Tag: paus fransiskus

  • Paus Fransiskus Akan Berkunjung ke Indonesia pada September Mendatang

    Paus Fransiskus Akan Berkunjung ke Indonesia pada September Mendatang

     
    7cloud.asia – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan bahwa Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus, akan berkunjung ke Indonesia pada 3 September 2024 mendatang.

    Menag menegaskan pemerintah sudah mendapatkan surat pemberitahuan dari otoritas Vatikan terkait rencana kedatangan Paus Fransiskus tersebut.

    “Berdasarkan surat dari Vatikan yang diterima Pemerintah Indonesia, Paus Fransiskus akan hadir pada 3 September 2024. Ini tentu menjadi suatu kehormatan bagi bangsa Indonesia,” ujar Menag Yaqut dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (31/3/2024).

    Baca: Demo tolak pemaksaan berbusana atas nama agama  

    Kedatangan pemimpin tertinggi umat Katolik ini menurut Menag, sudah dinantikan oleh Presiden Joko Widodo.

    Menag mengatakan, surat undangan dari Pemerintah Indonesia kepada Paus Fransiskus ia sampaikan sendiri ke Vatikan, Roma pada Juni 2022. 

    “Alhamdulillah, setelah hampir dua tahun menunggu, Paus Fransiskus akhirnya dapat hadir di Indonesia. Ini saya kira menjadi kado istimewa juga bagi umat Katolik khususnya,” katanya.

    Baca: Komnas Perempuan minta SEMA tentang pernikahan beda agama dicabut

    Yaqut berharap dalam kunjungannya nanti Paus Fransiskus bisa menyaksikan secara langsung keragaman dan persaudaraan antarumat beragama yang tumbuh di tengah masyarakat Indonesia.

    “Indonesia mampu menjaga toleransi dan perdamaian antarpemeluk agama, termasuk ratusan umat agama lokal. Kita berharap Paus Fransiskus dapat melihat keberagaman ini di Indonesia,” kata dia.

  • Misa Akbar yang Dipimpin Langsung Paus Fransiskus Diikuti 86.000 Umat Katolik

    Misa Akbar yang Dipimpin Langsung Paus Fransiskus Diikuti 86.000 Umat Katolik

    7cloud.asia – Diperkirakan, sebanyak 86 ribu umat Katolik akan hadir dalam ibadah misa akbar yang dipimpin oleh Pemimpin Gereja Katolik Dunia Paus Fransiskus di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta pada 5 September 2024.

    Misa akbar yang dipimpin langsung oleh Paus Fransiskus itu direncanakan akan berlangsung selama satu setengah jam.

    Juru Bicara Panitia Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia Rm. Thomas Ulun Ismoyo dalam jumpa pers pada Senin (26/8/2024) menjelaskan, penyelenggaraan misa akbar ini akan dilangsungkan di dua stadion.

    Yakni Stadion Utama GBK dengan kapasitas 60 ribu jemaat dan Stadion Madya yang menampung 26 ribu jemaat.

    Setiba di GBK, kata Thomas, Paus Fransiskus akan berkeliling Stadion Utama dan Stadion Madya untuk menyapa jemaat yang hadir dalam misa akbar. Kemudian, agenda dilanjutkan dengan ibadah dan doa bersama yang dipimpin Paus.

    Baca Juga: Paus Fransiskus Akan Berkunjung ke Indonesia pada September Mendatang

    “Dalam doa bersama itu pasti pertama pesannya adalah bagaimana kita terus mewartakan kebaikan kasih Tuhan kepada banyak orang di tempat di mana kita berada yaitu di Indonesia,” ujar Thomas.

    Bagi umat Katolik yang tidak dapat menghadiri langsung misa akbar di GBK, pihak panitia akan menyiarkan seluruh rangkaian ibadah melalui kanal daring.

    Thomas mengimbau kepada para jemaat yang akan hadir di misa akbar mendatang untuk mengikuti kegiatan tersebut secara tertib dan mengikuti semua petunjuk yang dibuat penyelenggara.

    “Mohon semua petunjuk-petunjuk yang sudah diberikan dan akan terus dimatangkan di kemudian hari, ini bisa dilaksanakan dengan baik,” katanya.

    Paus Fransiskus akan melakukan perjalanan apostolik ke Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste dan Singapura pada tanggal 2-13 September 2024.

    Baca Juga: Natal Sudah Dirayakan Umat Kristen Sejak Abad 2 Masehi

    Indonesia menjadi negara pertama dalam rangkaian kunjungan Paus Fransiskus ke kawasan Asia Pasifik, yaitu pada tanggal 3 sampai dengan 6 September 2024.

    Kemudian, Paus melanjutkan kunjungan ke Port Moresby (Papua Nugini) dan Vanimo dari 6-9 September 2024, Dili (Timor Leste) dari 9-11 September 2024 dan Singapura dari 11-13 September 2024.

    Paus Fransiskus dijadwalkan tiba di Indonesia pada tanggal 3 September 2024 siang. Lalu, keesokan harinya atau pada 4 September 2024, pemimpin umat Katolik tersebut dijadwalkan bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta.

    Kemudian, pada 5 September 2024, Paus Fransiskus dijadwalkan menghadiri pertemuan antaragama di Masjid Istiqlal, Jakarta, dan dilanjutkan pertemuan dengan penerima manfaat organisasi amal di Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

    Sumber: Tempo.co

  • KWI: Paus Fransiskus Bawa Misi Kemanusiaan dalam Kunjungannya ke Indonesia

    KWI: Paus Fransiskus Bawa Misi Kemanusiaan dalam Kunjungannya ke Indonesia

    7cloud.asia – Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Antonius Subianto Bunjamin mengatakan bahwa kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia adalah untuk membawa misi kemanusiaan dan misi persaudaraan.

    Dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu, (28/8/2024) Antonius mengatakan bahwa Indonesia sebenarnya siap menyambut Paus Fransiskus pada 2020.

    “Tetapi karena ada pandemi Covid-19, pada waktu itu juga September direncanakan, lalu batal,” kata Antonius.

    Dia berharap kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia bisa menjadikan Indonesia sebagai agen persaudaraan kemanusiaan di Asia.

    Baca: Misa akbar yang dipimpin Paus Fransiskus akan diikuti 86.000 umat Katolik

    Sementara itu, Uskup Agung Jakarta Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo mengatakan bahwa Vatikan memiliki keinginan untuk belajar lebih banyak mengenai Islam di Indonesia.

    Dia mengatakan bahwa para pemimpin Islam di Indonesia banyak diundang dan menjadi pembicara dalam acara-acara yang digelar oleh Vatikan.

    “Karena Islam di Indonesia itu berbeda. Jadi itu menarik untuk saudara-saudara kita di Eropa, khususnya untuk Vatikan,” kata Suharyo.

    Dia juga mengatakan bahwa Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta yang berdiri berdampingan adalah simbol kehidupan harmonis di Indonesia.

    Suharyo menilai bahwa kunjungan Fransiskus juga untuk menghargai dan mendorong agar persaudaraan untuk terus dirawat dan dikembangkan.

    Baca: Paus Fransiskus kunjungi Indonesia atas undangan Kemenag

    Dia mengatakan ada sekitar 60 uskup yang akan menyambut Fransiskus, termasuk seorang uskup dari Australia dan 10 uskup dari negara-negara Asia.

    Ketua Panitia Pelaksana Kunjungan Bapa Suci Paus Fransiskus, Ignasius Jonan, mengimbau masyarakat yang tidak memiliki tiket atau undangan untuk menyaksikan siaran langsung misa yang digelar di Gelora Bung Karno (GBK) dari gereja masing-masing atau televisi di rumah.

    “Kalau datang, kalau nggak punya tiket, pasti nggak bisa masuk; Itu non-exception (tanpa terkecuali), siapa pun,” kata Jonan.

    Paus Fransiskus akan melakukan perjalanan apostolik ke Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste dan Singapura pada tanggal 2-13 September 2024.

    Indonesia menjadi negara pertama yang dikunjungi Paus Fransiskus dalam lawatannya ke Asia Tenggara kali ini.

  • Jadwal Lengkap Paus Fransiskus Selama Berada di Indonesia

    Jadwal Lengkap Paus Fransiskus Selama Berada di Indonesia

    7cloud.asia – Paus Fransiskus dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada hari ini Selasa (3/9/2024).

    Pemimpin Takhta Suci Vatikan itu kemudian akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, besok atau pada Rabu (4/9/2024) dan melanjutkan agendanya pada hari itu di Gereja Katedral Jakarta.

    Pada Kamis (5/9/2024), Paus Fransiskus dijadwalkan mengunjungi Masjid Istiqlal dan kemudian memimpin Misa Suci Akbar mulai pukul 17.00 waktu Indonesia barat di GBK Senayan, Jakarta.

    Lantas, pada Jumat (6/9/2024), Paus Fransiskus akan meninggalkan Indonesia untuk melanjutkan perjalanannya ke Port Moresby, Papua Nugini.

    Baca: Berkunjung ke Indonesia, PNG dan Timor Leste, Paus Fransiskus bawa misi kemanusiaan

    Terkait Misa Suci Akbar Paus Fransiskus pada Kamis (5/9/2024), Polda Metro Jaya telah menyiapkan sembilan lokasi parkir kendaraan pribadi di sekitar Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).

    Misa suci ini diperkirakan akan diikuti 86.000 umat Katolik dari seluruh dunia. Karena itu, warga Jakarta diimbau untuk bekerja dari rumah untuk menghindari macet.

    “Untuk pengunjung yang menggunakan roda empat dan roda dua memang sudah disiapkan; ada di parkir dalam (GBK),” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Latif Usman pada Senin.

    Dia menyebutkan lokasi-lokasi tersebut adalah Parkir Plaza Tenggara dengan kapasitas 150 kendaraan roda empat dan 174 kendaraan roda dua dan Parkir Istora dengan kapasitas 257 roda empat dan 1.000 roda dua.

     

    Baca: Misa Akbar yang dipimpin Paus Fransiskus akan diikuti 86.000 umat Katolik

    “Kemudian Parkir Elevated sisi selatan dengan kapasitas roda empat 400 unit dan roda dua 1.500 unit, dan Parkir Elevated sisi utara yang berkapasitas dengan jumlah yang sama, ” kata dia.

    Berikutnya adalah Parkir Akuatik yang bisa menampung 175 roda empat dan 250 roda dua, dan Lapangan ABC yang berkapasitas 50 roda empat dan 1.305 roda dua.

    “Untuk yang ingin memarkir (kendaraan) di Stadion Madya disediakan (tempat untuk) 100 kendaraan roda empat dan 500 kendaraan roda dua, kemudian (di) Lapangan Softball disiapkan 150 kendaraan roda empat dan 500 roda dua,” kata Latif.

    Dia juga menyebutkan bahwa lokasi parkir di Masjid Albina menyediakan tempat untuk 25 kendaraan roda empat dan 1.000 kendaraan roda dua.

  • Paus Fransiskus: Jangan Sia-siakan Kebhinekaan Indonesia

    Paus Fransiskus: Jangan Sia-siakan Kebhinekaan Indonesia

    7cloud.asia – Terowongan bawah tanah yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta dapat menjadi sarana perjumpaan, dialog dan tindakan nyata menggalang persaudaraan antara umat lintas iman.

    Hal tersebut dikemukakan Paus Fransiskus dalam pertemuan dengan tokoh agama Islam di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (5/9/2024).

    Dalam kesempatan itu Paus Fransiskus mendorong tokoh yang hadir untuk mengembangkan spiritualitas dan mengamalkan ajaran agama masing-masing.

    Paus mengajak semua umat berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat yang terbuka yang didasarkan atas sikap saling menghargai dan mengasihi satu sama lain

    “Saya mendorong Anda bersama-sama mampu melindungi diri dari kekerasan hati fundamentalisme dan ekstrimisme yang selalu berbahaya dan tak pernah dapat dibenarkan,“ ujar Paus.

    Dalam pidatonya, Paus Fransiskus menyampaikan dua pesan khusus. Pertama, dia mengajak umat manusia untuk selalu melihat segala sesuatu secara mendalam.

    Karena hanya dengan demikian, ujarnya, kita dapat menemukan apa yang
    menyatukan di balik perbedaan.

    “Marilah kita mengingat satu hal ini memandang secara mendalam dan memahami apa yang mengalir di dalam hati kita, dan menemukan bahwa kita semua adalah saudara, seluruh peziarah semuanya dalam perjalanan menuju Allah, dan itu melampaui semua hal membedakan kita,“ kata Paus.

    Baca Juga: KWI: Paus Fransiskus Bawa Misi Kemanusiaan dalam Kunjungannya ke Indonesia

    Dalam pesan keduanya, Paus Fransiskus mengajak umat manusia agar menjaga ikatan antar penganut agama yang berbeda.

    Seperti terowongan Masjid Istiqlal yang dibangun dari satu sisi ke sisi lain untuk menciptakan hubungan antara dua tempat yang berbeda dan berjauhan.

    Paus mengingatkan, kadang manusia berpikir bahwa perjumpaan antara agama-agama adalah soal mencari titik temu antara doktrin dan pengakuan agama yang berbeda dengan segala cara.

    Namun, kenyataannya pendekatan semacam itu bisa saja berakhir dengan perpecahan karena doktrin dan dogma masing-masing pengalaman keagamaan berbeda.

    Paus menekankan semua pihak mendekatkan diri satu sama lain dengan menyelaraskan perbedaan-perbedaan yang ada, meningkatkan persahabatan dan rasa saling menghargai, serta terbuka satu sama lain.

    Anda, ujarnya, perlu berkomitmen untuk mencari kebenaran bersama dengan belajar dari tradisi agama pihak lain, bekerja sama untuk maju bersama membela martabat manusia dalam memerangi kemiskinan dan memajukan perdamaian.

    “Semoga Anda menghayati bahwa persatuan merupakan hasil dari rasa saling menghormati dan menghargai pendapat orang lain,“ ucap Paus.

    Baca Juga: Misa Akbar yang Dipimpin Langsung Paus Fransiskus Diikuti 86.000 Umat Katolik

    Terakhir Paus Fransiskus mengajak semua pihak untuk meneguhkan kerukunan umat beragama demi kemanusiaan dan bertanggung jawab menghadapi krisis serius dan terkadang dramatis yang mengancam masa depan umat manusia khususnya perang dan konflik.

    Ia berpesan, agar masyarakat Indonesia tidak menyia-nyiakan anugerah yang dimiliki Indonesia. Terutama kaum muda, Paus berharap, tidak ada seorangpun yang terjerumus dalam pesona fundamentalisme.

    “Terima kasih atas senyum ramah Anda yang selalu terpancar di wajah. Teruslah berpegang pada semangat Bhinneka Tunggal Ika, meskiberbeda-beda tetapi tetap satu jua. Terima kasih,“ ujar Paus Fransiskus.

  • Tiga Pesan Paus Fransiskus: Dampak Buruk Kekuasaan yang Disalahgunakan, Pentingnya Merawat Kebhinekaan dan Menyebarkan Kasih

    Tiga Pesan Paus Fransiskus: Dampak Buruk Kekuasaan yang Disalahgunakan, Pentingnya Merawat Kebhinekaan dan Menyebarkan Kasih

    7cloud.asia – Paus Fransiskus menyampaikan tiga pesan berbeda kepada audiens berbeda selama kunjungannya ke Indonesia.

    Saat bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta pada Rabu (4/9/2024) Paus Fransiskus berbicara soal dampak buruk yang bisa timbul dari kekuasaan yang disalahgunakan

    Awalnya, Paus berkata konflik kerap muncul di berbagai daerah karena kurangnya sikap saling menghargai.

    “Dari keinginan intoleran untuk memaksakan kepentingan sendiri, posisi sendiri, dan narasi historis sepihak dengan segala upaya,” kata sang uskup Roma itu. Paus menyampaikan sikap tersebut bisa membawa penderitaan tiada akhir bagi seluruh komunitas dan berujung pertumpahan darah.

    Paus menyatakan berbagai ketegangan yang berujung kekerasan sering kali timbul karena kekuasaan yang tidak bertanggung jawab.

    “Karena mereka yang berkuasa ingin menyeragamkan segala sesuatu dengan memaksakan visi mereka,” ucap pria bernama lahir Jorge Mario Bergoglio itu.

    Menurut Paus, ada hal-hal yang seharusnya diserahkan kepada otonomi masing-masing individu atau kelompok. Dia menilai pihak yang berkuasa tak seharusnya melampaui wewenang mereka dalam konteks tersebut.

     

    Baca: Paus Fransiskus menyebut Kebhinekaan adalah aset

    Paus asal Argentina itu lalu menyinggung kurangnya tekad untuk mewujudkan keadilan sosial dari orang-orang yang berkuasa.

    “Terlepas dari kebijakan-kebijakan yang mengesankan, terdapat juga kurangnya komitmen sejati yang berorientasi ke depan untuk menerapkan prinsip-prinsip keadilan sosial,” ujar Paus.

    Akibatnya, kata Paus yang menyampaikan pidato tersebut dalam bahasa Italia yang kemudian diterjemahkan, sebagian besar umat manusia terpinggirkan.

    “Tanpa sarana untuk menjalani hidup yang bermartabat dan tanpa perlindungan dari ketimpangan sosial yang serius dan bertumbuh, yang memicu konflik-konflik yang parah,” tutur dia.

    Sementara saat bertemu dengan tokoh agama Islam di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (5/9/2024), Paus Fransiskus mendorong tokoh yang hadir untuk mengembangkan spiritualitas dan mengamalkan ajaran agama masing-masing.

    Paus Fransiskus mengajak semua umat berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat yang terbuka yang didasarkan atas sikap saling menghargai dan mengasihi satu sama lain

    “Saya mendorong Anda bersama-sama mampu melindungi diri dari kekerasan hati fundamentalisme dan ekstrimisme yang selalu berbahaya dan tak pernah dapat dibenarkan,“ ujar Paus.

    Baca: Paus Fransiskus bawa misi kemanusiaan dalam kunjungannya

    Sedangkan dalam homili (khotbah) saat misa agung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/9/2024), Paus Fransiskus menekankan pesan mengenai pentingnya umat untuk tidak mudah menyerah dan selalu percaya bahwa mereka selalu memiliki kesempatan untuk bangkit setelah gagal.

    Ia juga berpesan agar umat Katolik Indonesia tidak pernah lelah untuk menebarkan jala demi merawat keberagaman dan kerukunan untuk berjalan bersama demi kebaikan masyarakat.

    Paus mendorong umat untuk menyebarluaskan kasih melalui jalan dialog. Kemudian memperlihatkan kebaikan budi dan hati untuk membangun persatuan dan perdamaian.

    Dia meyakini umat Katolik di Indonesia dapat menyebarkan cinta kasih di sekelilingnya. Hal itu juga merupakan keinginan dari para uskup Indonesia.

    “Kita selalu membutuhkan sebuah terang yang datang dari atas untuk menyinari langkah-langkah kita; akan air kehidupan yang memuaskan dahaga padang gurun jiwa, akan sebuah penghiburan yang tidak mengecewakan karena ia berasal dari surga dan bukan dari hal-hal fana dunia ini,“ ujarnya.

  • Satu Tahun Konflik Gaza: Paus Fransiskus Serukan Puasa dan Doa Bersama

    Satu Tahun Konflik Gaza: Paus Fransiskus Serukan Puasa dan Doa Bersama

    7cloud.asia – Paus Fransiskus menyerukan doa dan puasa pada Senin (7/10/2024), yang menjadi peringatan satu tahun serangan Hamas terhadap Israel yang memicu konflik hingga saat ini di Gaza.

    Di saat kematian dan kehancuran terus berlanjut, panggilan telepon harian dari Paus Fransiskus ke paroki Gereja Keluarga Kudus Katolik di Kota Gaza juga tidak berhenti.

    Gereja tersebut menjadi tempat yang menawarkan santapan rohani kepada para imam, biarawati, dan umat paroki yang mencari perlindungan di wilayah itu.

    Pada awal sinode khusus para pendeta, biarawati dan umat Katolik di Roma pada Selasa (2/10/2024), Paus Fransiskus menyampaikan seruan untuk berdoa dan berpuasa pada peringatan peristiwa yang memicu perang di Gaza, seiring meluasnya konflik di Timur Tengah.

    Paus Fransiskus mengatakan gereja selalu melayani umat manusia “terutama pada saat-saat dramatis dalam sejarah kita, ketika angin perang dan api kekerasan terus melanda seluruh masyarakat dan negara.”

    Baca: AS dinilai lambat mencegah korban sipil di Gaza

    Paus mengajak semua orang untuk berdoa dan berpuasa demi perdamaian dunia pada tanggal 7 Oktober.

    Perang di Gaza diawali dengan serangan kelompok militan Hamas pada 7 Oktober 2023 ke bagian selatan Israel, yang menewaskan 1.200 orang. Hamas juga menyandera sekitar 250 orang lainnya, yang sebagian besar telah dibebaskan dalam perjanjian gencatan senjata pertama bulan November.

    Serangkaian serangan pembalasan Israel lewat darat dan udara ke Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 41.400 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

    Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, wilayah yang dikelola Hamas, tidak membedakan identitas korban; tetapi militer Israel bersikeras bahwa korban tewas itu mencakup ribuan pejuang Hamas.

    Beri semangat
    Pastur Gabriel Romanelli, pastor paroki di gereja di Kota Gaza, mengatakan kepada Radio Vatikan bahwa Paus menyerukan setiap hari untuk memberikan “kata-kata penghiburan dan berkat” kepada umat di sana.

    Baca: Mesir ikut merasakan dampak perang di Gaza

    Sang Pastur mengatakan Paus “meminta kita untuk melindungi anak-anak dan selalu mendorong kita untuk terus maju.”

    Francis X. Rocca, pengamat dan wartawan yang telah meliput Vatikan sejak tahun 2007 –termasuk untuk surat kabar The Wall Street Journal– mengatakan kepada VOA bahwa panggilan telepon yang dilakukan Paus Fransiskus ke paroki Gaza setiap harinya merupakan hal yang unik.

    “Ini adalah hal yang luar biasa untuk dilakukan, terutama jika Anda melakukannya setiap hari,” katanya.

    Pada awal masa kepausannya, Paus Fransiskus sering menelepon berbagai orang secara pribadi, yang terkadang dilakukan secara spontan, secara tiba-tiba.

    ”Tetapi melakukan hal ini secara teratur, setiap hari, tentu saja menunjukkan kepedulian yang sangat besar. Selama perang di Ukraina, dia juga memberikan komentar dan mengirim pesan dan sebagainya.”

    Gereja di Gaza itu dinamakan “Gereja Keluarga Kudus” karena diyakini bahwa Maria, Yusuf dan bayi Yesus melewati wilayah pesisir itu ketika menuju Mesir untuk melarikan diri dari kekejaman Raja Herodes pada abad pertama Masehi.

    Gereja itu tidak luput dari kekerasan perang antara Israel dan Hamas. (Sumber: VOAIndonesia)

  • Khotbah Natal Paus Fransiskus: Serukan Diakhirinya Perang Ukraina

    Khotbah Natal Paus Fransiskus: Serukan Diakhirinya Perang Ukraina

    7cloud.asia – Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus, dalam pesan Natal yang disampaikan pada Rabu (25/12/2024) menyerukan agar perang di Ukraina segera diakhiri,

    Dalam khotbah Hari Natal “untuk kota ini dan dunia”, Paus Fransiskus menyerukan perundingan antara Ukraina dan Rusia untuk mengakhiri perang yang telah menewaskan puluhan ribu orang tersebut.

    Paus Fransiskus menyebut secara lugas konflik Ukraina dan menyerukan “keberanian yang dibutuhkan untuk membuka pintu negosiasi.”

    Berbicara dari balkon tengah Basilika Santo Petrus kepada ribuan orang di alun-alun di bawahnya, Paus mengatakan, “Semoga suara senjata-senjata dilenyapkan di Ukraina yang dilanda perang!” Ia juga menyerukan “isyarat dialog dan pertemuan untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi.”

    Fransiskus, yang telah menjadi Paus sejak tahun 2013, dikritik pejabat Ukraina tahun ini ketika mengatakan bahwa negara itu harus memiliki keberanian bak “bendera putih” untuk berunding guna mengakhiri perang dengan Rusia.

    Baca: Mengembalikan esensi Natal dengan pohon Natal ramah lingkungan

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebelumnya telah mengesampingkan kemungkinan untuk terlibat dalam perundingan damai tanpa dipulihkannya perbatasan Ukraina seperti sebelum perang.

    Akan tetapi, Zelenskyy telah menunjukkan keinginan yang semakin besar untuk bernegosiasi sejak terpilihnya kembali Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat.

    Pada awal Desember, Zelenskyy mengemukakan gagasan penyelesaian diplomatik berupa “pembekuan” garis pertempuran saat ini dan penempatan pasukan asing di Ukraina. Rusia telah menuntut agar Ukraina menghentikan ambisinya untuk bergabung dengan aliansi militer NATO.

    Paus Fransiskus, yang berusia 88 tahun dan sedang merayakan Natal ke-12 pada masa kepausannya, menyerukan diakhirinya konflik, baik secara politik, sosial maupun militer, di tempat-tempat termasuk Lebanon, Mali, Mozambik, Haiti, Venezuela, dan Nikaragua.

    Paus Fransiskus, yang belakangan semakin kritis terhadap kampanye militer Israel di Gaza dan menyebutnya sebagai “kekejaman” pada pekan lalu, juga kembali menyerukan gencatan senjata dalam perang Israel-Hamas dan dibebaskannya sandera Israel yang tersisa, yang masih ditahan oleh Hamas.

    Baca: Paus Fransiskus serukan puasa dan doa bersama untuk Gaza

    Ia menyebut situasi kemanusiaan di Gaza “sangat serius” dan meminta “pintu dialog dan perdamaian (untuk) dibuka lebar-lebar.”

    Paus Fransiskus membuka Tahun Suci bagi Gereja Katolik di seluruh dunia pada Selasa (24/12/2024) malam, atau Malam Natal, yang akan berlangsung hingga 6 Januari 2026.

    Tahun Suci Katolik, yang juga dikenal sebagai Yubelium, dianggap sebagai masa perdamaian, rasa maaf dan pengampunan.

    Pada Rabu, Paus mengatakan bahwa tahun Yubelium seharusnya menjadi masa bagi “setiap orang, semua orang dan bangsa… untuk menjadi peziarah harapan, untuk membungkam suara senjata dan mengatasi perpecahan.”

    Fransiskus juga menyerukan “Solusi yang disetujui bersama” untuk merobohkan tembok perbatasan yang telah membagi pulau Siprus di Mediterania antara Republik Siprus dan Republik Turski Siprus Utara sejak tahun 1974.

  • World Leaders Summit on Children’s Rights: Diinisiasi Paus Fransiskus Dihadiri Pembela Hak Anak Dari Seluruh Dunia

    World Leaders Summit on Children’s Rights: Diinisiasi Paus Fransiskus Dihadiri Pembela Hak Anak Dari Seluruh Dunia

    7cloud.asia – Presiden Ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri dijadwalkan menghadiri dan berbicara di World Leaders Summit on Children’s Rights di Vatikan, Senin (3/2/2025).

    Apa sebenarnya World Leaders Summit on Children’s Rights dan apa tujuannya, simak ulasan berikut.

    Dilansir vaticannews.va, World Leaders Summit on Children’s Rights dinisiasi Paus Fransiskus guna membantu anak-anak di dunia.

    “Melindungi jutaan anak yang masih tanpa hak, yang hidup dalam kondisi yang tidak menentu, yang dieksploitasi dan dianiaya, dan yang menderita akibat perang yang dramatis.” demikian pernyataan pihak Vatican.

    Dalam pernyataannya, Takhta Suci Vatikan menyebut sekitar 64 juta anak usia sekolah dasar tidak dapat bersekolah.

    Sementara 1 dari 3 anak di bawah usia lima tahun menghadapi kemiskinan pangan ekstrem, dan 12 juta anak perempuan dipaksa menikah dini pada tahun 2022 saja.

    Baca: Megawati diundang berbicara di World Leaders Summit di Roma

    Daripada berdiam diri, Paus Fransiskus mengumumkan bahwa ia akan mendedikasikan satu hari untuk membantu dan “melindungi jutaan anak yang masih tanpa hak, yang hidup dalam kondisi yang tidak menentu, yang dieksploitasi dan dianiaya, dan yang menderita akibat perang yang dramatis.”

    Pekan lalu, Kantor Pers Takhta Suci telah merilis jadwal World Leaders Summit on Children’s Rights.

    Berbicara pada konferensi pers, Marco Impagliazzo, Presiden Komunitas Sant’Egidio, menyebut pertemuan ini sebagai “peristiwa yang memberikan harapan.”

    Ia menyatakan bahwa “terlalu banyak anak yang meninggal akibat perang, kekerasan, eksploitasi seksual dan tenaga kerja,” dan Paus ingin “membuat anak-anak yang menderita ini tersenyum.”

    Menyisihkan satu hari untuk anak-anak
    World Leaders Summit on Children’s Rights akan diadakan di Vatikan pada Senin (3/2/2025) dengan tema, “Cintailah mereka dan lindungi mereka.”

    Paus Fransiskus dijadwalkan untuk membuka acara tersebut dengan menyambut 10 anak dari berbagai negara, yang akan berbagi pesan dengan Paus.

    Baca: Bung Karno adalah Sosok Pejuang yang Selalu Memikirkan Nasib Rakyat Kecil

    Tujuh panel akan diadakan, masing-masing dengan topik spesifik yang berfokus pada hak-hak anak, termasuk akses ke pendidikan, hak atas keluarga, perlindungan dari kekerasan, dan akses ke sumber daya.

    Para pembela hak asasi manusia dari seluruh dunia dan lapisan masyarakat akan datang ke Roma. Daftar tersebut mencakup Ratu Rania al-Abdullah dari Yordania;

    Juga Magnus MacFarlane-Barrow, CEO Mary’s Meals; Kailash Satyarthi, penerima Hadiah Nobel Perdamaian; dan mantan AS Wakil Presiden, Al Gore.

    Pertemuan Dunia tentang Hak Anak ini menanggapi tantangan yang dihadapi jutaan anak setiap harinya.

    “Dunia sedang memasuki era krisis baru bagi anak-anak; “Perubahan iklim, kesenjangan, dan konflik mengganggu kehidupan mereka dan membatasi masa depan mereka,” demikian laporan sebuah studi UNICEF

    Paus Fransiskus mengulangi pernyataan yang mengkhawatirkan ini dalam doa yang ia panjatkan untuk bulan Januari: “Saat ini, kita tengah mengalami bencana pendidikan.”

    Ia berpendapat bahwa semua anak-anak dan remaja memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan, namun sekitar 250 juta anak tidak memiliki akses ke sekolah “karena perang, migrasi, dan kemiskinan.”

  • Bertemu Paus Fransiskus, Megawati Diskusikan Isu Pemanasan Global

    Bertemu Paus Fransiskus, Megawati Diskusikan Isu Pemanasan Global

    7cloud.asia – Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri dan Paus Fransiskus mendiskusikan pemanasan global saat keduanya bertemu di kediaman Paus di Vatikan, Jumat (7/2/2025) waktu setempat.

    Hal itu disampaikan Megawati kepada media usai menemui Paus di kediaman Casa Santa Marta, Vatikan, Roma, Italia, Jumat sore (7/2/2025) waktu setempat.

    Megawati mengatakan Paus mengundangnya untuk berbicara di KTT Pemimpin Dunia tentang Hak Anak di Italia.

    “Saya menerima undangan pribadi dari Paus. Kami juga membahas beberapa isu nasional,” katanya.

    Megawati menyatakan, Paus Fransiskus menaruh minat pada Pancasila dan asas gotong royong.

    “Dalam pidato saya di KTT itu, saya menjelaskan bahwa Pancasila merupakan bagian integral kehidupan manusia dan mempunyai makna internasional,” kata Megawati.

     

    Baca: Megawati diundang jadi pembicara di World Leaders Summit di Roma

    Ia menjelaskan, Pancasila tidak hanya melekat pada diri bangsa Indonesia, tetapi juga berlaku secara universal dalam kehidupan, khususnya dalam hubungannya dengan Tuhan dan kemanusiaan.

    Megawati menyampaikan, Paus sependapat dengan penekanannya pada kemanusiaan, apalagi mengingat perubahan global yang semakin memprihatinkan, termasuk peperangan yang masih terus berlangsung.

    Megawati juga mencatat keprihatinan Paus terhadap pemanasan global, yang menurutnya sering kali ditanggapi dengan sikap tidak peduli oleh manusia.

    “Ketika saya bertemu Paus di acara Zayed Award 2024, kami berbicara, dan dia bertanya apakah saya punya saran,” katanya.

    Saat itu, ia mengungkapkan kekhawatirannya tentang kelalaian yang meluas terhadap pemanasan global.

    “Saya tanya kenapa orang-orang tidak peduli dengan masalah ini. Dia setuju dan mengacungkan jempol,” kenangnya.

    Baca: Megawati sebut Bung Karno selalu pikirkan nasib rakyat kecil 

    Megawati menambahkan, menurut Paus, ada pusat penelitian di Vatikan yang didedikasikan untuk mempelajari mencairnya es di kedua kutub. Es tidak hanya mencair tetapi juga pecah berkeping-keping.

    Dalam pertemuan itu, Megawati didampingi putrinya Puan Maharani yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPR.

    Saat bertemu Paus, Megawati bersama Puan pun menyampaikan salam dari bangsa Indonesia, khususnya umat Katolik di Tanah Air yang begitu mengagumi Sri Paus.

    Kepada keduanya, Paus mengucapkan terima kasih atas keramahan bangsa Indonesia sambil mengatakan rakyat Indonesia merupakan masyarakat yang indah.

    Seperti diketahui saat berkunjung ke Indonesia akhir tahun 2024 lalu, Sri Paus mendapat sambutan hangat dari seluruh warga meskipun Indonesia dikenal sebagai negara mayoritas beragama Muslim.

    Puan memberikan cinderamata baju wayang terbuat dari batik tradisional Indonesia. Sedangkan, Megawati memberikan cinderamata berupa lukisan Bunda Maria yang digambarkan mengenakan kerudung mantilla berwarna putih dan berkebaya merah.

    Pertemuan di kediaman Paus itu berlangsung setelah sebelumnya Megawati diundang menghadiri pertemuan para pemimpin dan tokoh dunia tentang hak anak atau World Leaders Summit on Children’s Rights, Senin (3/2/2025).

    “Dengan World Leaders Summit on Children’s Rights, kami dapat duduk bersama dan bertukar pikiran tentang hak anak dan misi kemanusiaan global demi generasi mendatang,” ungkapnya.