Tag: kemarau

  • Fenomena El Nino Mendekati Puncaknya, Warga Diminta Bersiap Hadapi Kekeringan

    Fenomena El Nino Mendekati Puncaknya, Warga Diminta Bersiap Hadapi Kekeringan

    7cloud.asia – Pemerintah terus memperkuat langkah antisipasi dalam menghadapi dampak dari El Nino yang puncaknya diprediksi pada bulan Agustus-September mendatang.

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan, El Nino yang diprediksi berintensitas lemah hingga moderat dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap ketersediaan air atau kekeringan.

    Dampak El Nino ini akan berpengaruh kepada produktivitas di sektor pertanian hingga ketahanan pangan nasional.

    Dampak dan upaya untuk mengantisipasi El Nino ini dibahas dalam rapat terbatas (ratas) yang dipimpin oleh Presiden  Joko Widodo (Jokowi), di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (18/07/2023).

    Dwikorita mengatakan dalam rapat tersebut dikoordinasikan antisipasi dampak El Nino yang sudah dimulai sejak bulan Februari-April itu sudah berjalan tetapi tetap perlu diperkuat. 

    Baca: Dampak El Nino sudah terasa, sejumlah daerah alami kekeringan

    Meskipun memasuki musim kemarau atau kering, Kepala BMKG mengingatkan bahwa Indonesia juga masih memiliki potensi ancaman bencana hidrometeorologi.

    Wilayah Indonesia ini dipengaruhi oleh dua samudra dan juga topografinya yang bergunung-gunung di garis khatulistiwa, ujarnya, masih tetap ada kemungkinan satu wilayah mengalami kekeringan, tetangganya mengalami banjir atau bencana hidrometeorologi.

    “Artinya, bukan berarti seluruhnya serempak kering, ada di sela-sela itu yang juga mengalami bencana hidrometeorologi basah,” terangnya.

    Oleh karena itu, Kepala BMKG pun mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dan terus memantau perkembangan cuaca dari BMKG.

    “Kami juga mengimbau selain terus menjaga lingkungan, mengatur tata kelola air, kemudian juga beradaptasi terhadap pola tanam, juga terus memonitor perkembangan informasi cuaca dan iklim yang sangat dinamis dari waktu ke waktu dari BMKG,” tandasnya

    Baca: PBB Ingatkan tahun 2023-2027 bakal jadi periode terpanas untuk bumi

    Dwikorita Karnawati mengatakan fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang saling menguatkan pada musim kemarau dapat berdampak pada kurangnya sumber air hingga gagal panen.

    Dilansir Antaranews, Dwikorawati mengatakan dampak El Nino membuat musim kemarau menjadi lebih kering, dan curah hujan menjadi rendah hingga sangat rendah.

    Kondisi tersebut, menurut dia, membuat uap air sangat berkurang sehingga kemungkinan terjaidnya hujan juga berkurang.

    Dengan patokan jika curah hujan normal sekitar 20 mm untuk satu hari, menjadi curah hujan untuk sebulan sekali, sehingga menjadi kering, atau bahkan tidak ada hujan sama sekali.

     

    Baca: Perubahan iklim membuat petani kopi kehilangan produksi

    Bahkan bisa saja selama dua bulan menjadi sama sekali hari tanpa hujan. Akibatnya tentu kekurangan air, kita khawatir akan kekurangan sumber mata air menjadi kering, karena resapan hujannya juga berkurang.

    “Nah kalau kita kekurangan sumber air, yang terganggu adalah pertanian dan juga kehidupan sehari-hari menjadi kekurangan air,” ujar Dwikorita.

    Ia menegaskan bahwa di sektor pertanian dikhawatirkan akan terjadi gagal panen. Selain itu, juga dapat memicu hama penyakit pada tanaman pertanian.

    Risiko kesehatan, menurut dia, juga akan terjadi karena kegiatan sanitasi menjadi terganggu akibat kekurangan air.

    “MCK (mandi, cuci, kakus) menjadi terganggu, misalnya untuk di daerah-daerah yang sangat tergantung air,” kata dia.

    Baca: Nasib nelayan terombang-ambing oleh perubahan iklim

    BMKG dalam hal ini telah berkoordinasi dengan berbagai stakeholder untuk mengantisipasi dua fenomena tersebut yang diprediksi puncaknya pada Agustus maupun awal September 2023.

    Presiden Joko Widodo juga memerintahkan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo untuk menggenjot produksi beras guna menjaga stok beras nasional menjelang fenomena El Nino atau musim cuaca abnormal yang diperkirakan terjadi pada kuartal III 2023.

  • Kekeringan Akibat El Nino Mendekati Puncak, Pemerintah Siapkan Dana Rp 8 Triliun

    Kekeringan Akibat El Nino Mendekati Puncak, Pemerintah Siapkan Dana Rp 8 Triliun

    7cloud.asia – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memaparkan sejumlah langkah antisipasi yang bisa dilakukan pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman fenomena iklim El Nino yang diprediksi mengalami puncak pada September.

    El Nino adalah fenomena pemanasan suhu muka laut (SML) di atas kondisi normal di Samudera Pasifik bagian tengah. Pemanasan SML ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia.

    Singkatnya, El Nino memicu terjadinya kemarau kering di sejumlah wilayah di Indonesia. Diperkirakan El Nino ini akan memuncak pada Agustus dan September 2023 ini.

    “Yang kami catat kemarau (akibat fenomena El Nino, red) dari Agustus sampai Oktober. Rata-rata puncak pada September,” ujar Tito di Gedung Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (31/7/2023).

    Baca: El Nino dekati puncak warga diminta hemat air

    Untuk menghadapi fenomena El Nino tersebut, Presiden Joko Widodo telah melakukan rapat terbatas sejak dua pekan lalu agar pemerintah daerah mampu menghadapi puncak musim kemarau.

    Mengantisipasi puncak El Nino, pemerintah daerah diminta untuk menyiapkan cadangan air pada tandon air hingga waduk dengan berkoordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pemerintah pusat dalam mempersiapkan cadangan air, baik air minum maupun pertanian.

    “(El Nino, red) jangan sampai gagal panen dan memengaruhi ketahanan pangan kita,” tegasnya.

    Mendagri juga mengimbau, mengantisipasi dampak El Nino, pemerintah daerah juga dapat melakukan modifikasi cuaca sendiri yang bekerja sama dengan TNI.

    Baca: Dampak El Nino bagi kesehatan

    Menurut Tito, apabila suatu daerah sudah rawan kekeringan, pemda setempat bersama TNI dapat melakukan penyiraman garam.

    Tidak hanya itu, Mendagri menyebut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga telah menyiapkan perusahaan swasta sudah dilatih oleh TNI untuk melakukan modifikasi cuaca.

    Perusahaan swasta itu sudah masuk Katalog Elektronik (E-Katalog) yang dikembangkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

    Perusahaan swasta tersebut tidak perlu lagi melalui mekanisme lelang dan dapat langsung menggunakan anggaran yang ada di APBD, seperti belanja tak terduga.

    Baca: PBB ingatkan periode 2023-2027 bakal jadi periode dengan suhu tinggi  

    Sebelumnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah menyiapkan anggaran senilai Rp8 triliun lebih untuk mengantisipasi kekurangan pangan dampak kekeringan akibat pengaruh El Nino yang diprediksi terjadi pada puncaknya Agustus-September 2023.

    “Oleh karena itu, pemerintah mulai Oktober sampai Desember akan mengucurkan Rp8 triliun bantuan kepada masyarakat untuk mengendalikan harga-harga,” ujarnya usai menghadiri Konferensi Asean Arsitek di Makassar, Sulawesi Selatan pekan lalu.

    Dana tersebut guna mengantisipasi dampak kekeringan yang ditimbulkan El Nino yang bisa memicu kurangnya pangan. 

    “Untuk harga-harga barang pokok, kita khawatir karena sungai sungai kita mengering. Saya sudah janji beli beras 1 juta ton, tapi tidak boleh. Memang kita harus bersiap betul, tapi dalam negeri kita, Alhamdulillah harga-harga masih stabil selain ayam dan telur,” katanya.

    Baca: Emisi gas ruang kaca cetak rekor tertinggi tahun 2022 lalu

    Kendati demikian, Zulkifli menambahkan, ada beberapa komoditas pangan yang saat ini tidak bisa diimpor. 

    “Yang bisa kita tidak beli, seperti beras, jagung, garam itu kita tidak impor, kecuali industri. Tapi untuk konsumsi itu kita tidak beli. Soal harga ayam naik, itu soal waktu saja, kalau pakannya naik, jagungnya kita subsidi,” ucapnya. 

    Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat juga meminta agar langkah untuk menghadapi dampak cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino dioptimalkan, yakni dengan mengupayakan langkah antisipatif dan adaptif.

    Lestari, dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Rabu menyebut perlunya kebijakan  untuk menjamin ketahanan pangan, kesehatan, dan ekonomi.

    “Kita harus mengoptimalkan semua potensi yang kita miliki untuk bisa menjawab berbagai ancaman terkait dampak perubahan iklim dan kemarau panjang yang diperkirakan akan melanda Indonesia,” kata dia.

    Baca: Cuaca panas di Indonesia apakah termasuk gelombang panas?

    Sumber: Antaranews

     

  • Krisis Air Bersih di Muara Angke, Warga Harus Siapkan Rp400 Ribu untuk Beli Air Bersih

    Krisis Air Bersih di Muara Angke, Warga Harus Siapkan Rp400 Ribu untuk Beli Air Bersih


    7cloud.asia – Krisis air bersih hampir terjadi setiap tahun di Muara Angke, Jakarta Utara.

    Apalagi di saat musim kemarau seperti ini, kekeringan pun terjadi di wilayah Muara Angke. Akibatnya warga harus merogoh kocek hingga Rp400 ribu untuk membeli air.

    Seperti yang dialami warga di RW 22 Blok Empang, Muara Angke, Jakarta Utara. Di tempat ini warga hanya mengandalkan suplai dari jeriken air gerobak yang dijual secara keliling untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

    Baca: Kemarau panjang membuat biaya tanam melonjak

    Selain itu warga juga memanfaatkan air sumur yang kondisinya tidak jernih dan berasa asin karena dekat dengan pesisir Jakarta.

    “Permasalahan akses air bersih di sini sudah berlangsung selama tahunan,” ungkap Oni, salah satu warga seperti dikutip Antaranews.

    Hal senada juga diungkapkan oleh warga lainnya, Udin. Pedagang kerang hijau ini terpaksa membeli air bersih dari pedagang keliling untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

    Baca: BRIN sebut El Nino akan berlangsung hingga Mei 2024

    “Seharinya bisa habis lima galon air bersih, untuk memasak dan minum, kalau mandi dan nyuci saya biasanya pakai air sumur” jelas Udin.

    Kualitas air yang buruk di wilayah ini memaksa warga harus membeli air bersih.
    Air sumur tak layak konsumsi sebab bercampur dengan tanah bekas galian dan terdapat banyak kutu air.

    Akibatnya mereka mengalami gatal-gatal usai mandi karena menggunakan air sumur. “Air dari sumur resapan berbau menyengat, berminyak, asin. Banyak warga yang terkena penyakit kulit gatal-gatal,” kata Udin.

    Baca: Warga diminta hemat air karena musim hujan diperkirakan mundur

    Jika ingin air bersih, maka warga harus membeli dengan harga Rp 5000 per jeriken. Dalam satu bulan, warga Muara Angke harus mengeluarkan uang sekitar Rp300 ribu-Rp400ribu hanya untuk membeli air bersih.

    Tentu saja kondisi ini memberatkan warga yang mayoritas bekerja sebagai nelayan, pengupas kerang, pedagang asongan atau kuli harian.

    Sementara itu, salah satu penjual air bersih keliling, Rizal menjelaskan dalam sehari mampu mengangkut 40 jeriken air untuk dijajakan kepada warga Muara Angke.

    Baca: BMKG perkirakan musim hujan 2023/2024 akan mundur

    “Biasanya kalau lagi ramai bisa dapat Rp200 ribu tapi kalau sepi paling Rp150 ribu,” kata Rizal yang berdagang air bersih mulai pukul 04.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

    Kualitas air di wilayah ini yang buruk memang tak bisa dipungkiri. Badan Geologi, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral menyatakan bahwa 80 persen air tanah di wilayah Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta tidak memenuhi standar Menteri Kesehatan No. 492 tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

    Jakarta bagian utara merupakan wilayah terparah di mana secara umum CAT air tanahnya mengandung unsur Fe (besi) dengan kadar yang tinggi serta kandungan Na (Natrium), Cl (Klorida), TDS (Total Dissolved Solids).

    Baca: Mentan perkirakan El Nino bisa picu kekurangan beras

    Tak hanya itu, air sumur di wilayah ini juga mengandung DHL (Daya Hantar Listrik) yang tinggi akibat adanya pengaruh dari intrusi air asin.

    Masalah air bersih ini sebenarnya sudah menjadi perhatian lama pemerintah setempat. Pihak Kelurahan Pluit tengah mengupayakan pipanisasi air agar tersambung dengan aliran air dari PAM Jaya.

    “Kami sudah rapat terus intens dengan pihak PAM dan kami akan usahakan secepat mungkin mengenai jalur pipa di Muara Angke,” kata Sekretaris Lurah Kelurahan Pluit Muhamad Djahruddin.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Dampak El Nino, Kekeringan di Bali Meluas

    Dampak El Nino, Kekeringan di Bali Meluas

    7cloud.asia – Kekeringan akibat kemarau panjang masih terjadi di sejumlah tempat meski di beberapa wilayah hujan mulai turun.

    Seperti yang terjadi Bali, kekeringan akibat kemarau panajng terus meluas dan kini telah dialami 15 kecamatan.

    Kekeringan ini terjadi sebagai dampak fenomena El Nino yang memicu kemarau panjang sehingga mengakibatkan beberapa wilayah di Bali tidak turun hujan selama 80 hari.

    “Secara umum di Bali berada pada kategori masih ada hujan hingga kekeringan ekstrem,” ujar Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah III Denpasar, I Nyoman Gede Wiryajaya seperti dikutip Antaranews.

    Baca: Kekeringan picu krisis air bersih, warga Muara Angke harus beli air dengan harga mahal

    Kelimabelas kecamatan tersebut adalah Kecamatan Buleleng, Gerokgak, Kubutambahan, Sawan, dan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

    Selain itu, Kecamatan Melayan, Kabupaten Jembrana; Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli; Kecamatan Karangasem dan Kubu, Kabupaten Karangasem.

    Kecamatan Kuta, Kuta Utara, dan Kuta Selatan, Kabupaten Badung; Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung; dan Kecamatan Denpasar Timur dan Denpasar Selatan, Kota Denpasar juga tak luput dari kekeringan.

    Baca: Kekeringan bikin biaya tanam melonjak

    Di antara 15 kecamatan tersebut, lanjut Nyoman, yang paling lama mengalami kekeringan adalah Kecamatan Kubu, Kubutambahan, dan Kintamani.

    Dengan demikian, BMKG menerbitkan peringatan dini kekeringan di Pulau Dewata yang berlaku selama dasarian atau per 10 hari yang akan diperbarui berdasarkan pengamatan terbaru BMKG.

    Pada 10 hari lalu, BMKG Denpasar mencatat kekeringan terjadi di 14 kecamatan di Bali.

    Baca: Harga beras naik, sebagian warga Rangkasbitung beralih konsumsi palawija

    Selanjutnya Nyoman menjelaska meski kini kekeringan meluas hingga 15 kecamatan, tetapi masih ada potensi terjadi hujan hingga 30 September 2023.

    Wlayah yang berpotensi hujan yaitu, Kecamatan Selemadeg, Selemadeg Barat, dan Sidemen.“Distribusi curah hujan di Bali secara umum itu antara nol hingga 215,5 milimeter per 10 hari,” ungkapnya.

    Sebelumnya, BMKG memperkirakan puncak musim kemarau di Bali terjadi pada Juli-Agustus 2023 yang dipengaruhi fenomena El Nino.

    Baca: El Nino picu kekeringan, produksi beras diperkirakan bakal minus

    El Nino merupakan fenomena cuaca yang terjadi akibat peningkatan suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur yang menjadi lebih hangat dari biasanya.

    Biasanya terjadi setiap 5 atau 7 tahun sekali. Fenomena alami ini menyebabkan perubahan pola cuaca global, yang berdampak signifikan pada iklim di berbagai wilayah di dunia, termasuk di Indonesia.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Demi Dapat Air Bersih, Warga Lebak Harus Cari ke Hutan

    Demi Dapat Air Bersih, Warga Lebak Harus Cari ke Hutan

    7cloud.asia – Kemarau panjang akibat fenomena El Nino mengakibat sejumlah daerah mengalami krisis air. Bahkan warga harus berjalan jauh masuk ke hutan demi mendapatkan air bersih. Seperti di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten.

    Masyarakat di wilayah ini sejak sebulan terakhir mencari air bersih hingga masuk ke hutan akibat dampak perubahan iklim kemarau 2023 atau El Nino.

    “Kita pada malam hari mendapatkan air bersih dari sumber mata air di kawasan hutan,” kata Sarip, warga Margaluyu Kabupaten Lebak, seperti dikutip Antaranews.

    Demi mendapatkan air bersih, lanjut Sarip, masyarakat di wilayah ini terpaksa berjalan kaki ke hutan- hutan sepanjang 1 kilometer menggunakan sepeda motor.

    “Selama ini, sumur bawah tanah yang biasa kami pakai untuk keperluan wudhu dan cuci serta kakus (MCK) mengalami kekeringan,” ucap pria berusia 40 tahun ini.

    Karena itu, Sarip bersama warga lainnya setiap hari mencari air bersih ke sumber mata air setempat. Biasanya mereka mulai mencari air usai salat Isya.

    “Kami mencari air bersih untuk bisa terpenuhi bak dan tempat lainnya dari pukul 18.20 WIB sampai pukul 22.00 WIB,” ungkapnya.

    Hal senada juga diungkapkan oleh Suhari, warga dari Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak. Ia kini harus mencari air bersih ke hutan-hutan yang ada sumber mata air.

    Pihaknya juga telah berusaha mengadukan masalah ini ke pihak desa agar dapat bantuan air.  Namun, Suhari mengaku hingga kini belum ada bantuan air bersih yang diterimanya

    “Kami sudah melaporkan krisis air bersih ke desa setempat untuk pengajuan bantuan air bersih ke Pemkab Lebak,” jelas Suhari.

    Kordinator Pendistribusian Air Bersih Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Lebak, Irman Utharman menjelaskan masyarakat yang dilanda krisis air bersih dapat mengajukan permintaan pengiriman air.

    Masyarakat, lanjutnya, dapat melaporkan ke kepala desa setempat. Kemudian kepala desa melampirkan jumlah kepala keluarga yang terjadi krisis air bersih dan diketahui aparat kecamatan.

    Setelah itu, permohonan permintaan air bersih bisa langsung mendatangi BPBD Lebak. “Kami sampai hari ini sudah mendistribusikan air bersih di atas 700 ribu liter tersebar di 20 kecamatan yang dilanda krisis air bersih akibat kemarau itu,” ungkap Irman.

    Reporter: Nurakhmayani

  • BMKG: 10 Persen Wilayah di Indonesia Mulai Masuk Musim Hujan  

    BMKG: 10 Persen Wilayah di Indonesia Mulai Masuk Musim Hujan  

     

    7cloud.asia – Meski sebagian besar wilayah di Indonesia masih mengalami musim kemarau, tetapi ada beberapa wilayah mulai memasuki musim hujan. Jumlahnya sekitar 10 persen, diantaranya Sumatera Utara.

    “Berdasarkan jumlah zona musim, sebanyak 10 persen wilayah Indonesia masuk musim hujan,” kata Analis Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kukuh Prasetyaningtyas yang dikutip Antaranews, Sabtu (23/09/2023).

    Selanjutnya Kukuh menjelaskan selain Sumatera Utara, wilayah yang mulai masuk musim penghujan adalah sebagian Aceh, sebagian besar Riau, sebagian besar Sumatera Barat dan Bengkulu.

    Selain itu musim hujan juga terjadi di sebagian kecil Kalimantan Barat, sebagian kecil Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah bagian timur, sebagian kecil Maluku dan sebagian Papua Barat.

    Pada dasarian III September hingga dasarian II Oktober tahun ini, BMKG memperkirakan curah hujan berada pada kriteria rendah hingga menengah (0-75 milimeter per dasarian).

    Wilayah yang diprediksi mengalami hujan kategori rendah di bawah 50 milimeter per dasarian adalah sebagian besar Sumatera bagian tengah hingga selatan, Jawa hingga Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Kalimantan.

    Kemudian sebagian besar Sulawesi dan Maluku, sebagian Papua Barat, Papua bagian utara, dan Papua Selatan pada dasarian III September 2023.

    Lalu dasarian I Oktober 2023, wilayah hujan rendah meliputi Sumatera bagian tengah dan selatan, Jawa hingga Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Kalimantan.

    Sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, sebagian Papua Barat, sebagian Papua, sebagian Papua Pegunungan dan Papua Selatan juga masuk dasarian l.

    Pada dasarian II Oktober 2023, wilayah hujan rendah meliputi Sumatera bagian tengah dan selatan, Jawa hingga Nusa Tenggara Timur, Kalimantan bagian tengah hingga timur.

    Selain itu sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, sebagian Papua Barat, sebagian Papua, sebagian Papua Pegunungan dan Papua Selatan juga masuk dasarian ll.

    Berdasarkan analisa BMKG, El Nino-Southern Oscillation atau ENSO dasarian II September 2023 menunjukkan indeks ENSO (+1.65), sedangkan Indian Ocean Dipole atau IOD sebesar (+1.26).

     

    Kondisi El Nino moderat dan IOD positif diprediksi terus bertahan hingga akhir tahun 2023.

    Aliran massa udara di wilayah Indonesia didominasi oleh angin timuran. Pola angin selama dasarian II September relatif lebih banyak sistem tekanan rendah daripada normalnya.

    Aliran massa udara diprediksi masih didominasi oleh angin timuran dengan kecepatan yang semakin kuat.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Gara-Gara Pre Wedding, Kerugian Kebakaran Bromo Capai Rp 5,4 Milyar

    Gara-Gara Pre Wedding, Kerugian Kebakaran Bromo Capai Rp 5,4 Milyar

     

    7cloud.asia – Kerugian akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur beberapa waktu lalu diperkirakan mencapai Rp 5,4 miliar. Kerugian ini belum termasuk water bombing untuk memadamkan api.

    Penjelasan ini disampaikan oleh Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Hendro Widjanarko seperti dikutip Antaranews.

    “Untuk dampak sudah kita hitung estimasi (sementara) sekitar Rp5,4 miliar (nilai kerugiannya). Itu terhitung mulai 6 sampai 10 September 2023,” ungkap Hendro saat meninjau Blok Savana Lembah Watangan di Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, Kamis (21/09/2023).

    Selanjutnya Hendro menjelaskan perhitungan nilai kerugian akibat kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bromo mencakup biaya pemadaman kebakaran dari darat.

    Selain itu juga mencakup kerugian akibat hilangnya habitat satwa, dan kerugian akibat terhentinya aktivitas wisata di taman nasional.

    “Untuk wisata, itu gabungan antara Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), kemudian untuk penyedia jip, warung, hotel, homestay (penginapan), dan lainnya,” jelasnya.

    Namun, jumlah ini belum termasuk biaya operasi pengeboman air menggunakan helikopter untuk memadamkan kebakaran lahan serta kerusakan jaringan pipa air akibat kebakaran.

    Untuk memudahkan petugas memadamkan api, empat pintu masuk ke TNBTS ditutup total dari 6 sampai 18 September 2023.

    “Penutupan tersebut untuk keamanan pengunjung dan memudahkan operasi pemadaman,” ujarnya.

    Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mulai dibuka kembali untuk pengunjung pada 19 September 2023.

    Diwartakan sebelumnya, Kebakaran di gunung Bromo berawal pada Rabu 6 September 2023 akibat kegiatan prewedding memakai flare di Bukit Teletubbies, Bromo.

    “Api awalnya hanya menyebar ke sisi kanan dan kiri bukit Teletubbies. Kami padamkan dan berhasil, tapi apinya ternyata menjalar ke atas bukit,” jelas Hendro.

    Kondisi ini diperparah dengan angin kencang hingga membuat api terus menjalar menjalar sangat cepat memasuki kawasan di dekat posko Jemplang atau kafe Bromo Hillside.

    Akibat kebakaran tersebut, TNBTS ditutup dari 6 sampai 18 September 2023. Selama penutupan tersebut, ratusan personel dikerahkan untuk memadamkan kebakaran lahan ini.

    Areal seluas 504 hektare di kawasan TNBTS yang kebanyakan berupa sabana ini rusak akibat kebakaran tersebut.

    Gunung Bromo merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur. Pada 2022 destinasi wisata itu dikunjungi oleh 318.919 wisatawan, yang terdiri atas 310.418 orang wisatawan nusantara dan 8.501 orang wisatawan asing.

    Pendapatan Negara Bukan Pajak yang diperoleh dari kunjungan wisatawan ke Bromo selama tahun 2022 mencapai Rp11,65 miliar, meningkat dari Rp4,85 miliar pada tahun sebelumnya.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Dampak El Nino, Warga Ciamis Antre Air

    Dampak El Nino, Warga Ciamis Antre Air

    7cloud.asia – Kekeringan sebagai dampak fenomena El Nino melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Tak terkecuali  warga Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari, Ciamis, Jawa Barat.

    Sudah dua bulan terakhir ini, warga Desa Cibadak terpaksa mengandalkan bantuan air untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

    Seperti yang dialami oleh Arum, 40 tahun. Warga RT 37, RW 08 ini terpaksa mengantri air dengan menggunakan tandon saat bantuan air datang.

    “Lumayanlah buat mandi dan buat nyuci-nyuci aja. Buat masak dan minum, saya beli air galon,” kata Arum kepada Ruangkota.com Rabu (27/09/2023).

    Selanjutnya Arum menjelaskan bantuan ini tidak datang setiap hari. Karena itu jika persediaan air habis, ia biasa meminta kepada kerabat yang tidak mengalami kekeringan.  

    Di wilayah ini tidak ada orang yang menjual air dengan jeriken. Semua warga yang kekeringan hanya mengandalkan bantuan dari relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan relawan Cibadak.

    Bantuan dari pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jarang mereka terima.

    “Kalaupun datang cuma seminggu sekali. Kemarin hari Sabtu (23/09/2023), bantuan datang. Nggak tau deh datang lagi nggak ntar Sabtu besok,” ungkap ibu dua anak ini.

    Sementara itu, Taufik Hidayat, salah satu relawan MDMC menjelaskan bantuan ini sudah diberikan sejak 1,5 bulan yang lalu.

    Selain Desa Cibadak, pihaknya secara bergantian berkeliling ke Desa Pamarican, Banjarsari dan Banjaranyar.

    Biasanya ia menyalurkan air dengan menggunakan truk sebanyak 4 ribu liter untuk sekali pengiriman. Tetapi kali ini pihaknya menggunakan gerobak motor yang mengangkut 1000 liter.

    “Jatahnya satu desa 15 ribu liter. Jadi kami bolak balik sampai malam,” jelas Taufik.

    Karena itu, Taufik berharap pihak pemerintah dapat lebih sering rutin mengimkan bantuan air kepada warga yang mengalami kekeringan.

    Hal ini perlu dilakukan agar warga bisa mendapatkan bantuan air setiap hari.

    Menurut Taufik, bantuan air ini berasal dari wilayah Manganti yang sumbernya dari PDAM.

    Saat Ruangkota melihat kondisi airnya yang ditampung untuk warga, air tidak bening dan agak keruh, meski tidak berbau.

    Karena itu, banyak warga yang menggunakannya untuk mencuci dan mandi saja.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Kemarau Bikin Warga Bekasi Kesulitan Air Bersih, Harus Dicari hingga Karawang

    Kemarau Bikin Warga Bekasi Kesulitan Air Bersih, Harus Dicari hingga Karawang

    7cloud.asia – Kemarau panjang memicu kekeringan di sejumlah daerah, termasuk Cibitung, Bekasi, Jawa Barat. Warga kesulitan mendapatkan air bersih sehingga harus mencarinya ke wilayah Karawang Selatan.

    “Air bersih di rumah kosong, musim kemarau ini kekeringan,” ujar Sudirja, seorang warga Cibitung, Bekasi, yang mencari air bersih di sekitar kaki Gunung Cipaga Karawang, di Karawang, Sabtu (30/09/2023).

    Warga Bekasi ini datang ke area pegunungan di wilayah Karawang selatan untuk mencari air bersih, dengan membawa sekitar 16 galon untuk diisi.

    Baca: Warga Lebak mencari air bersih ke hutan

    Melansir Antaranews, Sudirja menjelaskan air bersih disekitar rumahnya sulit dijumpai. Bahkan ia harus membeli dengan harga Rp7 ribu hingga Rp10 ribu per galon.

    “Kualitas airnya juga beda. Jadi kalau air ini (Cipaga) disimpan di rumah dua bulan tidak keruh, tidak berlumut. Sedangkan kalau air bersih beli dari isi ulang, sebentar saja disimpan langsung berubah kualitasnya,” jelasnya.

    Kelangkaan air bersih ini menyusul kekeringan yang melanda wilayah ini sejak beberapa bulan. Beberapa daerah lain di wilayah Kabupaten Bekasi juga mengalami kekeringan.

    Baca: BMKG sebut sebagian wilayah Indonesia masuk musim hujan

    Sementara itu, saat tengah mengisi galon kosong dengan air dari mata air Gunung Cipaga yang mengalir di dekat jalan raya, Sudirja ditemui oleh Dedi Mulyadi yang kebetulan saat itu sedang melintasi daerah tersebut.

    Saat itu Dedi Mulyadi menyampaikan agar hal ini harus menjadi perhatian bagi pemerintah. Jangan sampai kekayaan alam Gunung Cipaga rusak oleh keberadaan tambang yang masif.

    Selain itu, politisi partai Gerindra ini meminta agar tak ada lagi penambangan di areal Gunung Sanggabuana salah satunya meliputi Gunung Cisaga di Karawang.

    Baca: Musim hujan tahun ini akan mundur

    Kekeringan pada musim kemarau kali ini merupakan dampak dari fenomena El Nino. Tidak hanya kekeringan, El Nino juga menyebabkan petani gagal panen, mundurnya musim tanam bagi petani serta kebakaran lahan.

    Selain melanda wilayah Cibitung, kekeringan juga melanda empat kecamatan di wilayah Karawang.

    Baca: El Nino akan berlangsung hingga Mei 2024

    Sesuai dengan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, empat kecamatan yang dilanda kekeringan itu ialah Kecamatan Ciampel, Telukjambe Barat, Tegalwaru dan Kecamatan Pangkalan.

     

    Dari empat kecamatan tersebut, sebanyak 11 ribu lebih warga yang terdampak kekeringan.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Kebakaran Gunung Lawu Berlanjut, Pemerintah Tetapkan Status Tanggap Darurat

    Kebakaran Gunung Lawu Berlanjut, Pemerintah Tetapkan Status Tanggap Darurat

    7cloud.asia – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Lawu masih terjadi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi, Jawa Timur, menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari.

    “Bupati Ngawi menetapkan Status Tanggap Darurat kejadian bencana kebakaran Gunung Lawu, dengan menerbitkan surat, selama 14 hari terhitung sejak tanggal 30 September hingga 13 Oktober 2023,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ngawi, Prila Yuda Putra.

    Dilansir Antaranews Penetapan status tersebut diberlakukan menyusul kebakaran di Gunung Lawu yang belum tuntas. Bahkan hingga Senin (2/10/2023) siang api masih tampak.

    Baca: Butuh langkah komprehensif tuk atasi karhutla

    Kebakaran di lereng Gunung Lawu sudah menjalar ke wilayah sekitar seperti Kabupaten Magetan Jawa Timur dan Karanganyar, Jawa Tengah hingga menghanguskan lahan sekitar 200 hektare.

    Kebakaran hutan di Gunung Lawu pertama kali muncul di wilayah Kecamatan Jogorogo, Ngawi dan berlangsung sejak beberapa hari terakhir.

    Sebelumnya dalam satu bulan terakhir hutan di Gunung Lawu  telah mengalami beberapa kali kebakaran.

    Kondisi lahan yang kering serta angin yang bertiup kencang membuat kebakaran kembali terjadi dan meluas.

    Baca: Kemarau panjang, BMKG ingatkan potensi kebakaran di sejumlah wilayah

    Berdasarkan data BPBD setempat, titik api muncul dari Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Manyul dan Campur Rejo, Kecamatan Jogorogo, area Gunung Lawu sisi utara masuk Kabupaten Ngawi kemudian meluas.

    Upaya pemadaman terus dilakukan hingga kini oleh ratusan personel gabungan dari BPBD Jatim, Agen Bencana Provinsi Jatim, Kabupaten Ngawi, BPBD Kabupaten Magetan, TNI, Polri, Polhut, BKSDA.

    Selain itu, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Ngawi, Perhutani KPH Ngawi, serta relawan, dan masyarakat juga turut serta dalam upaya pemadaman ini.

    Berbagai cara dilakukan agar api segera padam. Diantaranya secara manual dan membuat ilaran yakni parit penyekat api di sekitar lokasi titik api yang tergolong cukup curam.

    Baca: Kebakaran lahan di lereng Bromo, kerugian capai Rp 5,4 miliar

    Selain itu, BPBD juga mengerahkan helikopter milik BNPB untuk melakukan pemadam api melalui udara atau water bombing pada hari Senin (2/10) ini.

    Untuk memudahkan pemantauan selama status tanggap darurat, petugas telah mendirikan posko peninjauan di Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Ngawi.

    Pemkab Ngawi juga menyediakan dapur umum yang berlokasi di lingkungan kantor Desa Ngrayudan.

    Di Magetan, BPBD setempat juga mendirikan posko relawan dan dapur umum di Desa Ngiliran, Kecamatan Panekan, Magetan.

    Posko tersebut merupakan lokasi terdekat dari titik api yang bisa diakses para petugas dan relawan sehingga memudahkan upaya penanganan karhutla.

    Reporter: Nurakhmayani