Tag: mudik

  • Makna Tradisi Mudik Lebaran, Tak Sekadar Sungkeman

    Makna Tradisi Mudik Lebaran, Tak Sekadar Sungkeman

    7cloud.asia – Mendekati Hari Raya Idulfitri orang makin sibuk dengan persiapan mudik ke kampung halaman. Meski sedikit merepotkan dan kadang perlu effort dan biaya besar, tradisi mudik tetap saja dilakukan oleh sebagian besar anggota masyarakat.

    Meski juga dilakukan oleh penganut agama lain, tradisi mudik sering diidentikkan dengan Hari Raya Idulfitri. Secara harafiah mudik diartikan sebagai orang-orang yang merantau atau tinggal di kota atau bukan di kampung halamannya sendiri akan memanfaatkan momen Lebaran untuk pulang kampung bertemu dengan keluarga besarnya.

    Dalam tradisi mudik ini, secara tidak langsung bisa menjadi sarana untuk mengenalkan  nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda. Anak-anak yang tumbuh dan besar di kota, setahun sekali menyambangi kampung orangtuanya dan mengenal tradisi di sana.

    Tradisi mudik juga bisa menjadi penggerak roda ekonomi. Mudik menjadi sarana distribusi ‘moda ekonomi’ yang selama ini terakumulais di kota-kota besar. Dari catatan Menko ekonomi Kegiatan mudik Lebaran tahun 2022 berpengaruh sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di daerah. 

    Mari kita berhitung besaran uang yang berputar dari arus mudik Lebaran 2023 yang diperkirakan mencapai hampir 139 juta orang. Jika setiap pemudik menghabiskan Rp 1 juta maka uang yang berputar mencapai Rp 139 triliun. Angka yang tidak sedikit!

    Meski tradisi pulang kampung sudah berlangsung lama, istilah mudik baru ngetren pada tahun 1970-an. Di mana mudik diartikan sebagai sebuah tradisi yang dilakukan oleh perantau di berbagai daerah untuk kembali ke kampung halamannya, untuk berkumpul bersama dengan keluarga.

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, kata “mudik” memiliki arti “kembali ke udik” serta “pulang ke kampung halaman”.

    Sementara dalam Bahasa Jawa, mudik berasal dari kata “mulih disik” yang artinya “pulang dulu”. Ini diartikan juga dengan pulang yang hanya sebentar untuk bertemu keluarga setelah lama tinggal di tanah rantau. Sedangkan, orang Betawi mengartikan mudik sebagai “kembali ke udik”, di mana dalam bahasa Betawi, “udik” sendiri memiliki arti kampung.

    Tradisi mudik di Indonesia makin berkembang sejalan dengan makin banyaknya anggota  masyarakat yang melakukan urbanisasi atau perpindahan masyarakat rural ke urban (perkotaan) 

    Baca: Mengenal sumbu filosofi Yogyakarta

    Dikutip blog.eigeradventure.com, Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB Unair) Profesor Purnawan Basundoro menjelaskan bahwa urbanisasi yang kebanyakan dilakukan oleh orang-orang desa ke kota membuat mereka rindu dengan kampung halamannya.

    Urbanisasi sendiri mungkin sudah dimulai usai kemerdekaan, setelah banyak orang meninggalkan kampung halamannya untuk mencari pekerjaan di kota. Mungkin tahun 60-an hingga 70-an di mana Kota Jakarta mulai didatangi oleh orang-orang dari berbagai daerah. Desa diibaratkan sebagai sebuah sumber air, sehingga dalam konteks urbanisasi berarti desa merupakan asal atau sumber dari orang-orang kota. 

    Seiring semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang melakukan mudik, pemerintah Indonesia pada tahun 1960-an memberikan perhatian serius pada kegiatan mudik ini. Jalur kereta api yang beroperasi pada masa kolonial akhirnya kembali diaktifkan untuk menampung para pemudik.

    Kemudian memasuki tahun 1980-an, opsi kendaraan masyarakat yang ingin melakukan mudik pun semakin variatif. Mulai dari pesawat, kereta api, bus, hingga kendaraan pribadi. Daerah-daerah kampung halaman yang jaraknya jauh, tidak lagi menjadi masalah besar bagi para pemudik yang berasal dari Ibu Kota. 

    Ketika pulang kampung, ada beberapa hal yang biasa dilakukan seperti ziarah ke makan para sepuh, takbiran, hingga sungkeman atau mengunjungi rumah sanak keluarga untuk silaturahmi. 

    Bersama dengan sanak keluarga dan teman-teman menjadi tradisi yang terjadi dalam mudik di Indonesia. Namun selain kegiatan tersebut, biasanya acara makan bersama juga menjadi hal yang lumrah ditemui saat mudik. Momen mudik Lebaran ini sering dimanfaatkan untuk reuni alumni sekolah.

    Sejak jaman Majapahit

    Berdasarkan buku berjudul Pertanian dan Kemiskinan di Jawa (2002), tradisi mudik sangat lekat dengan kebiasaan petani Jawa yang mengunjungi tanah kelahirannya untuk berziarah ke makam para leluhur. Bagi mereka, mengunjungi makam leluhur menjadi aspek spiritual penting yang harus dilakukan.

    Mendoakan leluhur dianggap sebagai sebuah kewajiban yang harus mereka tunaikan. Budaya ziarah yang dimiliki masyarakat Jawa tersebut, sebelumnya berasal dari upacara sraddha atau dikenal dengan nyadran. Upacara sradda menjadi cikal bakal ziarah yang dilakukan oleh masyarakat Jawa di berbagai daerah. 

    Nyadran yang berasal dari upacara tersebut, menjadi sebuah tradisi pembersihan makam yang dilakukan di pedesaan. Masyarakat Jawa akhirnya rela melakukan perjalanan jauh hanya untuk melaksanakan kewajiban mereka, yaitu mendoakan dan membersihkan para makam leluhur. Dan dari sini lah istilah  mudik menjadi membudaya di kalangan masyarakat Jawa.

    Tapi ternyata tradisi mudik sudah berlangsung jauh sebelum kemerdekaan. Sejarah mencatat tradidi mudik bermula dari kekuasaan Majapahit yang luas hingga Sri Lanka dan Semenanjung Malaya. Untuk menjaga wilayah kekuasaannya yang sangat luas, sang raja menempatkan pejabat di berbagai daerah.

    Pada waktu-waktu tertentu, pejabat-pejabat itu pulang untuk menghadap raja dan mengunjungi kampung halamannya. Hal yang sama juga dilakukan oleh Mataram Islam untuk menjaga wilayah kekuasaannya. Di Mataram Islam, pejabatnya pulang secara khusus ketika Hari Raya Idulfitri datang. Kedua hal itulah yang menjadi asal usul tradisi mudik di Indonesia.

     

     

     

  • Tips Mudik Ramah Lingkungan: Mulai dari Mengurangi Sampah yang Dihasilkan

    Tips Mudik Ramah Lingkungan: Mulai dari Mengurangi Sampah yang Dihasilkan

    7cloud.asia – Menyambut masa mudik Lebaran tahun ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali mengimbau masyarakat yang akan mudik untuk bijak dalam mengelola sampah yang mereka hasilkan.
     
    KLHK mengimbau pemudik tak hanya membuang sampah pada tempatnya tetapi juga mengendalikan sampah yang dihasilkan. Dengan kata lain KLHK mengajak pemudik untuk bersikap lebih ramah lingkungan.
     
    “”Kami mengimbau masyarakat walaupun dalam suasana hati yang senang, penuh kemenangan, dan merayakan Hari Raya Idul Fitri, tapi jangan lupa untuk merayakannya dengan mengendalikan sampahnya, termasuk membatasi sampah yang dihasilkan, pakailah produk-produk yang recyclable dan juga jangan plastik sekali pakai,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK Rosa Vivien Ratnawati saat meninjau  fasilitas pemilahan sampah di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Selasa (18/4/2023). 
     
    Vivien mengatakan, selama arus mudik Lebaran 2023 ini, KLHK bakal fokus menangani timbunan sampah yang dihasilkan oleh para pemudik di wilayah Sumatra dan Jawa-Bali.

    Menurutnya, Pulau Sumatera dan Jawa-Bali memiliki jumlah pemudik paling banyak ketimbang wilayah lain di Indonesia.

     

    “Padat sekali (pemudik) dan kami juga khawatir di rest area akan membludak sampahnya,” kata Vivien 
     

     

    KLHK memproyeksikan jumlah timbunan sampah mencapai 49.520 ton selama rentang dua pekan arus mudik dan arus balik Lebaran 2023.

     

    Timbunan sampah tersebut berasal dari sisa makanan, sampah plastik kemasan makanan dan minuman yang ada pada setiap titik pemberhentian ataupun di sepanjang jalur mudik.

     

    Untuk menangani sampah selam arus mudik Lebaran 2023 ini, KLHK telah meluncurkan Surat Edaran Menteri LHK Nomor 02 Tahun 2023 tentang Pengendalian Sampah Dalam Rangkaian Kegiatan Hari Raya Idul Fitri 2023.

     

    Surat edaran ini bertujuan untuk memperkuat komitmen dan peran aktif pemerintah daerah (pemda) dalam melaksanakan pengurangan dan penanganan sampah guna mengurangi timbunan sampah ke tempat pemroses akhir. 

    Surat itu sekaligus untuk memperkuat partisipasi publik dalam mengurangi sampah melalui pelaksanaan Ramadan Minim Sampah, Idul Fitri Minim Sampah, dan Mudik Minim Sampah. kemudian memperkuat komitmen dan peran aktif pelaku usaha dalam upaya pengurangan dan penanganan sampah. 

     

    Surat edaran itu juga bertujuan melaksanakan pengurangan dan penanganan sampah, melakukan komunikasi, menyebarkan informasi, dan melaksanakan edukasi kepada masyarakat dan media massa terkait pengelolaan sampah melalui media cetak, media elektronik, maupun media sosial, selama rangkaian bulan suci Ramadhan, mudik, dan Hari Raya Idul Fitri.

     

    “Kami mengadakan kampanye, pengumuman juga kami sebarkan di seluruh rest area untuk tetap menjaga sampahnya,” pungkas Vivien.

    Nah buat kamu yang ingin mudik tanpa menambah sampah yang dihasilkan, berikut 7cloud.asia rangkumkan tips mudik yang ramah lingkungan, jadi ini nggak cum asoal sampah tapi juga soal hemat BBM.
     
    1. Tidak menggunakan plastik sekali pakai dan tisu

    Salah satu langkah “kunci” untuk melaksanakan mudik ramah lingkungan yakni dengan tidak menggunakan plastik sekali pakai dan kertas tisu. Kedua benda tersebut dapat memicu produksi sampah secara berlebih yang lantas mencemari lingkungan sekitar. Sebagai gantinya, cobalah untuk membawa tas belanja, sapu tangan, atau handuk kecil ketika hendak melakukan perjalanan pulang kampung.

    2. Bawa bekal makanan

    Membawa bekal makanan dan minuman sendiri saat mudik, tak hanya bersahabat untuk kantong kamu juga dapat mengurangi volume sampah yang kamu hasilkan. Tapi, kamu juga harus ingat untuk tidak membungkus bekal makanan yang kamu bawa dengan menggunakan plastik sekali pakai atau kemasan styrofoam.

    Gantikan dengan rantang ataupun box makanan yang kini banyak tersedia di pasaran. Alih-alih membeli minuman kemasan, lebih baik kamu siapkan minum dalam tumbler.  

    3. Bawa alat makan sendiri  
    Cobalah untuk membawa peralatan makan seperti piring, sendok, garpu dan botol minum milikmu sendiri. Selain lebih higienis, membawa peralatan makan sendiri juga dapat menghindari kita dari penggunaan alat makan sekali pakai berbahan plastik.
     
    4. Sediakan kantung sampah dari rumah

    Jangan pernah membuang sampah sembarangan, termasuk saat mudik. Ini berlaku untuk baik untuk sampah organik maupun anorganik. Selama arus mudik Lebaran, jutaan orang melakukan perjalanan. Bayangkan jika semua membuang sampah sembarangan, bagaimana kotornya jalur mudik. 

    Jadi sebelum berangkat sediakan kantong sampah, akan lebih baik lagi jika kamu menyediakan dua kantung untuk memisahkan sampah organik dan anorganik. Membawa kantong sampah akan memudahkan kamu saat kesulitan menemukan tempat sampah selama perjalanan.  

    5. Gunakan angkutan umum 

    Alih-alih menggunakan kendaraan pribadi, cobalah untuk menggunakan angkutan umum agar mudik kamu lebih ramah lingkungan. Menggunakan angkutan umum dapat membantu mengurangi jumlah polusi udara yang timbul akibat penggunaan kendaraan pribadi lho!

    6. Merencanakan rute mudik 

    Agar perjalanan mudik menjadi lebih efektif dan efisien, rencanakan rute perjalanan dengan sebaik-baiknya. Dengan merencanakan rute perjalanan, kamu dapat menghemat penggunaan bahan bakar yang artinya dapat mencegah produksi emisi karbon berlebih.

    7. Periksa kondisi kendaraan

    Tips ini berlaku untuk mereka yang mudik dengan membawa kendaraan sendiri. Memeriksa kondisi kendaraan secara menyeluruh wajib dilakukan sebelum mudik. Selain untuk alasan keselamatan atau mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama mudik menyiapkan kondisi mobil juga akan membuat mudik kamu lebih ramah lingkungan.

    Kendaraan dengan kondisi mesin yang prima juga akan mengurangi emisi karbon. Jadi, begitulah tips mudik yang ramah lingkungan. Apakah sekarang kamu sudah siap untuk mudik tanpa membebani lingkungan?  

     

     

  • 7 Langkah Sederhana Mudik Ramah Lingkungan

    7 Langkah Sederhana Mudik Ramah Lingkungan

     
    7cloud.asia – Mendekati Lebaran makin banyak warga yang menyiapkan untuk mudik lebaran. Buat kamu yang sedang bersiap mudik, jangan lupa untuk tetap menjaga sikap ramah lingkungan.
     
    Mudik ramah lingkungan sudah dianjurkan KLHK sejak beberapa tahun lalu, KLHK antara lain telah merilis surat edaran yang bertujuan untuk mengurangi dan menangani sampah saat musim mudik. 

    Surat edaran ini dipasang di berbagai tempat strategis yang mudah diakses para pemudik. Tapi seperti yang sering kita bicarakan ramah lingkungan bukan hanya soal sampah, tetapi juga ada aspek lainnya.  

    Buat kamu yang masih bertanya-tanya seprti apa mudik ramah lingkungan, berikut 7cloud.asia rangkumkan tips mudik yang ramah lingkungan, jadi ini nggak cuma soal sampah tapi juga soal hemat BBM.

    Baca: Pemudik diminta waspadai cuaca ekstrem

    1. Tidak menggunakan plastik sekali pakai dan tisu

    Salah satu langkah “kunci” untuk melaksanakan mudik ramah lingkungan yakni dengan tidak menggunakan plastik sekali pakai dan kertas tisu.

    Kedua benda tersebut dapat memicu produksi sampah secara berlebih yang lantas mencemari lingkungan sekitar. Sebagai gantinya, cobalah untuk membawa tas belanja, sapu tangan, atau handuk kecil ketika hendak melakukan perjalanan pulang kampung.

    2. Bawa bekal makanan

    Membawa bekal makanan dan minuman sendiri saat mudik, tak hanya bersahabat untuk kantong kamu juga dapat mengurangi volume sampah yang kamu hasilkan.

    Tapi, kamu juga harus ingat untuk tidak membungkus bekal makanan yang kamu bawa dengan menggunakan plastik sekali pakai atau kemasan styrofoam.

    Gantikan dengan rantang ataupun box makanan yang kini banyak tersedia di pasaran. Alih-alih membeli minuman kemasan, lebih baik kamu siapkan minum dalam tumbler.  

    Baca: Makna mudik tak hanya soal sungkeman

    3. Bawa alat makan sendiri  
     
    Cobalah untuk membawa peralatan makan seperti piring, sendok, garpu dan botol minum milikmu sendiri.
     
    Selain lebih higienis, membawa peralatan makan sendiri juga dapat menghindari kita dari penggunaan alat makan sekali pakai berbahan plastik.
     
    4. Sediakan kantung sampah dari rumah

    Jangan pernah membuang sampah sembarangan, termasuk saat mudik. Ini berlaku untuk baik untuk sampah organik maupun anorganik.

    Selama arus mudik Lebaran, jutaan orang melakukan perjalanan. Bayangkan jika semua membuang sampah sembarangan, bagaimana kotornya jalur mudik. 

    Jadi sebelum berangkat sediakan kantong sampah, akan lebih baik lagi jika kamu menyediakan dua kantung untuk memisahkan sampah organik dan anorganik. Membawa kantong sampah akan memudahkan kamu saat kesulitan menemukan tempat sampah selama perjalanan.  

    Baca: 5 ciri produk ramah lingkungan

    5. Gunakan angkutan umum 

    Alih-alih menggunakan kendaraan pribadi, cobalah untuk menggunakan angkutan umum agar mudik kamu lebih ramah lingkungan.

    Menggunakan angkutan umum dapat membantu mengurangi jumlah polusi udara yang timbul akibat penggunaan kendaraan pribadi lho!

    6. Merencanakan rute mudik 

    Agar perjalanan mudik menjadi lebih efektif dan efisien, rencanakan rute perjalanan dengan sebaik-baiknya. Dengan merencanakan rute perjalanan, kamu dapat menghemat penggunaan bahan bakar yang artinya dapat mencegah produksi emisi karbon berlebih.

    7. Periksa kondisi kendaraan

    Tips ini berlaku untuk mereka yang mudik dengan membawa kendaraan sendiri. Memeriksa kondisi kendaraan secara menyeluruh wajib dilakukan sebelum mudik.

    Selain untuk alasan keselamatan atau mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama mudik menyiapkan kondisi mobil juga akan membuat mudik kamu lebih ramah lingkungan.

    Kendaraan dengan kondisi mesin yang prima juga akan mengurangi emisi karbon. Jadi, begitulah tips mudik yang ramah lingkungan. Apakah sekarang kamu sudah siap untuk mudik tanpa membebani lingkungan?  

    Baca: Hindari cara Lebaran yang tak ramah lingkungan ini

     

  • KLHK Imbau Pemudik Lakukan Perjalanan dengan Minim Sampah

    KLHK Imbau Pemudik Lakukan Perjalanan dengan Minim Sampah

    7cloud.asia – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengimbau para pemudik mengurangi sampah saat perjalanan mudik Lebaran kali ini.

    Direktur Penanganan Sampah,  Novrizal Tahar menjelaskan berbagai cara yang dapat dilakukan oleh para pemudik untuk mengurangi sampah, seperti membawa kantong belanja, botol minuman, dan wadah makanan sendiri 

    Salah satunya dengan membawa kantong belanja dan botol minuman sendiri seperti himbauan KLHK. Hal ini untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai.

    “Mudik minim sampah memang sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari mudik nasional, sehingga seluruh komponen nasional mengkomunikasikan terkait dengan mudik minim sampah ini,” jelas Novrizal.

    Baca: Agar mudik Lebaran lebih ramah lingkungan

    Selain itu pihaknya juga mengimbau agar para pemudik membeli dan mengambil makanan secukupnya untuk menekan jumlah sampah sisa makanan.

    Serta membuang sampah di wadah yang sudah ditentukan atau memilah sampah.

    “Yang kedua target kita adalah untuk operator-operator mudik mulai dari terminal, rest area, stasiun,” jelasnya seperti yang dilansir Antaranews.

    Selanjutnya Novrizal menjelaskan untuk mengantisipasi kesulitan bagi para pemudik terutama akibat antrean di tempat istirahat (rest area), pihaknya juga mengimbau agar dilakukan pengumpulan sampah dengan cara berkeliling.

    Baca: Makna mudik Lebaran, tak sekadar pulang kampung 

    Selain itu perlu adanya tenda khusus untuk stasiun penampungan sampah terpilah.

    KLHK juga mengimbau disediakan posko dan dibentuknya satuan tugas khusus untuk penanganan sampah mudik di kabupaten/kota tujuh hari sebelum dan sesudah perayaan Idul Fitri.

    KLHK menganjurkan unit lapangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penanggung jawab urusan lingkungan hidup untuk sampah yang telah dikumpulkan dapat dipilah dan diangkut bekerja sama dengan pihak-pihak terkait.

    Tak hanya itu, unit lapangan OPD perlu merekam data sampah yang dikelola dalam basis data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional milik KLHK.

    Baca: BMKG siap lakukan modifikasi cuaca saat mudik Lebaran

    Upaya lainnya adalah dengan melakukan edukasi pelaksanaan pengurangan sampah melalui berbagai kanal termasuk di media sosial.

    Sebelumnya KLHK telah mengeluarkan Surat Edaran (SE)  Nomor 5 Tahun 2024 tentang Pengendalian Sampah Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah untuk memastikan penanganan sampah selama masa mudik dan Lebaran.

    SE ini juga menandai tahun ketujuh KLHK menggaungkan mudik minim sampah yaitu sejak 2018 dan kini sudah menjadi bagian integral dari Program Mudik Nasional.

    Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan jumlah pemudik Lebaran 2024 akan mencapai lebih dari 190 juta orang.

    Masa mudik sendiri diperkirakan akan dimulai pada 3 April 2024 atau H-7 sebelum Lebaran dan puncaknya pada H-2 atau 8 April 2024.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Pemudik dengan Menggunakan Motor Disarankan Melakukan Perjalanan pada Pagi Hari Demi Keselamatan

    Pemudik dengan Menggunakan Motor Disarankan Melakukan Perjalanan pada Pagi Hari Demi Keselamatan

    7cloud.asia – Mudik menggunakan kendaraan roda dua atau motor tidak disarankan dan diharapkan menjadi alternatif pilihan terakhir.

    Jikapun mudik dengan menggunakan motor tetap dilakukan, pemudik disarankan melakukan perjalanan pada malam hari.

    “Kalau jalan malam, cuaca memang adem. Tapi, risiko lebih banyak ketika melakukan kegiatan mudik pada malam hari terlebih menggunakan motor,” kata Head of Safety Riding Promotion (SRP) Main Dealer Motor Honda Jakarta Tangerang PT Wahana Makmur Sejati (WMS) Agus Sani di Jakarta, Kamis (4/4/2024).

    Ketika mudik pada malam hari, penunggang roda dua akan merasa sulit untuk menemukan tempat peristirahatan dan mendapatkan bantuan ketika motor perlu perbaikan.

    Meskipun tidak ada larangan mudik dengan sepeda motor, Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mudik dengan kendaraan roda dua karena alasan keselamatan.

    Baca: Cuaca ekstrem membayangi masa mudik Lebaran

    Mudik pada malam hari dengan motor menjadi semakin berisiko jika pengguna tidak biasa bepergian pada malam hari menggunakan kendaraan roda dua.

    “Kalau memang memaksakan akan jauh lebih bahaya, terlebih bagi mereka yang tidak terbiasa berkendara pada malam hari. Itu akan lebih cepat ngantuk,” ujar Agus Sani.

    Jika harus mudik dengan motor, Agus Sani menyarankan perjalanan dilakukan pada pagi hari. Sebab, pada pagi hari, kondisi badan segar sehingga tidak cepat mengantuk selama perjalanan.

    Para pemudik yang menggunakan roda dua juga harus tetap berwaspada. Kecelakaan yang terjadi pada kegiatan mudik ini banyak disebabkan kecerobohan pengendara.

    “Angka kecelakaan cukup tinggi itu karena kecerobohan dari para pengendara roda dua,” kata Agus Sani.

    Baca: BMKG siap lakukan modifikasi cuaca saat mudik Lebaran

    Kecerobohan yang dimaksud antara lain ialah tidak berhati-hati saat berbelok, tidak menjaga jarak aman dan melewati batas kecepatan untuk mendahului karena ingin cepat sampai lokasi tujuan.

    Dilaporkan Antaranews.com, ribuan pemudik motor mulai padati Pelabuhan Ciwandan, Banten, yang hendak mudik ke berbagai daerah di Sumatera pada H-6 Hari Raya Idul Fitri 1445 hijriah.

    Dulai dari pukul 00.00 WIB hingga 02.20 WIB ribuan pengendara motor yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni Lampung terpantau memadati Pelabuhan Ciwandan, Banten, pada Kamis (4/4/2024) dini hari.

    Kendaraan pemudik ini, penuh dengan barang bawaan di bagian belakang serta bagian tengah depan dan mayoritas para pemudik berboncengan.

    Baca: Kiat mudik ramah lingkungan

    Suci Lestari salah seorang pemudik, di Cilegon, Banten, mengatakan bahwa ini menjadi pengalaman pertamanya mudik melalui penyeberangan Pelabuhan Ciwandan.

    “Kalau saya sendiri nyeberang melalui Pelabuhan Ciwandan ini yang pertama kalinya, karena biasanya di Pelabuhan Merak,” katanya.

    Meski demikian, Suci mengaku selama perjalanan mudik dari Jakarta menuju Pelabuhan berjalan lancar tanpa hambatan kemacetan.

    “Alhamdulillah lancar tidak ada macet selama perjalanan dari Jakarta. Semoga pas udah sampai Lampung juga lancar tidak macet,” harapnya.

    Baca: Mengapa orang memaksa mudik meski repot

    Sementara itu, General Manager (GM) PT Pelindo Regional II Banten, Yohanes Wibowo Situmeang mengatakan, saat ini memang terjadi sedikit kepadatan.

    Dan pada Kamis malam ini telah diberlakukan pembatasan operasional angkutan barang.

    Untuk kendaraan yang boleh menyeberang saat pemberlakuan pembatasan diantaranya truk sembako, BBM dan truk tertentu.

    “Jadi kalau memang terjadi sedikit kepadatan, hari ini karenanya malam ini sudah dilakukan pembatasan terkait truk. Jadi hanya truk yang membawa sembako, BBM dan kendaraan tertentu yang diizinkan berdasarkan SKB. Sehingga memang terjadi sedikit kepadatan,” katanya.

    Sumber: Antaranws.com

  • Kiat Mudik Sehat: istirahat Setiap 3 Jam Sekali Selama 15-20 Menit

    Kiat Mudik Sehat: istirahat Setiap 3 Jam Sekali Selama 15-20 Menit

    7cloud.asia – Pemudik disarankan untuk istirahat setiap dua sampai tiga jam sekali  untuk menghindari kondisi statis tubuh selama perjalanan mudik.

    Ahli gizi dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) dr. Atmarita MPH menyarankan durasi waktu istirahat itu idealnya selama 15-20 menit

    “Secara umum biasanya mengambil istirahat setiap 2-3 jam, waktu istirahat bisa 15-20 menit supaya tidak terjadi kondisi statis tubuh,” kata Atmarita seperti dikutip Antaranews.com.

    Kondisi statis tubuh ini bisa terjadi karena posisi seseorang yang tidak berubah dalam waktu cukup lama yang mengakibatkan tubuh bisa menjadi kaku.

    Baca: Cuaca ekstrem membayangi masa mudik Lebaran, warga diminta waspada

    Kondisi ini, menurutnya, juga akan mengganggu kelancaran peredaran darah dan bisa memicu gangguan lainnya. Saat istirahat disarankan untuk melakukan peregangan dengan melakukan gerakan ringan. 

    Pakar kesehatan masyarakat dan epidemiolog ini juga mengatakan istirahat yang cukup saat melakukan perjalanan mudik juga dibutuhkan untuk mencegah kelelahan fisik yang bisa berakibat kurangnya konsentrasi hingga kecelakaan.

    “Prinsipnya istirahat cukup, kalau lelah kemungkinan konsentrasi berkurang, dan bisa terjadi kecelakaan,” tulisnya.

    Selain istirahat, pemudik juga diimbau untuk selalu mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah kemungkinan tertular penyakit selama perjalanan.

    Baca: Pemudik motor tidak disarankan melakukan perjalanan pada malam hari

    Mulai dari selalu membiasakan mencuci tangan hingga menggunakan masker saat berada di tempat umum dan di tengah keramaian.

    Ia mengatakan dengan memperhatikan protokol kesehatan bagi diri sendiri, penyakit bisa dicegah selama perjalanan.

    Atmarita juga mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu penyakit menular yang sedang merebak di masyarakat seperti Flu Singapura.

    Selama pemerintah belum memberlakukan status peringatan terhadap penyakit tersebut, menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan.

    Baca: Mengantisipasi penularan Flu Singapura

    Menurutnya, pencegahan seperti yang pernah dilakukan saat pandemi Covid-19 dapat dilakukan kembali sebagai benteng pertahanan dari segala macam penyakit yang mungkin ada karena pergerakan penduduk saat mudik.

    Kalau sudah 3-4 kali vaksin Covid-19 dulu, ujarnya, nggak perlu lagi (vaksin). Apalagi  pemerintah belum ada peringatan terkait penyakit ini,

    ”Kalau mau dikaitkan dengan mudik lebaran bisa saja jadi pandemi karena pergerakan penduduk, tapi dapat dicegah dengan cara-cara yang sudah pernah dilakukan pada waktu Covid 19,” begitu penjelasan Atmarita.

  • Jasa Marga Terapkan Sistem Satu Arah di Tol Trans Jawa Saat Puncak Arus Mudik

    Jasa Marga Terapkan Sistem Satu Arah di Tol Trans Jawa Saat Puncak Arus Mudik

    7cloud.asia – PT Jasamarga Transjawa Tol (PT JTT) memberlakukan rekayasa lalu lintas “one way” atau satu arah di ruas tol Trans Jawa guna mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas di jalur tersebut saat puncak arus mudik.

    Pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way lokal dari KM 421 Ruas Jalan Tol Semarang Seksi A,B,C s.d KM 442 Gerbang Tol Bawen Ruas Jalan Tol Semarang-Solo pada Sabtu (6/4/2024) sejak pukul 15.45 WIB

    “Pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way lokal ini atas diskresi dari pihak Kepolisian,” kata VP Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol Ria Marlinda Paallo dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

    Baca: 7 Langkah sederhana untuk mudik ramah lingkungan

    Ria juga menyampaikan perpanjangan one way juga diberlakukan dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung Ruas Jalan Tol Batang-Semarang sampai dengan KM 442 Gerbang Tol Bawen Ruas Jalan Tol Semarang-Solo pada pukul 16.08 WIB.

    Dia menyebut hingga saat ini volume lalu lintas yang menuju arah Timur atau Jalan Tol Trans Jawa terpantau mulai meningkat.

    “Dan one way diberlakukan menerus dari KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 442 Gerbang Tol Bawen Ruas Jalan Tol Semarang-Solo,” ucap Ria.

    Baca: Pemudik diimbau mewaspadai potensi cuaca ekstrem

    Ria menuturkan pemberlakuan tersebut mengacu pada pantauan visual CCTV dan laporan petugas Kepolisian di lapangan serta Surat Keputusan Bersama (SKB) sejumlah lembaga terkait.

    Seperti Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Kakorlantas Polri dan Direktur Jenderal Bina Marga Tanggal 5 Maret 2024 Tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan Serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran Tahun 2024/1445H.

    PT JTT mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar mengantisipasi perjalanan, memastikan kendaraan dalam keadaan prima.

    Baca: Demi alasan keselamatan pemudik BMKG siaga lakukan modifikasi cuaca saat mudik

    Ia juga meminta pemudik memastikan saldo uang elektronik cukup, mengisi bahan bakar sebelum memulai perjalanan serta membawa bekal untuk menghindari kepadatan di rest area.

    “Selalu berhati-hati dalam berkendara, patuhi rambu-rambu dan ikuti arahan petugas di lapangan,” kata Ria.

    Meski begitu, PT Jasamarga Transjawa Tol tak menyebut kapan batas waktu pemberlakuan one way tersebut.

    Baca: Kiat sehat saat mudik Lebaran

    Ria menambahkan masyarakat juga dapat mengakses informasi atau permintaan pelayanan lalu lintas jalan tol melalui one call center 24 jam Jasa Marga Group di nomor 14080.

    Informasi seputar arus mudik juga bisa dipantau di Twitter @PTJASAMARGA serta aplikasi Travoy 4.2 bagi pengguna iOS dan Android.

    Sumber: Antaranews.com

  • Gerakan Mudik Minim Sampah, KLHK Akan Berkoordinasi dengan Berbagai Pihak

    Gerakan Mudik Minim Sampah, KLHK Akan Berkoordinasi dengan Berbagai Pihak

    7cloud.asia – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berkoordinasi dengan berbagai pihak di antaranya kementerian dan lembaga lain untuk memastikan gerakan Mudik Minim Sampah.

    Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PSLB3), Rosa Vivien Ratnawati beberapa waktu lalu menjelaskan gerakan Mudik Minim Sampah ini merupakan bagian integral Program Mudik Nasional dan meningkatkan kesadaran pengurangan sampah selama periode arus mudik dan balik.   

    “Kami mengharapkan kerja sama dengan kementerian/lembaga yang lain yang menangani masalah mudik ini bisa terintegrasi ketika kita mau menangani persoalan sampah mudik,” jelas Rosa seperti dilansir Antaranews.

    Baca: Jasa Marga terapkan sistem satu arah saat puncak mudik Lebaran

    Menurutnya peningkatan jumlah sampah selama periode mudik dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya keberadaan transportasi dan sarana prasarana yang digunakan pemudik.

    Untuk itu pihaknya berkoordinasi dengan kementerian/lembaga seperti Kementerian Perhubungan dan Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan sosialisasi pengelolaan sampah baik oleh pengelola fasilitas umum maupun oleh masing-masing individu masyarakat.

    Sementara itu, Direktur Penanganan Sampah KLHK, Novrizal Tahar menerangkan penanganan sampah akan menyasar transportasi umum serta lokasi keberangkatan pemudik seperti terminal dan stasiun.

    Baca: Langkah sederhana agar mudik kita lebih ramah linkungan

    Selain itu penanganan sampah juga akan dilakukan di jalan-jalan yang digunakan oleh pemudik termasuk jalan tol.

    Karena itu keberadaan pihak lain dapat membantu upaya KLHK untuk menggaungkan upaya menekan jumlah penambahan volume sampah selama Lebaran.

    Pada lebaran tahun ini pihaknya memperkirakan sekitar 58 juta kilogram sampah akibat pergerakan 193,6 juta pemudik sesuai dengan estimasi Kementerian Perhubungan.

    Baca: Imbau pemudik lakukan mudik minim sampah ini yang dilakukan KLHK

    “Bukan hanya sasaran kita publik tapi juga institusi-institusi lain juga menjadikan minim sampah sesuatu isu penting dalam konteks mudik ini,” jelas Novrizal.

    Sebelumnya KLHK telah mengeluarkan Surat Edaran (SE)  Nomor 5 Tahun 2024 tentang Pengendalian Sampah Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah untuk memastikan penanganan sampah selama masa mudik dan Lebaran.

    SE ini juga menandai tahun ketujuh KLHK menggaungkan mudik minim sampah yaitu sejak 2018 dan kini sudah menjadi bagian integral dari Program Mudik Nasional.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Mudik Lebaran: Mahal dan Merepotkan Tapi Tetap Dilakukan

    Mudik Lebaran: Mahal dan Merepotkan Tapi Tetap Dilakukan

    7cloud.asia – Lebaran tak lepas dari fenomena pulang kampung atau mudik tahunan para penduduk ke kampung halaman untuk merayakan Idulfitri dan bermaafan dengan seluruh anggota keluarga.

    Tahun lalu, ada lebih dari 242 juta warga yang mudik di seluruh Indonesia: angka tertinggi sepanjang sejarah. Kamu mungkin termasuk salah satu di antaranya.

    Para pemudik pun rela mengeluarkan uang yang tak sedikit untuk mudik, rata-rata sekitar Rp3,88 juta per orang. Angka ini setara lebih dari separuh upah minimum pekerja di Jakarta.

    Apalagi, saat musim lebaran harga tiket biasanya melambung. Tahun lalu, sekitar Rp71,8 triliun uang berputar dari aktivitas mudik saja.

    Tingginya kebutuhan perjalanan membuat Presiden Prabowo Subianto memerintahkan para penyedia layanan transportasi untuk menurunkan harga. Tujuannya untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah perekonomian tahun ini yang cenderung loyo.

    Lantas, di tengah tren harga tiket mudik mahal dan kondisi perekonomian yang tidak baik-baik saja, mengapa orang tetap rela mudik saat lebaran?

    Secara psikologis, jawabannya bermuara pada alasan kita untuk memenuhi ekspektasi sosial dan pulang ke “rumah psikologis”.

    Baca: Tradisi mudik ternyata sudah dikenal lama

    Ekspektasi sosial
    Lebaran merupakan habitus atau kebiasaan kolektif masyarakat Indonesia yang telah lama berfungsi sebagai momen keluarga untuk berkumpul dan saling bermaafan.

    Sebagai kebiasaan kolektif, lebaran juga memuat norma dan adat-istiadat untuk menjelaskan apa yang baik, apa yang patut, dan apa yang dianggap bernilai. Norma dan adat istiadat ini diwariskan lintas generasi dan dilaksanakan secara bersama, berulang-ulang.

    Norma ini juga membuktikan bahwa manusia tidak hidup dalam ruang hampa. Kita tumbuh bersama orang lain di sebuah lokasi dengan serangkaian adat istiadat yang telah berlaku untuk mengatur kehidupan masyarakat. Mayoritas norma bahkan telah hidup jauh sebelum kita lahir.

    Momen lebaran pun menciptakan ekspektasi sosial bahwa seluruh anggota keluarga hadir secara fisik, bersatu dalam sebuah nuansa perayaan setelah menuntaskan ibadah puasa. Mereka pun terhubung untuk bermaafan dengan tetangga.

    Selain ekspektasi untuk bermaafan, jenis makanan seperti ketupat, opor ayam, dan makanan lainnya merupakan ekspektasi lain yang membingkai ekspektasi umum tentang seperti inilah lebaran seharusnya.

    Nah, mudik juga menjadi salah satu ekspektasi sosial tersebut. Saat lebaran, ada harapan para orang tua agar anak-anaknya yang merantau pulang kembali atau mudik.

    Jadi, seseorang yang merantau akan rela untuk pulang meskipun harus menempuh perjalanan jauh dan membeli tiket yang mahal. Sebab, melalui mudik, kita berusaha merawat tradisi dan harapan keluarga.

    Singkatnya, mudik merupakan sebuah pernyataan spasial (terkait lokasi) bahwa kita menghidupi nilai-nilai kultural sebagai anggota masyarakat di mana kita dibesarkan.

    Baca: Langkah sederhana mudik Lebaran yang ramah lingkungan

    Kebutuhan membangun rumah psikologis
    Alasan kedua mengapa masyarakat tetap pulang meskipun harga tiket sangat mahal adalah karena kita sedang memenuhi kebutuhan dalam membangun “rumah psikologis”.

    Penelitian saya menunjukkan bahwa upaya membangun rumah psikologis tidak hanya merujuk kepada bangunan (house) atau ruang tertentu di rumah yang memberikan rasa nyaman.

    “Rumah” merupakan sebuah fenomena ketika kita terkoneksi kembali dengan semua komponen positif yang ada di sana.

    Kebutuhan rumah psikologis ini terkait dengan identitas sebagai hal yang penting untuk manusia. Tengoklah kebiasaan kita mengenali orang lain dengan bertanya dan menjawab dengan menggunaan lokasi tertentu. “Kamu orang mana?”, “Saya adalah orang Nganjuk”.

    Para ahli menyebutnya sebagai identitas spasial (place-based identity). Lokasi tertentu memberikan perasaan nyaman untuk kita, dan membuat kita menyebutnya sebagai rumah.

    Selain bangunan atau lokasi, rumah psikologis juga merujuk pada komponen lainnya seperti insan-insan yang kita sayangi seperti anggota keluarga.

    Komponen lainnya juga termasuk berbagai objek material yang penting untuk kita seperti benda-benda favorit, teknologi yang kita pakai, binatang peliharaan, aktivitas-aktivitas bersama, termasuk suasana yang ada di sana.

    Baca: Hindari perayaan Lebaran yang tak ramah lingkungan

    Seluruh komponen ini, ketika saling terkait dan memberikan rasa nyaman, menjadi material penyusun rumah psikologis bagi kita.

    Dalam konteks lebaran, pulang merupakan ritual untuk terkoneksi dengan rumah psikologis karena menciptakan suasana khusus.

    Ada momen spesial yang membuat komponen-komponen rumah psikologis saling berkelindan: makanan khas lebaran seperti opor dan kue nastar, kehangatan dan gelak tawa keluarga besar, suara latar bedug dan iklan sirup, perasaan sebagai satu keluarga, ingar bingar promosi di berbagai toko, dan masih banyak lagi.

    Komponen-komponen ini merupakan sebuah himpunan (assemblage). Itulah mengapa, apabila komponennya tidak lengkap, misalnya ketika kue nastar atau opor tidak terhidang di meja suasananya menjadi tidak lagi sama.

    Dua alasan mengenai inilah yang membuat kita merasa bahwa mudik merupakan sebuah aktivitas penting untuk kesejahteraan psikologis kita.

    Ini juga yang membuat harga tiket yang mahal dan perjalanan jauh tidak menghalangi keputusan seseorang untuk tetap mudik dan bertemu dengan keluarga saat lebaran tiba. Apakah kamu salah satu di antaranya?

    Artikel ini telahvterbit di The Conversation, Penulis: Jony Eko Yulianto (Community and Applied Social Psychologist, Universitas Ciputra)

  • Jumlah Orang yang Mudik Lebaran Tahun Ini Menurun

    Jumlah Orang yang Mudik Lebaran Tahun Ini Menurun

    7cloud.asia – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan jumlah pemudik Lebaran 2025 atau Idulfitri 1446 Hijriah diprediksi turun dibandingkan tahun 2024.

    Dalam perkiraan Kemenhub penurunan jumlah warga yang mudik pada Lebaran 2025 ini diprediksi mencapai 24 persen dari total 193,6 juta orang pada tahun lalu.

    Hal ini berarti ada sekitar 46,4 juta warga yang diperkirakan tidak mudik pada Lebaran 2025 ini.

    “Benar, besaran potensi pergerakan masyarakat saat mudik Lebaran tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu,” kata Kabiro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Budi Rahardjo, Sabtu (22/3/2025), dikutip dari Antaranews.com.

    Adapun menurut survei yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub bersama akademisi, menyatakan jumlah pemudik Lebaran 2025 diperkirakan mencapai 146,48 juta orang.

    Baca: Meski mahal dan merepotkan orang tetap mudik saat Lebaran

    Berdasarkan survei itu, terlihat jumlah pemudik pada Lebaran 2025 ini menurun 46,8 juta orang dibandingkan tahun lalu.

    Survei yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub menggambarkan potensi pergerakan masyarakat pada masa angkutan Lebaran. Pengambilan data dilakukan pada pertengahan Februari 2025.

    Hasill survei tersebut dikonfirmasi Juru Bicara Kemenhub Elba Damhuri. Namun, dia menyatakan survei yang telah dilakukan tidak mendalami penyebab turunnya jumlah proyeksi pemudik tahun ini.

    “Jumlah pemudik diperkirakan 146,48 juta orang seperti hasil survei Kemenhub. Survei tidak mendalami apa penyebab naik turunnya pemudik. Nah, kapasitas kita tidak untuk menguraikan penyebab turunnya ini. Jadinya (nanti) berandai-andai,” ucap Elba.

    Baca: Tradisi mudik sudah dikenal berabad silam

    Lima alasan pemudik turun
    Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang mengungkapkan lima alasan utama berkurangnya pemudik Lebaran 2025.

    Pertama, jarak libur Natal dan tahun baru dengan Idulfitri kali ini sangat berdekatan.

    “Sehingga masyarakat yang sudah berlibur saat Nataru tidak lagi merencanakan liburan atau pulang kampung saat Idulfitri,” ujar Sarman dalam keterangan tertulis, Selasa (18/3/2025).

    Kedua, Sarman melihat ada pengaruh dari kondisi ekonomi Indonesia. Ia menilai banyak masyarakat memilih berhemat, terlebih mesti menyiapkan biaya untuk tahun ajaran baru dalam beberapa bulan ke depan.

    Ketiga, saat ini tengah marak kasus pemutusan hubungan kerja (PHK). Lalu, keempat, terjadi penurunan daya beli masyarakat.

    “Kelima, faktor cuaca yang turut mempengaruhi niat masyarakat untuk pulang kampung,” katanya.