Tag: MADANI Berkelanjutan

  • Surat Cinta MADANI pada Pemerintahan Prabowo: Dinasti Oligarki Ciptakan Kecemasan Ekologi

    Surat Cinta MADANI pada Pemerintahan Prabowo: Dinasti Oligarki Ciptakan Kecemasan Ekologi

    7cloud.asia – Tahun 2024 menjadi titik balik yang menentukan dalam perjalanan panjang demokrasi dan reformasi Indonesia.

    Perjalanan 26 tahun setelah runtuhnya rezim Orde Baru, harapan akan tata kelola negara yang lebih adil, partisipatif, dan berkelanjutan justru diuji dengan tantangan yang semakin kompleks.

    Alih-alih meneguhkan capaian reformasi, kontestasi politik tahun 2024 justru menggugah keprihatinan mendalam atas arah demokrasi dan masa depan pengelolaan sumber daya alam Indonesia.

    Demikian poin laporan khusus MADANI Berkelanjutan yang diberi tajuk Surat Cinta Madani Berkelanjutan untuk Pemerintahan Prabowo: Kecemasan Ekologi di Tengah Kepungan Dinasti Oligarki

    TAP MPR IX/MPR/2001 tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam—sebuah tonggak penting yang lahir di era awal reformasi—menyuarakan cita-cita besar keadilan ekologis dan keberpihakan kepada masyarakat adat, petani kecil, dan kelompok rentan.

    Namun, MADANI Berkelanjutan menilai dalam praktiknya, kebijakan ini cenderung terpinggirkan.

    Alih-alih menjadi pijakan utama dalam pengambilan keputusan, semangat TAP MPR IX/2001 seakan hanya tersimpan dalam dokumen, tidak pernah benar-benar diimplementasikan secara utuh.

    Melalui laporan khusus yang dirilis baru-baru ini, MADANI Berkelanjutan mengajak publik untuk melihat kembali dinamika dua dekade terakhir: bagaimana setiap pergantian kekuasaan membawa arah berbeda dalam perlindungan lingkungan dan tata kelola sumber daya alam

    Bagaimana janji-janji reformasi kerap gagal ditepati, dan bagaimana demokrasi yang seharusnya menjadi alat pembebasan justru berbalik menjadi instrumen pembatasan.

    ”Di tengah senjakala demokrasi dan bangkitnya kembali kekuatan status quo, laporan ini menjadi ruang refleksi—bahwa perjuangan belum selesai,” ujar Direktur Eksekutif Madani Berkelanjutan, Nadia Hadad

    Perjuangan untuk menjaga hutan, air, tanah, dan seluruh ekosistem Indonesia adalah bagian tak terpisahkan dari perjuangan memperbaiki demokrasi itu sendiri.

    Nadia Hadad berharap laporan ini dapat menjadi kontribusi bermakna dalam mendorong arah kebijakan yang lebih adil, transparan, dan berpihak kepada rakyat serta kelestarian alam.

    ”Karena masa depan demokrasi dan masa depan lingkungan hidup Indonesia tidak dapat dipisahkan,” tegasnya.

    Dia melanjutkan, Sepuluh tahun terakhir ini kita memasuki apa yang disebut sebagai periode senjakala demokrasi. Demokrasi yang dulunya menjadi kemenangan rakyat kini berubah menjadi panggung kegelapan total,

    Kebijakan publik dikuasai oleh kepentingan elit, dan ruang partisipasi masyarakat semakin dipersempit.

    Pembatasan kebebasan berpendapat dan maraknya kriminalisasi terhadap aktivis lingkungan menunjukkan bahwa demokrasi telah tereduksi menjadi alat untuk melanggengkan kekuasaan.

    Dalam laporan ini, Madani Berkelanjutan menyebut Nawacita, yang
    seharusnya menjadi jalur menuju pembangunan berkelanjutan, justru menjadi Nawadosa,menciptakan luka ekologis yang semakin dalam.

    Beberapa poin penting Nawacita seperti komitmen terhadap perlindungan masyarakat hukum adat, pemerataan pembangunan, dan perlindungan lingkungan gagal tercapai.

    Kebijakan yang diimplementasikan lebih sering mengutamakan kepentingan investor, yang berujung pada eksploitasi sumber daya alam secara masif dan kerusakan ekosistem yang tidak terelakkan.

    ”Apa yang terjadi saat ini adalah kebangkitan kembali orde baru dan politik dinasti yang diupayakan dengan cara-cara memalukan,” tandasnya.

  • Madani Berkelanjutan: PSN Menjadi Strategi Mengeksploitasi Lingkungan

    7cloud.asia – Salah satu kebijakan pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi yang sangat berdampak terhadap kerusakan ekosistem dan memperparah krisis iklim adalah Proyek Strategis Nasional (PSN).

    Di akhir masa jabatannya, Jokowi menargetkan 31 jenis PSN untuk diselesaikan sebelum 20 Oktober 2024 yang mayoritas merupakan target pembangunan kawasan industri.

    Pemerintah bahkan telah menyusun rekomendasi keberlanjutan dalam bentuk white paper untuk memastikan keberlanjutan proyek-proyek ini di era pemerintahan selanjutnya.

    Juru Bicara Kemenko Perekonomian mengatakan, PSN merupakan pembangunan
    infrastruktur fisik dengan tujuan peningkatan pemerataan ekonomi, penyediaan
    pangan dan energi, dan lain-lain.

    Namun, dalam praktiknya, PSN sering menjadi sarana untuk eksploitasi lingkungan hidup besar-besaran yang ditujukan untuk meningkatkan investasi dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi makro.

    Dalam catatan Madani Berkelanjutan, banyak PSN yang mengesampingkan aspek-aspek perlindungan lingkungan hidup dan hak-hak masyarakat.

    Baca: Masyarakat terdampak PSN tolak perampasan tanah dan ruang hidup

    Temuan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) menunjukkan bahwa hingga Juli 2024,
    34 proyek PSN telah merampas lebih dari 500 ribu hektare lahan dari masyarakat

    Efek PSN tidak hanya terbatas pada kerusakan lingkungan, tetapi juga
    berdampak besar terhadap ketimpangan ekonomi masyarakat sekitar.

    Meski investasi besar mengalir ke daerah-daerah proyek, tingkat kemiskinan di wilayah seperti Papua Selatan, Halmahera Tengah, dan Konawe Utara tetap tinggi atau bahkan meningkat.

    Ini menunjukkan bahwa model pembangunan top-down berbasis megaproyek belum berhasil mengatasi kesenjangan struktural yang mengakar.

    Ketergantungan pada sektor ekstraktif juga membuat Indonesia rentan terhadap fluktuasi harga komoditas global.

    Baca: Prabowo Subianto evaluasi sjumlah PSN warisan Jokowi

    Laporan OECD (2024) mencatat bahwa struktur ekonomi Indonesia masih belum cukup terdiversifikasi, dan terlalu bergantung pada ekspor berbasis sumber daya alam.

    Ketika harga komoditas seperti nikel, sawit, atau batu bara turun, tekanan
    terhadap anggaran dan kesejahteraan masyarakat di daerah penghasil pun meningkat.

    PSN diberikan jalan lapang melalui Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2021
    tentang Kemudahan Proyek Strategis Nasional yang merupakan turunan dari
    Undang-Undang Cipta Kerja.

    Regulasi ini memberikan prioritas dan kemudahan luar biasa pada proyek-proyek yang dilabeli PSN.

    Tidak jarang, label PSN digunakan untuk menerobos kebijakan-kebijakan yang sudah berlaku sebelumnya seperti Inpres Moratorium Hutan, wilayah yang telah dikelola oleh masyarakat melalui berbagai skema Perhutanan Sosial, wilayah fungsi ekologis gambut, dan sebagainya.

    Baca: PBHI sebut skema proyek PSN jadi akar pelanggaran HAM