Tag: musim panas

  • Pada 2024 Belahan Bumi Utara Alami Musim Panas Terpanas Sepanjang Sejarah, Lampaui Rekor Tahun Lalu

    Pada 2024 Belahan Bumi Utara Alami Musim Panas Terpanas Sepanjang Sejarah, Lampaui Rekor Tahun Lalu

    7cloud.asia – Negara-negara di belahan Bumi utara mengalami musim panas paling panas sepanjang sejarah sejak pencatatan suhu Bumi dilakukan.

    Demikian hasil pengamantan terbaru layanan pemantau perubahan iklim bentukan Uni Eropa, Copernicus Climate Change Service (C3S).

    Musim panas di belahan Bumi utara berlangsung selama tiga bulan, yakni antara Juni hingga Agustus. Pada Juni, suhu rata-rata Bumi naik 1,5 derajat celsius dibandingkan masa praindustri.

    Sedangkan pada Juli, suhu rata-ratanya lebih tinggi 1,48 derajat celsius daripada masa praindustri. Memasuki bulan Agustus, temperaturnya 1,51 derajat celsius lebih panas daripada rata-rata masa praindustri.

    Selama musim panas tahun 2024 kemarin, belahan Bumi utara mengalami serentetan kejadian ekstrem seperti panas ekstrem, kebakaran hebat, dan berbagai peristiwa ekstrem lainnya.

    Baca: Kota-kota dihadapkan pada panas ekstrem

    Dilansir Kompas.com yang mengutip Axios, Sabtu (7/9/2024), Eropa menjadi wilayah yang paling terdampak dari musim panas terpanas ini.

    Berbagai peristiwa yang dipicu panas berulangkali memengarungi berbagai negara di Eropa seperti Yunani, Italia, dan Spanyol, bersama dengan kebakaran hutan.

    Selama musim panas kemarin, kebakaran hutan beberapa kali melanda ibu kota Yunani, Athena, dan para turis tersiksa oleh panas yang menyengat.

    Di Longyearbyen, Norwegia, Agustus menjadi terpanas yang pernah tercatat, memecahkan rekor sebelumnya, dengan suhu rata-rata 11 derajat celsius.

    Sementara itu, Jepang mengalami beberapa suhu terpanas yang pernah tercatat selama akhir musim panas. Meksiko juga mengalami gelombang panas yang memecahkan rekor dan berlangsung lama.

    Baca: Perubahan iklim membuat gelombang panas semakin ganas

    Wakil Direktur C3S Samantha Burgess mengatakan, selama tiga bulan terakhir, dunia mencatat bulan Juni dan Agustus terpanas sepanjang sejarah.

    Selain itu, pada Juli 2024 dunia juga menyaksikan rekor suhu rata-rata dunia yang dipecahkan hanya dalam tiga hari.

    Tiga hari terpanas secara berturut-turut jatuh pada Minggu, Senin, dan Selasa (21-23 Juli 2024), menurut data C3S.

    Pada Minggu 21 Juli 2024, rata-rata suhu Bumi mencapai 17,09 derajat celsius. Pada Senin 22 Juli 2024, temperatur rata-rata Bumi tembus 17,16 derajat celsius alias menjadi yang terpanas.

    Baca: Tanpa perubahan perilaku, pada 2100 kota-kota di Jawa akan alami pemanasan

    Sedangkan pada Selasa, suhu rata-rata Bumi sedikit lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya yakni 17,15 derajat celsius.

    Tingginya rata-rata suhu Bumi selama tiga hari tersebut melampaui rekor hari terpanas sebelumnya yakni pada 6 Juli 2023 dengan rata-rata suhu 17,09 derajat celsius.

    “Peristiwa ekstrem terkait suhu yang terjadi pada musim panas ini akan semakin intens, dengan konsekuensi yang lebih dahsyat bagi manusia dan planet ini kecuali kita mengambil tindakan segera untuk mengurangi emisi gas rumah kaca,” kata Burgess.

    C3S kini memproyeksikan, tahun 2024 akan melampaui tahun 2023 sebagai tahun terpanas di dunia yang pernah tercatat. 13 dari 14 bulan terakhir, dunia juga menyaksikan suhu permukaan rata-rata global yang melampaui 1,5 derajat celsius di atas masa praindustri.

     

  • Antisipasi Dampak Musim Panas Ekstrem, Otoritas Kota Tokyo Akan Gratiskan Layanan Air Dasar

    Antisipasi Dampak Musim Panas Ekstrem, Otoritas Kota Tokyo Akan Gratiskan Layanan Air Dasar

    ruangkotacom – Pemerintah Metropolitan Tokyo (Jepang) akan membebaskan biaya air dasar untuk rumah tangga selama empat bulan musim panas 2025 ini.

    Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong warga untuk tidak ragu-ragu menggunakan alat pengkondisi udara agar tetap sejuk di tengah cuaca yang semakin panas.

    Rancangan undang-undang ini akan menghasilkan anggaran tambahan senilai 36,8 miliar yen (256 juta dolar atau sekira 4,2 triliun rupiah).

    Untuk menutupi biaya tersebut akan diserahkan ke dewan perwakilan rakyat metropolitan Tokyo pada bulan Juni mendatang.

    Baca: Ribuan warga Jepang dilarikan ke rumah sakit akibat musim panas ekstrem

    “Upah riil terus menurun karena melonjaknya harga, dan mengingat perkiraan musim panas yang sangat panas, kami ingin melindungi kehidupan serta keseharian penduduk Tokyo,” kata Gubernur Tokyo Yuriko Koike kepada wartawan pada Selasa (20/5/2025).

    Sekitar 8,2 juta rumah tangga di Tokyo diperkirakan akan mendapatkan manfaat dari rencana tersebut, menurut pemerintah metropolitan.

    Biaya air dasar di Tokyo umumnya berkisar antara 860 yen (98.000 rupiah) hingga 1.460 yen (167.000 rupiah), tergantung pada diameter pipa air rumah tangga.

    Pejabat Tokyo menyatakan bahwa rumah tangga yang menggunakan pipa air berdiameter 2 centimeter, jenis yang paling umum, diperkirakan dapat menghemat sekitar 5.000 yen pada tagihan air mereka selama empat bulan.

    Pemakaian air terukur di atas tarif dasar akan tetap ditagih seperti biasa.

    Baca: Suhu Bumi makin panas dan dampaknya semakin nyata

    Perubahan iklim mengakibatkan Jepang, khususnya Tokyo mengalami musim panas yang terik dalam beberapa tahun terakhir.

    Kondisi ini telah menyebabkan peningkatan jumlah orang yang dilarikan ke rumah sakit — bahkan kematian — karena sengatan panas.

    Hal ini juga terjadi pada musim panas tahun lalu, di mana ribuan orang di antero Jepang dilarikan ke rumah sakit akibat cuaca panas ekstrem.

    Kondisi ini membuat pihak berwenang mengeluarkan peringatan sengatan panas di sebagian besar negara. Warga juga diimbau untuk menghindari berolahraga di luar ruangan dan tetap menggunakan pendingin ruangan.

    Sumber: Antaranews.com/Kyodo