Satu Tahun Konflik Gaza: Paus Fransiskus Serukan Puasa dan Doa Bersama

Written by

in

7cloud.asia – Paus Fransiskus menyerukan doa dan puasa pada Senin (7/10/2024), yang menjadi peringatan satu tahun serangan Hamas terhadap Israel yang memicu konflik hingga saat ini di Gaza.

Di saat kematian dan kehancuran terus berlanjut, panggilan telepon harian dari Paus Fransiskus ke paroki Gereja Keluarga Kudus Katolik di Kota Gaza juga tidak berhenti.

Gereja tersebut menjadi tempat yang menawarkan santapan rohani kepada para imam, biarawati, dan umat paroki yang mencari perlindungan di wilayah itu.

Pada awal sinode khusus para pendeta, biarawati dan umat Katolik di Roma pada Selasa (2/10/2024), Paus Fransiskus menyampaikan seruan untuk berdoa dan berpuasa pada peringatan peristiwa yang memicu perang di Gaza, seiring meluasnya konflik di Timur Tengah.

Paus Fransiskus mengatakan gereja selalu melayani umat manusia “terutama pada saat-saat dramatis dalam sejarah kita, ketika angin perang dan api kekerasan terus melanda seluruh masyarakat dan negara.”

Baca: AS dinilai lambat mencegah korban sipil di Gaza

Paus mengajak semua orang untuk berdoa dan berpuasa demi perdamaian dunia pada tanggal 7 Oktober.

Perang di Gaza diawali dengan serangan kelompok militan Hamas pada 7 Oktober 2023 ke bagian selatan Israel, yang menewaskan 1.200 orang. Hamas juga menyandera sekitar 250 orang lainnya, yang sebagian besar telah dibebaskan dalam perjanjian gencatan senjata pertama bulan November.

Serangkaian serangan pembalasan Israel lewat darat dan udara ke Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 41.400 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, wilayah yang dikelola Hamas, tidak membedakan identitas korban; tetapi militer Israel bersikeras bahwa korban tewas itu mencakup ribuan pejuang Hamas.

Beri semangat
Pastur Gabriel Romanelli, pastor paroki di gereja di Kota Gaza, mengatakan kepada Radio Vatikan bahwa Paus menyerukan setiap hari untuk memberikan “kata-kata penghiburan dan berkat” kepada umat di sana.

Baca: Mesir ikut merasakan dampak perang di Gaza

Sang Pastur mengatakan Paus “meminta kita untuk melindungi anak-anak dan selalu mendorong kita untuk terus maju.”

Francis X. Rocca, pengamat dan wartawan yang telah meliput Vatikan sejak tahun 2007 –termasuk untuk surat kabar The Wall Street Journal– mengatakan kepada VOA bahwa panggilan telepon yang dilakukan Paus Fransiskus ke paroki Gaza setiap harinya merupakan hal yang unik.

“Ini adalah hal yang luar biasa untuk dilakukan, terutama jika Anda melakukannya setiap hari,” katanya.

Pada awal masa kepausannya, Paus Fransiskus sering menelepon berbagai orang secara pribadi, yang terkadang dilakukan secara spontan, secara tiba-tiba.

”Tetapi melakukan hal ini secara teratur, setiap hari, tentu saja menunjukkan kepedulian yang sangat besar. Selama perang di Ukraina, dia juga memberikan komentar dan mengirim pesan dan sebagainya.”

Gereja di Gaza itu dinamakan “Gereja Keluarga Kudus” karena diyakini bahwa Maria, Yusuf dan bayi Yesus melewati wilayah pesisir itu ketika menuju Mesir untuk melarikan diri dari kekejaman Raja Herodes pada abad pertama Masehi.

Gereja itu tidak luput dari kekerasan perang antara Israel dan Hamas. (Sumber: VOAIndonesia)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *