7cloud.asia – Kekeringan sebagai dampak fenomena El Nino melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Tak terkecuali warga Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari, Ciamis, Jawa Barat.
Sudah dua bulan terakhir ini, warga Desa Cibadak terpaksa mengandalkan bantuan air untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Seperti yang dialami oleh Arum, 40 tahun. Warga RT 37, RW 08 ini terpaksa mengantri air dengan menggunakan tandon saat bantuan air datang.
“Lumayanlah buat mandi dan buat nyuci-nyuci aja. Buat masak dan minum, saya beli air galon,” kata Arum kepada Ruangkota.com Rabu (27/09/2023).
Selanjutnya Arum menjelaskan bantuan ini tidak datang setiap hari. Karena itu jika persediaan air habis, ia biasa meminta kepada kerabat yang tidak mengalami kekeringan.
Di wilayah ini tidak ada orang yang menjual air dengan jeriken. Semua warga yang kekeringan hanya mengandalkan bantuan dari relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan relawan Cibadak.
Bantuan dari pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jarang mereka terima.
“Kalaupun datang cuma seminggu sekali. Kemarin hari Sabtu (23/09/2023), bantuan datang. Nggak tau deh datang lagi nggak ntar Sabtu besok,” ungkap ibu dua anak ini.
Sementara itu, Taufik Hidayat, salah satu relawan MDMC menjelaskan bantuan ini sudah diberikan sejak 1,5 bulan yang lalu.
Selain Desa Cibadak, pihaknya secara bergantian berkeliling ke Desa Pamarican, Banjarsari dan Banjaranyar.
Biasanya ia menyalurkan air dengan menggunakan truk sebanyak 4 ribu liter untuk sekali pengiriman. Tetapi kali ini pihaknya menggunakan gerobak motor yang mengangkut 1000 liter.
“Jatahnya satu desa 15 ribu liter. Jadi kami bolak balik sampai malam,” jelas Taufik.
Karena itu, Taufik berharap pihak pemerintah dapat lebih sering rutin mengimkan bantuan air kepada warga yang mengalami kekeringan.
Hal ini perlu dilakukan agar warga bisa mendapatkan bantuan air setiap hari.
Menurut Taufik, bantuan air ini berasal dari wilayah Manganti yang sumbernya dari PDAM.
Saat Ruangkota melihat kondisi airnya yang ditampung untuk warga, air tidak bening dan agak keruh, meski tidak berbau.
Karena itu, banyak warga yang menggunakannya untuk mencuci dan mandi saja.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply