Tag: parkir liar

  • Sudinhub Jaksel Tindak Tegas Parkir Liar di Kawasan Blok M

    Sudinhub Jaksel Tindak Tegas Parkir Liar di Kawasan Blok M

    7cloud.asia – Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan melakukan penindakan tegas belasan kendaraan roda dua yang parkir liar di kawasan Blok M, Kecamatan Kebayoran Baru.

    Pengendali Operasional Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Ebenezer Lumban Tobing mengatakan, belasan kendaraan tersebut dilakukan angkut jaring dilakukan dari Jalan Panglima Polim, Kramat Pela atau tepat di seberang Taman Literasi Marta Christina Tiahahu.

    “Di lokasi tersebut sudah rutin kita lakukan penertiban, namun mereka yang didominasi ojek online selalu membandel kembali lagi parkir di lokasi tersebut atau tepat di bawah Stasiun MRT Blok M BCA,” ujarnya, Rabu (28/5/2025).

    Ebenezer menjelaskan, selama operasi angkut jaring atau derek di kawasan Blok M tersebut dikerahkan sebanyak 36 personel gabungan dari unsur Suku Dinas Perhubungan, TNI dan Polri.

    Ebenezer menuturkan, dalam operasi angkut jaring yang berhasil menjangkau 15 kendaraan roda dua tersebut, seluruh kendaraan dibawa menggunakan truk ke kantor Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan

    Baca: Blok M akan dijadikan pusat ekonomi baru di Ibu Kota

    Selanjutnya kendaraan yang kedapatan parkir sembarangan ini akan diberikan sanksi BAP Tilang pihak Kepolisian.

    “Operasi ini akan terus kita lakukan. Maka itu, kami tegaskan jangan melanggar aturan dengan parkir liar karena selain mengganggu pejalan kaki, parkir liar menimbulkan kemacetan, dan kesemrawutan wilayah,” ungkapnya.

    Seorang warga, Abdurahman (47) mengapresiasi upaya petugas menciptakan lingkungan yang kondusif dan bebas dari kemacetan dengan sering melakukan operasi parkir liar, khususnya di kawasan Blok M.

    “Hampir setiap hari saya lihat petugas ini selalu rutin keliling kawasan Blok M. Orang-orangnya saja yang memang susah tertib, jadi ada parkir liar terus,” tandasnya.

    Sebelumnya Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Bernad Oktavianus Pasaribu menyatakan akan mengoptimalkan pencegahan parkir liar di kawasan Blok M, Kelurahan Melawai, Kecamatan Kebayoran Baru.

    Baca: Ada apa saja di taman literasi Martha Christina Tiahahu

    Bernad menambahkan, monitoring terkait parkir liar dilakukan guna menjaga kondusivitas wilayah dan menjaga hak khususnya para pejalan kaki dalam penggunaan fasilitas umum.

    “Kami lakukan patroli secara mobile dengan berkolaborasi bersama unsur terkait seperti UP Parkir dan Tim Lintas Jaya TNI maupun Polri, terutama saat sore hari,” ujarnya, Senin (26/5/2025).

    Bernad menjelaskan, selain delapan personel untuk melakukan monitoring, pihaknya juga mengerahkan mobil derek untuk melakukan penindakan jika ada temuan parkir liar kendaraan.

    “Mudah-mudahan dengan kegiatan pengawasan dan penindakan yang kita lakukan kesadaran para pengguna kendaraan semakin meningkat untuk taat aturan,” harapnya.

    Ia menambahkan, terkait pemasangan closed circuit television (CCTV) di kawasan Blok M, pihaknya sudah melakukan peninjauan ke lokasi dan berkoordinasi bersama unsur terkait.

    “Segera kita lakukan pemasangan CCTV sesuai arahan pimpinan,” ungkapnya.

    Baca: Blok M Hub resmi beroperasi 24 jam

  • Dishub DKI Jakarta Dorong Pengelola Gedung Siapkan Ruang Parkir Khusus Ojek Online

    Dishub DKI Jakarta Dorong Pengelola Gedung Siapkan Ruang Parkir Khusus Ojek Online

    7cloud.asia – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta terus berupaya mengatasi parkir liar dengan melibatkan komunitas ojek online (ojol), operator aplikasi, serta pengelola gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan.

    Langkah ini dinilai menjadi solusi jangka panjang untuk menciptakan ketertiban lalu lintas sekaligus mengakomodasi kebutuhan operasional para pengemudi ojek online.

    Kepala Dishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin mengatakan, penyediaan area parkir khusus bagi ojek online akan menjadi salah satu fokus utama yang segera ditindaklanjuti.

    Menurutnya, persoalan parkir liar tidak dapat diselesaikan hanya melalui penegakan aturan, tetapi juga memerlukan dukungan sarana dan prasarana yang memadai dari berbagai pihak.

    Karena itu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan mempertemukan komunitas ojek online, operator aplikasi, dan pengelola gedung untuk membahas implementasi penyediaan ruang parkir yang lebih teratur.

    Forum tersebut akan membahas implementasi ketentuan dalam Peraturan Menteri Perhubungan terkait penyediaan ruang parkir khusus bagi pengemudi ojol, baik di kawasan perkantoran maupun pusat perbelanjaan modern.

    Baca: Dampak Perubahan Iklim Bagi Pengemudi Ojek Online

    Ke depan, Dishub koordinasikan bersama komunitas, operator, serta para pemilik gedung agar ditemukan solusi yang dapat diwujudkan demi Jakarta yang lebih baik.

    “Kami menargetkan pertemuan dengan operator dan pengelola gedung dapat dilaksanakan secepatnya sebagai bentuk keseriusan,” ujarnya, Senin (22/6/2026).

    Perwakilan ojek online yang adalah Ketua Lintas Gajah Mada (LGM), Irfan menyambut baik rencana tersebut. Ia menjelaskan salah satu alasan pengemudi kerap berhenti di area depan gedung adalah keterbatasan fasilitas parkir yang mudah diakses.

    Selain itu, pendapatan bersih pengemudi dari layanan pengantaran makanan relatif kecil sehingga biaya parkir tambahan sering kali menjadi beban tersendiri.

    “Sebagai gambaran, tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10.000 hingga Rp16.000, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000. Jika mereka harus membayar parkir Rp 2.000, sisa pendapatan mereka sangat kecil,” katanya.

    Menurut Irfan, para pengemudi pada dasarnya mendukung penertiban yang dilakukan pemerintah selama dilaksanakan secara humanis dan diiringi penyediaan fasilitas yang memadai.

    Baca: Pengemudi Ojek Online Jadi Mitra Tapi Tak Ada Payung Hukumnya

    Ia berharap koordinasi antara Dishub DKI Jakarta dan pengelola gedung dapat mempercepat terwujudnya area parkir khusus ojol sehingga aktivitas penjemputan maupun pengantaran pesanan dapat berlangsung lebih tertib tanpa mengganggu lalu lintas.

    “Bukannya tidak mau parkir secara resmi, tetapi terkadang pelanggan juga sulit jika dimintai biaya parkir tambahan. Selain itu, belum semua gedung di Jakarta menyediakan fasilitas parkir khusus ojol. Padahal menurut Permenhub Nomor 12 Tahun 2019, setiap gedung wajib menyediakan ruang parkir untuk ojol,” jelasnya.

    Ketua Umum Komunitas Go-Graber Indonesia, Bang Maung juga menyampaikan dukungan terhadap langkah Pemprov DKI Jakarta.

    Ia menegaskan, komunitas ojek online siap menghormati aturan yang berlaku dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan.

    Ia meyakini bahwa para pengemudi ojek online Indonesia tetap menjaga marwah perjuangannya, memiliki adab, etika, dan kesantunan dalam berpandangan.

    Baca: Potongan Ojek Online Dipangkas, Eksploitasi Belum Tuntas

    Maung berjanji, ke depannya pihaknya akan lebih mengedepankan musyawarah mufakat dalam penyelesaian masalah. Kami terus membina seluruh driver agar tetap menghormati peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    “Jika ada framing negatif di media sosial, anggaplah itu sebagai bumbu dalam kehidupan. Insyaallah, ke depan tidak ada lagi kejadian serupa,” tandasnya.

    Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Muhammad Al Fatih menyambut baik rencana untuk menyediakan kantong parkir khusus bagi pengemudi ojek online ini

    Menurutnya, langkah tersebut perlu segera direalisasikan karena dapat menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan yang kerap dipicu kendaraan ojol yang berhenti atau menunggu penumpang di badan jalan.

    “Langkah ini perlu segera diimplementasikan karena dapat menjadi salah satu solusi nyata untuk mengurangi kemacetan yang selama ini dipicu oleh kendaraan ojol yang berhenti atau menunggu penumpang secara sembarangan di badan jalan,” ujar Al Fatih, Kamis (25/6/2026).

  • Pembangunan Shelter untuk Pengemudi Ojek Online dan Penertiban Parkir Liar

    Pembangunan Shelter untuk Pengemudi Ojek Online dan Penertiban Parkir Liar

    7cloud.asia – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta gencar menlakukan penertiban sejumlah lokasi parkir liar di ibu kota dalam beberapa waktu terakhir.

    Selain merusak ketertiban, keberadaan parkir liar terutama oleh pengemudi ojek online ini juga mengganggu kelancaran lalu lintas.

    Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli (MTZ) menyambut baik penertiban parkir liar yang dilakukan Dishub DKI Jakarta.

    Menurutnya, penertiban diperlukan untuk mengurangi kemacetan yang kerap dipicu kendaraan yang parkir sembarangan, termasuk yang digunakan sejumlah oknum pengemudi ojek online (ojol) saat menunggu penumpang.

    Meski demikian, dia mengingatkan agar penertiban dilakukan secara humanis. Pasalnya, pengemudi ojek online tetap perlu difasilitasi dengan lokasi parkir atau area tunggu yang layak agar tidak kembali menggunakan badan jalan.

    “Parkir liar ojek online memang perlu ditertibkan, tetapi jangan terlalu keras. Maksud saya, ditertibkan dengan tetap memberikan ruang atau tempat parkir bagi pengemudi ojol untuk menunggu penumpang,” katanya.

    Baca: Dishub DKI Jakarta Dorong Pengelola Gedung Siapkan Ruang Parkir Khusus Ojek Online

    Selain parkir liar di jalan, MTZ juga meminta Dishub bersama UPT Perparkiran meningkatkan pengawasan terhadap pengelolaan parkir off street seperti di gedung, pusat perbelanjaan, bioskop, dan lokasi usaha lainnya.

    Dikatakan MTZ, langkah tersebut penting untuk mengoptimalkan penerimaan pajak daerah. Dia berharap, Dishub dapat bersinergi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta agar pengelola parkir berkapasitas besar membayar pajak sesuai dengan jumlah kendaraan yang masuk.

    MTZ mengungkapkan, temuan Panitia Khusus (Pansus) Perparkiran DPRD DKI menunjukkan masih terdapat praktik parkir yang diduga adanya ketidaksesuaian pembayaran pajak oleh sejumlah operator parkir.

    “Temuan pansus menunjukkan parkir liar itu ada backing-nya. Selain itu ada juga parkir di gedung, mal, bioskop, dan tempat lain yang menggunakan operator parkir, tetapi pajaknya tidak sesuai dengan jumlah kendaraan yang masuk,” tandasnya.

    Terpisah Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin mengatakan pihaknya akan memperbanyak keberadaan shelter untuk pengemudi ojek online di Jakarta.

    Untuk itu Dishub DKI Jakarta akan bekerja sama dengan para asosiasi properti, pelaku usaha, dan lainnya untuk menentukan lokasi pembangunan shelter.

    Baca: Dampak Perubahan Iklim Bagi Pengemudi Ojek Online

    Salah satu shelter pengemudi ojek online itu adalah Shelter Grab Indonesia Thamrin-Bundaran HI di Wisma Kosgoro, Menteng, Jakarta Pusat yang diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung pada Selasa (7/7/2026).

    Fasilitas ini merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan Wisma Kosgoro dan Grab Indonesia untuk mempermudah para pengguna transportasi serta mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan ini.

    Budi menambahkan, dirinya telah menginstruksikan agar shelter ini juga dibangun di terminal-terminal di Jakarta serta akan melakukan penataan di stasiun-stasiun.

    “Seluruh terminal saat ini sudah kami perintahkan untuk membuat shelter dan terminal Pulogebang kemarin sudah dan selanjutnya nanti seluruh terminal juga akan ada shelter-shelternya,” lanjutnya.

    Shelter ini akan beroperasional selama 24 jam dan dapat digunakan secara gratis untuk memfasilitasi mobilitas masyarakat dan pengemudi.

    Pramono menegaskan, upaya pembenahan transportasi Jakarta tidak hanya dilakukan pada perbaikan infrastrukturnya, namun juga konektivitas dan sinergi dengan para pelaku usaha transportasi.

    Pramono pun meminta jajaran dinas terkait agar memperbanyak penyediaan shelter serupa di berbagai lokasi strategis lainnya serta agar dapat dirawat dengan baik.

    “Saya sangat berharap bahwa tempat-tempat atau shelter seperti ini tidak hanya di tempat ini, tapi di tempat-tempat lain terjaga terawat dengan baik,” ujarnya.