Tag: Oxfam

  • 1 Persen Orang Terkaya Dunia Jadi Sumber Emisi Terbesar: Saatnya Terapkan Pajak Kekayaan

    1 Persen Orang Terkaya Dunia Jadi Sumber Emisi Terbesar: Saatnya Terapkan Pajak Kekayaan

    7cloud.asia – Agar suhu global tetap berada dalam batas pemanasan global 1,5°C, 1 persen orang terkaya di dunia harus mengurangi emisi mereka sebesar 97 persen pada tahun 2030, demikian hasil studi yang dilakukan Oxfam.

    Laporan itu menyebut, kelompok orang super kaya telah memicu krisis iklim dengan ‘kecerobohan karbon yang luar biasa’.

    Istilah kecerobohan karbon yang luar biasa digunakan untuk mengkritik gaya hidup orang kaya seperti penggunaan jet pribadi, kapal pesiar mewah, dan gaya hidup boros emisi lainnya yang dilakukan tanpa memedulikan dampaknya bagi planet.

    Tak hanya gaya hidup boros energi, kelompok terkaya dunia, lewat pengaruh dan kekayaan yang dimiliki turut menentukan dan mempengaruhi kebijakan iklim di dunia.

    ”Kekuatan dan kekayaan yang sangat besar dari individu dan perusahaan super kaya juga memungkinkan mereka untuk menggunakan pengaruh yang tidak adil terhadap pembuatan kebijakan dan melemahkan negosiasi iklim,” ujar Kepala Kebijakan Iklim Oxfam, Nafkote Dabi.

    Baca: Orang kaya harus mengerem emisinya agar warga miskin terpenuhi hak asasinya

    Oxfam adalah konfederasi global yang terdiri dari berbagai organisasi yang bekerja bersama untuk memerangi kemiskinan, ketidaksetaraan, dan ketidakadilan, serta memberikan bantuan kemanusiaan di lebih dari 90 negara, termasuk Indonesia.

    Kerja-kerja Oxfam fokus pada pemberdayaan perempuan, keadilan ekonomi, dan keadilan iklim. Organisasi ini membantu masyarakat rentan untuk keluar dari kemiskinan melalui program pembangunan berkelanjutan, advokasi, dan respons darurat saat krisis.

    Analisis baru dari Oxfam yang dirilis Desember lalu mengungkapkan bahwa 1 persen orang terkaya hanya membutuhkan waktu 10 hari untuk menghabiskan kuota emisi tahunan mereka.

    Sementara itu, 0,1 persen orang terkaya dunia hanya membutuhkan waktu tiga hari untuk menghabiskan anggaran emisi karbon tahunan mereka.

    Laporan itu menyebut, Oxfam telah lama menyerukan kepada pemerintah untuk “membuat para pencemar kaya membayar.”

    Baca: Ketika kota semakin panas, warga miskin semakin menderita

    Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan pajak penghasilan dan kekayaan mereka, melarang atau mengenakan pajak yang memberatkan pada barang-barang mewah yang intensif karbon, dan mengenakan pajak pada keuntungan berlebih perusahaan bahan bakar fosil.

    Oxfam mengatakan pajak keuntungan pada semua perusahaan minyak, gas, dan batubara besar akan menghasilkan hingga 400 miliar dolar AS hanya dalam tahun pertama.

    “Berkali-kali, penelitian menunjukkan bahwa pemerintah memiliki jalan yang sangat jelas dan sederhana untuk secara drastis mengurangi emisi karbon dan mengatasi ketidaksetaraan: dengan menargetkan para pencemar terkaya,” kata Kepala Kebijakan Iklim Oxfam, Nafkote Dabi.

    “Dengan menindak tegas perilaku ceroboh karbon yang dilakukan oleh orang-orang super kaya, para pemimpin global memiliki kesempatan untuk mengembalikan dunia ke jalur yang benar untuk mencapai target iklim dan membuka manfaat bersih bagi manusia dan planet ini.”

  • 1 Persen Orang Terkaya Dunia Harus Pangkas 97 Persen Emisinya Agar Pemanasan Global Berada dalam Jalur

    1 Persen Orang Terkaya Dunia Harus Pangkas 97 Persen Emisinya Agar Pemanasan Global Berada dalam Jalur

    7cloud.asia – Agar suhu global tetap berada dalam batas pemanasan global –kurang dari 1,5°Celcius di atas masa pra-industri– 1 persen orang terkaya di dunia harus mengurangi emisi mereka sebesar 97 persen pada tahun 2030.

    Penelitian terbaru Oxfam mengungkap, segmen terkaya dari populasi global terus mencemari lingkungan tanpa terkendali.

    Oxfam mengungkapkan bahwa 1 persen orang terkaya dunia hanya membutuhkan 10 hari untuk menghabiskan kuota emisi tahunan mereka. Lebih parah, 0,1 persen orang terkaya dunia hanya membutuhkan tiga hari untuk menghabiskan kuota emisi tahunan mereka.

    Angka-angka ini menunjukkan bahwa krisis iklim bukan hanya masalah global – tetapi juga masalah ketidaksetaraan.

    Seiring meningkatnya emisi, dampak krisis iklim juga meningkat – seperti kejadian cuaca ekstrem yang lebih sering dan dan lebih merusak.

    Baca: Orang kaya harus mengerem emisinya agar hak dasar warga miskin terpenuhi

    Penelitian Oxfam ini juga mengungkap, sekitar 1,3 juta kematian akibat panas pada akhir abad ini akan disebabkan oleh emisi yang dihasilkan oleh 1 persen orang terkaya hanya dalam satu tahun.

    Negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah akan terus menanggung beban krisis iklim yang disebabkan oleh konsumsi berlebihan selama beberapa dekade oleh kaum super kaya, yang diperkirakan akan merugikan negara-negara ini sekitar 44 triliun dolar AS.

    ”Angka ini dalam bentuk kerugian ekonomi pada pertengahan abad ini,” demikian ditulis Oxfam dalam laporannya

    Sebuah laporan yang dirilias Oxfam pada Oktober 2025 mengungkapkan bahwa emisi harian 0,1 persen orang terkaya lebih tinggi daripada emisi tahunan separuh penduduk termiskin.

    Pangsa emisi segelintir orang-orang terkaya dunia ini telah meningkat sebesar 32 persen sejak tahun 1990, sementara pangsa emisi 50 persen penduduk termiskin justru turun sebesar 3 persen.

    Baca: Pajak kekayaan untuk memkasa orang kaya mengerem emisinya

    Pengaruh dan Investasi
    Namun, gaya hidup elit global bukanlah satu-satunya pendorong emisi. Investasi di ekonomi ekstraktif juga turut andil.

    Laporan Oxfam mengungkapkan bahwa jejak karbon dari investasi seorang miliarder – biasanya di industri yang mencemari lingkungan seperti bahan bakar fosil, 346.000 kali lebih besar daripada jejak karbon rata-rata orang.

    Pada tahun 2024, emisi yang terkait dengan investasi 308 miliarder tersebut mencapai total 586juta ton CO2 – lebih banyak daripada gabungan emisi 118 negara.

    Dengan uang, dan kekuatan yang mereka miliki para pemilik modal ini membangun pengaruh perusahaan dan agenda pemerintah.

    Hal ini terbukti di KTT Perubahan Iklim PBB terbaru, COP 30 di Belem, Brasil di mana pelobi bahan bakar fosil melebihi jumlah anggota semua delegasi kecuali delegasi negara tuan rumah.

    “Kekuatan dan kekayaan yang sangat besar dari individu dan perusahaan super kaya juga memungkinkan mereka untuk menggunakan pengaruh yang tidak adil terhadap pembuatan kebijakan dan melemahkan negosiasi iklim,” kata Kepala Kebijakan Iklim Oxfam, Nafkote Dabi.

    Baca: Ketika Bumi semakin panas, warga miskin semakin menderita