7cloud.asia – Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengingatkan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bahwa organisasi itu didirikan “untuk membebaskan bangsa Palestina,”
Karena itu, Menlu Retno menegaskan “sekarang waktunya bagi OKI untuk bertindak, dan kita harus bertindak bersama-sama untuk rakyat Palestina.”
Desakan agar OKI segera bersikap untuk Palestina ini disampaikan oleh Menlu Retno Marsudi melalui pesan video yang dikirim kepada media beberapa saat setelah tiba di Jeddah, hari Rabu (18/10/2022).
Retno, yang sedang mendampingi Presiden Joko Widodo dalam “Belt & Road Forum” di Beijing, terbang ke Jeddah untuk mengikuti langsung KTT luar biasa tingkat menteri luar negeri OKI guna membahas situasi di Gaza, Palestina yang semakin memburuk.
Baca: Korban perang Israel-Palestian telah lampaui 4000 orang
Dalam pertemuan itu Menlu Retno kembali menyampaikan kecaman keras terhadap “agresi atas warga sipil yang unprecedented (belum pernah terjadi sebelumnya.red) di Gaza dan seluruh wilayah pendudukan di Palestina.”
Ia juga menggarisbawahi bahwa “permintaan Israel untuk mengosongkan 22 rumah sakit di Gaza adalah sebuah tindakan yang tidak manusiawi dan bertentangan dengan hukum humaniter internasional, dan harus diabaikan.”
Indonesia, tambah Retno, menekankan OKI untuk mengirim pesan yang kuat dan sekaligus memobilisasi dukungan internasional guna mengatasi situasi di Gaza.
Dalam forum itu Indonesia menekankan tiga hal yang harus menjadi fokus utama saat ini di Palestina.
Baca: Setidaknya 15 jurnalis turut jadi korban perang Israel – Palestina
Yaitu menghentikan kekerasan sesegera mungkin, memastikan kelancaran dan keselamatan pengiriman bantuan kemanusiaan, dan mengatasi akar konflik Israel-Palestina.
Secara terang-terangan Retno mengecam Dewan Keamanan PBB yang menurutnya “tidak mampu menjalankan fungsinya,”.
Menlu Retno, mendorong OKI untuk “mendesak diselenggarakannya sidang majelis umum PBB untuk mengadakan sesi darurat.”
Sementara terkait upaya mengirim bantuan kemanusiaan, Indonesia meminta OKI untuk mendesak semua pihak yang relevan “untuk membuat koridor kemanusiaan di Gaza”.
Baca: Konten soal Palestina di medsos dibatasi
Menlu Retno juga meminta agar OKI memastikan dihormatinya hukum humaniter internasional.
“Upaya apapun yang mengarah kepada pengusiran penduduk di Gaza, Palestina harus ditolak,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan kembali urgensi melanjutkan proses perdamaian guna mencapai solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan keluar.
Dilansir VOA Indonesia, Perlunya membuat koridor kemanusiaan ini juga disampaikan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Faisal bin Farhan yang menekankan perlunya bersama untuk rakyat Palestina.
“Untuk meringankan situasi kemanusiaan dan menghentikan penderitaan di Gaza dengan meminta evakuasi korban yang terluka, dan menciptakan koridor kemanusiaan yang memungkinkan pengiriman bantuan dan pertolongan medis.”
Baca: PBB serukan koridor kemanusiaan di Gaza, Palestina
Presiden Amerika Joe Biden, dalam pernyataannya di Tel Aviv setelah melangsungkan pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mengatakan Israel telah setuju untuk mengizinkan masuknya bantuan. – yang khusus diperuntukkan bagi warga sipil Gaza.
Namun, Israel akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan sebelum bantuan kemanusiaan itu masuk.
“Warga Gaza membutuhkan makanan, air, obat-obatan, dan tempat tinggal. Hari ini, saya meminta kabinet Israel, yang saya temui pagi ini untuk menyetujui pengiriman bantuan kemanusiaan yang menyelamatkan nyawa bagi warga sipil di Gaza,” ujarnya.
Baca: Menguak akar konflik Israel-Palestina
Ia melanjutkan, penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan pemahaman bahwa akan ada inspeksi, bahwa bantuan tersebut harus diberikan kepada warga sipil, bukan kepada Hamas.
“Israel setuju bantuan kemanusiaan dapat mulai bergerak dari Mesir ke Gaza,” tegasnya.
Namun Biden juga menekankan, jika Hamas mengalihkan atau mencuri bantuan tersebut, hal itu akan sekali lagi menunjukkan bahwa Hamas tidak memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan rakyat Palestina.
“Dan masuknya bantuan kemanusiaan itu akan langsung dihentikan. Saya akan menghentikan komunitas internasional untuk memberikan bantuan ini.” tandasnya.
Baca: Mengenal Nargees Mohammed, aktivis Iran peraih Nobel Perdamaian 2023
Biden terbang ke Israel untuk menunjukkan dukungan kuat pada Israel pasca serangan Hamas pada 7 Oktober lalu yang menewaskan 1.400 orang di Israel.
Sementara Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan serangan balasan Israel ke Gaza dan wilayah sekitarnya telah menewaskan lebih dari 3.000 orang, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.
Sumber: VOA Indonesia




