Tag: naturalisasi

  • Soal Wacana Naturalisasi Dokter Spesialis, IDI: Kedepankan Kepentingan Masyarakat

    7cloud.asia – Kepentingan warga harus dikedepankan dalam menghadirkan dokter spesialis asing di fasilitas pelayanan kesehatan dalam negeri.

    Hal ini diungkapkan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Mohammad Adib Khumaidi dalam acara diskusi via daring yang diikuti di Jakarta, Selasa (28/5/2024).

    “Saya kira dokter Indonesia tidak takut berkompetisi dengan dokter asing. Tetapi tentunya yang harus dikedepankan adalah kepentingan warga negara dan aturan-aturan yang tadi dibuat dalam suatu upaya untuk menjaga warga negara,” kata Adib seperti dikutip Antaranews.com

    Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Selasa (21/5/2024) melontarkan wacana “naturalisasi” dokter spesialis dari luar negeri.

    Baca Juga: Dokter Lo, Pahlawan Kemanusiaan yang Tak Kenal Lelah Itu Telah Pergi

    Naturalisai dokter asing ini untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kualitas tenaga kesehatan di dalam negeri.

    Dia menganalogikan upaya itu dengan naturalisasi pemain asing dalam Tim Nasional Sepak Bola Indonesia dalam upaya meningkatkan prestasi sepak bola.

    Budi Gunadi percaya dengan masuknya pelatih dan pemain naturalisasi, banyak pemain Indonesia asli yang akan jauh lebih pintar dibandingkan sebelumnya.

    “Nanti, kalau ada dokter asing masuk, kalau ada direktur utama rumah sakit bule masuk, kita harus meningkatkan kualitas dari tenaga kesehatan kita,” katanya.

    Baca Juga: Ratusan Nakes di Kabupaten Manggarai Dipecat Gegara Tuntut Gaji Setara UMR

    Menanggapi wacana Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengenai “naturalisasi” dokter spesialis asing, Adib mengemukakan bahwa banyak hal yang harus dipertimbangkan dan diperhatikan jika wacana itu hendak diwujudkan.

    Dalam hal ini, ia mengatakan, pemerintah antara lain mesti memperhatikan keadilan dalam penetapan insentif dan daerah penempatan dokter spesialis asing.

    “Kalau memang begitu, itu baru namanya menjawab kebutuhan masalah kesehatan. Tapi kalau tidak, ya, perlu dievaluasi lebih lanjut kembali,” katanya.

    Adib menyampaikan bahwa saat ini rasio dokter spesialis terhadap penduduk di tingkat nasional 1,5 per 10.000 penduduk.

    Baca Juga: Memotret Pengabdian Para Nakes, Film Dokumenter Ininnawa: An Island Calling Bisa Disaksikan di Bioskop Online

    Sedangkan di tingkat provinsi rasio dokter spesialis terhadap penduduk berkisar 0,69 per 10.000 penduduk (Papua) hingga 6,3 per 10.000 penduduk (DKI Jakarta).

    Sumber: Antaranews.com

  • Pramono Anung Akan Lanjutkan Naturalisasi Sungai di Cipinang Melayu

    Pramono Anung Akan Lanjutkan Naturalisasi Sungai di Cipinang Melayu

    7cloud.asia – Calon gubernur pada Pilkada DKI Jakarta 2024 nomor urut tiga, Pramono Anung mengatakan siap melanjutkan naturalisasi 34 bidang lahan untuk mengantisipasi banjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

    “Banjir Kanal Timur (BKT) hingga kini masih terhambat, masih jadi persoalan juga,” kata Pramono di kawasan Cipinang Melayu Jakarta, Jumat.

    Pramono Anung menyoroti dua titik, yakni yang berada langsung di bantaran Kali Sunter dan BKT harus ada penanganan maksimal untuk mengatasi banjir di kawasan Cipinang.

    Salah satu yang paling mungkin dikerjakan secara cepat adalah melakukan naturalisasi 34 bidang lahan yang sudah diajukan sejak masa pemerintahan gubernur sebelumnya.

    Pramono Anung menyatakan, pemilik lahan-lahan itu sudah setuju dan melakukan pendataan dan menandatangani kesepakatan dengan pemerintah untuk bagian yang terkena dampak naturalisasi sungai.

    Baca: Pemkot Jakarta Selatan perbanyak embung untuk atasi banjir

    “Apalagi kalau dari 34 bidang itu, bukan lahan yang luas-luas sekali. Sehingga kalkulasinya kan bisa dilakukan,” jelasnya.

    Sebelumnya, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menetapkan waktu minimal banjir surut di wilayahnya kurang dari dua jam dengan cara mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya untuk melakukan penanganan cepat.

    SDA DKI juga menerapkan enam inovasi pengendali banjir yang di tempatkan pada lokasi-lokasi langganan banjir setiap kali hujan deras.

    Inovasi tersebut mulai dari pembangunan infrastruktur pengendali banjir di berbagai wilayah Jakarta, hingga optimalisasi dan pemeliharaan sarana prasarana pengendali banjir.

    Baca: Ada 147 embung dan waduk untuk atasi banjir di Jakarta

    Enam inovasi pengendalian banjir tersebut, antara lain pembangunan infrastruktur pengendali banjir seperti waduk atau embung, penguatan tanggul kali, pembangunan sistem polder atau pompa,

    Juga penyiagaan dan pengecekan berkala rumah pompa, pintu air, hingga alat berat, menyiagakan satuan tugas (satgas) di lapangan dan meningkatkan kapasitas drainase kawasan.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat total kejadian banjir di seluruh Jakarta yakni 246 kejadian dan di Jakarta Selatan tercatat 108 kejadian hingga 2024.

    Kemudian, total kejadian banjir di puncak kemarau sebanyak 30 kejadian dan 28 kejadian banjir terjadi di Jakarta Selatan. (Sumber:Antaranews.com)