Hari Ozon Internasional: Pemulihan Lubang Ozon Terus Berlangsung

Written by

in

7cloud.asia – Bertepatan dengan Hari Ozon Internasional, PBB merilis kabar gembira, yakni lapisan ozon, perisai pelindung Bumi terhadap radiasi ultraviolet matahari, melanjutkan proses pemulihan pada tahun 2024.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Selasa (16/9/2025), PBB menyebut proses ini membuat lapisan Ozon di jalur pemulihan penuh pada pertengahan abad ini.

Dirilis pada Hari Internasional untuk Pelestarian Lapisan Ozon, buletin terbaru dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menunjukkan bahwa lubang di lapisan ozon tahun lalu terus mengecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Meskipun faktor atmosfer alami bertanggung jawab atas rendahnya tingkat penipisan, tren jangka panjangnya menunjukkan perkembangan positif, kata badan PBB tersebut.

Dilansir Earth.org, hilangnya lapisan ozon pernah dianggap sebagai tantangan lingkungan paling mendesak bagi umat manusia.

Baca: Luas lubang di lapisan ozon capai 10 juta kilometer persegi

Lapisan ozon, suatu wilayah di stratosfer bumi, berfungsi sebagai perisai pelindung terhadap radiasi ultraviolet matahari, yang paparannya dapat meningkatkan risiko kanker kulit, katarak, dan kerusakan ekosistem.

Pada tahun 1970-an, terobosan ilmiah menghasilkan penemuan bahwa hidroklorofluorokarbon (HCFC) dan klorofluorokarbon (CFC) dapat bereaksi dengan ozon atmosfer, menghasilkan oksigen, dan menipiskan lapisan ozon pelindung.

Kedua zat ini dulu banyak digunakan sebagai refrigeran dalam lemari es, AC, busa pemadam kebakaran, kaleng aerosol, dan hairspray,

Penemuan ini memicu kampanye global untuk memerangi penggunaan HCFC dalam aplikasi rumah tangga.

Baca: Lubang di lapisan ozon dan kaitannya dengan pemanasan global

Kampanye ini berpuncak pada Konvensi Wina 1985 untuk Perlindungan Lapisan Ozon, dan Protokol Montreal-nya, yang diadopsi pada tahun 1987, merupakan upaya global pertama untuk memerangi dampak iklim yang disebabkan oleh manusia.

Lebih dari 99 persen produksi dan konsumsi zat perusak ozon terkendali berhasil dihapuskan secara global sebagai hasilnya.

“40 tahun yang lalu, negara-negara bersatu untuk mengambil langkah pertama dalam melindungi lapisan ozon — dipandu oleh sains, bersatu dalam tindakan,” kata Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.

“Konvensi Wina dan Protokol Montreal-nya menjadi tonggak keberhasilan multilateral. Saat ini, lapisan ozon sedang pulih. Pencapaian ini mengingatkan kita bahwa ketika negara-negara mengindahkan peringatan sains, kemajuan mungkin terjadi,” tambahnya.

Baca: Lubang di lapisan ozon berdampak pada lingkungan di Indonesia

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *