Tag: Nol Emisi

  • Perjuangan Panjang Kota London menjadi Kawasan Nol Emisi

    Perjuangan Panjang Kota London menjadi Kawasan Nol Emisi

    7cloud.asia – Rencana untuk memperkenalkan zona nol emisi (Zez) di pusat kota London, Inggris mulai tahun 2025 telah dimasukkan dalam kotak oleh Dewan Kota.

    Skema zona nol emisi tersebut dirinci dalam strategi transportasi Wali Kota London tahun 2018, mengusulkan penerapan tarif untuk semua kendaraan berbahan bakar bensin dan solar.

    Zona Emisi Ultra Rendah atau nol emisi (Ulez) yang ada diperluas hingga mencakup setiap wilayah di London pada hari Selasa (29/8/2023) waktu setempat.

    Dewan Kota London mengatakan akan mendukung dewan yang ingin menerapkan zona nol emisi di wilayah mereka.

    Baca: Emisi karbon jadi perdebatan politik di Inggris

    Usulan yang tertuang dalam strategi tahun 2018 adalah “menerapkan zona nol emisi di pusat kota mulai tahun 2020 dan bertujuan untuk mewujudkan zona nol emisi di pusat kota London mulai tahun 2025”.

    Strategi tersebut juga mengusulkan zona nol emisi untuk wilayah dalam kota London pada tahun 2040 dan zona seluruh London pada tahun 2050.

    Rencana tersebut menyatakan pemerintah akan memberikan insentif dan membangun infrastruktur pendukung untuk mendorong peralihan ke [kendaraan dengan emisi sangat rendah].

    Baca: Cerita sukses Bogota kembangkan tranportasi rendah emisi

    Dilansir BBC News, disinsentif juga akan digunakan untuk menghentikan penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil secara bertahap di London.

    “Zona nol emisi kemungkinan mengharuskan kendaraan yang berkendara di dalamnya – yang tidak mampu beroperasi dengan emisi gas buang nol – untuk membayar biaya pengguna jalan (serupa dengan yang ada di Ulez atau Lez).”

    Juru bicara walikota London, Sadiq Khan mengatakan kepada BBC London bahwa pihaknya sekarang fokus untuk mencapai emisi nol bersih di ibu kota pada tahun 2030.

    Baca: Daftar kota ramah sepeda di dunia

    Walikota, ujar juru bicara tersebut, meluncurkan beberapa kebijakan paling ambisius dibandingkan kota mana pun di dunia untuk membersihkan udara London,

    Langkah itu termasuk perluasan Zona Emisi Ultra Rendah, yang menjadikan udara lebih bersih bagi lima juta lebih warga London,” kata juru bicara tersebut.

    Khan mengatakan dia yakin pemilihan walikota tahun 2024 tidak akan menjadi referendum mengenai perluasan zona ultra rendah emisi. 

    Baca: Kisah sukses kota paling ramah lingkungan

    BBC London menghubungi dewan di pusat kota London untuk menanyakan apakah mereka berencana untuk memperkenalkan zona nol emisi di wilayah mereka, yang didukung oleh Balai Kota.

    Dewan Camden dan Dewan Borough Kensington dan Chelsea London mengatakan mereka tidak memiliki rencana untuk menerapkan skema emisi semacam itu.

    Dewan Westminster, Hackney, Islington, Tower Hamlets, Southwark, Wandsworth dan Lambeth belum memberikan tanggapan.

    Baca: Empat kota di dunia yang sangat ramah bagi pejalan kaki

    Juru bicara Transport for London (TfL) mengatakan: “Beberapa uji coba skala kecil pada jalan dengan emisi nol atau sangat rendah telah dilakukan sebelumnya di London, dengan dukungan dari walikota dan TfL.

    “Saat ini kami tidak memiliki rencana untuk memajukan penerapan zona nol emisi baru.” ujarnya.

  • Wujudkan Nol Emisi pada 2060, BRIN Kembangkan Riset Peta Ekosistem Energi Hidrogen

    Wujudkan Nol Emisi pada 2060, BRIN Kembangkan Riset Peta Ekosistem Energi Hidrogen

    7cloud.asia – Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN telah melakukan riset dalam peta ekosistem energi hidrogen sebagai salah satu upaya mencapai target nol emisi pada 2060 .

    Riset pengembangan ekosistem energi hidrogen yang dilakukan BRIN mulai dari penguasaan teknologi kunci, yaitu pengembangan material fuel cell dan elektrolisis, teknologi penyimpanan hidrogen, produksi energi hidrogen hijau

    Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian mengatakan, pihaknya juga telah mengembangkan pemanfaatan energi hidrogen sebagai bahan bakar di sektor transportasi.

    Amarulla mengatakan, target nol emisi pada 2060 harus dilakukan dengan mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan dan atau mengurangi emisi gas rumah kaca (greenhouse gas/GHG) seperti CO2.

    Upaya tersebut merupakan bagian komitmen global untuk mencegah peningkatan suhu global hingga di bawah 1,5 derajat Celsius, melalui pengurangan sebesar satu miliar ton CO2 ekuivalen per tahun (Gt CO2e/year) pada 2030 hingga enam Gt CO2e/year pada 2050.

    Baca: Mengenal enrgi hidrogen hijau dan potensinya

    “Dengan menggunakan hidrogen sebagai sumber energi, Indonesia dapat menjadi pemasok pasar global dalam industri hidrogen,” ujarnya sebagaimana dikutip di laman resmi brin.go.id.

    Sementara, Profesor Riset Bidang Teknologi Proses Elektrokimia pada Pusat Riset Konversi dan Konservasi Energi BRIN Eniya Listiani Dewi.

    Menurutnya, titik kritis dalam pengurangan emisi karbon pada sektor industri dan transportasi adalah adopsi teknologi dan praktik berkelanjutan serta rendah emisi karbon.

    Hal ini memerlukan pergeseran yang signifikan dari metode produksi dan penggunaan energi tradisional yang sangat bergantung pada bahan bakar fosil.

    “Untuk mencapai pengurangan emisi karbon, industri harus berinvestasi dalam sumber energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan air, serta teknologi dan proses yang efisien dalam penggunaan energi,” ujarnya.

    Baca: Manfaat energi hidrogen hijau dalam transisi energi

    Profesor Riset pada Pusat Riset Teknologi Industri Proses dan Manufaktur BRIN Bambang Widarsono mengungkapkan, Indonesia memiliki 128 cekungan sedimen.

    Dari jumlah tersebut, 18 diantaranya berstatus produktif penghasil minyak dan gas bumi (migas), sementara sisanya berstatus belum produktif.

    Cekungan produktif, menurut Bambang, merupakan tempat penyimpanan yang tepat untuk gas rumah kaca, baik sebagai hasil samping dari produksi energi hidrogen maupun yang lainnya.

    Demikian juga keberadaan akuifer (saline aquifer) pada seluruh cekungan tersebut juga dapat menjadi target Carbon Capture and Storage (CCS) yang baik.

    “Dengan dimilikinya potensi penyimpan gas rumah kaca yang besar, Indonesia berkesempatan besar turut serta dalam peningkatan tren penggunaan hidrogen, sekaligus memenuhi komitmen nol emisi,” ujarnya.

    Di sisi lain, Professor Riset pada Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup BRIN Irhan Febijanto menilai, adanya pemanfaatan bioCNG di sektor energi dan transportasi akan mendorong terjadinya transisi energi menuju pemanfaatan energi bersih.

    Hal ini, ujarnya, tentu akan beririsan dengan potensi pengurangan emisi gas rumah kaca.  

  • Jakgreen Jadi Upaya Jakpro Wujudkan Transformasi Hijau

    Jakgreen Jadi Upaya Jakpro Wujudkan Transformasi Hijau

    7cloud.asia – PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro meluncurkan Jakgreen, sebuah wadah transformasi hijau yang dirancang untuk mendukung pencapaian target nol emisi Jakarta.

    Melalui Jakgreen, perusahaan berupaya menghadirkan ekosistem keberlanjutan yang lebih terintegrasi, seperti pembentukan Jakarta Carbon Hub sebagai wadah kolaborasi antarpemangku kepentingan ekonomi hijau

    Jakgreen juga mendorong pengembangan Project Offset Developer yang fokus pada proyek-proyek pengurangan emisi, seperti restorasi ekosistem dan pengolahan sampah menjadi energi.

    Selain itu, Jakgreen juga mendorong penerapan teknologi hijau di berbagai sektor, termasuk transportasi listrik, energi terbarukan, serta pengelolaan limbah berbasis inovasi.

    VP Corporate Secretary Jakpro, Yeni Widayanti mengatakan, inisiatif ini merupakan strategi penting untuk menjadikan Jakarta sebagai kota hijau yang berdaya saing global.

    Baca: Masalah sampah Jakarta diharapkan teratasi dengan pembangunan insinerator

    Ia menyampaikan, kegiatan Jakarta BERJAGA 2.0 merupakan bagian dari rangkaian inisiatif internal keberlanjutan yang telah dilaksanakan oleh PT Jakpro sepanjang tahun 2025.

    “Bagi Jakpro, komitmen berkelanjutan tidak hanya diwujudkan melalui program eksternal yang melibatkan masyarakat, tetapi juga diinternalisasi dalam budaya kerja perusahaan,” ujarnya, Senin (15/9).

    Yeni menjelaskan, Jakpro juga menggelar aksi peduli sampah di kawasan Thamrin–Sudirman pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2025, yang mengedukasi publik tentang pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

    Menurutnya, komitmen ini diperkuat melalui penerapan sistem pemilahan sampah di seluruh Strategic Business Unit (SBU), guna memastikan prinsip ekonomi sirkular berjalan dalam operasional harian.

    “Kebijakan Clean Desk Policy juga diberlakukan sebagai budaya kerja ramah lingkungan yang mendorong ruang kerja rapi, minim penggunaan kertas, serta hemat energi,” katanya.

    Baca: Jakarta akan terus perluas kawasan rendah emisi

    Ia mengatakan, PT Jakpro bersama anak usaha dan unit bisnisnya terus bersinergi menghadirkan inisiatif hijau, kampanye kesehatan warga, serta budaya ramah lingkungan yang terintegrasi hingga ke ajang olahraga global Formula E.

    Bagi PT Jakpro, keberlanjutan adalah investasi jangka panjang untuk kota dan warganya.

    Yeni menilai, inisiatif ini merupakan komitmen berkelanjutan PT Jakpro untuk turut serta membangun Jakarta yang lebih sehat, hijau, dan bertanggung jawab.

    “Melalui rangkaian kegiatan TJSL dalam gelaran Jakarta BERJAGA 2.0, kami tidak hanya ingin menyukseskan acara, tetapi juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi agen perubahan dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan,” katanya.

    Dukungan Jakpro untuk Jakarta BERJAGA 2.0 sebagai bagian dari gerakan peduli terhadap kesehatan warga Jakarta serta memperkuat komitmen jangka panjang kami menuju Zero Net Emission Jakarta 2050 melalui gerakan Jakgreen dengan berbagai inisiatif keberlanjutan.

    “Sinergi lintas pihak ini menjadi penegasan bahwa upaya mewujudkan Jakarta yang lebih hijau dan berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui sinergi bersama,” tandasnya.

    Baca: Pemprov DKI Jakarta gagas pembangunan ruang terbuka hijau di kawasan kumuh