Praktik Online Scam Makin Mengkhawatirkan, Ini Kiat Mengatasinya

Written by

in

7cloud.asia – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskim Polri menyebut setidaknya 823 warga Indonesia yang menjadi korban online scam, dengan kerugian mencapai miliaran rupiah.

Online scam tersebut menggunakan modus lowongan pekerjaan paruh waktu atau freelance yang ditawarkan melalui aplikasi telegram dan whatsapp.

Praktik online scam tersebut merupakan akumulasi dari periode 2022 – 2024, dengan jumlah kerugian mencapai Rp 59 miliar.

Online scam adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan segala bentuk penipuan atau kecurangan, khususnya dalam konteks online.

Online scam tidak hanya berpotensi merugikan secara finansial, tapi juga dapat mengancam keamanan informasi pribadi Anda.

Baca: Penipuan di telegram dengan modus menyelesaikan misi

Ketika informasi sensitif seperti data bank Anda jatuh ke tangan yang salah, risikonya sangat besar. Oleh karena itu, penting sekali untuk selalu waspada dan berhati-hati.

Ada beberapa ciri-ciri tindakan online scam yang patut Anda perhatikan. Berikut beberapa ciri online scam seperti dilansir traveloka.com:

1. Penawaran yang terlalu menggiurkan
Scam sering kali memikat korban dengan penawaran yang tampak sangat menguntungkan namun tidak realistis, seperti mendapatkan hadiah besar tanpa usaha yang signifikan.

Tawaran ini dirancang untuk membangkitkan keinginan instan dan mengabaikan logika.

2. Tekanan Waktu
Scammer biasanya menciptakan rasa urgensi, mendesak korban untuk segera bertindak agar tidak kehilangan kesempatan.

Taktik ini dimaksudkan untuk membatasi waktu yang Anda miliki untuk berpikir atau memverifikasi kebenaran penawaran, sehingga Anda bertindak impulsif.

Baca: Pentingnya literasi keuangan tuk hindari penipuan

3. Permintaan Informasi Pribadi
Scammer sering meminta informasi pribadi atau keuangan, seperti detail rekening bank atau nomor kartu kredit, dengan alasan yang tampaknya logis.

Permintaan ini biasanya diiringi oleh janji-janji menggiurkan, tetapi sebenarnya bertujuan untuk mencuri identitas atau dana Anda.

Hal penting juga, hindari memberi data pribadi dalam kartu tanda penduduk (KTP) Anda, termasuk hati-hati jika berfoto selfie dengan KTP Anda agar data diri Anda tidak disalahgunakan.

4. Ejaan dan Tata Bahasa yang Buruk
Pesan scam sering kali memiliki kesalahan ejaan dan tata bahasa yang mencolok, yang bisa menjadi tanda peringatan bahwa sesuatu tidak beres.

Hal ini biasanya terjadi karena pesan tersebut dibuat oleh penipu yang tidak memperhatikan detil atau yang mungkin tidak menggunakan bahasa target sebagai bahasa pertama mereka.

5. Tidak Ada Informasi Kontak yang Jelas
Penipu sering menggunakan testimoni palsu dari orang-orang yang seolah-olah telah mendapat manfaat dari penawaran mereka.

Testimoni ini dirancang untuk memberikan kredibilitas palsu pada scam, mendorong orang lain untuk percaya dan terlibat.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *