Tag: Nusantara Ocean Week 2024

  • Nusantara Ocean Week 2024: Upaya Menumbuhkan Kembali Budaya Maritim Nusantara

    Nusantara Ocean Week 2024: Upaya Menumbuhkan Kembali Budaya Maritim Nusantara

    7cloud.asia – Sebagai negara kepulauan, masyarakat Indonesia memiliki budaya maritim yang sangat kuat. Akan tetapi hal yang penting ini masih kurang mendapat perhatian dari para pemangku kepentingan.

    Pun demikian dengan masyarakat Indonesia pada umumnya yang semakin mengabaikan budaya maritim yang diwariskan nenek moyang.

    Deputi Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas Vivi Yulaswati mengatakan, di dalam negeri, pemahaman tentang kekayaan budaya, teknologi dan pengetahuan tradisional kebaharian belum meluas dan kurang dihargai.

    Padahal sejak beratus tahun yang lalu, teknologi dan pengetahuan tradisional Nusantara sudah menjadi kunci bagi pengembangan jejaring pelayaran lintas samudera yang membuka jalan bagi perkembangan ekonomi global yang dikenal saat ini.

    “Teknologi perkapalan, navigasi, dan oseanografi tak lepas dari pelaut Nusantara,” ujar Vivi.

    Oleh karena itu, dibutuhkan kampanye berkelanjutan yang melibatkan para ilmuwan, pengambil keputusan, pebisnis, aktivis serta masyarakat luas untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran akan budaya maritim Indonesia.

    Baca Juga: Pemerintah Diminta Mendengarkan Masyarakat Pesisir dalam Menyusun Second NDC

    Kondisi inilah yang melandasi digelarnya Nusantara Ocean Week 2024 guna kembali menggali budaya Maritim Indonesia dari berbagai bidang dan dimensinya.

    Nusantara Ocean Week 2024 merupakan forum pemangku kepentingan kebaharian Indonesia guna mendorong pengembangan Negara Nusantara yang mengindahkan realitas geografis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.

    Forum ini mempertemukan berbagai pihak dan mendorong keberjejaringan (networking) para pemangku kepentingan dalam spektrum yang luas.

    Mulai dari peneliti warisan budaya dan aktivis lingkungan hidup hingga pelaku dunia usaha dan dunia industri kelautan dan maritim hingga perencana pembangunan dilibatkan dalam forum ini.

    “Forum ini sekaligus mengembangkan interkoneksi (connecting the dots) antara
    hasil penelitian dan rekaman praktek kebaharian di lapangan,” ujar Vivi Yulaswati, yang menjadi penanggung jawab kegiatan Nusantara Ocean Week 2024 ini.

    Agenda Nusantara Ocean Week 2024 diisi konferensi, ekshibisi dan ekskursi, yang
    sebagian besar kegiatannya berlangsung di area Bintaro Jaya Xchange, Tangerang Selatan.

    Baca Juga: Menata Kampung Pesisir yang Adaptif Terhadap Perubahan Iklim (2)

    Pembukaan dan konferensi Nusantara Ocean Week 2024 berlangsung pada Selasa (9/7/2024) di Bintaro Jaya Xchange, Tangerang Selatan.

    Adapun kegiatan ekshibisi akan berlangsung mulai Selasa 9 Juli sampai 14 Juli 2024, akan dilaksanakan di Atrium Bintaro Jaya Xchange Mall 2.

    Ekshibisi ini menampilkan kebudayaan bahari orang Byak dari Papua yang belum banyak dikenal sebagai masyarakat bahari, seperti juga banyak masyarakat bahari lainnya di Indonesia.

    “Budaya maritim suku Byak dipilih, untuk menunjukkan bahwa budaya maritim Nusantara bukan hanya milik suku tertentu yang selama ini sudah dikenal, tetapi juga banyak suku lain di Indonesia,” terang Vivi.

    Talkshow bersama para pemangku kepentingan kebaharian Indonesia akan melengkapi kegiatan ekshibisi ini.

    Sementara ekskursi akan melengkapi kegiatan konferensi dan ekshibisi. Para peserta akan dibawa ke aquarium BXsea, Museum Maritim Pelindo, serta kapal riset OceanX, dalam rangka mendorong keberjejaringan antar mereka, dengan inspirasi yang diperoleh dari akuarium, museum, dan kapal riset tersebut.

  • Ekshibisi Nusantara Ocean Week 2024: Mengungkap Konsep Suvarnasamudra, Laut – Langit – Lahan dalam Keseharian Suku Byak

    Ekshibisi Nusantara Ocean Week 2024: Mengungkap Konsep Suvarnasamudra, Laut – Langit – Lahan dalam Keseharian Suku Byak

    7cloud.asia – Salah satu kegiatan penting dalam rangkaian Nusantara Ocean Week 2024 adalah ekshibisi yang berlangsung di Atrium Bintaro Jaya Xchange Mall 2, mulai Selasa (9/7/2024)

    Gelar ekshibisi etnografika ini menampilkan budaya material Suku Byak yang merupakan
    representasi salah satu suku bangsa bahari Nusantara.

    Enrico Kondologit, Kepala Museum Antropologi Universitas Cenderawasih mengatakan, budaya maritim suku Byak dipilih untuk ditampilkan di ekshibisi Nusantara Ocean Week 2024 ini untuk mengenalkan budaya maritim di Papua dan Indonesia Timur lainnya.

    ”Agar pemerintah dan masyarakat pada umumnya lebih menyadari bahwa wilayah Indonesia Timur juga memiliki budaya maritim yang kuat,” ujar Enrico saat ditemui di tengah sela ekshibisi.

    Gelar Ekshibisi Nusantara Ocean Week 2024 yang berlangsung sampai 14 Juli 2024 ini menampilkan benda-benda budaya bahari Suku Byak seperti berbagai jenis perahu, alat menangkap ikan pun jimat-jimat.

    Baca Juga: Nusantara Ocean Week 2024: Upaya Menumbuhkan Kembali Budaya Maritim Nusantara

    Tak ketinggalan alat musik ataupun perkakas sehari-hari yang biasa digunakan suku Byak yang sebagian besar diambil flora setempat.Budaya material suku Byak ini dipadukan dengan instalasi perahu tradisional Wairon.

    Ekshibisi ini juga menyajikan konsep keyakinan dan kepercayaan Suku Byak yang mewakili keterhubungan pengetahuan laut, langit dan daratan dalam kehidupan sehari-hari.

    Dalam sejarahnya, suku Byak adalah pelaut tangguh yang menguasai perairan timur
    Indonesia.

    Pelaut-pelaut Belanda mengakui ketangguhan Suku Byak dan menurut AB Lapian, dalam catatan-catatan Belanda, Suku Byak disebut sebagai The Viking of Teluk Cendrawasih.

    Enrico Kondologit, Kepala Museum Antropologi Universitas Cenderawasih yang
    juga merupakan kurator untuk kegiatan ekshibisi ini, menyatakan bahwa suku Byak
    merupakan salah satu suku besar di tanah Papua

    Baca Juga: Belajar Budaya Betawi Pesisir di Museum Rumah si Pitung

    Suku Byak sangat terkenal dengan budaya maritimnya. Bukan hanya karena secara geografis suku Byak tinggal di daerah kepulauan melainkan juga proses adaptasi dengan kehidupan mereka.

    Warga pulau Byak melahirkan sejumlah perangkat kebudayaan yang terintegrasi sebagai proses survival mereka.

    Berdasarkan penelitian Lisa Febriyanti, seorang peneliti astronomi tradisional, Suku
    Byak memiliki pengetahuan astronomi yang mendukung kebudayaan bahari Suku Byak.

    Ritual dan tradisi di daratan juga menjadi elemen-elemen penting aktivitas
    pelayaran Suku Byak.

    Baca Juga: Pemerintah Diminta Mendengarkan Masyarakat Pesisir dalam Menyusun Second NDC

    Karena itu, menjadi layak untuk menampilkan warisan kedalaman pengetahuan Suku Byak sebagai representasi keterhubungan Laut, Langit dan Lahan.

    “Kami sangat berharap pameran yang diadakan di Bintaro Exchange Mall 2 ini dapat membantu penyebaran informasi dan publikasi tentang pentingnya kebudayaan maritim, khususnya di Papua, Indonesia Timur.” imbuh Enrico

    Nusantara Ocean Week digagas oleh Yayasan Suar Bahri Kultura dan diselenggarakan
    bersama oleh Departemen Geografi FMIPA Universitas Indonesia, Pusat Studi Kelautan FMIPA Universitas Indonesia, dan Indonesia Global Compact Network.

    Sejumlah lembaga baik pemerintah maupun swasta juga mendukung Nusantara Ocean Week 2024 ini.