Tag: lebaran

  • Sisa Perayaan Lebaran yang Tak Ramah Bagi Lingkungan

    Sisa Perayaan Lebaran yang Tak Ramah Bagi Lingkungan

    7cloud.asia – Hari raya Idul Fitri atau Lebaran tinggal menghitung hari. Dalam beberapa hari terakhir masyarakat disibukkan dengan tradisi mudik yang diperkirakan melibatkan jutaan orang. Sebuah aktifitas yang cukup masih dan punya dampak besar pada lingkungan.

    Masyarakat Indonesia merayakan Idulfitri atau Lebaran dengan kegiatan saling berkunjung ke rumah kerabat maupun teman untuk saling memaafkan.

    Semarak Lebaran juga berlangsung sejak beberapa hari sebelum dan setelahnya, misalnya aktivitas pemudik yang memadati jalanan ataupun transportasi umum. Beberapa daerah turut mengadakan pesta kembang api pada semalam sebelum Idulfitri untuk menandai Ramadan yang berakhir.

    Sayangnya di balik kesemarakan ini, Idul Fitri yang seharusnya dirayakan dengan kegiatan baik justru bisa berdampak buruk terhadap lingkungan.

    Kita perlu mencegah dampak tersebut agar aktivitas menyambut Idul Fitri atau  Lebaran lebih ramah lingkungan sehingga sesuai dengan tujuan hakikinya, yaitu kembali ke fitrah atau kesucian.

    Baca: Tips Mudik Ramah Lingkungan

    Berikut beberapa cara perayaan Lebaran yang kurang memperhatikan dampak bagi lingkungan.

    1. Sisa makanan

    Laporan dari The Economist Intelligence Unit (EIU); divisi riset dan analisis dari perusahaan media asal Inggris, The Economist, pada 2017 menyatakan Indonesia menjadi negara peringkat kedua dalam hal membuang makanan. Arab Saudi menempati peringkat pertama. Amerika Serikat peringkat ketiga.

     

    Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengungkapkan, sampah makanan yang dihasilkan menyumbang 46,75% dari total sampah Indonesia. Limbah makanan ini menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp 213-531 triliun per tahun, atau 5% dari produk domestik bruto Indonesia.

    Limbah makanan yang tidak terkelola dengan baik juga dapat menimbulkan masalah kesehatan karena menjadi tempat berkembang biaknya kuman serta mengundang hewan liar yang mengkonsumsi limbah tersebut. Organisme ini dapat membawa penyakit bisa menular dari hewan ke manusia atau biasa disebut zoonosis.

    Sisa makanan yang membusuk juga mengeluarkan gas metana (CH4), salah satu gas rumah kaca. Emisi gas metana yang berlebihan amat berbahaya karena bisa memerangkap panas 25 kali lebih besar dibandingkan karbon dioksida atau CO2.

    Jumlah limbah makanan yang fantastis ini terjadi karena beberapa sebab, antara lain kurangnya pengetahuan untuk mengelola makanan dengan baik ataupun penyimpanannya. Ada juga karena perilaku belanja berlebihan, ataupun kebiasaan memasak makanan dalam jumlah banyak.

    Pemerintah seharusnya mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang makanan dengan melakukan berbagai kampanye.

    Misalnya, kampanye untuk tidak boros saat berbelanja atau memproduksi makanan berlebih yang berisiko meningkatkan limbah dan gas rumah kaca.

    Pemerintah dapat bekerja sama dengan masyarakat untuk mengelola distribusi makanan bagi orang yang membutuhkan.

    Masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang dermawan. Supaya lebih bermanfaat, sifat ini dapat dikelola dengan lebih profesional.

    2. Penggunaan kendaraan pribadi

    Ancaman kedua terhadap lingkungan akibat perayaan Lebaran yang tak ramah lingkungan adalah meningkatnya polusi udara akibat penggunaan kendaraan bermotor yang berlebihan.

    Saat lebaran, mobilitas masyarakat meningkat tajam. Kemacetan tidak hanya terjadi di kota, tapi di banyak tempat di desa-desa. Arus mudik juga memindahkan polusi dari kota besar ke daerah pinggiran kota.

    Penggunaan alat transportasi secara masif dan bersamaan akan meningkatkan polusi udara dari kendaraan bermotor berbahan bakar bensin dan solar. Meski tak berlangsung lama, tren ini tetap membahayakan kesehatan maupun lingkungan..

    Pembakaran mesin maupun gesekan ban dengan jalanan turut mengeluarkan karbon monoksida, partikel debu berukuran 10 (PM10) – atau lebih kecil lagi – 2,5 mikron (PM2,5).

    Keduanya berbahaya bagi kesehatan karena menyebabkan gangguan pernapasan, mengurangi angka harapan hidup, bahkan mengganggu kesehatan mental.

    Selain dampak kesehatan, asap kendaraan juga melepaskan CO2 dan metana yang bisa memperparah perubahan iklim.

    Sudah saatnya pemerintah memberikan perhatian yang lebih baik dengan menyediakan transportasi publik yang ramah lingkungan dan nyaman.

    Pemerintah seyogianya perlu mengurangi perhatian terhadap produsen kendaraan pribadi dengan alasan pertumbuhan ekonomi, tapi mengabaikan pelestarian lingkungan.

    Pemerintah pusat maupun daerah perlu merumuskan aturan jelas mengenai transportasi publik dan kenyamanan masyarakat. Harapannya, momen hari raya menjadi momentum perubahan perilaku ke arah yang lebih ramah lingkungan.

    3. Limbah pakaian

    Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, Lebaran identik dengan baju baru. Tek heran jika kemudian dikenal istilah baju Lebaran.

    Survei oleh perusahaan riset dan polling global, YouGov, pada 2022 menyatakan 81% masyarakat Indonesia menggunakan uang tunjangan hari raya atu THR mereka untuk membeli baju baru.

    Pusat-pusat perbelanjaan, platform e-commerce, ataupun toko pakaian acap memanfaatkan momen ini dengan mengobral diskon. 

    Namun, di tengah kondisi iklim yang berubah dan situasi pencemaran di Indonesia saat ini, kita perlu berpikir ulang. Apakah kebiasaan ini layak diteruskan?

    Tradisi baju baru dapat mengarah pada penumpukan sampah. Survei dari Yougov pada 2017 menyatakan sekitar 66% responden Indonesia membuang satu baju setiap tahun. Ada juga 25% responden yang setiap tahunnya membuang 10 helai baju.

    Selain mubazir, kebiasaan membeli baju baru juga bisa memperparah dampak lingkungan dari industri tekstil. Sektor ini bertanggung jawab atas 6-8% emisi gas rumah kaca di bumi karena masifnya penggunaan energi untuk pemrosesan garmen dan tekstil.

    Di Indonesia, limbah tekstil mencapai jutaan ton setiap tahun. Aktivitas produksi juga masih mengotori sungai-sungai di tanah air, seperti Sungai Citarum di Jawa BaratSungai Bengawan Solo di Jawa Tengah, dan Sungai Brantas di Jawa Timur.

    4. Kembang api

    Perayaan dengan petasan dan kembang api sering kali membuat masyarakat takjub, tapi hal ini bersifat semu. Sebab, rasa ini hanya berlangsung sebentar dibandingkan kerusakan lingkungan jangka panjang yang ditimbulkan.

    Petasan dan kembang api mengandung zat kimia seperti logam berat, karbon, mesiu dan bahan bahan kimia lainnya. Asap yang ditimbulkan dari petasan dan kembang api menimbulkan polusi dan membahayakan saluran pernapasan jika terhirup dalam jumlah besar. Partikel-partikel petasan dan kembang api yang jatuh ke tanah dapat merusak tanaman dan mencemari air.

    Dampak lainnya dari kembang api adalah mengganggu kehidupan satwa liar terutama burung-burung dan satwa arboreal yaitu hewan yang tinggal di pohon-pohon.

    Gangguan suara yang ditimbulkan oleh petasan dan kembang api juga diderita oleh hewan domestik yang sensitif terhadap frekuensi suara, seperti anjing dan ayam.

    Idulfitri atau Lebaran adalah momentum kebersamaan, kasih sayang, dan saling memaafkan. Mari kita merayakan lebaran dengan berperilaku bijak, bukan hanya pada sesama manusia tapi juga pada alam semesta.

    Selamat Idulfitri. Mohon maaf lahir dan batin.

    Sumber: The Conversation baca artikel asli di sini

  • Sisa Perayaan Idul Fitri yang Tak Ramah Bagi Lingkungan

    Sisa Perayaan Idul Fitri yang Tak Ramah Bagi Lingkungan

    7cloud.asia – Hari raya Idul Fitri atau Lebaran tinggal menghitung hari. Dalam beberapa hari terakhir masyarakat disibukkan dengan tradisi mudik yang diperkirakan melibatkan jutaan orang. Sebuah aktifitas yang cukup masih dan punya dampak besar pada lingkungan.

    Masyarakat Indonesia merayakan Idul Fitri atau Lebaran dengan kegiatan saling berkunjung ke rumah kerabat maupun teman untuk saling memaafkan.

    Semarak Lebaran juga berlangsung sejak beberapa hari sebelum dan setelahnya, misalnya aktivitas pemudik yang memadati jalanan ataupun transportasi umum. Beberapa daerah turut mengadakan pesta kembang api pada semalam sebelum Idulfitri untuk menandai Ramadan yang berakhir.

    Sayangnya di balik kesemarakan ini, Idul Fitri yang seharusnya dirayakan dengan kegiatan baik justru bisa berdampak buruk terhadap lingkungan.

    Kita perlu mencegah dampak tersebut agar aktivitas menyambut Idul Fitri atau  Lebaran lebih ramah lingkungan sehingga tujuan hakikinya, yaitu kembali ke fitrah atau kesucian benar-benar terwujud.

    Baca: Tips Mudik Ramah Lingkungan

    Berikut beberapa cara perayaan Lebaran yang kurang memperhatikan dampak bagi lingkungan.

    1. Sisa makanan

    Laporan dari The Economist Intelligence Unit (EIU); divisi riset dan analisis dari perusahaan media asal Inggris, The Economist, pada 2017 menyatakan Indonesia menjadi negara peringkat kedua dalam hal membuang makanan. Arab Saudi menempati peringkat pertama. Amerika Serikat peringkat ketiga.

    Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengungkapkan, sampah makanan yang dihasilkan menyumbang 46,75% dari total sampah Indonesia. Limbah makanan ini menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp 213-531 triliun per tahun, atau 5% dari produk domestik bruto Indonesia.

    Limbah makanan yang tidak terkelola dengan baik juga dapat menimbulkan masalah kesehatan karena menjadi tempat berkembang biaknya kuman serta mengundang hewan liar yang mengkonsumsi limbah tersebut. Organisme ini dapat membawa penyakit bisa menular dari hewan ke manusia atau biasa disebut zoonosis.

    Sisa makanan yang membusuk juga mengeluarkan gas metana (CH4), salah satu gas rumah kaca. Emisi gas metana yang berlebihan amat berbahaya karena bisa memerangkap panas 25 kali lebih besar dibandingkan karbon dioksida atau CO2.

    Jumlah limbah makanan yang fantastis ini terjadi karena beberapa sebab, antara lain kurangnya pengetahuan untuk mengelola makanan dengan baik ataupun penyimpanannya. Ada juga karena perilaku belanja berlebihan, ataupun kebiasaan memasak makanan dalam jumlah banyak.

    Pemerintah seharusnya mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang makanan dengan melakukan berbagai kampanye.

    Misalnya, kampanye untuk tidak boros saat berbelanja atau memproduksi makanan berlebih yang berisiko meningkatkan limbah dan gas rumah kaca.

    Pemerintah dapat bekerja sama dengan masyarakat untuk mengelola distribusi makanan bagi orang yang membutuhkan.

    Masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang dermawan. Supaya lebih bermanfaat, sifat ini dapat dikelola dengan lebih profesional.

    2. Penggunaan kendaraan pribadi

    Ancaman kedua terhadap lingkungan akibat perayaan Lebaran yang tak ramah lingkungan adalah meningkatnya polusi udara akibat penggunaan kendaraan bermotor yang berlebihan.

    Saat lebaran, mobilitas masyarakat meningkat tajam. Kemacetan tidak hanya terjadi di kota, tapi di banyak tempat di desa-desa. Arus mudik juga memindahkan polusi dari kota besar ke daerah pinggiran kota.

    Penggunaan alat transportasi secara masif dan bersamaan akan meningkatkan polusi udara dari kendaraan bermotor berbahan bakar bensin dan solar. Meski tak berlangsung lama, tren ini tetap membahayakan kesehatan maupun lingkungan..

    Pembakaran mesin maupun gesekan ban dengan jalanan turut mengeluarkan karbon monoksida, partikel debu berukuran 10 (PM10) – atau lebih kecil lagi – 2,5 mikron (PM2,5).

    Keduanya berbahaya bagi kesehatan karena menyebabkan gangguan pernapasan, mengurangi angka harapan hidup, bahkan mengganggu kesehatan mental.

    Selain dampak kesehatan, asap kendaraan juga melepaskan CO2 dan metana yang bisa memperparah perubahan iklim.

    Sudah saatnya pemerintah memberikan perhatian yang lebih baik dengan menyediakan transportasi publik yang ramah lingkungan dan nyaman.

    Pemerintah seyogianya perlu mengurangi perhatian terhadap produsen kendaraan pribadi dengan alasan pertumbuhan ekonomi, tapi mengabaikan pelestarian lingkungan.

    Pemerintah pusat maupun daerah perlu merumuskan aturan jelas mengenai transportasi publik dan kenyamanan masyarakat. Harapannya, momen hari raya Idul Fitri menjadi momentum perubahan perilaku ke arah yang lebih ramah lingkungan.

    3. Limbah pakaian

    Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, Lebaran identik dengan baju baru. Tek heran jika kemudian dikenal istilah baju Lebaran.

    Survei oleh perusahaan riset dan polling global, YouGov, pada 2022 menyatakan 81% masyarakat Indonesia menggunakan uang tunjangan hari raya atu THR mereka untuk membeli baju baru.

    Pusat-pusat perbelanjaan, platform e-commerce, ataupun toko pakaian acap memanfaatkan momen ini dengan mengobral diskon. 

    Namun, di tengah kondisi iklim yang berubah dan situasi pencemaran di Indonesia saat ini, kita perlu berpikir ulang. Apakah kebiasaan ini layak diteruskan?

    Tradisi baju baru dapat mengarah pada penumpukan sampah. Survei dari Yougov pada 2017 menyatakan sekitar 66% responden Indonesia membuang satu baju setiap tahun. Ada juga 25% responden yang setiap tahunnya membuang 10 helai baju.

    Selain mubazir, kebiasaan membeli baju baru juga bisa memperparah dampak lingkungan dari industri tekstil. Sektor ini bertanggung jawab atas 6-8% emisi gas rumah kaca di bumi karena masifnya penggunaan energi untuk pemrosesan garmen dan tekstil.

    Di Indonesia, limbah tekstil mencapai jutaan ton setiap tahun. Aktivitas produksi juga masih mengotori sungai-sungai di tanah air, seperti Sungai Citarum di Jawa BaratSungai Bengawan Solo di Jawa Tengah, dan Sungai Brantas di Jawa Timur.

    4. Kembang api

    Perayaan dengan petasan dan kembang api sering kali membuat masyarakat takjub, tapi hal ini bersifat semu. Sebab, rasa ini hanya berlangsung sebentar dibandingkan kerusakan lingkungan jangka panjang yang ditimbulkan.

    Petasan dan kembang api mengandung zat kimia seperti logam berat, karbon, mesiu dan bahan bahan kimia lainnya. Asap yang ditimbulkan dari petasan dan kembang api menimbulkan polusi dan membahayakan saluran pernapasan jika terhirup dalam jumlah besar. Partikel-partikel petasan dan kembang api yang jatuh ke tanah dapat merusak tanaman dan mencemari air.

    Dampak lainnya dari kembang api adalah mengganggu kehidupan satwa liar terutama burung-burung dan satwa arboreal yaitu hewan yang tinggal di pohon-pohon.

    Gangguan suara yang ditimbulkan oleh petasan dan kembang api juga diderita oleh hewan domestik yang sensitif terhadap frekuensi suara, seperti anjing dan ayam.

    Idulfitri atau Lebaran adalah momentum kebersamaan, kasih sayang, dan saling memaafkan. Mari kita merayakan lebaran dengan berperilaku bijak, bukan hanya pada sesama manusia tapi juga pada lingkungan dan alam semesta.

     Selamat merayakan hari raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin.

    Sumber: The Conversation baca artikel asli di sini

  • Ide Hampers Lebaran yang Ramah Lingkungan

    Ide Hampers Lebaran yang Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Perayaan Idul Fitri atau Lebaran 2023 sudah di depan mata, tapi kamu belum membeli hampers untuk orang-orang terkasih dan masih bingung untuk cari bingkisan lebaran yang tak biasa?

    Mungkin kini saatnya kamu coba pertimbangkan untuk membeli produk hampers lebaran dari produk lokal lagi ramah lingkungan

    Dilansir akun @cleanomic dengan membeli hampers lokal yang ramah lingkungan, kamu nggak hanya bisa memberi yang terbaik buat orang-orang yang  kamu sayangi, kamu juga sekaligus berbagi kebahagiaan dengan pemilik usaha kecil di daerahmu masing-masing. 

    Ingat, produk ramah lingkungan nggak hanya menggunakan bahan reuseable semata, tapi juga memiliki jejak karbon seminimal mungkin. Jadi mulailah menengok-nengok produk menarik di sekitar tempat tinggal kamu.

    Baca: Tips mudik ramah lingkungan

    Yuk, segera simak 6 ide bingkisan lebaran unik dan berkesan untuk kerabat, keluarga dan orang orang tersayang.

    1. Peralatan makan ramah lingkungan 

    Kamu bisa memberikan hampers berisi peralatan makanan yang terbuat dari kayu, serbet makan sebagai penggati tisue. Banyak sekali di online shop yang menjual produk ini. 

    Peralatan makanan yang terbuat dari kayu dapat membantu kita menghindari peralatan yang berbahan plastik. Dan pilihlah peralatan makanan yang sudah food grade dan bisa dipakai ulang.

    Selain aman saat digunakan, peralatan makan reuseable bisa ngurangi sampah yang dihasilkan.  Dengan begitu kamu dapat membantu melestarikan lingkungan.

    2. Sabun Organik

    Salah satu ide bingkisan lebaran yang out of the box yang bisa jadi pilihan kamu untuk hampers lebaran 2023 adalah sabun organik. Sabun ini unik karena terbuat dari bahan alami yang ramah lingkungan.

    Selain itu tampilan yang cantik dan tersedia dari berbagai warna. Atau jika ada waktu kamu bisa membuatnya sendiri. Masih ada waktu kok.

    3. Lilin Aroma Terapi

    Hampers Lebaran anti mainstream lagi ramah lingkungan selanjutnya adalah Lilin Aroma Terapi.

    Aroma dari lilin yang menenangkan dapat memberikan suasana kumpul keluarga yang menyenangkan dan memberikan kehangatan pada saat momen perayaan Idul Fitri. Akan lebih berkesan jika kamu membuat sendiri.

    Baca: Jejak perayaan lebaran yang tak ramah lingkungan 

    4. Makanan sehat 

    Yaps, untuk hampers yang satu ini pastinya saat berguna untuk kebutuhan sehari-hari. Kamu tidak perlu bingung apakah penerima suka atau tidak suka. Dibungkus dengan rapi, cantik dan estetik maka sembako akan terlihat menarik.

     

    5. Makanan khas Lebaran

    Menjelang Hari Raya Idul Fitri tentunya ada banyak pilihan makanan khas lebaran seperti Ketupat Sayur, Opor Ayam, Rendang, Sambal Goreng Ati, Lamang, Gulai Sayur dan masih banyak lagi. Jika kamu jago memasak bisa menghemat pengeluaran kamu. Dan jangan lupa untuk dibungkus ditempat yang unik agar semakin berkesan

    6. Tanaman hias

    Mungkin tanaman hias belum menjadi hal biasa untuk dijadikan hampers, tapi tak ada salahnya kamu coba. Selain unik, tanaman hias juga bagus untuk menjaga lingkungan.

    Nah, selain mengirim hampers Lebaran dalam bentuk makanan atau barang yang ramah lingkungan, kehadiranmu di samping orang-orang yang kamu sayangi adalah yang terpenting untuk memberikan kebahagiaan untuk mereka. Selamat merayakan Lebaran bersama keluarga.

  • Menaker Minta Pekerja Melapor ke Posko THR kemnaker Jika Di-PHK Jelang Lebaran

    Menaker Minta Pekerja Melapor ke Posko THR kemnaker Jika Di-PHK Jelang Lebaran

    7cloud.asia – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan belum menerima laporan mengenai perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) jelang Lebaran dan mendorong pekerja melaporkannya jika terjadi.

    Menaker mengatakan, jika masih dugaan pihaknya tidak tahu, dilaporkan saja karena dilaporkan itu menjadi jelas siapa pengusaha yang tidak membayar THR.

    “Kemudian apakah ada pengusaha yang melakukan PHK sebelum pembayaran THR itu, kami berharap kepada teman-teman pekerja manfaatkan layanan Posko THR,” kata Menaker Ida Fauziyah usai rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Jakarta, Selasa (26/3/2024).

    Posko THR Kemnaker sudah mulai bekerja sejak terbitnya Surat Edaran Menaker Nomor M/2/HK.04/III/2024 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2024 bagi Pekerja/Buruh yang memastikan pemberian THR paling lambat tujuh hari sebelum Idul Fitri.

    Baca: THR untuk pengemudi online dibahas di rapat Komisi IX DPR

    Terkait kendala pembayaran THR, Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (PHI dan Jamsos) Kemnaker Indah Anggoro Putri mengatakan kesulitan pembayaran THR, berdasarkan evaluasi Kemnaker, dipengaruhi berbagai hal.

    Dimulai dari kondisi keuangan perusahaan yang salah satunya dipengaruhi tren geopolitik dalam dua tahun terakhir yang menyebabkan target omset tidak tercapai.

    Selain itu ada faktor komunikasi yang dibangun dalam perusahaan dengan kantor pusat di negara lain mengingat tradisi THR hanya ada di Indonesia.

    Indah mengingatkan bahwa THR tahun ini dilarang untuk dibayar secara dicicil atau bertahap atau terlambat dari waktu minimum pembayarannya, berbeda dengan pengecualian beberapa tahun lalu.

    Baca: BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja informal

    “Karena kita lihat, alhamdulillah, sudah semakin membaik,” demikian Indah Anggoro Putri dikutip Antaranews.com.

    Terkait THR untuk pengemudi ojek online, dalam rapat tersebut Komisi IX DPR mendorong Menaker untuk menyiapkan aturannya.

    Aturan ini juga mencakup perlindungan dan jaminan sosial bagi pekerja berbasis kemitraan, termasuk pemberian tunjangan hari raya (THR) bagi pengemudi ojek online. 

    “Komisi IX DPR RI mendorong Kemenaker untuk memastikan bahwa seluruh pekerja atau buruh mendapatkan THR Keagamaan Tahun 2024,” kata Ketua Komisi IX DPR Felly Estelita Runtuwene dalam rapat kerja di kompleks DPR. 

    Baca: Layakkah ojek online dimasukkan ke dalam sistem transportasi publik?

    Felly menjelaskan Komisi IX mendorong Kemenaker untuk melakukan kajian dan sinergi terhadap implementasi Inpres Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Terutama bagi Pekerja Rentan.

    Selain itu, Komisi IX DPR mendorong Kemenaker agar melakukan kajian perubahan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Program Jaminan Kematian dalam Rangka Ketahanan Program.

    Sebelumnya, Menaker Ida Fauziyah menyatakan imbauan pemberian THR bagi mitra pengemudi ojek online bukan masuk dalam konteks kewajiban, melainkan sebatas imbauan sebagai wujud niat baik.

    “Mari kita maknai bahwa ini adalah niat baik kami, memang tidak masuk atau bukan dalam konteks kewajiban sebagaimana yang diatur dalam PP maupun Permenaker Nomor 6 Tahun 2016,” jelasnya.

  • 6 Ide Cantik Hampers Lebaran yang Ramah Lingkungan

    6 Ide Cantik Hampers Lebaran yang Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Perayaan Idul Fitri atau Lebaran 2024 tinggal menunggu hari, tapi kamu belum membeli hampers untuk orang-orang terkasih.

    Atau malah kamu masih bingung untuk cari bingkisan lebaran yang tak biasa? Mungkin kini saatnya kamu coba pertimbangkan untuk membeli produk hampers Lebaran dari produk lokal lagi ramah lingkungan

    Dilansir akun @cleanomic dengan membeli hampers lokal yang ramah lingkungan, kamu nggak hanya bisa memberi yang terbaik buat orang-orang yang  kamu sayangi di hari yang suci ini.

    Dengan hampers Lebaran ramah lingkungan, kamu juga sekaligus berbagi kebahagiaan dengan pemilik usaha kecil di daerahmu masing-masing. 

    Ingat, produk ramah lingkungan nggak hanya menggunakan bahan reuseable semata, tapi juga memiliki jejak karbon seminimal mungkin.

    Jadi mulailah menengok-nengok produk menarik di sekitar tempat tinggal kamu.

    Baca: Tips mudik ramah lingkungan

    Yuk, segera simak 6 ide bingkisan lebaran unik dan berkesan untuk kerabat, keluarga dan orang orang tersayang.

    1. Peralatan makan ramah lingkungan 

    Kamu bisa memberikan hampers berisi peralatan makanan yang terbuat dari kayu, serbet makan sebagai pengganti tisue. Banyak sekali di online shop yang menjual produk ini. 

    Peralatan makanan yang terbuat dari kayu dapat membantu kita menghindari peralatan yang berbahan plastik. Dan pilihlah peralatan makanan yang sudah food grade dan bisa dipakai ulang.

    Selain aman saat digunakan, peralatan makan reuseable bisa ngurangi sampah yang dihasilkan.  Dengan begitu kamu dapat membantu melestarikan lingkungan.

    2. Sabun Organik

    Salah satu ide bingkisan lebaran yang out of the box yang bisa jadi pilihan kamu untuk hampers lebaran 2023 adalah sabun organik. Sabun ini unik karena terbuat dari bahan alami yang ramah lingkungan.

    Selain itu tampilan yang cantik dan tersedia dari berbagai warna. Atau jika ada waktu kamu bisa membuatnya sendiri. Masih ada waktu kok.

    Baca: Yuk sambut Idul Fitri dengan cara ramah lingkungan

    3. Lilin Aroma Terapi

    Hampers Lebaran anti mainstream lagi ramah lingkungan selanjutnya adalah Lilin Aroma Terapi.

    Aroma dari lilin yang menenangkan dapat memberikan suasana kumpul keluarga yang menyenangkan dan memberikan kehangatan pada saat momen perayaan Idul Fitri.

    Akan lebih berkesan jika kamu membuat sendiri lilin aroma terapi ini.

    4. Makanan sehat 

    Yaps, untuk hampers yang satu ini pastinya saat berguna untuk kebutuhan sehari-hari. Kamu tidak perlu bingung apakah penerima suka atau tidak suka.

    Dibungkus dengan rapi, cantik dan estetik maka sembako akan terlihat menarik.

    Baca: Kenali 5 ciri produk ramah lingkungan

    5. Makanan khas Lebaran

    Menjelang Hari Raya Idul Fitri tentunya ada banyak pilihan makanan khas lebaran seperti Ketupat Sayur, Opor Ayam, Rendang, Sambal Goreng Ati, Lamang, Gulai Sayur dan masih banyak lagi.

    Jika kamu jago memasak bisa menghemat pengeluaran kamu. Dan jangan lupa untuk dibungkus ditempat yang unik agar semakin berkesan

    6. Tanaman hias

    Mungkin tanaman hias belum menjadi hal biasa untuk dijadikan hampers, tapi tak ada salahnya kamu coba. Selain unik, tanaman hias juga bagus untuk menjaga lingkungan.

    Nah, selain mengirim hampers Lebaran dalam bentuk makanan atau barang yang ramah lingkungan, kehadiranmu di samping orang-orang yang kamu sayangi adalah yang terpenting untuk memberikan kebahagiaan untuk mereka.

    Selamat merayakan Lebaran bersama keluarga dan tetap ramah lingkungan selalu.

  • Tetap Beroperasi, MRT Justru Tawarkan Program Khusus Saat Cuti Lebaran

    Tetap Beroperasi, MRT Justru Tawarkan Program Khusus Saat Cuti Lebaran

    7cloud.asia – PT MRT Jakarta (Perseroda) tetap beroperasi melayani penumpang selama cuti bersama Lebaran 1445 Hijriah pada 8 hingga 15 April 2023.

    Beroperasinya MRT ini untuk memudahkan mobilitas masyarakat Jakarta saat hari raya Idul Fitri.

    “Kami tetap beroperasi melayani masyarakat selama libur Idul Fitri. Seluruh stasiun juga dibuka dengan pelayanan seperti biasa,” kata Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta Ahmad Pratomo di Jakarta, Jumat (5/4/2024).

    Ahmad menuturkan seluruh stasiun MRT yang berjumlah 13 itu akan dibuka sesuai dengan jam operasional pukul 05.00 hingga 24.00 WIB dengan selang waktu keberangkatan kereta setiap 10 menit.

    Baca: DPR mengaku banyak terima keluhan masyarakat

    Selain itu, pihaknya juga akan menambah petugas di stasiun untuk memastikan pengguna jasa MRT Jakarta mendapatkan pengalaman yang nyaman selama berada di stasiun maupun kereta.

    “Selain jadwal operasional ini, kami juga menyiapkan sejumlah program menarik bagi para pengguna jasa MRT Jakarta selama masa liburan tersebut,” tuturnya.

    Program tersebut antara lain pelayanan stasiun dengan menitikberatkan potensi kepadatan penumpang, menyediakan alat pembelian tiket perjalanan secara daring oleh petugas stasiun, hingga berbagai promosi melalui aplikasi MyMRTJ.

    Promo itu seperti Marti Games berhadiah total Rp15 juta, poin ganda (double poin) untuk pembelian tiket QR selama periode 6 hingga 15 April 2024, hingga pengembalian uang (cashback) tiket hingga 50 persen.

    Baca: Integrasi jaringan transportasi publik di Jakarta

    Bahkan, tambah Ahmad Pratomo, MRT Jakarta juga bekerja sama dengan berbagai mal sekitar stasiun seperti Mal Plaza Indonesia, Blok M Plaza, dan fX Sudirman.

    Sejumlah restoran di sekitar stasiun untuk menyediakan promosi seperti McD, Amez Coffee, Ayam Nona Tjioe, rasea, Livera, dan NMW Clinic untuk penumpang MRT.

    Informasi lebih detail dapat dilihat pada akun resmi media sosial PT MRT Jakarta (Perseroda), yaitu @mymrtjktinfo atau melalui aplikasi MyMRTJ.

    “Sejauh ini, kami siap untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi masyarakat selama liburan Lebaran 2024,” ujarnya.

    Baca: Tanpa subsidi, seperti ini tarif kereta cepat Jakarta-Bandung

    Salah satu inovasi layanan menyambut libur lebaran, MRT Jakarta juga mengeluarkan mesin penjualan tiket MyMRT Lite versi mobile.

    “Cara kerjanya seperti mesin penjualan tiket MyMRTJ Lite versi pelayanan mandiri (self service) yang ada di Stasiun Bundaran HI, namun ini versi mobile yang dibawa oleh petugas stasiun,” ujarnya.

    Nantinya petugas dapat proaktif menawarkan kepada pelanggan untuk membeli tiket dari mesin tersebut dan akan membantu pelanggan memilih stasiun tujuannya, lalu pelanggan tinggal membayar dengan memindai kode QR sesuai nominal biaya perjalanan.

    Kemudian, muncul tiket kode QR untuk dipindai di gerbang penumpang (passenger gate) akan tercetak otomatis atau terkirim ke posel (e-mail) pelanggan.

    Baca: Sambut tahun baru MRT gelar panggung hiburan gratis

    Selain itu, MRT Jakarta menyediakan berbagai metode pembayaran lainnya yaitu kartu Jelajah Berganda (multi trip), kartu single trip, dan JakLingko;

    MRT juga menyediakan kartu uang elektronik keluaran bank Brizzi, flazz, e-money, tapcash, dan jakcard; dan Kode QR semua bank melalui aplikasi MRT-J, AstraPay, i.Saku, dan blu by BCA.

    Sumber: Antaranews.com

  • Cara Sederhana Agar Berat Badan Tidak Melonjak Saat Lebaran

    Cara Sederhana Agar Berat Badan Tidak Melonjak Saat Lebaran

    7cloud.asia – Hari Raya Idulfitri atau Lebaran sering menjadi momok tersendiri bagi mereka yang sedang menjaga berat badan. 

    Makanan yang melimpah menjadi penyebabnya. Untuk itu praktisi kesehatan masyarakat,Ngabila Salama membagikan sejumlah kiat untuk menjaga berat badan tetap ideal yang dapat diterapkan oleh masyarakat selama merayakan Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2024.

    Langkah pertama yang dianjurkan adalah berbagi nikmat makanan dan minuman bersama saudara, kerabat dan orang di sekitar saat Idul Fitri atau Lebaran. 

    “InsyaAllah ini dapat jadi berkah, bisa juga dimulai sebelum lebaran tiba jadi dapat berguna untuk orang lain yang lebih membutuhkan,” kata Ngabila seperti dikutip Antaranews Sabtu (6/4/2024).

    Ngabila menuturkan selain berbagi rezeki makanan kepada sesama, masyarakat dapat menjaga pola makan dengan mengonsumsi secara tidak berlebihan.

    Baca: Muhammadiyah perkirakan Lebaran akan berbarengan

    Cobalah tiap makanan masing-masing dalam porsi yang sedikit untuk mengatasi rasa penasaran terhadap cita rasanya.

    Usahakan piring yang diisi lauk pauk di awal hanya setengah porsi, yang isinya berupa setengah porsi karbohidrat dan lauk pauk, diikuti dengan sayur-sayuran dan buah-buahan.

    “Upayakan sayur dan buah bisa lima porsi per hari ya. Tiga kali saat makan besar dan dua kali sebagai snack di antara makan besar,” ujarnya.

    Selama mengonsumsi makanan atau minuman yang tersedia, usahakan pula untuk menghindari makanan yang banyak mengandung gula, garam dan lemak.

    Misalnya santan, minyak, mentega, tepung-tepungan, kue, minuman kemasan hingga soda.

    Baca: Shalat ied yang ramah lingkungan

    Kiat selanjutnya yang masyarakat dapat terapkan yakni menahan diri dari lapar mata atau emosi yang berlebihan saat menyantap makanan.

    Ngabila menjelaskan kenikmatan tersebut hanya dapat dirasakan sesaat oleh indera perasa yang ada di dalam mulut saja.

    Terkait dengan pemantauan berat badan, disarankan agar tiap individu rajin memantau berat setiap hari.

    Sementara bagi penderita komorbid dan berusia lebih dari 40 tahun dapat melakukan pemantauan berkala setidaknya tiga hari sekali, termasuk tekanan darah, gula darah, dan kolestrol.

    Baca: Saatnya tinggalkan cara merayakan idul fitri yang tak ramah lingkungan

    Menurutnya semakin banyak mengonsumsi makanan, masyarakat disarankan untuk memperbanyak aktivitas fisik seperti berjalan ringan 6 ribu hingga 8 ribu langkah per hari dan dinaikkan jumlahnya secara bertahap.

    “Bisa juga dengan melakukan senam peregangan di perjalanan atau lokasi mudik dua jam sekali selama 10 sampai 15 menit, walau dengan posisi duduk,” kata Ngabila.

    Kiat lain yang ia berikan yakni dengan melakukan puasa jika kondisi memungkinkan selama 12 sampai 14 jam atau hanya minum air yang tidak manis yang boleh dikonsumsi pada pukul 8 malam sampai 10 pagi.

    Sedangkan pukul 10 pagi sampai 8 malam bisa makan dengan lebih leluasa dengan tujuan membakar kalori lebih banyak, dan tetap batasi konsumsi gula, garam, lemak (GGL).

    Baca: Jelang Idul Fitri pemerintah diminta jaga harga pangan

    Terakhir, terapkan pola hidup sehat dengan tidak merokok, cukup tidur setidaknya 7 jam per hari, dan tidak stres sehingga dapat mencegah rasa lapar terus menerus atau emosi berlebihan untuk menyantap makanan.

    “Pastikan lebaran ini kita tetap jaga kesehatan ya, karena sehat adalah investasi terbesar untuk tetap bugar dan produktif,” katanya dokter yang kini menjabat sebagai Kasie Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Tamansari Jakarta itu.

  • Minggu Terakhir Sebelum Lebaran, Cuaca di Seluruh Wilayah Jakarta Cerah Berawan Seharian

    Minggu Terakhir Sebelum Lebaran, Cuaca di Seluruh Wilayah Jakarta Cerah Berawan Seharian

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di seluruh wilayah DKI Jakarta cerah berawan pada Minggu (07/04/2024) pagi hingga malam hari.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 32 derajat celsius dengan tingkat kelembaban antara 60 hingga 100 persen.

    Sementara untuk kota-kota lain di Indonesia, BMKG meperkirakan sebagian besar kota hujan dengan intensitas ringan hingga hujan lebat disertai petir.

    Misalnya Kota Bengkulu, Jambi, Makassar yang berpeluang terjadi hujan ringan pada pagi hari. Hujan lebat disertai petir diperkirakan melanda Kota Tarakan dan Manado.

    Lalu pada siang hari, hujan ringan diprediksi terjadi di Kota Denpasar, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Pontianak, Banjarmasin, Palangkaraya, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Ambon, Mataram, Kupang, Jayapura, Manado dan Palembang.

    Hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Ternate. Sedangkan hujan lebat disertai petir berpotensi mengguyur Kota Bengkulu, Gorontalo, Jambi, Samarinda dan Padang.

    Pada malam hari, hujan dengan intensitas ringan diprediksi terjadi di Kota Bengkulu, Gorontalo, Surabaya, Pangkal Pinang, Ternate, Makassar, Manado dan Padang.

    Suhu udara berkisar antara 19 hingga 34 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi d Kota Bandung dan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Serang, Surabaya, Pontianak dan Banjarmasin.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Jelang Lebaran, Cuaca Cerah Berawan Menyelimuti Jakarta Pada Pagi dan Malam

    Jelang Lebaran, Cuaca Cerah Berawan Menyelimuti Jakarta Pada Pagi dan Malam

    7cloud.asia – Jelang lebaran, cuaca di wilayah DKI Jakarta diperkirakan cerah berawan pada Senin (08/04/2024) pagi dan malam. Peluang hujan ringan terjadi pada siang dan sore hari di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

    Suhu udara berkisar antara 23 hingga 33 derajat celsius dengan tingkat kelembaban antara 60 hingga 95 persen.

    Namun berbeda dengan kondisi cuaca sebagian besar kota di Indonesia. Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan ringan hingga lebat dan disertai petir berpotensi mengguyur sebagian besar kota di Indonesia.

    Kota Ambon dan Kendari diperkirakan terjadi hujan dengan intensitas ringan pada pagi hari. Sementara Kota Manado dan Padang berpotensi hujan dengan intensitas sedang.

    Kemudian pada siang hari hujan dengan intensitas ringan diperkirakan terjadi di Kota Gorontalo, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Tanjung Pinang, Ambon, Mataram, Kupang, Makassar, Manado dan Palembang.

    Hujan dengan intensitas sedang diperkirakan mengguyur Kota Denpasar dan Medan. Kota Jambi, Banjarmasin dan Pangkal Pinang berpotensi dilanda hujan lebat disertai petir.

    Lalu pada malam hari hujan ringan diprediksi terjadi di Kota Gorontalo, Samarinda, Tanjung Pinang, Manokwari dan Pekanbaru.

    Pada waktu yang sama, Kota Bandung, Palangkaraya dan Kendari berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang. Kota Banjarmasin berpotensi hujan lebat disertai petir.

    Suhu udara berkisar antara 19 hingga 35 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung dan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Surabaya.

    Reporter: Nurakhmayani

        

     

  • Sehari Jelang Lebaran, Cuaca di Jakarta Berawan Pada Pagi Hari

    Sehari Jelang Lebaran, Cuaca di Jakarta Berawan Pada Pagi Hari

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan seluruh wilayah Jakarta berawan pada Selasa (09/04/2024) pagi. Peluang hujan terjadi pada siang dan malam hari.

    Di Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur berpotensi hujan dengan intensitas ringan pada siang hari. Sedangkan pada sore wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur berpotensi hujan lebat disertai petir.

    Kemudian pada malam hari wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara diprediksi hujan dengan intensitas ringan.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 32 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 70 hingga 100 persen.

    Sedangkan sebagian besar wilayah di Indonesia diperkirakan hujan lebat diatas 50 mm/hari seperti wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan.

    Selain itu wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara.

    Kondisi cuaca yang sama juga terjadi di wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

    BMKG juga memperkirakan sejumlah wilayah dilanda hujan disertai kilat/petir atau hujan badai di wilayah Aceh, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung.

    Wilayah Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara juga berpotensi hujan badai.

    Selain itu, cuaca seperti ini berpeluang melanda wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku dan Papua Barat    

    Tak hanya hujan, beberapa wilayah berpeluang terjadi angin kencang diatas 45 km/jam. Misalnya wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tenggara.

    Suhu udara berkisar antara 19 hingga 35 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung dan suhu tertinggi berpotensi terjadi di Kota Surabaya.

    Reporter: Nurakhmayani