Pembangunan Shelter untuk Pengemudi Ojek Online dan Penertiban Parkir Liar

Written by

in

7cloud.asia – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta gencar menlakukan penertiban sejumlah lokasi parkir liar di ibu kota dalam beberapa waktu terakhir.

Selain merusak ketertiban, keberadaan parkir liar terutama oleh pengemudi ojek online ini juga mengganggu kelancaran lalu lintas.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli (MTZ) menyambut baik penertiban parkir liar yang dilakukan Dishub DKI Jakarta.

Menurutnya, penertiban diperlukan untuk mengurangi kemacetan yang kerap dipicu kendaraan yang parkir sembarangan, termasuk yang digunakan sejumlah oknum pengemudi ojek online (ojol) saat menunggu penumpang.

Meski demikian, dia mengingatkan agar penertiban dilakukan secara humanis. Pasalnya, pengemudi ojek online tetap perlu difasilitasi dengan lokasi parkir atau area tunggu yang layak agar tidak kembali menggunakan badan jalan.

“Parkir liar ojek online memang perlu ditertibkan, tetapi jangan terlalu keras. Maksud saya, ditertibkan dengan tetap memberikan ruang atau tempat parkir bagi pengemudi ojol untuk menunggu penumpang,” katanya.

Baca: Dishub DKI Jakarta Dorong Pengelola Gedung Siapkan Ruang Parkir Khusus Ojek Online

Selain parkir liar di jalan, MTZ juga meminta Dishub bersama UPT Perparkiran meningkatkan pengawasan terhadap pengelolaan parkir off street seperti di gedung, pusat perbelanjaan, bioskop, dan lokasi usaha lainnya.

Dikatakan MTZ, langkah tersebut penting untuk mengoptimalkan penerimaan pajak daerah. Dia berharap, Dishub dapat bersinergi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta agar pengelola parkir berkapasitas besar membayar pajak sesuai dengan jumlah kendaraan yang masuk.

MTZ mengungkapkan, temuan Panitia Khusus (Pansus) Perparkiran DPRD DKI menunjukkan masih terdapat praktik parkir yang diduga adanya ketidaksesuaian pembayaran pajak oleh sejumlah operator parkir.

“Temuan pansus menunjukkan parkir liar itu ada backing-nya. Selain itu ada juga parkir di gedung, mal, bioskop, dan tempat lain yang menggunakan operator parkir, tetapi pajaknya tidak sesuai dengan jumlah kendaraan yang masuk,” tandasnya.

Terpisah Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin mengatakan pihaknya akan memperbanyak keberadaan shelter untuk pengemudi ojek online di Jakarta.

Untuk itu Dishub DKI Jakarta akan bekerja sama dengan para asosiasi properti, pelaku usaha, dan lainnya untuk menentukan lokasi pembangunan shelter.

Baca: Dampak Perubahan Iklim Bagi Pengemudi Ojek Online

Salah satu shelter pengemudi ojek online itu adalah Shelter Grab Indonesia Thamrin-Bundaran HI di Wisma Kosgoro, Menteng, Jakarta Pusat yang diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung pada Selasa (7/7/2026).

Fasilitas ini merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan Wisma Kosgoro dan Grab Indonesia untuk mempermudah para pengguna transportasi serta mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan ini.

Budi menambahkan, dirinya telah menginstruksikan agar shelter ini juga dibangun di terminal-terminal di Jakarta serta akan melakukan penataan di stasiun-stasiun.

“Seluruh terminal saat ini sudah kami perintahkan untuk membuat shelter dan terminal Pulogebang kemarin sudah dan selanjutnya nanti seluruh terminal juga akan ada shelter-shelternya,” lanjutnya.

Shelter ini akan beroperasional selama 24 jam dan dapat digunakan secara gratis untuk memfasilitasi mobilitas masyarakat dan pengemudi.

Pramono menegaskan, upaya pembenahan transportasi Jakarta tidak hanya dilakukan pada perbaikan infrastrukturnya, namun juga konektivitas dan sinergi dengan para pelaku usaha transportasi.

Pramono pun meminta jajaran dinas terkait agar memperbanyak penyediaan shelter serupa di berbagai lokasi strategis lainnya serta agar dapat dirawat dengan baik.

“Saya sangat berharap bahwa tempat-tempat atau shelter seperti ini tidak hanya di tempat ini, tapi di tempat-tempat lain terjaga terawat dengan baik,” ujarnya.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *