7cloud.asia – Sejumlah warga dan relawan melakukan penghijauan dengan menanam ratusan bibit pohon di kawasan hutan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb).
Penanaman pohon ini dilakukan di Dusun Margomulo, Desa Ngadirojo, Kecamatan Gladagsari Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Kawasan konservasi BTNGMb ini mengalami kebakaran hebat pada puncak musim kemarau Oktober 2023 lalu.
Kepala Resort Ampel BTMGMb Boyolali, Ekowati Urbaningsih, di Boyolali, Selasa (6/2/2024) mengatakan jenis-jenis tanaman yang ditanam untuk penghijauan ada tiga jenis yakni, Puspa, Wilodo, dan Tesek.
Baca: Bumikan revolusi hijau DLH Kalsel tanam ribuan pohon kayuputih
Adapun total pohon yang ditanam sekitar 300 batang.
“Di kawasan konservasi taman nasional, diupayakan jenis-jenis tanaman yang endemik atau asli yang ada di Gunung Merbabu,” ujar Eko seperti dikutip Antaranews.com.
Penanaman bibit pohon di kawasan hutan yang kebakaran Gunung Merbabu tersebut dengan melibatkan warga Dusun Timboa atau Dusun Margomulo, Desa Ngadirojo, kemudian komunitas, dan relawan lintas daerah.
Dia mengatakan penanaman pohon tersebut karena di Gunung Merbabu pada Oktober 2023, terjadi kebakaran hutan lumayan besar yang melanda sebagian wilayah di daerah Ngadirojo ini.
Baca: Mengenal gerakan menanam sejuta pohon sedunia
Kebakaran ini mengakibatkan vegetasi di kawasan yang terbakar rusak parah. Sehingga penghijauan ini untuk mengembalikan ekosistem yang kemarin terbakar.
“Jadi untuk mengganti vegetasi yang ada di kawasan dengan tanaman yang baru, sehingga dengan harapan ekosistem bisa pulih kembali di kawasan itu,” katanya.
Ketua Relawan Basecamp Timboa atau Desa Ngadirojo Boyolali Jarwanto mengatakan kegiatan penanaman ini melibatkan warga setempat, lintas komunitas dan relawan dari berbagai daerah.
Ia mengatakan, sebelum kebakaran terjadi kondisi di lereng Merbabu hijau oleh berbagai macam vegetasi.
Baca: Konservasi tanaman langka di Sumatera
“Pohonnya tinggi-tinggi. Tapi, setelah terjadi kebakaran yang lumayan hebat sehingga kondisi gersang karena tidak ada pohon satupun yang tumbuh,” ujarnya.
Sehingga, warga setempat dan relawan berinisiatif untuk mengadakan penanaman pohon guna memulihkan ekosistem yang rusak karena terjadi kebakaran sebelumnya.
Jarwanto menambahkan ada beberapa manfaat dengan melakukan penanaman kembali di lereng Gunung Merbabu.
Pertama untuk mencegah banjir bandang dari lereng gunung karena kondisinya yag saat ini gundul.
Selanjutnya, kondisi hutan yang gundul mempengaruhi mata air sehingga debitnya jauh berkurang. Sehingga dengan reboisasi ini diharapkan dapat mengatasi hal tersebut.
Baca: Dampak El Nino ratusan hektar hutan hangus terbakar
Dan, ketiga dengan hutan yang hijau dapat mencegah satwa monyet turun ke kampung yang merusak tanaman pertanian milik warga setempat.
Jadi penghijauan ini diharapkan agar mata air tetap terjaga dan satwa liar bisa naik kembali ke alamnya.
“Akibat kebakaran hutan di Gunung Merbabu banyak monyet dan lutung turun merusak ke lahan pertanian milik warga setempat,” katanya.
Jarwanto berharap kegiatan penanaman pohon di lereng Gunung Merbabu tersebut akan berkelanjutan hingga hutan di Merbabu kembali hijau seperti sebelum terjadi kebakaran.
Sumber: Antaranews.com

