7cloud.asia – Ini kisah bank sampah yang terdapat di wilayah Malaka Jaya Perumnas Klender Kelurahan Malaka Jaya, Kecamaatan Duren Sawit Jakarta Timur.
Berbeda dengan bank sampah Sekarwangi yang beroperasi di jalan, bank sampah di wilayah Malaka Jaya ini memiiki gedung sendiri. Mereka juga punya pegawai tetap.
Semua kegiatan memilah, membersihkan, mencatat hingga menimbang di bank sampah Malaka Jaya dilakukan oleh pegawai tetap yang berjumlah dua orang.
Bank sampah Malaka Jaya tak memiliki kader serta pengurus sebagaimana di bank sampah unit Sekarwangi Cakung Jakarta Timur.
Baca: Bank sampah Sekarwangi berlangsung di jalanan
Para nasabah di bank sampah Malaka Jaya ini, kebanyakan berasal dari warga setempat yang hanya berminat membawa sampah mereka ke bank sampah.
Setiap seminggu sekali, petugas jumantik membantu dengan menyerahkan hasil JPL (jumantik peduli lingkungan) ke bank sampah Malaka jaya ini.
Hasil penjualan sampah berupa botol dan gelas plastik, serta kardus yang sudah tak terpakai ini kemudian dimasukkan ke dalam kas organisasi.
Baca: Aplikasi ini membantu kamu temukan bank sampah
Meski hasil JPL tak banyak, namun setidaknya apa yang dilakukan petugas jumantik mampu menciptakan kebersihan dan dapat mengurangi sampah di wilayah sekitar.
“Tapi dengan mengumpulkan sedikit demi sedikit dari JPL, lama-lama bisa banyak juga. Lalu nanti kalu sudah banyak, kan, bisa digunakan untuk hal yang bermanfaat,” kata salah satu kader jumantik RW 04 Fatimah Hadi.
Petugas bank sampah Malaka Jaya, Simon mengatakan sampah yang terkumpul dari warga dan petugas jumantik biasanya dibersihkan lebih dulu, dipilah-pilah sesuai dengan jenisnya.
Baca: Aktivitas bank sampah terbaik di Jakarta
Lalu sampah itu dimasukkan ke dalam karung. Setelah itu sampah tersebut ditimbang dan dicatat bobotnya ke dalam buku bank sampah milik nasabah serta dikonversi ke dalam rupiah.
Sampah yang terkumpul, lantas akan diangkut oleh petugas dari dinas KLH di Ciracas atau BSI (bank sampah induk) dengan mobil bak terbuka.
“Kita biasanya menghubungi petugas dari BSI atau dinas KLH untuk mengangkut sampahsampah ini dulu. Setidaknya minimal 2 ton sampah yang terkumpul di sini, baru mereka angkut,” jelas Simon.
Baca: Mendulang cuan dari mengolah sampah
Berdasarkan laporan Pengelolaan Sampah Nasional (SPSN) yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), timbunan sampah di DKI Jakarta mencapai 3 juta ton.
Jakarta merupakan provinsi penghasil timbunan sampah terbesar kedua setelah Jawa Tengah di Indonesia.
Data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta pada akhir 2022 juga menyebutkan bahwa Propinsi DKI Jakarta mengirimkan lebih dari 7500 ton sampah setiap harinya ke TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) Bantargebang Bekasi, Jawa Barat.
Dengan keberadaan bank sampah ini maka sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang bisa dikurangi, selain itu juga menghasilkan uang bagi warga.

