Tag: lapisan ozon

  • Hari Ozon Sedunia: Luas Lubang Ozon Capai 10 Juta Kilometer Persegi

    Hari Ozon Sedunia: Luas Lubang Ozon Capai 10 Juta Kilometer Persegi

    7cloud.asia – Lapisan ozon terus menipis sejak 2020 terutama di Kutub Selatan dan Antartika, kata seorang ilmuwan Turki.

    “Total level ozon terus menurun, dan karena kita sekarang berada di bulan September, area yang terkena dampak semakin meluas,” kata Prof. Mete Tayanc dari Universitas Marmara di Istanbul.

    “Hingga 9 September 2024, luas lubang ozon telah mencapai lebih dari 10 juta kilometer persegi,” kata dia menyambut Hari Ozon Sedunia.

    PBB menetapkan 16 September sebagai Hari Internasional Pelestarian Lapisan Ozon.

    Tayanc mengatakan bahwa lapisan ozon seperti perisai yang menghalangi sinar ultraviolet (UV) yang berbahaya bagi kehidupan makhluk di bumi.

    Baca: Lubang ozon dan dampaknya pada lingkungan global

    Tetapi lapisan ozon meneruskan cahaya matahari yang bisa kita lihat dan penting bagi kehidupan di Bumi.

    Tayanc mengatakan jika tidak ada lapisan ozon, manusia akan mengalami dampak negatif seperti penuaan kulit dini, berbagai macam kanker, gangguan sistem kekebalan tubuh, dan katarak dini.

    Tanpa adanya lapisan ozon, proses fotosintesis pada tumbuhan juga akan terganggu.

    Menurut dia, ada tiga faktor utama yang menyebabkan penipisan lapisan ozon: klorofluorokarbon (CFC), partikel halus, dan sinar matahari.

    Tayanc memperingatkan bahwa Protokol Montreal tentang Zat Perusak Lapisan Ozon telah mendasari upaya untuk menghapus secara bertahap berbagai zat yang merusak lapisan ozon.

    Baca: Dampak yang dirasakan Indonesia akibat lubang ozon

    Protokol itu, yang diadopsi pada 16 September 1987 dan mulai berlaku pada 1 Januari 1989, adalah perjanjian internasional yang bertujuan melindungi lapisan ozon dengan menghilangkan zat-zat perusak ozon secara bertahap.

    “Ketika Protokol Montreal pertama kali disusun, bahan kimia perusak ozon diperkirakan akan berkurang hingga 50 persen pada 1999. Namun, target ini kemudian direvisi,” kata Tayanc.

    Amandemen London, yang ditandatangani pada 1990, menetapkan target baru pelarangan semua gas perusak ozon pada 2000.

    “Meskipun emisi zat-zat tersebut telah berkurang secara signifikan, beberapa di antaranya masih digunakan dalam jumlah kecil hingga saat ini,” katanya.

    ​​Sumber: Antaranews.com/Aadolu

  • Hari Ozon Internasional: Pemulihan Lubang Ozon Terus Berlangsung

    Hari Ozon Internasional: Pemulihan Lubang Ozon Terus Berlangsung

    7cloud.asia – Bertepatan dengan Hari Ozon Internasional, PBB merilis kabar gembira, yakni lapisan ozon, perisai pelindung Bumi terhadap radiasi ultraviolet matahari, melanjutkan proses pemulihan pada tahun 2024.

    Dalam pernyataan yang dirilis pada Selasa (16/9/2025), PBB menyebut proses ini membuat lapisan Ozon di jalur pemulihan penuh pada pertengahan abad ini.

    Dirilis pada Hari Internasional untuk Pelestarian Lapisan Ozon, buletin terbaru dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menunjukkan bahwa lubang di lapisan ozon tahun lalu terus mengecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

    Meskipun faktor atmosfer alami bertanggung jawab atas rendahnya tingkat penipisan, tren jangka panjangnya menunjukkan perkembangan positif, kata badan PBB tersebut.

    Dilansir Earth.org, hilangnya lapisan ozon pernah dianggap sebagai tantangan lingkungan paling mendesak bagi umat manusia.

    Baca: Luas lubang di lapisan ozon capai 10 juta kilometer persegi

    Lapisan ozon, suatu wilayah di stratosfer bumi, berfungsi sebagai perisai pelindung terhadap radiasi ultraviolet matahari, yang paparannya dapat meningkatkan risiko kanker kulit, katarak, dan kerusakan ekosistem.

    Pada tahun 1970-an, terobosan ilmiah menghasilkan penemuan bahwa hidroklorofluorokarbon (HCFC) dan klorofluorokarbon (CFC) dapat bereaksi dengan ozon atmosfer, menghasilkan oksigen, dan menipiskan lapisan ozon pelindung.

    Kedua zat ini dulu banyak digunakan sebagai refrigeran dalam lemari es, AC, busa pemadam kebakaran, kaleng aerosol, dan hairspray,

    Penemuan ini memicu kampanye global untuk memerangi penggunaan HCFC dalam aplikasi rumah tangga.

    Baca: Lubang di lapisan ozon dan kaitannya dengan pemanasan global

    Kampanye ini berpuncak pada Konvensi Wina 1985 untuk Perlindungan Lapisan Ozon, dan Protokol Montreal-nya, yang diadopsi pada tahun 1987, merupakan upaya global pertama untuk memerangi dampak iklim yang disebabkan oleh manusia.

    Lebih dari 99 persen produksi dan konsumsi zat perusak ozon terkendali berhasil dihapuskan secara global sebagai hasilnya.

    “40 tahun yang lalu, negara-negara bersatu untuk mengambil langkah pertama dalam melindungi lapisan ozon — dipandu oleh sains, bersatu dalam tindakan,” kata Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.

    “Konvensi Wina dan Protokol Montreal-nya menjadi tonggak keberhasilan multilateral. Saat ini, lapisan ozon sedang pulih. Pencapaian ini mengingatkan kita bahwa ketika negara-negara mengindahkan peringatan sains, kemajuan mungkin terjadi,” tambahnya.

    Baca: Lubang di lapisan ozon berdampak pada lingkungan di Indonesia