7cloud.asia – Agar suhu global tetap berada dalam batas pemanasan global –kurang dari 1,5°Celcius di atas masa pra-industri– 1 persen orang terkaya di dunia harus mengurangi emisi mereka sebesar 97 persen pada tahun 2030.
Penelitian terbaru Oxfam mengungkap, segmen terkaya dari populasi global terus mencemari lingkungan tanpa terkendali.
Oxfam mengungkapkan bahwa 1 persen orang terkaya dunia hanya membutuhkan 10 hari untuk menghabiskan kuota emisi tahunan mereka. Lebih parah, 0,1 persen orang terkaya dunia hanya membutuhkan tiga hari untuk menghabiskan kuota emisi tahunan mereka.
Angka-angka ini menunjukkan bahwa krisis iklim bukan hanya masalah global – tetapi juga masalah ketidaksetaraan.
Seiring meningkatnya emisi, dampak krisis iklim juga meningkat – seperti kejadian cuaca ekstrem yang lebih sering dan dan lebih merusak.
Baca: Orang kaya harus mengerem emisinya agar hak dasar warga miskin terpenuhi
Penelitian Oxfam ini juga mengungkap, sekitar 1,3 juta kematian akibat panas pada akhir abad ini akan disebabkan oleh emisi yang dihasilkan oleh 1 persen orang terkaya hanya dalam satu tahun.
Negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah akan terus menanggung beban krisis iklim yang disebabkan oleh konsumsi berlebihan selama beberapa dekade oleh kaum super kaya, yang diperkirakan akan merugikan negara-negara ini sekitar 44 triliun dolar AS.
”Angka ini dalam bentuk kerugian ekonomi pada pertengahan abad ini,” demikian ditulis Oxfam dalam laporannya
Sebuah laporan yang dirilias Oxfam pada Oktober 2025 mengungkapkan bahwa emisi harian 0,1 persen orang terkaya lebih tinggi daripada emisi tahunan separuh penduduk termiskin.
Pangsa emisi segelintir orang-orang terkaya dunia ini telah meningkat sebesar 32 persen sejak tahun 1990, sementara pangsa emisi 50 persen penduduk termiskin justru turun sebesar 3 persen.
Baca: Pajak kekayaan untuk memkasa orang kaya mengerem emisinya
Pengaruh dan Investasi
Namun, gaya hidup elit global bukanlah satu-satunya pendorong emisi. Investasi di ekonomi ekstraktif juga turut andil.
Laporan Oxfam mengungkapkan bahwa jejak karbon dari investasi seorang miliarder – biasanya di industri yang mencemari lingkungan seperti bahan bakar fosil, 346.000 kali lebih besar daripada jejak karbon rata-rata orang.
Pada tahun 2024, emisi yang terkait dengan investasi 308 miliarder tersebut mencapai total 586juta ton CO2 – lebih banyak daripada gabungan emisi 118 negara.
Dengan uang, dan kekuatan yang mereka miliki para pemilik modal ini membangun pengaruh perusahaan dan agenda pemerintah.
Hal ini terbukti di KTT Perubahan Iklim PBB terbaru, COP 30 di Belem, Brasil di mana pelobi bahan bakar fosil melebihi jumlah anggota semua delegasi kecuali delegasi negara tuan rumah.
“Kekuatan dan kekayaan yang sangat besar dari individu dan perusahaan super kaya juga memungkinkan mereka untuk menggunakan pengaruh yang tidak adil terhadap pembuatan kebijakan dan melemahkan negosiasi iklim,” kata Kepala Kebijakan Iklim Oxfam, Nafkote Dabi.
Baca: Ketika Bumi semakin panas, warga miskin semakin menderita

Leave a Reply