7cloud.asia – Warga yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Bersama Tumbuh Maju berhasil menyulap Gang 8, Jalan Nusa Indah IV, RT 08/04, Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, menjadi kawasan urban farming yang hijau dan penuh inovasi.
Beragam tanaman hias, tanaman obat keluarga (TOGA) hingga tanaman produktif yang ditanam warga menghijaukan akses jalan sepanjang 30 meter dengan lebar sekitar tiga meter tersebut.
Tidak hanya itu, di lokasi juga terdapat empat kolam gizi berbentuk akuarium besar yang diisi berbagai jenis ikan, seperti lele, nila, mujair, mas, dan koi.
Ketua Poktan Bersama Tumbuh Maju, Fadil mengatakan, inovasi urban farming di wilayahnya ini mulai dilakukan sejak 2023 dan diharapkan turut menjaga keanekaragaman hayati, mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan.
“Inovasi ini sudah dilakukan sejak tahun 2023 dengan dukungan dan kolaborasi dari sejumlah program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR),” ujarnya dikutip dari beritajakarta.id.
Baca: Trase kering KBT dioptimalkan jadi area urban farming
Fadil menjelaskan, selain kolam gizi berbentuk akuarium yang berjajar di sepanjang gang, warga juga memanfaatkan saluran air dengan konsep dua tingkat.
Pada saluran air di Jalan Nusa Indah IV dibuat kolam gizi sepanjang 14 meter di atas beton U-ditch berukuran 60 sentimeter.
“Beton U-ditch ini kami modifikasi menjadi sistem double decker. Bagian bawah difungsikan sebagai saluran air, sedangkan bagian atas dimanfaatkan sebagai kolam gizi,” terangnya.
Menurutnya, di dalam kolam tersebut terdapat sekitar 5.000 ekor ikan lele. Kolam ini pernah dipanen pada tahun 2023 dengan hasil sekitar 40 kilogram.
“Hasil panen dibagikan secara gratis kepada warga sekitar. Untuk panen berikutnya, hasil ikan rencananya akan dijual dan digunakan untuk menunjang operasional kegiatan urban farming,” ungkapnya.
Baca: Urban farming jadi cara untuk wujudkan kawasan rendah emisi
Agar lebih menarik, lanjut Fadil, Gang 8 juga dihiasi mural hasil karya seniman profesional. Mural tersebut menampilkan gambar balon udara, dasar laut, serta pemandangan laut lengkap dengan kapal nelayan.
“Kami juga menyediakan dua tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai langkah antisipasi kebakaran,” ucapnya.
Ia menambahkan, lingkungan RT 08/04, Kelurahan Malaka Jaya telah dilengkapi CCTV di 16 titik yang merupakan bantuan dari program CSR. Tersedia pula tiga unit pengeras suara dan satu layar LCD untuk memantau aktivitas melalui monitor CCTV.
“Warga yang melaksanakan ronda malam dapat melakukan pengawasan secara lebih efektif,” imbuhnya.
Sementara itu, Lurah Malaka Jaya, Eko Purnomo Asih menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan warganya. Upaya ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain agar lingkungan semakin hijau sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Baca: Pemprov DKI Jakarta jaring anak muda jadi Duta Urban Farming
“Kami sangat mengapresiasi karena inovasi ini dapat mendukung program pemerintah dalam penghijauan lingkungan dan penguatan ketahanan pangan,” tandasnya.
Saat ini, tercatat terdapat sekitar 817 tanaman produktif yang dirawat oleh warga, menjadikan Gang 8 Malaka Jaya sebagai contoh nyata kampung hijau berbasis partisipasi masyarakat di tengah padatnya wilayah perkotaan.
Inisiatif warga ini mendapat apresiasi dari Legislator DPRD DKI Jakarta, Francine Widjojo. Ia mengatakan, inovasi warga dalam menciptakan lingkungan hijau sekaligus mengelola sampah secara mandiri merupakan contoh yang patut ditiru oleh wilayah lain di Jakarta.
Menurutnya, lingkungan di Gang 8 kini terlihat sangat asri dengan berbagai tanaman produktif yang tumbuh subur. Selain itu, kawasan tersebut juga sudah dilengkapi dengan 16 unit CCTV yang meningkatkan keamanan lingkungan.
“Gang-gang di permukiman sini sangat hijau dan produktif. Upaya warga ini tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga membantu mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang,” ujarnya.
Baca: Urban farming jadi bagian pengelolaan sampah di Kota Bandung

Leave a Reply