7cloud.asia – Usai pemilhan kepala daerah yang dilakukan serentak, sejumlah harga kebutuhan pokok meningkat. Para calon pembeli mengeluhkan kondisi ini.
Di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, harga sayur mayur serta kebutuhan pokok lainnya mengalami kenaikan yang cukup tinggi.
Dari pantauan 7cloud.asia pada Minggu (01/12/2024), harga cabai rawit merah kini naik menjadi Rp 60.000/kg dari harga sebelumnya Rp 45.000/kg.
Kenaikan juga terjadi pada bawang merah yang kini menjadi Rp 55.000/kg. Padahal harga sebelumnya masih berada pada kisaran Rp 40.000/kg.
Baca: Pemerintahan baru, pedagang keluhkan harga sembako tinggi
Harga bawang putih juga mengalami kenaikan hingga kini dibanderol Rp 60.000/kg dari harga Rp 50.000/kg.
Lonjakan harga juga terjadi pada tomat yang kini mencapai Rp 24.000/kg. Padahal sebelumnya harga tomat dibanderol Rp 15.000/kg.
Tentu saja, kenaikan ini membuat omset para pedagang menjadi turun. Seperti yang diakui oleh Utin. Di saat harga barang stabil, maka ia dapat mendapatkan omset Rp 1.500.000 per hari.
Namun, jika harga tidak stabil seperti saat ini, omset yang ia peroleh hanya Rp 500.000 per hari. “Yah, gimana nggak turun. Kebanyakan beli online sih. Jam 10 pagi aja sudah sepi,” kata Utin kepada 7cloud.asia.
Baca: Jelang pilpres, harga sembako naik
Kenaikan harga sayur mayur juga dikeluhkan oleh Renny, salah seorang pembeli. Menurutnya kini banyak bahan-bahan kebutuhan pokok termasuk sayur mayur yang sudah tak mampu ia beli kembali. “Bukan dikurangi beli nya, tetapi emang ga mampu beli lagi,” kata Renny.
Tak hanya sayur mayur, kenaikan harga juga terjadi pada minyak goreng. Harga minyak goreng kini berada pada kisaran Rp 17.000/liter hingga Rp 20.000/liter.
Minyak Kita dijual dengan harga Rp 17.000/liter. Padahal dikemasan tertulis harga Rp 15.700. “Ah, ini mah emang bohong harga segini (sambil menunjuk harga dikemasan). Kita malah rugi karena modalnya saja sudah lebih dari itu,” kata Rohim, salah satu pedagang.
Menurutnya harga ini pasti akan naik lagi,apalagi jika barang sudah dikenakan PPN 12 persen. “Ini mah belum seberapa (naiknya). Nanti kalu sudah diberlakukan PPN 12 persen. Jadi nggak sih (pemberlakuan PPN 12 persen)?,” ucap Rohim.

Leave a Reply