan harga sembako tinggi

    Harga bawang putih juga mengalami kenaikan hingga kini dibanderol Rp 60.000/kg dari harga Rp 50.000/kg.

    Lonjakan harga juga terjadi pada tomat yang kini mencapai Rp 24.000/kg. Padahal sebelumnya harga tomat dibanderol Rp 15.000/kg.

    Tentu saja, kenaikan ini membuat omset para pedagang menjadi turun. Seperti yang diakui oleh Utin. Di saat harga barang stabil, maka ia dapat mendapatkan omset Rp 1.500.000 per hari.

    Namun, jika harga tidak stabil seperti saat ini, omset yang ia peroleh hanya Rp 500.000 per hari. “Yah, gimana nggak turun. Kebanyakan beli online sih. Jam 10 pagi aja sudah sepi,” kata Utin kepada 7cloud.asia.

    Baca: Jelang pilpres, harga sembako naik

    Kenaikan harga sayur mayur juga dikeluhkan oleh Renny, salah seorang pembeli. Menurutnya kini banyak bahan-bahan kebutuhan pokok termasuk sayur mayur yang sudah tak mampu ia beli kembali. “Bukan dikurangi beli nya, tetapi emang ga mampu beli lagi,” kata Renny.

    Tak hanya sayur mayur, kenaikan harga juga terjadi pada minyak goreng. Harga minyak goreng kini berada pada kisaran Rp 17.000/liter hingga Rp 20.000/liter.

    Minyak Kita dijual dengan harga Rp 17.000/liter. Padahal dikemasan tertulis harga Rp 15.700. “Ah, ini mah emang bohong harga segini (sambil menunjuk harga dikemasan). Kita malah rugi karena modalnya saja sudah lebih dari itu,” kata Rohim, salah satu pedagang.

    Menurutnya harga ini pasti akan naik lagi,apalagi jika barang sudah dikenakan PPN 12 persen. “Ini mah belum seberapa (naiknya). Nanti kalu sudah diberlakukan PPN 12 persen. Jadi nggak sih (pemberlakuan PPN 12 persen)?,” ucap Rohim.     

        

  • Jelang Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok Meroket

    Jelang Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok Meroket

    7cloud.asia – Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok menjelang lebaran mulai merambat naik. Kenaikan ini diprediksi akan terus berlangsung hingga lebaran tiba.

    Di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan misalnya. Harga bawang merah kini berada pada kisaran Rp 60.000 per kilogram. Padahal awal bulan Ramadan, harga bawang merah Rp 40.000 per kilogram.

    Kenaikan harga juga terjadi pada cabai rawit merah yang kini dibanderol dengan harga Rp 130.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp 100.000 per kilogram.

    Baca: Pilkada usai, harga kebutuhan pokok melonjak

    Cabai merah keriting juga tak luput dari kenaikan harga yang kini dibanderol Rp 60.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp 50.000 per kilogram.

    Tak hanya cabai dan bawang, kenaikan harga juga terjadi pada tomat TW yang kini dijual Rp 20.000 per kilogram. Padahal, awal Ramadan harga tomat masih berada pada kisaran Rp 15.000 per kilogram.

    Menurut Suranti, salah seorang pedagang, kenaikan ini akan terus berlanjut hingga lebaran tiba. “Nanti tambah deket lebaran, biasanya tambah naik lagi,” kata Suranti saat ditemui 7cloud.asia.

    Selanjutnya Suranti menjelaskan kenaikan harga tersebut juga akibat cuaca buruk yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

    “Banyak yang busuk karena hujan dan banjir, barangnya jadi nggak banyak sampai ke kita (pedagang),” jelasnya.

    Kenaikan harga juga terjadi pada telor ayam negeri dan ayam potong. Kini harga telor berada pada Rp 32.000 per kilogram atau naik Rp 2000 dari harga saat awal Ramadan.

    Baca: Pemerintahan baru, pedagang keluhkan harga kebutuhan pokok tinggi

    Begitu juga dengan harga ayam potong yang kini dijual dengan harga 38 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya harga ayam potong masih dikisaran harga Rp 33.000 per kilogram.

    Adanya kenaikan ini membuat para pembeli membatasi jumlah barang yang dibelinya. Seperti yang dilakukan Susan. Warga Cidodol, Kebayoran Lama ini terpaksa membatasi jumlah barang belanjaannya.

    “Biasa beli cabai rawit seperempat (kilogram), sekarang beli 1 ons aja. Biar yang lain juga bisa kebeli,” ungkap Susan sambil memasukkan cabai rawit yang dibelinya.

    Dia berharap, kenaikan harga ini tak berlangsung lama dan dapat kembali normal usai lebaran.