Tag: oki

  • Menlu RI: OKI Dibentuk untuk Palestina, Sekarang Saatnya Bertindak

    Menlu RI: OKI Dibentuk untuk Palestina, Sekarang Saatnya Bertindak

    7cloud.asia – Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengingatkan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bahwa organisasi itu didirikan “untuk membebaskan bangsa Palestina,”

    Karena itu, Menlu Retno menegaskan “sekarang waktunya bagi OKI untuk bertindak, dan kita harus bertindak bersama-sama untuk rakyat Palestina.”

    Desakan agar OKI segera bersikap untuk Palestina ini disampaikan oleh Menlu Retno Marsudi melalui pesan video yang dikirim kepada media beberapa saat setelah tiba di Jeddah, hari Rabu (18/10/2022).

    Retno, yang sedang mendampingi Presiden Joko Widodo dalam “Belt & Road Forum” di Beijing, terbang ke Jeddah untuk mengikuti langsung KTT luar biasa tingkat menteri luar negeri OKI guna membahas situasi di Gaza, Palestina yang semakin memburuk.

    Baca: Korban perang Israel-Palestian telah lampaui 4000 orang

    Dalam pertemuan itu Menlu Retno kembali menyampaikan kecaman keras terhadap “agresi atas warga sipil yang unprecedented (belum pernah terjadi sebelumnya.red) di Gaza dan seluruh wilayah pendudukan di Palestina.”

    Ia juga menggarisbawahi bahwa “permintaan Israel untuk mengosongkan 22 rumah sakit di Gaza adalah sebuah tindakan yang tidak manusiawi dan bertentangan dengan hukum humaniter internasional, dan harus diabaikan.”

    Indonesia, tambah Retno, menekankan OKI untuk mengirim pesan yang kuat dan sekaligus memobilisasi dukungan internasional guna mengatasi situasi di Gaza.

    Dalam forum itu Indonesia menekankan tiga hal yang harus menjadi fokus utama saat ini di Palestina.

    Baca: Setidaknya 15 jurnalis turut jadi korban perang Israel – Palestina

    Yaitu menghentikan kekerasan sesegera mungkin, memastikan kelancaran dan keselamatan pengiriman bantuan kemanusiaan, dan mengatasi akar konflik Israel-Palestina. 

    Secara terang-terangan Retno mengecam Dewan Keamanan PBB yang menurutnya “tidak mampu menjalankan fungsinya,”.

    Menlu Retno, mendorong OKI untuk “mendesak diselenggarakannya sidang majelis umum PBB untuk mengadakan sesi darurat.”

    Sementara terkait upaya mengirim bantuan kemanusiaan, Indonesia meminta OKI untuk mendesak semua pihak yang relevan “untuk membuat koridor kemanusiaan di Gaza”.

    Baca: Konten soal Palestina di medsos dibatasi

    Menlu Retno juga meminta agar OKI memastikan dihormatinya hukum humaniter internasional.

    “Upaya apapun yang mengarah kepada pengusiran penduduk di Gaza, Palestina harus ditolak,” tegasnya.

    Ia juga menyampaikan kembali urgensi melanjutkan proses perdamaian guna mencapai solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan keluar.

    Dilansir VOA Indonesia, Perlunya membuat koridor kemanusiaan ini juga disampaikan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Faisal bin Farhan yang menekankan perlunya bersama untuk rakyat Palestina.

    “Untuk meringankan situasi kemanusiaan dan menghentikan penderitaan di Gaza dengan meminta evakuasi korban yang terluka, dan menciptakan koridor kemanusiaan yang memungkinkan pengiriman bantuan dan pertolongan medis.”

    Baca: PBB serukan koridor kemanusiaan di Gaza, Palestina

    Presiden Amerika Joe Biden, dalam pernyataannya di Tel Aviv setelah melangsungkan pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mengatakan Israel telah setuju untuk mengizinkan masuknya bantuan. – yang khusus diperuntukkan bagi warga sipil Gaza.

    Namun, Israel akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan sebelum bantuan kemanusiaan itu masuk.

    “Warga Gaza membutuhkan makanan, air, obat-obatan, dan tempat tinggal. Hari ini, saya meminta kabinet Israel, yang saya temui pagi ini untuk menyetujui pengiriman bantuan kemanusiaan yang menyelamatkan nyawa bagi warga sipil di Gaza,” ujarnya.

    Baca: Menguak akar konflik Israel-Palestina

    Ia melanjutkan, penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan pemahaman bahwa akan ada inspeksi, bahwa bantuan tersebut harus diberikan kepada warga sipil, bukan kepada Hamas.

    “Israel setuju bantuan kemanusiaan dapat mulai bergerak dari Mesir ke Gaza,” tegasnya.

    Namun Biden juga menekankan, jika Hamas mengalihkan atau mencuri bantuan tersebut, hal itu akan sekali lagi menunjukkan bahwa Hamas tidak memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan rakyat Palestina.

    “Dan masuknya bantuan kemanusiaan itu akan langsung dihentikan. Saya akan menghentikan komunitas internasional untuk memberikan bantuan ini.” tandasnya.

    Baca: Mengenal Nargees Mohammed, aktivis Iran peraih Nobel Perdamaian 2023

    Biden terbang ke Israel untuk menunjukkan dukungan kuat pada Israel pasca serangan Hamas pada 7 Oktober lalu yang menewaskan 1.400 orang di Israel.

    Sementara Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan serangan balasan Israel ke Gaza dan wilayah sekitarnya telah menewaskan lebih dari 3.000 orang, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Selesaikan Krisis Gaza, Indonesia Ajak OKI Bersatu Bela Kemanusiaan dan Keadilan

    7cloud.asia – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyerukan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk bersatu dan berada di garda terdepan dalam penyelesaian krisis di Gaza, Palestina.

    Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat berbicara pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang digelar di King Abdulaziz International Convention Center (KAICC), Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (11/11/2023).

    “OKI harus bersatu, harus berada di garis depan menggunakan semua cara damai, semua pengaruh, dan semua upaya diplomasi untuk bela keadilan dan kemanusiaan bagi Palestina,” ujar Presiden Jokowi.

    Presiden Jokowi juga mendukung penyelenggaraan KTT OKI yang dinilai sangat tepat untuk dilakukan untuk menghasilkan hal konkret agar kekejaman Israel di Gaza dapat segera dihentikan.

    “Satu bulan telah terjadi kekejaman ini, dunia seolah benar-benar tidak berdaya. Lebih dari 7,9 miliar penduduk dunia, lebih dari 190 pimpinan negara, tapi sampai saat ini tak satu pun mampu hentikan kekejaman ini,” katanya.

    baca: israel akan terapkan jeda operasi militer 4 jam sehari di gaza

    Untuk itu, Presiden Jokowi menyampaikan empat saran konkret saat berbicara di hadapan para pemimpin negara Islam.

    Pertama, Presiden Jokowi mendesak agar gencatan senjata segera dilakukan.

    “Tanpa gencatan senjata, situasi tak akan membaik. Israel telah gunakan narasi self defense dan terus lakukan pembunuhan rakyat sipil. Ini tak lain sebuah collective punishment. Kita semua harus cari jalan agar Israel segera lakukan gencatan senjata,” katanya.

    Kedua, Presiden Jokowi mendorong agar bantuan kemanusiaan dipercepat dan diperluas jangkauannya. OKI harus mengusulkan mekanisme bantuan yang lebih bisa diprediksi dan berkelanjutan mengingat situasi kemanusiaan di Gaza sangat memprihatinkan.

    “Situasi kemanusiaan sangat memprihatinkan. Contoh, RS Indonesia di Gaza Utara terus menjadi sasaran serangan Israel, sejak kemarin sudah kehabisan bahan bakar,” ujarnya.

    Jokowi mengatakan Indonesia meminta semua pihak untuk menghormati hukum humaniter internasional.

    Ketiga, Presiden Jokowi menyerukan agar OKI menggunakan semua lini untuk menuntut pertanggungjawaban Israel terhadap kekejaman kemanusiaan yang telah dilakukan.

    Misalnya, kata Jokowi, dengan cara mendesak diberikannya akses pada Independent International Commission of Inquiry on the Occupied Palestinian Territory yang dibentuk Dewan HAM PBB untuk melaksanakan mandatnya.

    “Dan terus mendukung proses advisory opinion di Mahkamah Internasional,” katanya.

    baca: konflik israel palestina berlangsung lebih 100 tahun

    Keempat, OKI harus mendesak agar perundingan damai segera dimulai kembali demi terwujudnya solusi dua negara dan menolak pemikiran solusi satu negara. Solusi satu negara hanya akan membuat Palestina dikorbankan.

    “Jika memang mekanisme quartet sudah tidak dapat diandalkan, maka OKI harus mendorong proses negosiasi damai dengan format baru dan Indonesia siap berkontribusi dalam negosiasi damai tersebut,” ujarnya.

    Pada penutup pernyataannya, Presiden Jokowi meminta dukungan dari para pemimpin OKI untuk menyampaikan hasil dari KTT Luar Biasa OKI kepada Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

    “Dari Riyadh saya sudah terjadwal melakukan kunjungan bilateral ke Amerika Serikat. Dengan izin para pemimpin, saya akan sampaikan hasil keputusan OKI hari ini kepada Presiden Biden,” katanya.

    Sumber: Antaranews

  • OKI Desak Gencatan Senjata di Jalur Gaza

    OKI Desak Gencatan Senjata di Jalur Gaza

    7cloud.asia – Organisasi Kerjasama Islam (OKI) menyerukan gencatan senjata tanpa syarat harus segera diterapkan di Jalur Gaza untuk mencegah semakin banyak rakyat Palestina menjadi korban perang.

    Dalam sebuah komunike yang diterbitkan dalam sesi rapat luar biasa organisasi di Istanbul, Sabtu (24/2), menteri-menteri penerangan negara anggota OKI mengecam agresi militer Israel terhadap rakyat Palestina.

    Organisasi itu juga mengecam penindasan, pembantaian, dan genosida warga sipil Palestina di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023, serta di Tepi Barat yang tengah diduduki Israel.

    Baca: Tindakan Israel keterlaluan

    OKI menegaskan bahwa satu-satunya langkah yang dapat mewujudkan perdamaian dan keamanan kawasan adalah dengan mewujudkan hak-hak asasi rakyat Palestina, yaitu kemerdekaan dan kedaulatan dengan Yerusalem Timur sebagai ibukota.

    “Kami menegaskan kembali tekad kami untuk menggaungkan suara di setiap ruang untuk mendukung hak asasi saudara kami rakyat Palestina yang menghadapi penindasan dan serangan barbar Israel,” demikian pernyataan OKI tersebut.

    Organisasi tersebut juga menegaskan akan memperkuat upaya meringankan penderitaan rakyat Palestina di Tanah Airnya, terkhusus mereka yang berada di Jalur Gaza.

    Selain itu, OKI mengecam upaya-upaya misinformasi Israel yang dilakukan dengan menyebarkan informasi palsu dan menipu untuk menutup-nutupi tindakan keji mereka.

    Baca: PBB prihatin Israel berencana serang Rafah

    Para menteri turut mengecam tindakan tentara Israel menyakiti jurnalis Palestina yang dilakukan secara sengaja dan sistematis. Hal tersebut, menurut OKI, adalah bagian dari upaya Israel membungkam kebenaran.

    Komunike tersebut mencantumkan kecaman OKI terhadap tindakan Israel menghancurkan sistem telekomunikasi di Jalur Gaza dan menyerukan supaya komunitas internasional segera menyelidiki kejahatan Israel tersebut.

    OKI juga mengecam kegagalan tentara Israel dalam menjamin keselamatan jurnalis sebagaimana diamanatkan hukum kemanusiaan internasional.

    Selain menegaskan tekad untuk bekerja sama pada tingkat internasional untuk mencegah disinformasi, komunike tersebut juga menyatakan tekad para menteri menunjukkan kemauan bersama untuk bertindak solider dan kompak dalam mengekspos serangan tak pandang bulu Israel terhadap warga sipil Palestina.

    Baca: Israel bunuh lebih dari 27 ribu warga Palestina

    “…termasuk pula terorisme (yang dilakukan) pemukim (Israel) di Tepi Barat yang menyebabkan perpindahan paksa rakyat Palestina,” demikian komunike OKI.

    Selain itu, Unit Monitoring Media OKI juga akan mengembangkan sebuah strategi media dengan badan media OKI dan kantor-kantor berita negara anggota sebagai upaya menangkal disinformasi Israel di tingkat internasional.

    Strategi media tersebut disusun berdasarkan amanat dari konferensi tingkat tinggi luar biasa gabungan OKI dan Liga Arab di Riyadh, Arab Saudi, pada 11 November 2023 lalu.

    Sumber: Anadolu

  • Menlu Retno Ingatkan OKI Berutang Membebaskan Palestina Dari Pendudukan Israel

    Menlu Retno Ingatkan OKI Berutang Membebaskan Palestina Dari Pendudukan Israel

    7cloud.asia – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menegaskan bahwa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) masih memiliki utang untuk memerdekakan bangsa Palestina.

    Hal ini ditegaskan Menlu Retno, saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi OKI di ibu kota Banjul, Gambia, pada 4-5 Mei. Salah satu isu yang dibahas dalam konferensi adalah situasi di Gaza dan Palestina.

    “Saya ingatkan kembali bahwa dalam Arab Peace Initiative dan berbagai keputusan OKI, disebutkan bahwa perdamaian dengan Israel hanya akan dilakukan jika Israel menghentikan pendudukannya terhadap Palestina,” ujar Retno.

    Sikap tersebut, lanjutnya, menjadi pesan yang sangat kuat bahwa tanpa kemerdekaan Palestina, maka tidak akan ada hubungan diplomatik dengan Israel.

    “Dengan tegas, saya ingatkan bahwa keputusan dan pesan tersebut sudah seharusnya dipertahankan secara konsisten,” imbuhnya.

    Baca: Indonesia-kembali-desakkan-keanggotaan-penuh-Palestina-di-PBB

    Lebih lanjut Retno menuturkan dalam tujuh bulan terakhir dunia menyaksikan kekejaman terburuk sepanjang sejarah modern manusia, yaitu sudah lebih dari 34.000 warga Palestina di Jalur Gaza dibunuh oleh pasukan Israel.

    Menlu Retno menyebut apa yang terjadi di Gaza, Palestina itu sebagai genosida (pembantaian etnis).

    Selain itu, Israel terus menghambat masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza. Israel juga mengancam akan menginvasi Rafah, wilayah di selatan Gaza dan keanggotaan penuh Palestina di Periserikatan Bangsa-Bangsa terus diganjal.

    Retno menyerukan negara-negara OKI harus bersatu dalam membela keadilan dan kemanusiaan bagi bangsa Palestina.

     

    Baca: Arab Saudi-tak-akan-akui-Israel-jika-tak-ada-pengakuan-terhadap-Palestina

    Caranya pertama, jangan sampai perhatian kita terbelah. Perhatian OKI harus tetap utuh, yaitu membantu Palestina.

    “OKI harus terus memberikan bantuan kemanusiaan dan mendukung kerja UNRWA. Dan, kedua, OKI perlu mendorong terus dilakukannya gencatan senjata permanen,” katanya.

    UNRWA adalah badan PBB yang menangani pengungsi Palestina.

    Menurut Retno, terwujudnya gencatan senjata di Gaza sangat penting untuk bisa menghentikan jatuhnya korban dan penderitaan warga Gaza.

    Baca: Uni Eropa-sebut-pengakuan-terhadap-negara-Palestina-kunci-keamanan-Israel

    Gencatan senjata itu dapat menciptakan situasi kondusif bagi berlangsungnya perundingan menuju solusi dua negara.

    Retno menegaskan penting bagi OKI untuk menurunkan ketegangan. Karena itu OKI harus fokus mengatasi bencana kemanusiaan di Palestina dan semua pihak harus menahan diri dari kemungkinan terjadinya konflik terbuka.

    OKi memiliki tanggung jawab dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan dan dunia.

    Sumber: VOA Indonesia

  • KTT OKI Lahirkan Resolusi Kecam Genosida di Gaza, Pengamat Nilai Upaya OKI untuk Palestina Belum Optimal

    KTT OKI Lahirkan Resolusi Kecam Genosida di Gaza, Pengamat Nilai Upaya OKI untuk Palestina Belum Optimal

    7cloud.asia – Konferensi Tingkat Tinggi Konferensi Negara-negara Islam atau KTT OKI diBanjul, Gambia, ditutup Minggu (5/5/2024) waktu setempat dengan menghasilkan resolusi yang mengecam genosida di Gaza.

    Dipantau dari Youtube CNBC, Resolusi OKI itu juga mendesak 57 negara Islam anggotanya untuk menjatuhkan sanksi kepada Israel, termasuk tekanan baik politik, hukum maupun ekonomi untuk mencegah genosida yang dilakukan Israel terhadap Palestina.

    Resolusi KTT OKI ini juga menyerukan segera dilakukannya gencatan senjata permanen tanpa syarat di Gaza.

    Terpisah, pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia Yon Machmudi menilai upaya negara-negara OKI dalam membela Palestina belum optimal.

    Hal tersebut, lanjutnya, disebabkan oleh perbedaan sikap di antara ngara-negara anggota OKI sehingga respons untuk dapat menghentikan peperangan tidak bisa kompak.

    “Mereka mencoba untuk melakukan pendekatan ke negara-negara lain agar bisa memberikan tekanan kepada Israel, tapi tidak berhasil. Usulan Iran agar menggunakan sumberdaya minyak yang dimiliki anggota OKI guna menekan Israel juga tidak diakomodasi,” ujar Yon kepada VOA, Senin (6/5/2024).

    Baca: Indonesia ingatkan OKI berutang membebaskan Palestina dari pendudukan Israel

    Menurut Yon, OKI harus kembali pada pertemuan terakhir yang memberi mandat kepada enam negara untuk bisa berupaya menghentikan agresi Israel ke Gaza.

    Dia mengatakan mandat itu harus dievaluasi dan apa langkah selanjutnya yang dilakukan oleh OKI dalam menghadapi rencana Israel menginvasi Rafah.

    Indonesia Siap Suarakan Keadilan bagi Palestina di Mahkamah Internasional
    Dia mengakui negara-negara OKI, terutama negara Arab, terpecah dalam hal menyikapi kemerdekaan Palestina.

    Ketika mereka melakukan normalisasi hubungan dengan israel artinya mereka sudah tidak komitmen lagi terhadap visi dan tujuan dari pendirian OKI.

    Di samping itu, salah satu asas pendirian Liga Arab adalah mencegah berdirinya negara Israel. Namun kenyatannya, banyak dari negara Arab bekerja sama dengan Israel dan kurang memberikan dukungan kepada Palestina.

    Yon memandang momentum saat ini tepat untuk mengukuhkan kembali bahwa tidak akan ada pengakuan terhadap Israel sebelum Palestina merdeka.

    Baca: Arab Saudi tak akan akui Israel jika tak ada pengakuan terhadap Palestina

    Bagi negara-negara OKI yang sudah menjalin hubungan diplomatik, bisa mengancam Israel untuk mengevaluasi relasi mereka.

    Jika mereka memilih mempertahankan hubungan, maka negara-negara OKI yang bersangkutan harus dibuktikan dengan mempercepat upaya terwujudnya kemerdekaan Palestina secara serius.

    Hal ini penting agar mereka tidak dianggap berkhianat terhadap rakyat Palestina.

    Dia melihat Palestina bukan menjadi agenda bagi negara-negara yang membina hubungan resmi dengan Israel. Negara-negara tersebut lebih mengutamakan kepentingan nasional mereka dalam konteks kerja sama ekonomi dan pertahanan dengan Israel.

    Negara-negara yang memiliki relasi resmi dengan Israel memandang Israel dengan dukungan Amerika Serikar (AS) bisa memperkuat sistem pertahanan mereka.

    Di samping itu, lanjut Yon, secara realistis mereka melihat kerjasama dengan Israel tidak harus diikuti dengan persyaratan negara Palestina.

    Baca: Uni Eropa pengakuan terhadap negara Palestina kunci keamanan Israel

    Karena itu, Yon menilai dukungan negara-negara Arab terhadap perjuangan bangsa Palestina sudah memudar karena kepentingan nasional mereka.

    Sedangkan Indonesia menjadi negara yang paling vokal dalam menyuarakan isu kemerdekaan Palestina.

    Dia menegaskan negara-negara Arab tersebut seharusnya malu kepada Indonesia, secara geografis jauh dari Palestina, tapi mendukung Palestina untuk merdeka.

    Dia mengharapkan negara-negara OKI yang memiliki sumber daya minyak menggunakan sumber dayanya itu untuk melakukan tekanan secara global.

    Yon mencontohkan membatasi produksi minyak sebagai tekanan terhadap negara-negara pendukung Israel merupakan upaya yang efektif.

    Hasbi Aswar, pengajar hubungan internasional di Universitas Islam Indonesia mengatakan OKI memang memiliki komitmen secara lisan untuk terus membela Palestina.

    Baca:Mungkinkah-mewujudkan-Palestina-merdeka-dan-berdaulat

    Namun secara praktis, komitmen tersebut sulit dilaksanakan karena masing-masing anggota OKI memiliki kepentingan berbeda.

    Hal itulah menyebabkan OKI bersikap lamban dan tidak efektif dalam menangani isu Palestina.

    Dalam kondisi saat ini, OKI harus mengambil upaya-upaya diplomatik yang lebih kuat dalam menekan Israel untuk menghentikan agresi militernya di Gaza.

    Dia mencontohkan negara-negara Arab bisa melarang wilayahnya digunakan untuk lalu lintas barang dan jasa sebagai salah satu upaya menekan Israel.

    Menurut Hasbi, negara-negara Arab dan OKI harus satu kompak dalam menyuarakan secara lantang di berbagai forum bahwa Palestina berhak untuk merdeka.

    Sumber:VOAIndonesia

  • Bahas Agresi Israel, Negara-negara OKI Serukan Terwujudnya Negara Palestina yang Merdeka

    Bahas Agresi Israel, Negara-negara OKI Serukan Terwujudnya Negara Palestina yang Merdeka

    7cloud.asia – Menteri Luar Negeri dari negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) membahas agresi zionis Israel terhadap rakyat Palestina, serta rencana pengusiran paksa rakyat Palestina dari tanah mereka.

    Diskusi tersebut dilakukan dalam Pertemuan Luar Biasa Dewan Menteri Luar Negeri OKI yang diadakan pada Jumat malam (7/3/2025) di Jeddah, Arab Saudi.

    Menurut keterangan pers Asosiasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNA) yang dirilis Sabtu (8/3/2025), pidato Menteri Hubungan Luar Negeri Republik Kamerun Lejeune Mbella Mbella, yang juga presiden Dewan Menteri Luar Negeri OKI mengawali pertemuan.

    Dalam pidatonya, Mbella menekankan bahwa situasi saat ini membutuhkan waktu bagi negara-negara OKI untuk melakukan penilaian dan pengkajian visi ke depan,

    “Sambil mempertahankan persatuan organisasi kita terhadap isu kritis ini, sesuai dengan piagam dan resolusi PBB yang relevan,” katanya.

    Ia juga menekankan pentingnya perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas, yang berkontribusi memperbaiki situasi kemanusiaan di Gaza dan membantu meredakan ketegangan yang meningkat di Timur Tengah.

    Baca: Israel blokir bantuan untuk warga Gaza

    Mbella juga mendesak penerapan penuh perjanjian gencatan senjata guna mencapai resolusi akhir konflik dalam pendekatan terkoordinasi dan multilateral.

    Ia menekankan bahwa pendekatan tersebut hanya dapat dilaksanakan dan relevan dalam kerangka solusi dua negara, di mana Israel dan Palestina hidup berdampingan dalam batas-batas yang diakui secara internasional, guna memastikan perdamaian menyeluruh di Timur Tengah.

    Ia mengimbau negara-negara anggota untuk teguh menyatakan solidaritas terhadap rakyat Palestina dengan menyediakan bantuan kemanusiaan yang diperlukan dan melanjutkan upaya mencapai penyelesaian damai bagi konflik yang telah berlangsung lama itu, sesuai resolusi PBB yang relevan dan inisiatif perdamaian regional.

    Sementara, Menlu dan Kerja Sama Internasional Republik Gambia Mamadou Tangara menyatakan bahwa negaranya, sebagai ketua KTT Islam saat ini, kembali menyerukan kepada masyarakat internasional untuk terus memenuhi tanggung jawab menghentikan agresi Israel yang sedang berlangsung terhadap rakyat Palestina.

    Dia menegaskan bahwa usulan untuk memindahkan rakyat Palestina dari Gaza bersifat provokatif, brutal, dan tidak manusiawi.

    Apalagi pada saat rakyat Gaza, Palestina, dan masyarakat internasional sedang mempertimbangkan langkah positif berikutnya untuk mengakhiri konflik Palestina-Israel menyusul kesepakatan gencatan senjata yang baru-baru ini dicapai.

    Baca: Pembangunan kembali Gaza butuh dana puluhan miliar dolar

    Dia menekankan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat bagi masyarakat internasional untuk melakukan upaya yang lebih terpadu guna membangun gencatan senjata yang komprehensif dan permanen yang akan mengarah pada penarikan penuh Israel dari wilayah Palestina yang diduduki.

    Dia juga menegaskan kembali bahwa solusi dua negara merupakan prasyarat untuk stabilitas dan perdamaian di kawasan Timur Tengah.

    Dalam kesempatan tersebut, Tangara juga menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas penerbitan undang-undang baru-baru ini oleh parlemen Israel (Knesset) yang melarang pekerjaan Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).

    Hal itu, menurut dia, sepenuhnya bertentangan dengan Piagam PBB dan hukum internasional.

    Sementara itu, dalam pidatonya, Sekretaris Jenderal OKI Hussein Ibrahim Taha menegaskan dukungannya terhadap rencana pembangunan kembali Jalur Gaza yang telah disetujui oleh KTT Arab.

    Baca: Negara-negara Arab tolak rencana AS ambil Alih Gaza

    Pembangunan kembali Gaza harus tetap menjunjung tinggi hak rakyat Palestina untuk tetap tinggal di tanah mereka sendiri.

    Dia menyatakan rencana tersebut merupakan visi bersama yang realistis dan yang mengharuskan semua pihak untuk memobilisasi dukungan finansial dan politik yang diperlukan guna melaksanakannya dalam kerangka jalur politik dan ekonomi terpadu untuk mencapai visi solusi dua negara.

    Ia memperingatkan bahaya tindakan dan upaya Israel yang tidak dapat diterima untuk menghapus masalah pengungsi Palestina.

    Sekjen tersebut menekankan bahwa UNRWA dan peran pentingnya dalam melayani jutaan pengungsi Palestina tidak dapat diabaikan atau digantikan. Dia juga menekankan perlunya menggandakan dukungan politik, finansial, dan hukum bagi badan tersebut.

    Adapun, Perdana Menteri sekaligus Menteri Urusan Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina, Mohammad Mustafa, menyerukan agar rencana Palestina-Mesir untuk membangun kembali Gaza diadopsi sebagai inisiatif bersama Arab-Islam.