Tag: Koalisi Perubahan

  • Surya Paloh Lirik Yenny Wahid untuk Disandingkan dengan Anies Baswedan, Bagaimana Nasib Koalisi Perubahan?

    Surya Paloh Lirik Yenny Wahid untuk Disandingkan dengan Anies Baswedan, Bagaimana Nasib Koalisi Perubahan?

    Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin menilai bahwa Ketua Umum Partai Nasdem itu sudah mempertimbangkan masak-masak pilihannya untuk Yenny Wahid ini. 
     
    “Saya kira keinginan Surya Paloh menggaet Yenny Wahid sebagai Cawapres Anies bukan tanpa alasan. Yenny Wahid ini kan perempuan dan tokoh di Nahdlatul Ulama. Sehingga Pak Surya tentu melakukan kalkulasi dan melihat potensi kemenangannya besar kalau pasangan ini diduetkan,” katanya sebagaimana dikutip Antaranews.com
     
    Baca: Enam nama dikaji untuk dampingi Ganjar Pranowo

    Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu, keinginan Surya Paloh memasangkan Anies yang diusung Koalisi Perubahan dengan Yenny Wahid, karena melihat pasangan ini ideal dan saling melengkapi.

    Ujang pun tidak melihat dengan mengusung Yenny Wahid maka akan membuat posisi Koalisi Perubahan terancam bubar. Sebab, Yenny Wahid merupakan tokoh independen yang tidak terafiliasi dengan partai politik manapun.

    “Kita tahu bahwa Yenny Wahid ini tokoh yang independen secara politik. Posisi ini membuatnya dapat diterima partai politik manapun di dalam koalisi termasuk Koalisi Perubahan,” katanya.

     
    Baca: Pemilu 2024, saatnya memilih pemimpin pro lingkungan

    Meskipun, dia mengakui semua partai politik yang tergabung dalam Koalisi Perubahan terkesan mendorong kader internal mereka untuk maju sebagai Cawapres berpasangan dengan Anies.

     
    PKS misalnya, mengusung mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Sementara Demokrat mengusung Ketua Umumnya Agus Harimurti Yudhoyono.

    “Biasa dalam koalisi semua parpol mengusung kader masing-masing. Namun itu tidak bisa dipaksakan, nanti ada titik temu antara semua parpol itu siapa yang harus diusung akhirnya. Tentu ada parameter sehingga satu tokoh itu diputuskan jadi cawapres,” ungkapnya.

     
    Baca: Menebak arah pilihan pemilih muda

    Dalam hal tersebut, kata Ujang, secara kalkulasi politik nama Yenny Wahid akan bisa dipertimbangkan semua parpol yang tergabung di Koalisi Perubahan. Dan, Ujang yakin pada akhirnya parpol akan legowo.

    “Yenny Wahid ini kan politisi perempuan, sekaligus memiliki garis keturunan dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Menurut saya ini, akan menjadi pertimbangan bagi parpol pendukung Anies,” jelasnya.

    Dengan mengusung Yenny Wahid, dia meyakini akan dapat mendongkrak suara Anies dari kaum Nahdliyyin terutama kalangan NU kultural.

     
    Baca: MK Putuskan Pemilu 2024 tetap gunakan sistem proporsional terbuka

    Ujang menambahkan, Anies  selama ini selalu dikaitkan kalau dia didukung kalangan Islam garis keras, Islam radikal, dan Islam kanan.

     
    “Dengan adanya Yenny Wahid yang merupakan putri Gus Dur, otomatis stigma itu akan hilang. Karena ada representasi NU yang Islam moderat dan nasionalis,” jelasnya.

    Di sisi yang lain, Yenny Wahid juga disebut akan menguatkan pasangannya di wilayah Jawa Tengah dan juga Jawa Timur. Keduanya merupakan provinsi dengan suara terbanyak selain Jabar dan Banten.

     
    Baca: Menteri yang maju sebagai Capres atau Caleg akan dievaluasi kinerjanya

    Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan dimulai pada 19 Oktober sampai dengan 25 November 2023.

     
    Saat ini terdapat tiga nama yang dimunculkan menjadi bakal Capres di Pilpres 2024. Selain Anies, dua nama lainnya adalah Ganjar Pranowo yang diusung PDIP dan Prabowo Subianto yang diusung Gerindra.
     
    Menurut UU 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu), pasangan capres/cawapres diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.
     
    Baca: Mencegah polarisasi kembali terjadi di Pemilu 2024

    Saat ini, terdapat 575 kursi di parlemen sehingga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 harus memiliki dukungan minimal 115 kursi di DPR RI. Bisa juga, pasangan calon diusung oleh parpol atau gabungan parpol peserta Pemilu 2019 dengan total perolehan suara sah minimal 34.992.703 suara.
     

     

  • Elektabilitas Stagnan, Anies Baswedan Aktif Temui Partai Anggota Koalisi Perubahan

    Elektabilitas Stagnan, Anies Baswedan Aktif Temui Partai Anggota Koalisi Perubahan

    7cloud.asia – Bakal calon presiden (Bacapres) Koalisi Perubahan Anies Baswedan pada Kamis (24/8/2023) malam mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. 

    Selain itu Anies juga dijadwalkan menemui petinggi partai Koalisi Perubahan. Malam ini Anies akan menemui pendiri Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

    Anies juga dijadwalkan bertemu dengan jajaran petinggi Partai Keadilan Sejahtera yang juga anggota Koalisi Perubahan dalam waktu dekat.

    Anies mengatakan ini merupakan pertemuan rutin yang biasa dilakukan partai-partai yang mengusung dirinya untuk membahas perkembangan seputar koalisi.

    “Kita mengupdate, masing-masing menceritakan perkembangan di kawasan masing-masing, baik NasDem, Demokrat, PKS dan progresnya sangat menggembirakan. Kami bersyukur dengan capaian koalisi,” kata Anies usai pertemuan di bilangan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis malam.

    Baca: Surya Paloh sempat mau sandingkan Anies dengan Yenni Wahid

    Anies mengatakan salah satu poin pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah bagaimana membawa gerakan perubahan untuk lebih diterima masyarakat serta pertukaran informasi dan analisisnya.

    “Jadi tadi pembahasannya bagaimana kami mendorong lebih jauh bagaimana gerakan perubahan ini makin luas jangkauannya, makin luas simpati dan kepercayaan masyarakat, jadi diskusinya memang panjang,” ujarnya.

    Lebih lanjut Anies juga menambahkan pertemuan tersebut dilakukan dengan suasana akrab dan penuh optimisme.

    “Suasananya guyub, akrab dan penuh dengan suasana optimisme,” tuturnya.

    Baca: PSI cabut dukungan ke Ganjar Pranowo

    Pada kesempatan yang sama, Surya Paloh mengatakan optimisme partai pengusung Anies Baswedan masih cukup tinggi dan Koalisi Perubahan masih tetap solid.

    Seperti diketahui, hingga saat ini Anies yang telah dideklarasikan menjadi bakal capres oleh Koalisi Perubahan masih beleum menunjuk cawapres yang akan mendampinginya.

    Pendaftaran bakal capres dan cawapres dijadwalkan akan dilakukan pada 19 Oktober 2023 sampai dengan 25 November 2023.

    Sedangkan pelaksanaan Pilpres akan berbarengan dengan Pemilu 2024, yani pada 14 Februari 2024.

    Baca: Golkar, PAN dan PKB resmi dukung Prabowo Subianto

    Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu) pasangan calon presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR.

    Pasangan capres dan cawapres juga bisa diajukan oleh partai politik/gabungan partai politik yang memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya.

    Saat ini ada 575 kursi di parlemen sehingga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024 harus memiliki dukungan minimal 115 kursi di DPR RI.

    Bisa juga pasangan calon diusung oleh parpol atau gabungan parpol peserta Pemilu 2019 dengan total perolehan suara sah minimal 34.992.703 suara.

    Baca: Saatnya memilih pemimpin pro lingkungan di Pemilu 2024