Pramono Anung Akan Lanjutkan Naturalisasi Sungai di Cipinang Melayu

Written by

in

7cloud.asia – Calon gubernur pada Pilkada DKI Jakarta 2024 nomor urut tiga, Pramono Anung mengatakan siap melanjutkan naturalisasi 34 bidang lahan untuk mengantisipasi banjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

“Banjir Kanal Timur (BKT) hingga kini masih terhambat, masih jadi persoalan juga,” kata Pramono di kawasan Cipinang Melayu Jakarta, Jumat.

Pramono Anung menyoroti dua titik, yakni yang berada langsung di bantaran Kali Sunter dan BKT harus ada penanganan maksimal untuk mengatasi banjir di kawasan Cipinang.

Salah satu yang paling mungkin dikerjakan secara cepat adalah melakukan naturalisasi 34 bidang lahan yang sudah diajukan sejak masa pemerintahan gubernur sebelumnya.

Pramono Anung menyatakan, pemilik lahan-lahan itu sudah setuju dan melakukan pendataan dan menandatangani kesepakatan dengan pemerintah untuk bagian yang terkena dampak naturalisasi sungai.

Baca: Pemkot Jakarta Selatan perbanyak embung untuk atasi banjir

“Apalagi kalau dari 34 bidang itu, bukan lahan yang luas-luas sekali. Sehingga kalkulasinya kan bisa dilakukan,” jelasnya.

Sebelumnya, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menetapkan waktu minimal banjir surut di wilayahnya kurang dari dua jam dengan cara mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya untuk melakukan penanganan cepat.

SDA DKI juga menerapkan enam inovasi pengendali banjir yang di tempatkan pada lokasi-lokasi langganan banjir setiap kali hujan deras.

Inovasi tersebut mulai dari pembangunan infrastruktur pengendali banjir di berbagai wilayah Jakarta, hingga optimalisasi dan pemeliharaan sarana prasarana pengendali banjir.

Baca: Ada 147 embung dan waduk untuk atasi banjir di Jakarta

Enam inovasi pengendalian banjir tersebut, antara lain pembangunan infrastruktur pengendali banjir seperti waduk atau embung, penguatan tanggul kali, pembangunan sistem polder atau pompa,

Juga penyiagaan dan pengecekan berkala rumah pompa, pintu air, hingga alat berat, menyiagakan satuan tugas (satgas) di lapangan dan meningkatkan kapasitas drainase kawasan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat total kejadian banjir di seluruh Jakarta yakni 246 kejadian dan di Jakarta Selatan tercatat 108 kejadian hingga 2024.

Kemudian, total kejadian banjir di puncak kemarau sebanyak 30 kejadian dan 28 kejadian banjir terjadi di Jakarta Selatan. (Sumber:Antaranews.com)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *