7cloud.asia – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskim Polri menyebut setidaknya 823 warga Indonesia yang menjadi korban online scam, dengan kerugian mencapai miliaran rupiah.
Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskim Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Himawan Bayu Aji mengatakan, warga ini menjadi korban jaringan online scam internasional yang beroperasi di Dubai.
Online scam tersebut menggunakan modus lowongan pekerjaan paruh waktu atau freelance yang ditawarkan melalui aplikasi telegram dan whatsapp.
Baca: Penipuan online dengan modus menyelesaikan misi
Praktik online scam tersebut merupakan akumulasi kejadian dalam dua tahun terakhir atau periode 2022 – 2024.
“Kerugiannnya mencapai Rp 59 miliar,” ujar Himawan di gedung Mabes Polri, Selasa, 16 Juli 2024 dikutip Tempo.co
Polisi telah menetapkan tiga tersangka baru di kasus online scam ini. Mereka adalah satu warga negara asing berinisial ZS dan dua WNI berinisial M dan H.
Baca: Pentingnya literasi keuanganuntuk hindarkan dari penipuan
Online scam adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan segala bentuk penipuan atau kecurangan, khususnya dalam konteks online.
Online scam ini sering kali melibatkan janji-janji palsu atau penawaran yang terlalu baik untuk menjadi kenyataan.
Anda mungkin sering menemukan promosi menarik yang menawarkan diskon besar-besaran atau penawaran barang bagus dengan harga yang sangat murah.
Baca: Investasi gak harus dengan uang berjuta-juta
Atau juga lowongan pekerjaan dengan gaji menggiurkan dengan syarat yang sangat mudah, pun investasi dengan imbal balik yang tak masuk akal. Ingatlah untuk selalu berhati-hati, karena bisa jadi ini adalah online scam.
Dalam dunia digital, scam dapat terjadi melalui berbagai cara, seperti email, pesan teks, atau melalui situs web.
Salah satu cara paling efektif untuk mengidentifikasi scam adalah dengan memperhatikan detail dan selalu skeptis atau tak mudah percaya terhadap tawaran yang tidak masuk akal.
Online scam tidak hanya berpotensi merugikan secara finansial, tapi juga dapat mengancam keamanan informasi pribadi Anda.
Ketika informasi sensitif seperti data bank Anda jatuh ke tangan yang salah, risikonya sangat besar. Oleh karena itu, penting sekali untuk selalu waspada dan berhati-hati.

