Tag: merdeka

  • Sambut Hari Kemerdekaan, LBH Jakarta Gelar Konser MERDEKA Merawat Demokrasi untuk Keadilan

    Sambut Hari Kemerdekaan, LBH Jakarta Gelar Konser MERDEKA Merawat Demokrasi untuk Keadilan

    7cloud.asia – Lagu Bersemi Sekebun dari Efek Rumah Kaca turut meramaikan konser bertema MERDEKA versi Kita (Merawat Demokrasi untuk Keadilan) yang dihelat LBH Jakarta di Studio Palem, Kemang-Jakarta Selatan, Rabu (16/8/2023) malam.

    Lirik lagu Bersemi Sekebun diabadikan oleh seorang illustrator bernama Muhammad Fatchurofi ke dalam sebuah desain apik yang lantas dijadikan merchandise LBH Jakarta dalam konser MERDEKA ini.

    Konser MERDEKA merupakan upaya LBH Jakarta untuk menggalang dana. Selain dari tiket konser, LBH Jakarta menggalang dana dari penjualan merchandise (t-shirt), masing-masing senilai Rp. 150.000.

    Baca: Koalisi keadilan iklim sebut kelompok rentan masih ditinggalkan dalam mitigasi perubahan iklim

    Promosi tiket konser dan merchandise telah dipublikasikan sejak 12 Juli 2023 melalui berbagai platform dan media partner. Penjualan tiket dan merchandise dapat diakses melalui https://goers.co/konsermerdeka.

    Selain Efek Rumah Kaca, turut mendukung Konser Merdeka ini antara lain Endah N Rhesa, The Jansen, Dongker, Rangkai dan Daily Breeze.

    Para musisi dan grup musik ini tampil secara pro bono (cuma-cuma) sebagai bentuk komitmen kelompok seniman mendukung akses bantuan hukum bagi masyarakat miskin.

    Baca: Indonesia masuk negara menengah, apa dampaknya bagi kemiskinan ekstrim

    Selain acara musik, LBH Jakarta juga membuka booth dan mimbar bebas yang dimeriahkan oleh belasan organisasi masyarakat sipil.

    Sesuai visi LBH sejak 1970, merdeka adalah terwujudnya suatu sistem masyarakat yang terbina di atas tatanan hubungan sosial yang adil dan beradab/berperikemanusiaan secara demokratis.

    “Maka penting bagi kita sebagai warga negara untuk mengingat-ingat kembali cita-cita yang terkandung dalam kemerdekaan, agar memberi semangat untuk melakukan perubahan,” ujar Direktur LBH Jakarta Citra Referandum, dalam keterangan tertulis yang diterima Kamis (17/8/2023).

    Baca: Pemerintah targetkan turunkan angka kemiskinan turun ke 7,5 persen pada 2024

    Dampak kemunduran demokrasi saat ini terlihat dari jumlah kasus ketidakadilan yang lahir akibat praktik pengelolaan negara yang kian menjauh dari prinsip demokrasi, negara hukum dan hak asasi manusia.

    Menurut Citra, pada 2022, LBH Jakarta telah menerima 12.447 pencari keadilan dengan 1.034 permohonan bantuan hukum.

    Melalui konser ini, tambah Citra, LBH Jakarta berupaya menjalin solidaritas antarwarga agar berpartisipasi membantu para pencari keadilan dan mengembangkan kemandirian lembaga.

    Baca: Jokowi sebut Indonesia berpeluang wujudkan Indonesia Emas 2045

    “Sekaligus mengajak masyarakat menarasikan kembali arti kemerdekaan versi rakyat yang selama ini menjadi korban kemerdekaan semu sebagaimana digaungkan penguasa atas nama pembangunan.” tandasnya.

    Seluruh pendapatan atas penjualan tiket dan merchandise akan digunakan untuk mendukung kerja-kerja LBH Jakarta dalam memberikan bantuan hukum bagi masyarakat yang membutuhkan.

    Dan ayang terkumpul juga akan digunakan untuk memperkuat perjuangan LBH Jakarta dalam memperjuangkan keadilan dan demokrasi di Indonesia.

    “Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang terlibat dan masyarakat yang senantiasa mendukung kerja-kerja LBH Jakarta.” tutup Khaerul Anwar, Kepala Bidang Kemandirian Dana & Data LBH Jakarta.

    Baca: Ini alasan ibu kota dipindah ke Kalimantan

  • 80 Tahun Indonesia Merdeka, Kesetaraan Akses dan Kualitas Pendidikan Masih Jadi Persoalan

    80 Tahun Indonesia Merdeka, Kesetaraan Akses dan Kualitas Pendidikan Masih Jadi Persoalan

    7cloud.asia – Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, mendesak pemerintah untuk melakukan reformasi pendidikan secara menyeluruh untuk mengatasi ketimpangan yang masih terjadi di berbagai daerah.

    Pasalnya, meskipun Indonesia telah merdeka selama 80 tahun, tantangan di sektor pendidikan masih besar. Ia menilai, beberapa data menunjukkan ketidaksetaraan akses dan kualitas pendidikan, terutama di daerah-daerah terpencil.

    Lalu Hadrian merujuk data BPS yang menunjukkan bahwa Angka Partisipasi Sekolah (APS) untuk jenjang SD sangat tinggi, namun menurun drastis di jenjang yang lebih tinggi, khususnya di pendidikan tinggi.

    ”Ini menunjukkan bahwa masih banyak anak bangsa yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya dalam Dialektika Demokrasi dengan tema ‘HUT RI Menjadi Momen Semangat Persatuan Membangun Indonesia Emas 2025’ di Komplek DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (14/8/2025).

    Baca: Kenaikan biaya pendidikan swasta dinilai sudah di luar kewajaran

    Dia juga menyoroti rata-rata lama sekolah penduduk usia 15 tahun ke atas yang masih berada di level SMP, yaitu 9,22 tahun.

    Angka ini menyiratkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia belum menyelesaikan pendidikan setingkat SMA, yang menjadi salah satu faktor penghambat dalam pembangunan sumber daya manusia.

    Lebih lanjut, ia menyoroti ketimpangan antarwilayah yang sangat mencolok, dengan mencontohkan daerah Papua Pegunungan.

    “Di Papua Pegunungan, rata-rata lama sekolah penduduk hanya 5,10 tahun. Artinya, banyak penduduk di sana yang belum tamat SD. Ini adalah PR besar bagi kita semua,” tegas Politisi PKB ini.

    Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Lalu Hadrian menggarisbawahi beberapa poin penting dalam reformasi pendidikan.

    Baca: Ramai-ramai kibarkan bendera One Piece di Hari Kemerdekaan

    Pertama, ia menekankan pentingnya meningkatkan akses pendidikan hingga jenjang SMA dan perguruan tinggi, terutama bagi masyarakat di daerah tertinggal, melalui program beasiswa dan perbaikan infrastruktur.

    Kedua, ia juga mendorong peningkatan kualitas kurikulum dan guru agar pendidikan lebih relevan dengan kebutuhan abad ke-21, termasuk literasi digital dan kemampuan berpikir kritis.

    Lalu Hadrian juga menyoroti pentingnya pelibatan komunitas lokal untuk mengawal pendidikan anak-anak agar tetap termotivasi untuk bersekolah.

    “Pendidikan adalah batu loncatan ke depan, bukan rantai yang terus mengikat. 80 tahun Indonesia merdeka berarti memastikan seluruh anak Indonesia memiliki peluang yang sama untuk belajar, tumbuh, dan berkontribusi secara maksimal untuk negara tercinta ini,” tutupnya.

    Baca: Indonesia masuk pemantauan lembaga HAM karena marak intimidasi terhadap masyarakat sipil