Tag: motor listrik

  • Ini yang Dilakukan Pemerintah Untuk Percepat Konversi Motor Listrik

    Ini yang Dilakukan Pemerintah Untuk Percepat Konversi Motor Listrik

    7cloud.asia – Konversi motor listrik merupakan salah satu langkah penting pemerintah dalam upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengantisipasi perubahan iklim global.

    Penggantian motor berbahan bakar fosil konvensional dengan motor listrik yang ramah lingkungan, selain dapat mengurangi emisi gas rumah kaca juga dapat menghemat penggunaan bahan bakar.

    Pemerintah juga terus melakukan upaya percepatan untuk membangun ekosistem kendaraan termasuk motor listrik di Indonesia serta mendukung rencana aksi transisi energi menuju energi bersih.

    Untuk itu, pemerintah tengah menyusun berbagai strategi guna meningkatkan keinginan masyarakat mensukseskan program konversi ke motor listrik ini.

    Baca: Indonesia mulai serius jajaki pengembangan energi hidrogen

    Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 38 Tahun 2023 dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2023.

    “Pemerintah memberikan insentif bagi masyarakat yang ingin melakukan konversi motor BBM ke motor listrik,” ujar Staf Ahli Bidang Perencanaan Strategis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yudo Dwinanda Priaadimasih di sela acara Forum Bakohumas dengan tema: No Emisi, Yes Konversi di Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu

    Yudo melanjutkan, insentif yang diberikan pemerintah berupa insentif pajak total sebesar Rp7.000.000 per unit motor listrik.

    Baca: Sisi gelap di balik transisi ke energi terbarukan

    Berdasarkan Permen ESDM Nomor 3 Tahun 2023 menegaskan, target penerima bantuan motor listrik dari Pemerintah di tahun 2023 adalah sebanyak 50.000 unit dan akan naik menjadi 150.000  unit pada 2024 mendatang.

    Yudo menegaskan, untuk mencapai target tersebut dibutuhkan dukungan dan kolaborasi di antara berbagai pihak.

    “Kementerian Perhubungan dan Polri sebelumnya telah menyatakan dukungannya terhadap program konversi motor listrik dan kami sangat mengapresiasi hal tersebut. Ini dangat berarti bagi kami,” pungkas Yudo.

    Untuk mendukung percepatan konversi, Kementerian ESDM juga terus meningkatkan jumlah bengkel konversi motor listrik.

    Baca:  Pengembangan energi terbarukan di Indonesia berjalan lamban

    Hingga saat ini telah terdapat 21 bengkel tersertifikasi untuk konversi motor listrik. Sebanyak 6 bengkel sudah masuk dan tersedia pada website program konversi motor listrik.

    Sementara yang lain sedang dalam proses dan belum lama ini Kementerian ESDM melalui PPSDM KEBTKE menggandeng 20 UMKM bengkel motor untuk menjadi Angkatan I (pertama) yang mendapatkan 8 pelatihan konversi motor BBM ke motor listrik.

    Dalam kesempatan yang sama,  Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong mengatakan, konversi motor listrik adalah langkah penting Pemerintah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan menangani perubahan iklim global.

    “Dengan menggantikan motor bahan bakar fosil konvensional dengan motor listrik yang ramah lingkungan, kita dapat mengurangi polusi udara, menghemat bahan bakar, dan bergerak menuju transportasi yang berkelanjutan,” jelas Usman yang juga pembina Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas).

    Baca: Dua alasan untuk segera beralih ke motor listrik

    Program nasional konversi motor listrik bertujuan untuk mempercepat adopsi motor listrik di seluruh negeri.

    Sejalan dengan regulasi yang ditetapkan pemerintah, Program ini melibatkan berbagai upaya, mulai dari penyediaan insentif bagi konsumen, pengembangan infrastruktur pengisian, hingga edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. 

    “Peran Humas Pemerintah sangat krusial dalam mendukung implementasi program Kendaraan Bermotor Listrik agar proses peralihan pemakaian BBM menjadi listrik dapat sesuai target yang direncanakan,” lanjut Usman.

     

     

  • Kuota Subsidi Motor Listrik Turun Drastis pada Agustus 2024

    Kuota Subsidi Motor Listrik Turun Drastis pada Agustus 2024

    7cloud.asia – Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik (Aismoli) mengeluhkan kuota subsidi motor listrik yang dinilai mengalami penurunan drastis.

    Hal ini disampaikan dalam audiensi dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik (Aismoli) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Rabu (9/10/2024) yang dihadiri Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, didampingi Wakil Ketua DPR Adies Kadir dan Cucun A Syamsurijal.

    Hadir dalam audiensi tersebut sejumlah anggota DPR yang sebelumnya tergabung dalam Komisi VII DPR, yang memiliki fokus pada isu-isu industri listrik dan energi.

    Dalam audiensi ini, Aismoli mengemukakan kekhawatiran mereka mengenai turunnya kuota subsidi motor listrik dari 600 ribu unit pada tahun 2023-2024 menjadi hanya 50 ribu unit pada Agustus 2024.

    Menanggapi hal ini, Sufmi Dasco Ahmad menyatakan bahwa DPR akan mempertimbangkan aspirasi Aismoli untuk menambah kuota subsidi motor listrik.

    “Kami akan mengkaji lebih lanjut mengenai subsidi ini di pemerintahan baru periode 2024-2029, agar industri motor listrik dapat berjalan tanpa hambatan dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional,” ujar Dasco seperti dilansir Parlementaria.

    Baca: Ini yang dilakukan pemerintah untuk mempercepat konversi ke motor listrik

    Dasco juga menegaskan bahwa Aismoli memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada perekonomian nasional, terutama melalui ekspor. Industri ini, menurutnya, dapat membuka pasar global dan menghasilkan pendapatan bagi negara.

    “Rencana ke depan, di bawah pemerintahan baru Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, kami berharap bisa berbuat lebih banyak untuk rakyat dan negara,” tambahnya.

    Adapun menurut Wakil Ketua II Aismoli, Andri, penurunan kuota tersebut sangat mempengaruhi industri motor listrik di Indonesia.

    Ia menjelaskan bahwa sebelumnya kuota subsidi untuk motor listrik mencapai 600 ribu unit, yang terbagi menjadi 200 ribu unit pada 2023 dan 400 ribu unit pada 2024.

    Namun, secara tiba-tiba pada Agustus 2024, kuota tersebut dipotong menjadi 50 ribu unit, tanpa adanya perubahan peraturan yang jelas.

    “Jumlah kuota yang diberikan tidak cukup hingga akhir tahun. Pada 3 September 2024, kuota subsidi tersebut sudah terserap habis,” ujar Andri dalam pertemuan tersebut.

    Baca: Sisi gelap di balik transisi ke energi terbarukan

    Ia juga menambahkan bahwa ada tambahan kuota sebesar 10.857 unit, namun angka tersebut masih jauh dari kebutuhan industri.

    Dalam pertemuan tersebut, Aismoli menyatakan harapannya agar DPR dapat mendukung penguatan ekosistem motor listrik di Indonesia.

    Mereka juga menargetkan pasar global sebagai langkah strategis untuk memperluas pangsa pasar dan mendukung keberlanjutan industri dalam negeri.

    “Selain dari sisi industri, kami berharap dukungan juga untuk pengembangan sektor UMKM terkait motor listrik agar bisa berkembang bersama,” ujar Andri.

    Di akhir audiensi, Dasco menyimpulkan bahwa DPR akan segera mengadakan rapat dengan Komisi VII DPR untuk membahas lebih lanjut rekomendasi kepada pemerintah terkait penguatan industri motor listrik.

    Dengan dukungan yang kuat, baik dari pemerintah maupun DPR, Aismoli optimistis industri ini dapat tumbuh dan memberikan dampak positif, tidak hanya dari segi ekonomi, tetapi juga dari segi inovasi dan pemberdayaan UMKM di Indonesia.

  • Kenaikan Harga BBM Mendongkrak Penjualan Motor Listrik

    Kenaikan Harga BBM Mendongkrak Penjualan Motor Listrik

    7cloud.asia – Penjualan motor listrik (molis) mengalami peningkatan signifikan setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), seiring meningkatnya minat masyarakat untuk beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik.

    Meski belum mengungkap total capaian angka penjualan, CEO PT Indomobil eMotor Internasional Pius Wirawan mengatakan perusahaan mencatat kenaikan penjualan sekitar tiga hingga empat kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.

    “Apalagi setelah kemarin ada kenaikan harga BBM, itu kita lihat penjualan kita naik sekitar 3-4 kali lipat,” kata Pius ditemui usai peluncuran motor listrik terbarunya Tyranno X di Jakarta Fair, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (20/6/2026).

    Menurutnya, tren tersebut juga tercermin dari meningkatnya aktivitas tukar tambah kendaraan bermotor konvensional ke motor listrik.

    Baca: Mematikan Mesin Saat Lampu Merah Efektif Menghemat Energi

    Pius mengatakan pihaknya memperoleh informasi dari sejumlah showroom motor bekas yang saat ini mulai mengalami peningkatan pasokan kendaraan bekas karena banyak konsumen yang menukarkan motornya untuk beralih ke motor listrik.

    “Bahkan kita sedang mengantisipasi informasi dari teman-teman showroom motor bekas, bahwa sekarang motor-motor bekas ini agak banjir di showroom karena banyak sekali yang coba untuk tukar tambah ke motor listrik,” imbuhnya.

    Ia menilai kenaikan harga BBM menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat mulai mempertimbangkan biaya operasional kendaraan dalam jangka panjang.

    Dalam kondisi tersebut, motor listrik dinilai menjadi salah satu alternatif untuk menekan pengeluaran harian.

    Baca: Pembatasan Kendaraan Bermotor Sukses, Jakarta Bisa Ucapkan Bye-bye Kemacetan dan Polusi Udara

    Pius juga berpendapat kesadaran masyarakat terhadap manfaat motor listrik masih akan terus berkembang.

    Menurut dia, ketika semakin banyak masyarakat memahami motor listrik sebagai solusi mobilitas yang lebih efisien, tren perpindahan dari kendaraan berbahan bakar bensin berpotensi semakin meningkat.

    “Karena masyarakat belum banyak yang aware mengenai motor listrik. Karena begitu semuanya sudah aware motor listrik ini solusi. Jadi semua motor bensin tuh kebanyakan akan ditukar tambah dan permintaannya untuk motor listrik, motor bensin akan berkurang,” ujarnya.

    Pius menambahkan perusahaan terus memantau perkembangan pasar kendaraan listrik nasional yang menurutnya masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar dalam beberapa tahun ke depan.