Ekshibisi Nusantara Ocean Week 2024: Mengungkap Konsep Suvarnasamudra, Laut – Langit – Lahan dalam Keseharian Suku Byak

Written by

in

7cloud.asia – Salah satu kegiatan penting dalam rangkaian Nusantara Ocean Week 2024 adalah ekshibisi yang berlangsung di Atrium Bintaro Jaya Xchange Mall 2, mulai Selasa (9/7/2024)

Gelar ekshibisi etnografika ini menampilkan budaya material Suku Byak yang merupakan
representasi salah satu suku bangsa bahari Nusantara.

Enrico Kondologit, Kepala Museum Antropologi Universitas Cenderawasih mengatakan, budaya maritim suku Byak dipilih untuk ditampilkan di ekshibisi Nusantara Ocean Week 2024 ini untuk mengenalkan budaya maritim di Papua dan Indonesia Timur lainnya.

”Agar pemerintah dan masyarakat pada umumnya lebih menyadari bahwa wilayah Indonesia Timur juga memiliki budaya maritim yang kuat,” ujar Enrico saat ditemui di tengah sela ekshibisi.

Gelar Ekshibisi Nusantara Ocean Week 2024 yang berlangsung sampai 14 Juli 2024 ini menampilkan benda-benda budaya bahari Suku Byak seperti berbagai jenis perahu, alat menangkap ikan pun jimat-jimat.

Baca Juga: Nusantara Ocean Week 2024: Upaya Menumbuhkan Kembali Budaya Maritim Nusantara

Tak ketinggalan alat musik ataupun perkakas sehari-hari yang biasa digunakan suku Byak yang sebagian besar diambil flora setempat.Budaya material suku Byak ini dipadukan dengan instalasi perahu tradisional Wairon.

Ekshibisi ini juga menyajikan konsep keyakinan dan kepercayaan Suku Byak yang mewakili keterhubungan pengetahuan laut, langit dan daratan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sejarahnya, suku Byak adalah pelaut tangguh yang menguasai perairan timur
Indonesia.

Pelaut-pelaut Belanda mengakui ketangguhan Suku Byak dan menurut AB Lapian, dalam catatan-catatan Belanda, Suku Byak disebut sebagai The Viking of Teluk Cendrawasih.

Enrico Kondologit, Kepala Museum Antropologi Universitas Cenderawasih yang
juga merupakan kurator untuk kegiatan ekshibisi ini, menyatakan bahwa suku Byak
merupakan salah satu suku besar di tanah Papua

Baca Juga: Belajar Budaya Betawi Pesisir di Museum Rumah si Pitung

Suku Byak sangat terkenal dengan budaya maritimnya. Bukan hanya karena secara geografis suku Byak tinggal di daerah kepulauan melainkan juga proses adaptasi dengan kehidupan mereka.

Warga pulau Byak melahirkan sejumlah perangkat kebudayaan yang terintegrasi sebagai proses survival mereka.

Berdasarkan penelitian Lisa Febriyanti, seorang peneliti astronomi tradisional, Suku
Byak memiliki pengetahuan astronomi yang mendukung kebudayaan bahari Suku Byak.

Ritual dan tradisi di daratan juga menjadi elemen-elemen penting aktivitas
pelayaran Suku Byak.

Baca Juga: Pemerintah Diminta Mendengarkan Masyarakat Pesisir dalam Menyusun Second NDC

Karena itu, menjadi layak untuk menampilkan warisan kedalaman pengetahuan Suku Byak sebagai representasi keterhubungan Laut, Langit dan Lahan.

“Kami sangat berharap pameran yang diadakan di Bintaro Exchange Mall 2 ini dapat membantu penyebaran informasi dan publikasi tentang pentingnya kebudayaan maritim, khususnya di Papua, Indonesia Timur.” imbuh Enrico

Nusantara Ocean Week digagas oleh Yayasan Suar Bahri Kultura dan diselenggarakan
bersama oleh Departemen Geografi FMIPA Universitas Indonesia, Pusat Studi Kelautan FMIPA Universitas Indonesia, dan Indonesia Global Compact Network.

Sejumlah lembaga baik pemerintah maupun swasta juga mendukung Nusantara Ocean Week 2024 ini.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *