Tag: milenial

  • Survei Ipsos: Ganjar Pranowo Populer di Kalangan Milenial dan Gen Z, Ini Sebabnya

    Survei Ipsos: Ganjar Pranowo Populer di Kalangan Milenial dan Gen Z, Ini Sebabnya

    7cloud.asia – Hasil survei Ipsos Public Affairs menyebutkan bahwa elektabilitas bakal calon presiden (capres) PDI Perjuangan Ganjar Pranowo unggul di kalangan milenial (usia 25-39 tahun) dan Gen Z (usia 17-24 tahun).

    Survei Ipsos menyebutkan bahwa elektabilitas Ganjar Pranowo unggul di kalangan Gen Z (17-24 tahun), yaitu sebesar 42,40 persen. Sementara itu, Prabowo Subianto sebesar 41,6 persen, Anies Baswedan 16 persen.

    Dalam survei Ipsos itu, kalangan milenial (25-39 tahun), Ganjar Pranowo masih unggul di angka 39,90 persen, lalu Prabowo 35,71 persen, dan Anies Baswedan 24,38 persen.

    Baca: Survei SMRC ungkap Ganjar Pranowo – Ridwan Kamil Unggul

    Survei Ipsos tersebut digelar pada 22 sampai 27 Agustus 2023 di 24 provinsi, pada daerah perkotaan dan perdesaan.

    Survei ini menggunakan metode wawancara tatap muka dengan 1.200 responden dengan menggunakan aplikasi Ipsos Ifield yang merupakan sistem Computer-Assisted Personal Interviews (CAPI).

    Survei Ipsos tersebut memiliki margin of error sekitar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

    Baca: Jumlah pemilih disabilitas di Pemilu 2024 capai 1,1 juta orang

    Ketua Umum Angkatan Muda Ka’bah (AMK) Rhendika Harsono menilai bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo sangat paham komunikasi dengan kalangan milenial dan Gen Z.

    Oleh karena itu, menurut dia, dengan sosok Ganjar yang komunikatif dan tidak kaku, sehingga wajar jika mantan Gubernur Jawa Tengah itu memiliki elektabilitas yang tinggi di kalangan milenial dan Gen Z.

    “Ganjar sangat low profile, tidak kaku, dekat dengan semua masyarakat, mahasiswa dan pelajar,” kata Rhendika di Jakarta, Sabtu (16/9/2023) 

    Baca: Aplikasi belanja yang paling banyak diunduh

    Menurut dia, Ganjar sangat paham bagaimana berkomunikasi dengan kalangan milenial dan GenZ. Itu bisa dilihat dari akun media sosial Gubernur Jawa Tengah dua periode itu memiliki follower di atas enam juta.

    “Kalangan milenial dan Gen Z yang bisa dilihat misal di akun Instagram Ganjar memiliki follower 6,2 Juta, akun tiktok Ganjar dengan follower 7,1 juta dan like mencapai 174,5 juta,” ujarnya.

    Menurut dia, dari banyak penelitian yang menyebutkan bahwa Ganjar Pranowo sangat diminati kalangan milenial dan Gen Z.

    Bisa diambil beberapa kesimpulan, seperti Ganjar sangat berpengalaman sebagai seorang anggota DPR RI yang vokal, handal, dan ramah media.

    Baca: Cara beda PSI dan PDIP memandang pemilih Gen Z

    Selain itu, dia menilai Ganjar sukses memimpin Jawa Tengah sebagai gubernur selama dua periode, yang menempati urutan ke-5 sebagai provinsi terpadat di Indonesia dan disebut juga sebagai provinsi pusat pendidikan.

    Rhendika menegaskan bahwa AMK sebagai badan otonom dari PPP, akan bersinergi dengan program PPP, khususnya untuk lebih memperkenalkan Ganjar di kalangan anak muda.

    Menurut dia, para kader AMK yang menjadi calon anggota legislatif di PPP mengacu kepada keputusan dan langkah pemenangan yang diputuskan Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PPP.

     

  • Milenial dan Gen Z Bisa Jadi Kekuatan Penekan Produsen Lebih Peduli Lingkungan

    Milenial dan Gen Z Bisa Jadi Kekuatan Penekan Produsen Lebih Peduli Lingkungan

    7cloud.asia – Milenial dan Gen Z yang menjadi penduduk mayoritas Indonesia dinilai telah mempunyai kesadaran tinggi terhadap upaya pengurangan sampah plastik.

    Sebagai konsumen dengan populasi terbanyak, kesadaran untuk mengurangi sampah plastik itu maka milenial dan Gen Z  mempunyai kekuatan untuk menekan produsen agar peduli terhadap kondisi lingkungan.

    Peran milenial dan Gen Z dalam mengurangi sampah plastik ini diungkapkan Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Novrizal Tahar  dalam acara Green Press Community di Jakarta, Rabu (8/11/2023).

    “Milenial dan Gen Z harus membangun revolusi terhadap perubahan perilaku dalam mengelola sampah, karena itu yang bisa menyelesaikan persoalan sampah di Indonesia secara signifikan,” ujarnya

    Baca: Antusiasme gen z pada aksi pro lingkungan dinilai masih rendah

    Novrizal mengungkapkan, milenial dan gen Z sekarang sudah seperti “sufi” dengan sampah.

    Ia melihat, sejumlah anak muda pernah datang ke gerai Chatime membawa tumbler untuk kurangi sampah plastik. 

    “Tapi petugas tidak mau melayani karena beli minuman harus dengan kemasan botol plastik lengkap dengan sedotan yang sudah disediakan oleh perusahaan,” ujarnya.

    Setelah kejadian penolakan pakai tumbler tersebut, mereka kemudian menulis di media sosial masing-masing.

    Baca: Menggunakan tumbler, langkah kecil yang berdampak besar bagi lingkungan

    Protes itu lantas memberikan tekanan terhadap Chatime dan akhirnya mengizinkan para pembeli membawa botol minum sendiri.

    “Kekuatan generasi muda adalah kekuatan besar untuk melakukan tekanan kepada para produsen. Tekanan yang dilakukan oleh generasi muda adalah tekanan dengan kekuatan atau perilaku yang ramah lingkungan,” kata Novrizal.

    KLHK mengajak generasi muda untuk melakukan revolusi perubahan perilaku dalam upaya pengurangan sampah plastik agar tidak mencemari lingkungan.

    Novrizal menuturkan ada lima langkah yang perlu dilakukan yaitu gerakan hidup minim sampah dengan membatasi dan mencegah penggunaan barang-barang sekali pakai.

    Baca: Infrastruktur guna ulang semakin banyak dibangun

    Gerakan hidup minim sampah harus menjadi karakter generasi muda, katanya.

    Langkah kedua, belanja tanpa kemasan dengan mulai membiasakan diri membawa tempat penyimpan sendiri agar tidak ada sampah yang dihasilkan dari kegiatan belanja.

    Kemudian menghabiskan makanan, karena sampah makanan yang dibuang ke tempat pembuangan akhir akan terdekomposisi dan menghasilkan gas metana yang menjadi salah satu gas rumah kaca penyebab perubahan iklim.

    Padahal, ujarnya, gas metana 28 kali lebih berbahaya jika dibanding dengan karbondioksida.

    Baca: Sistem guna ulang lebih efektif kurangi sampah plastik, tapi diabaikan

    “Jadi persoalan serius ini, makanan yang tidak habis dibawa ke TPA, kemudian gas metana keluar. Itu penyebab yang lebih berbahaya ketimbang karbondioksida untuk penyebab perubahan iklim,” ucapnya.

    Langkah selanjutnya wajib memilah sampah di rumah dan harus menjadi kesadaran kolektif anak muda di Indonesia.

    Jika sampah sudah dipilah berikan kepada bank sampah atau social ecopreneur yang menggunakan sampah pilah itu untuk didaur ulang.

    Langkah terakhir adalah mengolah sampah organik di rumah menjadi kompos agar sampah organik tidak berakhir di tempat pembuangan akhir.

    Baca: Cara mudah memilah sampah dari rumah

    Novrizal mengungkap beberapa daerah sedang kewalahan dalam menangani sampah akibat tempat pembuangan akhir penuh ataupun kebakaran.

    “Kalau lima hal itu bisa dilakukan, maka 90 persen urusan sampah bisa selesai di rumah,” ucapnya.

     

     

  • OJK: 37,17 Persen Kredit Macet Pinjol Disumbang Gen Z dan Millenial

    OJK: 37,17 Persen Kredit Macet Pinjol Disumbang Gen Z dan Millenial

    7cloud.asia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, generasi Z dan milenial berkontribusi sebesar 37,17 persen pada kredit macet atau tingkat wanprestasi pada pinjaman online atau Pinjol

    Kredit macet ini masuk kategori tingkat wanprestasi (TWP) 90 Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) atau fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman online untuk Juli 2024.

    Ikhwal kredit macet pinjol itu diungkapkan Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman di Jakarta, Jumat (6/9/2024)

    “Dari data yang ada pada kami, pada Juli 2024 porsi wanprestasi 90 hari atau TPW 90 untuk gen Z dan milenial ini yang kami kategorikan di usia 19 sampai 34 tahun itu adalah 37,17 persen,” kata nya

    Baca: OJK blokir 5000 entitas yang dicurigai pinjol

    Dari Rapat Dewan Komisioner OJK Bulanan Agustus 2024, Agusman menuturkan tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP 90 pada P2P lending, dalam kondisi terjaga di posisi 2,53 persen pada Juli 2024.

    Angka kredit macet ini menurun dibandingkan pada Juni 2024 yang sebesar 2,79 persen.

    Sementara, outstanding pembiayaan di ​industri fintech peer to peer lending pada Juli 2024 terus meningkat menjadi 23,97 persen yoy, dengan nominal sebesar Rp69,39 triliun.

    Untuk memitigasi risiko kredit macet oleh masyarakat termasuk generasi Z dan milenial, penyelenggara peer to peer lending telah diminta oleh OJK untuk membuat pernyataan peringatan kepada konsumen pada laman utama website maupun aplikasinya.

    Kalimat peringatan tersebut berbunyi: Hati-hati, transaksi ini berisiko tinggi. Anda dapat saja mengalami kerugian atau kehilangan uang. Jangan berutang jika tidak memiliki kemampuan membayar. Pertimbangkan secara bijak sebelum bertransaksi.

    Baca: Banyak anak muda terjerat pinjol

    “Mudah-mudahan pendekatan ini akan membantu untuk menyeleksi gen Z dan milenial dan siapapun juga yang ingin bertransaksi di peer to peer lending untuk lebih sadar dari awal risiko yang akan dihadapi,” ujar Agusman.

    Selain itu, OJK telah menerbitkan aturan mengenai fintech P2P lending yaitu Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (POJK 10/22) dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 19/SEOJK.06/2023 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (SEOJK 19/2023).

    Dalam aturan tersebut, OJK mengatur beberapa hal antara lain analisis pendanaan atau proses uji kelayakan pengajuan pinjaman dengan memperhatikan kemampuan keuangan yang dimiliki oleh penerima dana.

    Penyelenggara wajib memenuhi ketentuan batas maksimum manfaat ekonomi pendanaan dalam memfasilitasi pendanaan.

    Manfaat ekonomi yang dikenakan oleh penyelenggara adalah tingkat imbal hasil, termasuk bunga/margin/bagi hasil; biaya administrasi/biaya komisi/fee platform/ujrah yang setara dengan biaya dimaksud; dan biaya lainnya, selain denda keterlambatan, bea meterai dan pajak.