Tag: kereta api

  • Banjir dan Longsor Melanda Semarang, Ratusan Rumah Terendam Serta Perjalanan Kereta Terganggu

    Banjir dan Longsor Melanda Semarang, Ratusan Rumah Terendam Serta Perjalanan Kereta Terganggu

    7cloud.asia – Sejumlah wilayah di Indonesia dilanda banjir dan tanah longsor. Kali ini bencana tersebut melanda Kota Semarang, Jawa Tengah. Akibatnya ratusan rumah terendam dan perjalanan kereta api terganggu.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro Martanto menjelaskan banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang terjadi sejak Rabu (13/03/2024) siang hingga malam.

    Melansir Antaranews, wilayah yang terdampak banjir adalah Jalan Kaligawe di Kelurahan Muktoharjo, Kelurahan Tambakrejo, Kelurahan Sambirejo, Kelurahan Krobokan, serta Kelurahan Kudu.

    Baca: Warga Kapuas Hulu gunakan perahu untuk tarawih akibat banjir

    Jumlah ini diperkirakan akan meningkat karena hujan masih mengguyur wilayah tersebut hingga Kamis (14/03/2024) dinihari. Ketinggian air berkisar antara 20 hingga 70 sentimeter.

    Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi kali ini tak hanya menyebabkan banjir, tetapi juga tanah longsor dan sejumlah pohon bertumbangan.

    “Sementara ada laporan 10 kejadian tanah longsor,” kata Endro.

    Hingga Kamis dinihari, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Saat ini BPBD Kota Semarang tengah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi banjir.

    Baca: Curah hujan tinggi, waspada bencana di wilayah ini

    Diantaranya menyiagakan pompa portabel di titik yang dilanda banjir, melakukan penanganan sementara di titik-titik longsor, serta melakukan pembersihan lokasi pohon tumbang akibat cuaca buruk ini.

    Tak hanya merendam rumah warga, banjir kali ini juga mengganggu perjalanan kereta api yang melintas di jalur Pantura tersebut.

    Menurut manajer humas PT KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo perjalanan sejumlah KA terpaksa dialihkan melalui jalur selatan akibat rel terendam banjir.

    Sejumlah titik yang terendam banjir antara lain jalur antara Stasiun Semarang Tawang hingga Stasiun Alas Tuwa, petak antara Stasiun Tawang hingga Stasiun Semarang Poncol, serta petak antara Stasiun Mangkang hingga Stasiun Kaliwungu.

    Baca: Peringatan dini BMKG, cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Jawa Tengah

    Ketinggian air melebihi 10 sentimeter dari atas kop rel sehingga tidak mungkin dilintasi KA. “Sementara ada empat kereta yang dialihkan perjalanannya,” ungkapnya.

    Keempat kereta tersebut antara lain dua perjalanan KA Argo Bromo Anggrek, KA Pandalungan, dan KA Brawijaya.
    Menurut dia, perjalanan KA dialihkan melalui jalur Solo-Yogyakarta-Purwokerto-Cirebon.

    “PT KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dari pola pengalihan perjalanan tersebut,” katanya.

    PT KAI juga siap mengembalikan biaya tiket penumpang yang batal perjalanannya akibat pengalihan perjalanan tersebut.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Kereta Api Jadi Moda Transportasi Publik Pilihan, Tapi Operasionalnya Masih Tergantung Subsidi

    Kereta Api Jadi Moda Transportasi Publik Pilihan, Tapi Operasionalnya Masih Tergantung Subsidi

    7cloud.asia – Kereta api hingga kini masih menjadi moda transportasi publik yang paling diminati masyarakat.

    Data PT KAI menyebut, sepanjang tahun 2025 total jumlah penumpang kereta api mencapai 503,5 juta orang, atau naik 8,52 persen dibanding tahun 2024. Angka ini mengukuhkan kereta api sebagai transportasi publik yang paling diminati.

    Jumlah penumpang ini mencakup layanan KAI jarak jauh, lokal, Commuter, Bandara, LRT, hingga Whoosh, dengan peningkatan kepercayaan publik terhadap moda transportasi publik berbasis rel.

    Selain harga tiket yang terjangkau, kenyamanan dan ketepatan waktu membuat kereta api menjadi moda transportasi publik pilihan.

    Namun, Wakil Ketua Komisi V DPR, Roberth Rouw mengingatkan bahwa peningkatan jumlah penumpang dan tingginya operasional belum sepenuhnya diimbangi dengan kemandirian pembiayaan.

    Dia mengatakan, mayoritas layanan kereta api saat ini masih bergantung pada subsidi negara. Padahal frekuensi perjalanan tinggi dan potensi penumpangnya ada, sehingga kereta api punya nilai bisnis.

    Baca: Mencari model pendanaan transportasi publik yang berkelanjutan

    “Jangan hanya cukup untuk merawat keretanya saja, tapi harus bisa menghidupi operasionalnya secara mandiri,” ujarnya saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR ke Stasiun Cirebon, Jawa Barat, Kamis (15/1/2026) seperti dikutip Parlementaria.

    Roberth menjelaskan, hingga kini hasil penjualan tiket belum sepenuhnya mampu menutup kebutuhan operasional, sehingga subsidi negara lewat Public Service Obligation (PSO) masih menjadi penopang utama PT KAI

    Tahun 2026 ini, PT KAI bakal mendapatkan PSO sebesar Rp5,864 triliun. Hal ini tercantum dalam Buku Nota Keuangan II Tahun Anggaran 2026.

    PSO itu untuk mendukung perbaikan kualitas dan inovasi pelayanan berbagai kelas ekonomi bagi angkutan kereta api sehingga memberikan akses transportasi yang terjangkau bagi masyarakat luas.

    Robert menilai ketergantungan PT KAI pada subsidi perlu disikapi dengan terobosan yang berorientasi pada peningkatan okupansi dan daya tarik layanan.

    Menurutnya, sudah saatnya layanan kereta api di Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap subsidi negara dan mulai memperkuat kemandirian melalui pengembangan nilai bisnis.

    Baca: Renegoisasi Whoosh harus perkuat sistem perkeretaapian nasional

    Ketergantungan penuh terhadap dukungan anggaran pemerintah, ujarnya, berpotensi menimbulkan risiko dalam jangka panjang bagi keberlanjutan sektor perkeretaapian.

    “Kalau penumpangnya terus menurun, bagaimana kita mau bicara keberlanjutan. Maka perlu strategi agar masyarakat merasa nyaman dan menikmati perjalanan dengan kereta api,” tegasnya.

    Roberth menambahkan, peningkatan kenyamanan, inovasi pelayanan, serta kampanye yang tepat sasaran diyakini dapat mendorong peningkatan jumlah penumpang.

    Dengan demikian, ketergantungan terhadap subsidi negara dapat dikurangi secara bertahap tanpa mengorbankan kualitas layanan publik.

    Komisi V DPR, lanjutnya, akan mendorong pemerintah dan operator perkeretaapian untuk merumuskan langkah strategis berbasis hasil kunjungan kerja spesifik ini.

    Sehingga pengelolaan kereta api ke depan tidak hanya berorientasi pada pelayanan, tetapi juga pada kemandirian dan keberlanjutan sektor transportasi nasional.

    Baca: Transportasi publik memegang peran penting dalam dekarbonisasi sektor transportasi

  • Pasca Insiden Kereta Cepat Tabrak KRL: Keamanan Jalur Kereta Harus Diperbaiki!

    Pasca Insiden Kereta Cepat Tabrak KRL: Keamanan Jalur Kereta Harus Diperbaiki!

    7cloud.asia – Ketua DPR, Puan Maharani menegaskan insiden kecelakaan kereta api (KA) jarak jauh dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur jadi pengingat agar unsur keselamatan di jalur kereta harus ditingkatkan.

    “Atas nama pribadi maupun atas nama DPR RI, saya sampaikan dukacita mendalam untuk para korban dalam kecelakaan kereta api yang terjadi semalam di wilayah Bekasi,” kata Puan Maharani dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

    Seperti diketahui, insiden KRL dengan kereta jarak jauh yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam bermula saat taksi listrik ditabrak KRL di daerah Bulak Kapal karena taksi itu terhenti di tengah perlintasan sebidang.

    Taksi tersebut berada di area rel sebelum akhirnya tertemper KRL menuju arah Jakarta.

    Kondisi itu menyebabkan perjalanan KRL atau commuter line dari Jakarta menuju Cikarang terganggu dan rangkaian berhenti di jalur. Tak berselang jauh, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang menabrak KRL yang tengah berhenti.

    Saking kerasnya benturan, lokomotif KA Argo Bromo Anggrek sampai merangsek masuk ke badan gerbong khusus wanita yang ada di bagian paling belakang KRL. Insiden ini menyebabkan 15 orang meninggal dunia dan 84 lainnya terluka.

    Terkait hal ini, Puan menekankan pentingnya Negara meningkatkan unsur keselamatan pada transportasi kereta api.

    “Kita minta Pemerintah, KAI, bersama stakeholder terkait untuk lebih memprioritaskan persoalan keselamatan di jalur kereta api. Sistem dan keamanan pada jalur kereta api harus diperbaiki,” tegas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

    Baca: 15 Orang Meninggal Akibat Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

    “Terutama pada perlintasan sebidang yang masih banyak kita temukan di sepanjang perlintasan kereta. Karena keamanannya sangat kurang, kecelakaan kereta seringkali terjadi dan ini harus disikapi dengan serius,” imbuh Puan.

    Puan memandang, kecelakaan kereta di kawasan Stasiun Bekasi Timur itu tidak hanya menghadirkan duka karena jatuhnya korban jiwa dan luka-luka,

    Tetapi juga menempatkan kembali keselamatan transportasi publik sebagai ukuran utama kepercayaan masyarakat terhadap layanan harian yang digunakan jutaan orang.

    “Dalam sistem mobilitas perkotaan seperti Jabodetabek, KAI Commuter Line atau KRL bukan sekadar moda angkut massal, melainkan infrastruktur sosial yang menopang ritme kerja, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat setiap hari,” jelasnya.

    “Karena itu, setiap insiden besar tidak hanya berdampak pada korban langsung, tetapi juga berpotensi memengaruhi persepsi masyarakat terhadap rasa aman menggunakan transportasi kereta,” tambah Puan.

    Lebih lanjut, Puan menilai kecelakaan antara KRL dan Argo Bromo Anggrek pada Senin (26/4/2026) malam memperlihatkan bahwa jalur padat metropolitan kini bekerja dalam tingkat kompleksitas yang semakin tinggi.

    Hal itu mulai dari frekuensi perjalanan meningkat, jenis layanan berbagi lintasan yang sama, dan ruang toleransi terhadap gangguan semakin sempit.

    Baca: KAI Tutup Sementara Operasional Stasiun Bekasi Timur

    Dalam kondisi seperti ini, menurut Puan, keselamatan tidak cukup dilihat hanya sebagai kepatuhan prosedur operasional harian, tetapi harus hadir dalam bentuk standarisasi pengamanan yang mampu meyakinkan masyarakat bahwa setiap potensi risiko sudah diantisipasi.

    Di tengah tingginya ketergantungan masyarakat terhadap KRL, Puan pun menekankan pentingnya pembelajaran yang harus diambil pascakejadian. Hal ini terkait dengan tingkat keselamatan penggunaan transportasi kereta.

    “Bahwa KRL tetap harus menjadi moda transportasi yang paling dapat dipercaya dari sisi keselamatan,” tutur Mantan Menko PMK ini.

    Puan menambahkan, masyarakat tidak boleh dibiarkan berada dalam situasi ragu atau jera menggunakan transportasi kereta akibat kecelakaan yang menimbulkan kesan bahwa sistem proteksi belum cukup kuat.

    “Justru setelah insiden seperti ini, operator dan Pemerintah perlu menunjukkan bahwa standar keselamatan diperbarui secara nyata, terukur, dan dapat dipahami masyarakat,” ucapnya.

    Puan juga mendorong agar investigasi atas kecelakaan tersebut harus menghasilkan pembelajaran struktural yang jelas.

    “Dan hasil terpenting dari evaluasi ini adalah memastikan masyarakat melihat bahwa menggunakan KRL tetap merupakan pilihan transportasi yang aman, rasional, dan didukung oleh sistem keselamatan yang terus diperkuat,” tutup Puan

    Baca: Kereta Api Jadi Moda Transportasi Publik Pilihan

  • Transjakarta Sediakan Bus dari Stasiun Bekasi Timur ke Stasiun Bekasi, KAI Layani Refund Pembatalan Tiket

    Transjakarta Sediakan Bus dari Stasiun Bekasi Timur ke Stasiun Bekasi, KAI Layani Refund Pembatalan Tiket

    7cloud.asia – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyediakan layanan bus shuttle untuk dengan tarif normal untuk mengantarkan penumpang Commuter Line dari Stasiun Bekasi Timur menuju Stasiun Bekasi imbas kecelakaan kereta yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam.

    “Transjakarta mengerahkan empat unit bus yang difungsikan khusus sebagai shuttle,” kata Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani dalam keterangan di Jakarta, Selasa (28/4/2026)

    Ayu mengatakan, armada disiagakan secara penuh untuk membantu mobilisasi penumpang Commuter Line selama proses evakuasi di jalur kereta api berlangsung.

    ​”Semoga proses evakuasi di lapangan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan tanpa kendala, serta seluruh pihak yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan,” kata dia.

    Sementara itu, pada Selasa dini hari tadi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan bahwa untuk sementara waktu Stasiun Bekasi Timur tidak melayani aktivitas naik dan turun penumpang, sebagai dampak dari insiden operasional yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta.

    “Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini fokus utama kami adalah penanganan di lokasi serta memastikan keselamatan dan layanan bagi pelanggan tetap terpenuhi,” ujar VP Corporate Communication KAI, Anne Purba.

    Baca: Pasca Insiden Argo Bromo Tabrak Commuter Line: KAI Tutup Sementara Operasional Stasiun Bekasi Timur

    Bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan kereta api, untuk sementara dapat menggunakan layanan melalui Stasiun Bekasi hingga pemberitahuan lebih lanjut.

    Operasional perjalanan menuju lintas Bekasi juga masih mengalami penyesuaian seiring proses penanganan di lapangan.

    Anne menyampaikan, KAI terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mempercepat proses penanganan dan pemulihan layanan agar operasional dapat kembali normal secepatnya.

    KAI juga memastikan pengembalian biaya tiket (refund) sebesar 100 persen seluruh penumpang kereta api jarak jauh yang terdampak pembatalan perjalanan akibat insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur ini.

    “KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen di luar bea pesan bagi pelanggan yang terdampak. Kami memastikan seluruh proses dapat diakses dengan mudah melalui berbagai kanal layanan,” ujar Anne.

    KAI memastikan hak pelanggan tetap terpenuhi melalui pengembalian tiket bagi perjalanan KA jarak jauh yang terdampak. Hingga 28 April 2026 pukul 11.00 WIB, sebanyak 4.878 tiket telah berhasil direfund.

    Secara rinci, pengembalian tiket diberikan kepada pelanggan yang membatalkan perjalanan akibat keterlambatan, penundaan lebih dari satu jam, perubahan rute perjalanan, hingga pelanggan yang memilih tidak menggunakan kereta api pengganti atau moda lanjutan.

    Baca: Kereta Api Jadi Moda Transportasi Publik Pilihan

    Kebijakan itu juga mencakup tiket pulang-pergi, tiket lanjutan (connecting), serta tiket layanan KAI Group dalam satu kode booking yang terdampak.

    Bagi pelanggan yang tetap melanjutkan perjalanan menggunakan kereta pengganti dengan kelas yang sama atau lebih tinggi, tidak dikenakan biaya tambahan.

    Sementara itu, apabila perjalanan tidak dapat dilanjutkan hingga stasiun tujuan, KAI mengupayakan moda lanjutan, dan apabila tidak tersedia, pengembalian tiket tetap diberikan secara penuh.

    Proses refund dapat dilakukan melalui beberapa kanal. Di loket stasiun, pelanggan dapat mengajukan pembatalan dengan menunjukkan boarding pass atau e-boarding untuk diverifikasi, dengan pengembalian dana melalui tunai atau transfer.

    Melalui Contact Center 121, pelanggan cukup menyampaikan kode booking dan data identitas, kemudian dana akan ditransfer langsung ke rekening yang didaftarkan. Untuk perjalanan yang dibatalkan oleh perusahaan, refund juga dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI .

    Batas waktu pengajuan refund diberikan hingga 7 hari sejak jadwal keberangkatan yang tertera pada tiket, sementara proses pencairan dana diupayakan selesai maksimal 1 x 24 jam setelah pembatalan dilakukan.

    Selain itu, pengembalian bea bagasi juga diberikan secara penuh apabila pelanggan tidak melakukan perjalanan.

  • Tabrakan Kereta Api di Bekasi Timur Jadi Peringatan Pentingnya Pembenahan Perlintasan Sebidang

    Tabrakan Kereta Api di Bekasi Timur Jadi Peringatan Pentingnya Pembenahan Perlintasan Sebidang

    7cloud.asia – Kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem perkeretaapian dan perhubungan, khususnya terkait keberadaan perlintasan sebidang yang dinilai masih menjadi titik rawan di Indonesia.

    Hal itu disampaikan Ketua Komisi V DPR, Lasarus dalam diskusi Forum Dialektika yang digelar Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bersama Biro Pemberitaan DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

    Menurutnya, moda transportasi kereta api memiliki peran vital dalam mobilitas masyarakat sehingga gangguan operasional harus segera diatasi secara maksimal.

    Lasarus menyoroti akar persoalan dari kecelakaan tersebut yang disebut bermula dari tabrakan di perlintasan sebidang.

    Ia mengingatkan bahwa Komisi V selama ini telah berulang kali mengingatkan pemerintah terkait tingginya risiko perlintasan sebidang, terutama yang tidak dijaga atau tidak resmi.

    “Kita sudah mengingatkan bahwa perlintasan sebidang itu sangat berbahaya dan telah berkali-kali memicu kecelakaan kereta api di negeri ini,” tegasnya.

    Baca: Pernyataan Menteri PPA soal gerbong perempuan dinilai bias gender

    Ia menjelaskan, kecelakaan di Bekasi dipicu oleh kendaraan yang melintas di perlintasan sebidang tanpa pengamanan, yang kemudian menyebabkan tabrakan dengan kereta api dan berujung pada kecelakaan lanjutan dengan korban jiwa serta luka-luka.

    Menurut Lasarus, kondisi tersebut menunjukkan bahwa sistem keselamatan perkeretaapian di Indonesia masih memiliki celah serius yang perlu segera dibenahi.

    Ia menekankan bahwa secara ideal, jalur kereta api harus steril dari segala bentuk hambatan, termasuk perlintasan sebidang

    “Seharusnya jalur kereta api itu clear and clean, tidak boleh ada hambatan apapun. Di banyak negara lain, kondisi seperti ini tidak ditemukan,” ujarnya.

    Ia juga menyoroti masih banyaknya perlintasan sebidang di Indonesia, termasuk yang tidak resmi atau liar, yang jumlahnya mencapai ribuan dan tersebar di berbagai daerah.

    Keberadaan perlintasan ini dinilai menjadi ancaman serius bagi keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.

    Baca: Kereta api jadi moda transportasi publik pilihan

    “Perlintasan sebidang yang tidak dijaga, bahkan yang liar, ini jumlahnya sangat banyak dan menjadi potensi kecelakaan jika tidak segera ditangani,” lanjutnya.

    Untuk itu, Lasarus mendesak pemerintah agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional perkeretaapian nasional, termasuk percepatan penataan dan penghapusan perlintasan sebidang yang berisiko tinggi.

    Ia menilai, langkah tersebut penting guna mencegah terulangnya kecelakaan serupa di masa mendatang.

    Selain itu, ia juga menekankan perlunya koordinasi lintas sektor antara kementerian, operator perkeretaapian, serta aparat penegak hukum dalam memastikan keselamatan transportasi publik.

    “Cukuplah kejadian ini dan yang telah lalu menelan banyak korban jiwa. Jangan sampai peristiwa serupa kembali terulang,” pungkasnya.

  • Pasca Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Pembangunan Double-Double Track Dinilai Sebagai Solusi Tepat

    Pasca Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Pembangunan Double-Double Track Dinilai Sebagai Solusi Tepat

    7cloud.asia – Percepatan pembangunan Double-Double Track (DDT) dinilai menjadi salah satu solusi strategis untuk membenahi keselamatan dan tata kelola perkeretaapian nasional pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur.

    Pemisahan jalur antara kereta komuter dan kereta jarak jauh dinilai mendesak agar kepadatan lintasan tidak terus menimbulkan risiko keselamatan di jalur padat seperti Bekasi hingga Cikarang.

    Biaya pembangunan proyek Double-Double Track (DDT) Manggarai-Cikarang secara keseluruhan diperkirakan mencapai sekitar Rp7 triliunan, dengan berbagai sumber pendanaan yang digunakan pemerintah.

    Anggota Komisi V DPR, Sudjatmiko, menegaskan bahwa tragedi di Stasiun Bekasi Timur harus menjadi momentum untuk mempercepat kebijakan pembangunan DDT, khususnya pada lintasan yang melayani perjalanan komuter dan antarkota secara bersamaan.

    Menurutnya, selama jalur KRL dan kereta jarak jauh masih berbagi lintasan yang sama, potensi gangguan dan kecelakaan akan tetap tinggi.

    “Momentum ini harus kita gunakan untuk mempercepat DDT. Jalur kereta komuter dan kereta jarak jauh wajib dipisah agar sistem operasi lebih aman dan tidak saling mengganggu,” ujar Sudjatmiko saat diwawancarai Parlementaria di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

    Baca: Tabrakan Kereta Api di Bekasi Timur Jadi Peringatan Pentingnya Pembenahan Perlintasan Sebidang

    Ia menjelaskan, pembangunan Doble Double Track selama ini baru menjangkau Stasiun Bekasi. Sementara lintasan Bekasi hingga Cikarang yang justru memiliki intensitas perjalanan tinggi masih menggunakan jalur campuran antara KRL dan kereta jarak jauh.

    Kondisi itu dinilai menjadi salah satu titik lemah dalam sistem operasi perkeretaapian, karena gangguan pada satu moda dapat langsung berdampak pada moda lainnya.

    Menurut Sudjatmiko, idealnya jalur komuter dan kereta antarkota dipisahkan penuh agar pergerakan masing-masing moda tidak saling bersinggungan.

    Dengan skema Double Doble Track, jalur KRL akan melayani mobilitas harian perkotaan, sementara jalur lain dikhususkan untuk kereta jarak jauh dan logistik.

    Pemisahan ini dinilai penting untuk menekan risiko gangguan operasi sekaligus meningkatkan keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan.

    Baca: Kereta Api Jadi Moda Transportasi Publik Pilihan

    Legislator Fraksi PKB ini menambahkan, percepatan Doble Double Track kini lebih realistis karena persoalan lahan disebut tidak lagi menjadi hambatan utama.

    Sebagian lahan untuk pengembangan jalur hingga Cikarang, kata dia, telah dibebaskan sehingga pemerintah tinggal mempercepat eksekusi pembangunan.

    Selain mendorong DDT, Sudjatmiko juga menekankan pentingnya penanganan jangka pendek melalui peningkatan keselamatan perlintasan sebidang, termasuk pemasangan palang otomatis di 1.800 titik rawan.

    Namun, ia menegaskan langkah itu hanya solusi sementara. Dalam jangka panjang, keselamatan perkeretaapian tetap harus ditopang oleh pemisahan jalur dan modernisasi sistem operasi.

    “Palang otomatis itu penting untuk jangka pendek. Tapi untuk jangka panjang, jawabannya tetap pemisahan jalur melalui DDT agar sistem kereta kita lebih aman dan modern,” tegas legislator asal Dapil Jawa Barat VI itu.

  • KAI Jakarta Bakal Tutup 40 Perlintasan Liar pada 2026

    KAI Jakarta Bakal Tutup 40 Perlintasan Liar pada 2026

    7cloud.asia – PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daops) 1 Jakarta menargetkan untuk menutup 40 perlintasan liar sepanjang 2026. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.

    Mayoritas dari 40 perlintasan sebidang ini lebarnya kurang dari dua meter dan tidak ada penjaga, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan kereta api.

    “Kita akan tutup untuk keselamatan operasional kereta api,” kata Deputi 2 Daop 1 Jakarta PT KAI, Deddy Hendrady kepada wartawan di Jakarta, Kamis (14/5/2026).

    Ia menyebutkan terdapat lima perlintasan swadaya di kawasan antara Cawang hingga Tebet yang telah dikoordinasikan untuk ditutup bersama unsur wilayah setempat.

    Namun, hingga Mei ini PT KAI baru menjalankan penutupan pada satu titik di kawasan Tebet-Cawang. Hal ini lantaran pelaksanaannya masih menunggu dukungan pemerintah daerah.

    “Kalau tahun ini hanya satu aja. Kalau program KAI memang ada lima, tapi nanti nggak tahu kita dibantu dari pemda apakah ditutup semua atau nggak,” ujarnya.

    Baca: Tabrakan Kereta Api di Bekasi Timur Jadi Peringatan Pentingnya Pembenahan Perlintasan Sebidang

    Seluruh perlintasan liar pada dasarnya memiliki tingkat bahaya yang sama. Adapun keterbatasan lahan dan biaya menjadi kendala dalam pembangunan perlintasan resmi.

    “Keterbatasan lahan juga karena biaya juga sih, karena besar buka untuk membuatnya, karena kita harus punya alatnya punya posnya, terus merekrut SDM-nya untuk penjagaan,” kata Deddy.

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta telah menutup perlintasan sebidang liar di jalur antara Stasiun Tebet dan Stasiun Cawang demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan warga sekitar.

    Terkait perpindahan lokasi penutupan perlintasan tersebut merupakan keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah bersama warga.

    Pertimbangan perpindahan lokasi dilakukan atas permintaan masyarakat karena lintasan di RT 05 lebih banyak digunakan warga dibandingkan lokasi lainnya.

    Baca: Pembangunan Double-Double Track Didorong untuk Cegah Tabrakan Kereta

    Deddy menambahkan, kecelakaan di perlintasan sebidang umumnya terjadi karena pengguna jalan yang menerobos jalur rel.

    “Karena ini juga perlu informasikan ke media, di internal kita kalau ada motor ditabrak kereta, itu adalah kebalikannya orang yang nabrak kereta karena kereta gak bisa menghindar gitu ya,” ucapnya.

    Namun, Deddy menegaskan kewenangan PT KAI hanya pada aspek keselamatan perjalanan kereta api.

    Di KAI, ujarnya, solusi hanya menutup perlintasa liar untuk keamanan kereta api. Sedangkan solusi untuk fasilitas warga itu adalah kewenangan pihak lain, seperti di Dishub dan Pemda.

    “Tapi kita selalu koordinasi kita akan nutup ini, tolong diinformasi diberikan fasilitas alternatif untuk penutupan ini,” pungkasnya.

  • Jadi Titik Rawan Perjalanan Kereta Api, Ratusan Perlintasan Sebidang Ditertibkan

    Jadi Titik Rawan Perjalanan Kereta Api, Ratusan Perlintasan Sebidang Ditertibkan

    7cloud.asia – Sebuah perlintasan sebidang mungkin hanya dilalui dalam beberapa detik. Namun di titik itulah keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan pengguna jalan bertemu dalam ruang yang sama.

    Ketika disiplin berlalu lintas melemah atau fasilitas pengamanan belum memadai, risiko kecelakaan dapat muncul di perlintasan sebidang ini.

    Karena itu, penanganan perlintasan sebidang menjadi salah satu pekerjaan yang terus dipercepat oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam pembangunan transportasi nasional.

    Hingga 4 Juni 2026, KAI bersama berbagai pemangku kepentingan telah menutup 119 dari 172 perlintasan sebidang prioritas yang menjadi target penanganan nasional tahun ini.

    Selain itu, KAI juga mempercepat penanganan 490 perlintasan liar serta memulai penguatan fasilitas keselamatan pada 1.148 lokasi aktif yang tersebar di seluruh wilayah operasi.

    Peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang menjadi salah satu fokus utama KAI. Hingga saat ini, 119 dari 172 perlintasan prioritas telah berhasil ditutup. Angka ini mencapai sekitar 69 persen dari target tahun ini.

    “Upaya tersebut kami lanjutkan melalui penanganan perlintasan liar dan penguatan fasilitas keselamatan di berbagai wilayah,” ujar Direktur Utama Bobby Rasyidin usai melapor kepada Presiden di Istana Kepresidenan.

    Langkah tersebut berangkat dari kebutuhan untuk menekan risiko kecelakaan yang masih terjadi di perlintasan sebidang guna mengurangi titik-titik risiko yang selama bertahun-tahun menjadi penyebab kecelakaan di jalur rel dan jalan raya.

    Data KAI menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga 4 Juni 2026 telah terjadi 119 kecelakaan di perlintasan sebidang yang mengakibatkan 97 korban, terdiri atas 43 korban meninggal dunia, 23 korban luka berat, dan 31 korban luka ringan.

    Sebanyak 52 persen kejadian terjadi di perlintasan tanpa palang pintu, sementara perilaku menerobos saat kereta api akan melintas masih menjadi penyebab dominan dengan porsi mencapai 87 persen dari seluruh kejadian yang tercatat.

    Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa program penutupan perlintasan dilakukan berdasarkan identifikasi dan kajian keselamatan yang komprehensif.

    Setiap lokasi dievaluasi berdasarkan tingkat risiko, volume perjalanan kereta api, kondisi lingkungan, serta potensi dampaknya terhadap keselamatan masyarakat.

    ”Setiap perlintasan yang ditutup telah melalui proses evaluasi dan pertimbangan keselamatan. Fokus utama kami adalah mengurangi titik-titik risiko yang berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ujar Anne.

    Program penutupan perlintasan prioritas merupakan bagian dari upaya peningkatan keselamatan pada 1.810 perlintasan tidak terjaga yang tersebar di wilayah operasi KAI.

    Setiap perlintasan memiliki karakteristik yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi setempat. Karena itu, keselamatan perlintasan memerlukan dukungan infrastruktur, penegakan aturan, serta kepatuhan pengguna jalan agar risiko kecelakaan dapat terus ditekan.

    Data KAI menunjukkan bahwa sepanjang 2022 hingga 2025 terjadi 1.244 kecelakaan di perlintasan sebidang. Sebanyak 913 kejadian atau 73 persen berlangsung di perlintasan tidak terjaga.

    Dalam periode yang sama tercatat 1.152 korban jiwa, terdiri atas 437 korban meninggal dunia, 294 korban luka berat, dan 421 korban luka ringan.

    Angka tersebut menunjukkan bahwa pengurangan titik risiko tetap menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan keselamatan transportasi nasional.

    Selain penutupan perlintasan, KAI juga terus memperkuat edukasi dan pencegahan.
    Keselamatan, ujar Anne, merupakan investasi sosial yang manfaatnya dirasakan oleh banyak orang. Setiap perlintasan berisiko yang berhasil ditangani berarti ada potensi kecelakaan yang dapat dicegah.

    “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mematuhi aturan saat melintas di perlintasan sebidang dan menjaga fasilitas keselamatan yang telah dibangun bersama,” tutup Anne.

    KAI akan terus mempercepat penyelesaian 53 titik perlintasan prioritas yang masih dalam proses penanganan sehingga target penutupan 172 titik pada tahun 2026 dapat tercapai.

    Sejalan dengan itu, penguatan fasilitas keselamatan di berbagai lokasi aktif terus dilaksanakan untuk mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.